Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Hari Peringatan


__ADS_3

Segala sesuatu telah di urus oleh Bastian atas perintah Adit, tak butuh waktu yang lama Tiara dan supir tersebut sudah bisa di bebaskan dari rumah tahanan. Perasaan bahagia menyelimuti hati mereka berdua


Kepulangan sang supir di sambut dengan bahagia oleh ibu dan anaknya, mereka benar-benar sangat bersyukur bisa melihat kepulangan pria tersebut. Lain hal di tempat lain, prang... Sebuah gelas melayang membelah udara membuat nyali Tiara benar-benar menciut


" Cuma karena kamu di bebaskan oleh mereka dari tempat itu kamu jadi melupakan semua penderitaan keluarga kita " mencengkram dagu Tiara dengan sangat kuat


" Bukan kak, tapi aku benar-benar sadar kalau aku yang salah. Semua yang terjadi dengan keluarga kita itu ulah aku kak "


Wajah pria tersebut menjadi merah padam karena terbakar oleh emosi, dengan sangat kasar pria tersebut menarik tangan Tiara dan membawanya ke sebuah kamar lalu menghempaskan tubuh Tiara dengan sangat kasar


" Selama kamu masih membela mereka ga akan kakak ijinkan keluar dari kamar ini, kakak ga akan ijinkan kamu menghancurkan rencana kakak "


Detik demi detik berlalu jam dan hari pun berganti dengan hari yang lainnya, setiap hari saat pria tersebut mengantarkan makanan Tiara akan coba terus memohon agar pria tersebut dapat tersadar dari kesalahannya. Dan pria tersebut akan berlaku kasar kepada Tiara, hingga pada akhirnya Tiara pun menyerah


" Ini makan " sinis


" Kak.. " lirih, pria tersebut menghentikan langkahnya tanpa menoleh


" Kakak benar, bagaimana pun juga aku harus membalas perbuatan mereka. Supaya papa bisa beristirahat dengan tenang " pria tersebut membalikkan tubuhnya dan menatap Tiara dengan seksama


" Kalau kamu cuma berniat membohongi kakak, kamu pasti akan menyesal " penuh penekanan, dengan cepat Tiara menjawab dengan menggelengkan kepalanya


" Aku udah sadar kak, aku terlalu b*doh kalau membiarkan mereka bahagia. Sedangkan keluarga kita sekarang jadi berantakan "


" Bagus kalau kamu udah sadar, makan itu terus istirahat " pria tersebut keluar dari dalam kamar dan kembali mengunci pintu kamar tersebut

__ADS_1


" Kamu pikir kakak b*doh apa ? "


Terdengar oleh Tiara suara pria tersebut mulai menjauh dari luar pintu


" Pintunya masih di kunci berarti kak Roy masih belum bisa percaya sama aku "


Tiara berusaha sekuat tenaga mendekati kakak laki-lakinya agar dapat memberikan dia kepercayaan lagi, dan tak butuh waktu lama Tiara pun sudah berhasil menjadi Tiara yang dulu. Mereka berdua pun mulai menyusun suatu rencana, rencana yang akan mengakhiri semuanya. Mereka berniat menghilangkan nyawa Zahra untuk selamanya walaupun mereka akan kehilangan nyawa mereka sendiri


Hari terus berlalu dengan cepat, hari itu seluruh kediaman keluarga Adit di liput suasana mendung. Seperti tahun-tahun sebelumnya karena hari itu adalah peringatan hari kepergian Cindy untuk selamanya, hari di mana seluruh anggota rumah itu akan dilanda perasaan sedih. Hari di mana Adit kan kembali mengingat kebodohan terbesar dalam sejarah hidupnya


Sedari pagi buta seluruh para pengawal sudah di berikan arahan kepada pemimpin mereka agar hati ini semua bersiaga dengan ketat, karena seperti kebiasaan yang akan selalu di jalankan mereka akan berziarah ke makam Cindy pada setiap tanggal tersebut


Awalnya Adit meminta agar Zahra dan suaminya tak ikut serta pada hari itu, tetapi hal itu menjadi sia-sia karena bagi Zahra perempuan yang telah kehilangan nyawanya untuk mempertahankan dirinya terlahir ke dunia ini jauh lebih penting dari pada dirinya sendiri


Sedari pagi sudah menjadi kebiasaan akan hadir di sana seluruh anggota keluarga empat sekawan dan di sana juga hadir beberapa anggota keluarga Pratama yang lainnya yaitu keluarga besar Imelda, sedangkan sang nenek tak lagi mengikuti acara tersebut karena keadaan dirinya yang semakin tua dan tak sanggup lagi menempuh perjalanan yang cukup jauh


Tut... Tut... Tut...


" Ya kak "


" Kamu udah ngerti kan, apa yang harus kamu lakukan "


" Ya kak aku ngerti, aku akan balas semua perbuatan mereka ke keluarga kita "


" Kita akan buat mereka menyaksikan kepergian anggota keluarga terpenting mereka di hadapan mereka sendiri "

__ADS_1


" Ya kak "


" Aku yakin aku akan mengecewakan, tapi cuma ini yang bisa aku lakukan untuk membalas kamu "


Deretan mobil mewah sudah mulai terparkir di pemakaman umum tersebut, para pengawal turun terlebih dahulu dan memeriksa keadaan sekitar dan mulai mengambil posisi di tempat masing-masing untuk berjaga. Seperti biasa tempat pemakaman itu sepi hanya ada beberapa orang yang sedang berziarah, setalah para pengawal merasa keadaan aman para rombongan mulai memasuki area pemakaman tersebut


Mereka mulai melantunkan doa dengan khusuk, semua yang berada di tempat itu pun mulai terlarut dalam suasana yang sedang terjadi seakan Cindy belum lama meninggalkan mereka semua


Para pengawal yang berada di tempat itu terus mengamati keadaan sekitar yang di rasa baik-baik saja, hingga tiba-tiba saja seorang pelayat yang sedang beranjak dari salah satu makam dan akan berjalan keluar mengeluarkan sebuah pistol dan mengarahkan tepat ke arah Zahra


" Lo harus dapat pembalasan dari gw perempuan s*alan..!! " seluruh orang langsung menghadap ke arah suara tersebut, dan mereka pun terkejut karena seorang pria sedang mengarahkan senjata tepat ke arah Zahra


Para pengawal pun kecolongan akan hal tersebut, mereka bersiaga tetapi belum berani mengambil tindakan apapun karena hal itu dapat membahayakan keselamatan Zahra. Dalam sekejap suasana di tempat itu menjadi mencekam, Adit pun mulai mencoba berinteraksi


" Siapa kamu ? " pria tersebut tertawa terbahak-bahak


" Gw cuma anak, anak yang harus kehilangan papanya karena perempuan s*alan ini..!! "


" Tenang dulu.. Semua bisa kita omongin baik-baik "


" Kenapa kalian ga omongin baik-baik saat itu..?!! "


" Kamu mau apa ? apapun yang kamu mau bisa kita berikan "


" Gw cuma mau nyawa perempuan s*alan ini, perempuan yang sudah menghancurkan keluarga gw. Gw mau kalian semua merasakan apa yang gw rasain, kehilangan orang yang penting bagi kalian " tersenyum jahat

__ADS_1


David yang berada tepat berada di samping Zahra sudah memandangi wajah Zahra dengan sendu, sedangkan Zahra hanya bisa mencoba terlihat tegar dengan keadaan itu


" Kamu ga usah takut sayang, aku ga akan ijinkan apapun terjadi sama kamu. Aku ga akan sanggup melihat sesuatu yang buruk terjadi sama kamu " tersenyum pilu dan meneteskan air mata


__ADS_2