
Pagi itu seperti biasanya Zahra akan bangun terlebih dahulu dan membersihkan dirinya, lalu dia akan mempersiapkan segala keperluan suaminya untuk pergi ke kantor dan menemani suaminya untuk sarapan
Setelah David pergi ke kantor Zahra akan merapikan pakaian yang kotor untuk di bawa keluar dari ruang ganti dan di letakkan tepat di depan kamarnya. Itu adalah rutinitas yang selalu dia lakukan
Zahra mencengkram erat sebuah baju yang tampak dengan jelas di sana terdapat sebuah bekas lipstik seorang wanita, dengan tangan yang sedikit gemetar Zahra mendekatkan baju tersebut ke hidungnya dan tercium aroma parfum yang sangat asing bagi dirinya. Zahra pun sangat yakin bila itu adalah sebuah wangi parfum wanita
" Apa yang sudah kamu lakuin di belakang aku sayang ? " meneteskan air matanya
Entah itu hanya berdasarkan sebuah rasa curiga atau karena pengaruh hormon yang tidak stabil akibat kehamilannya Zahra merasakan perasaan yang sangat sakit di dalam hatinya
" Aku harus cari tau dulu semuanya, sebaiknya untuk sementara aku ga cerita ke bunda atau ayah, apalagi Vian pasti nanti jadi rame sebelum semuanya jelas " mencengkram baju itu semakin erat dan menempelkan di dadanya
" Mungkin aku yang masih kurang baik sebagai seorang istri, setiap ada sebuah kesalahan pasti karena ke dua belah pihak. Dan aku harus percaya dengan suami aku sendiri "
Zahra yakin untuk menutupi apa yang dia lihat kepada orang lain, tetapi bagaimana pun juga dia tetap hanya seorang wanita yang butuh seseorang untuk mendengarkan dia bercerita
Zahra mendudukkan dirinya di atas sofa dan menghubungi seseorang, hanya orang itu yang terlintas di dalam benaknya. Setidaknya dia harus melepaskan apa beban hatinya kepada seseorang
Tut.. Tut... Tut..
" Ya Ara "
" Kak " lirih
" Kamu kenapa Ara ? " cemas
" Kak bisa aku ketemu sebentar sama kak Nadin ? "
" Bisa kok, aku baru mau jalan ke butik biar aku mampir ya ke rumah kamu "
" Ga usah kak, kita ketemu di butik kak Nadin aja ya "
" Oh.. Ya udah ok.. Aku tunggu di sana ya, aku jalan sekarang "
Zahra bangkit dari duduknya dan dengan cepat mengganti pakaiannya lalu bergegas menuju ke butik milik Nadin, sedangkan di tempat lain
Tok.. Tok.. Tok..
" Masuk "
" Maaf pak, ada bu Tiara ingin bertemu langsung dengan bapak "
" Mau apa lagi perempuan ini ? " mengeraskan rahangnya
" Atau mau saya katakan bahwa bapak sedang ada rapat ? " seolah Rico paham apa yang sedang ada di dalam pikiran David
__ADS_1
" Jangan, biarin aja dia masuk "
" Baik pak kalau begitu saya permisi dulu " membungkukkan sedikit kepalanya dan meninggalkan ruangan tersebut
" Gw punya perasaan ga enak sama perempuan ini, tapi mau gimana juga dia klien yang sangat penting "
Tok..Tok.. Tok..
" Masuk "
" Permisi pak saya mengantarkan ibu Tiara "
" Terima kasih " Rico sekretaris pribadi David pun pergi meninggalkan ruangan tersebut
Seorang gadis yang yang masih sangat muda, cantik dan sangat seksi berjalan dengan berlenggak lenggok menghampiri meja kerja David dan duduk tepat di hadapannya, tak selang berapa lama ada seseorang yang mengantarkan minuman ke dalam ruangan tersebut dan kembali meninggalkan mereka berdua
" Maaf ada permasalahan apa ya bu ? "
" Oh.. Ga ada masalah apapun saya hanya kepikiran masalah kemarin aja pak, apa terjadi sesuatu dengan istri pak David ? "
" Apa maksud perempuan ini ? " mengerutkan keningnya
" Maksudnya apa ya ? saya kurang paham dengan omongan dari ibu Tiara ? "
" Apa mungkin istrinya ga lihat atau mencium bau parfum aku ? "
Degh... Seperti ada suatu perasaan yang mengganggu di dalam hati David pada saat itu juga, seolah David mempunyai sebuah perasaan yang sangat tidak nyaman memikirkan Zahra. Bagaimana pun juga David tau dengan pasti bahwa Zahra selalu mengurusi pakaian dirinya
Dalam sekejap wajah David berubah menjadi geram terhadap perempuan yang kini berada di hadapannya tersebut, sedangkan perempuan itu tersenyum puas
" Gw ga akan lepasin lo gitu aja, kalo lo berani berbuat macam-macam dengan pernikahan gw. Apalagi sesuatu yang akan menyakiti hati Zahra "
" Untuk memperlancar urusan bisnis kita, apa boleh kita lanjut bincang-bincang sambil makan siang pak ? gimana juga ini udah waktunya makan siang "
" Maaf bu saya... "
" Sayang " membuka pintu ruangan tersebut sambil melepaskan senyuman terbaiknya
Ternyata Zahra sudah berada di tempat itu, sekretaris pribadi David sudah mengatakan bila David sedang bersama dengan seorang klien di dalam ruangan. Tetapi Zahra tetap memaksakan kehendaknya untuk masuk ke dalam ruangan tersebut, dan membuat Riko tak bisa berbuat apapun
" Lho kok kamu ada di sini sayang ? " David langsung mendekati Zahra tanpa menghiraukan keberadaan orang lain yang sedang berada di dalam ruangannya
" Mau ajak kamu makan siang " bisik Zahra dengan manja sambil memeluk tubuh suaminya
" Oh.. Jadi ini istrinya David ? biasa aja, masih lebih cantik aku dan aku jauh lebih seksi. Kamu tunggu sebentar lagi David akan menjadi milik aku" memasang wajah kurang suka tanpa dia sadari dan Zahra dapat melihat dengan jelas
__ADS_1
" Oh.. Jadi ini si cabe busuk yang mau coba ganggu keluarga kecil aku ? aku akuin kamu lebih cantik dan seksi dari pada aku sayang. Tapi maaf laki-laki ini sudah milik aku, dan aku ga bersedia berbagi dengan perempuan mana pun " melepaskan senyuman mengejek dari dalam pelukan David
" Ehem... " bangkit dari duduknya, David dan Zahra pun melepaskan pelukannya
" Sepertinya pak David sedang sibuk ya, kalau begitu masalah proyek pembangunan itu kita bicarakan lain kali saja " mulai melangkahkan kakinya ke arah pintu
" Apa mbak ga mau ikut makan siang sama kami ? " Tiara membalikkan tubuhnya dan tersenyum dengan terpaksa
" Ga usah bu, saya takut mengganggu "
" Oh.. Baik kalau begitu. Terima kasih atas pengertiannya, laki-laki ini memang sudah menjadi milik saya pribadi. Segala macam urusan pekerjaan apapun ga akan lebih penting dari pada saya " penuh penekanan dan senyuman mengejek
" Betul kan sayang ? " menghadap ke arah David, sedangkan David hanya bisa tersenyum dan mengangguk
" Pasti ada sesuatu, Ara bukan tipe orang yang begini. Tapi apapun yang kamu mau pasti aku lakuin sayang "
Ternyata saat Tiara melewati Zahra, dia dapat mencium dengan jelas bahwa parfum yang tertinggal di pakaian David adalah parfum wanita yang kini berada di hadapannya. Zahra berusaha menekan segala amarahnya pada saat itu
" Dasar perempuan s*alan, apa maksud dia ? "
Dengan senyuman terpaksa perempuan itu pergi meninggalkan ruangan tersebut dan membawa kemarahan di dalam hatinya, David hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zahra
" Ayo, katanya mau makan siang "
" Ga " dengan tegas dan dalam sekejap wajah Zahra berubah menjadi serius
" Beneran ini kayaknya feeling gw "
" Ya udah ayo duduk dulu, kita omongin semuanya baik-baik "
" Kamu kenapa tiba-tiba ke sini ? "
" Kenapa kamu ga suka aku datang ? atau kamu ga suka karena aku ganggu acara kalian berdua " menatap tajam
" Bukan gitu sayang, kamu lagi hamil anak pertama kita. Aku cuma ga mau kamu kecapean aja " memeluk tubuh Zahra dengan lembut
" Siapa perempuan tadi ? "
" Klien "
" Aku ga bisa menjadi perempuan yang egois dan mencurigai suami aku sendiri, aku harus bisa menjadi istri yang baik " membuang nafasnya dengan kasar
" Aku yakin saat ini Ara lagi kesal. Tapi ga mungkin juga aku paksa dia untuk ngomong, bagaimana pun juga Ara lagi hamil kata dokter hormonnya sedang tidak stabil. Sebaiknya aku cepat menyelesaikan masalah ini, sebelum menyakiti hati Ara "
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
__ADS_1
Terima kasih 🤗