Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Mencari Pekerjaan


__ADS_3

Cindy menjual ponselnya dia tidak ingin di ganggu oleh siapapun, dia benar-benar memutuskan untuk pergi menjauh, dia hanya ingin menjaga bayi dalam kandungannya baik-baik saja itu prioritas utama dalam hidupnya pada saat ini


Cindy tinggal di sebuah perkampungan yang sangat kecil, dia mengandalkan tabungannya dulu saat dia masih bekerja di karaoke xx, walaupun sebenarnya dia membawa kartu yang dulu di berikan Adit dan nominalnya bahkan semakin fantastis karena Adit tetap mengirimkan sejumlah uang ke Cindy bentuk tanggung jawab terhadap mantan istrinya pikir Adit


Cindy hanya menyewa sebuah kamar yang bisa di bilang cukup kecil untuk melakukan pengiritan, dia harus membagi uangnya untuk semua kebutuhan yang diperlukan termasuk pakaian, karena Cindy pergi tanpa membawa apapun


Cindy melapor ke RT setempat bila dia lari dari suaminya yang akan menikah lagi, dengan menunjukkan foto pernikahan yang ada di dompetnya, tapi karena memang itu adalah perkampungan yang kecil bahkan warga sana tidak ada yang mengenal sosok Adit


Ada beberapa warga yang mencibirnya, tetapi bagi Cindy dia tidak mau ambil pusing karena banyak juga warga yang iba dan menjadi baik kepadanya, tak jarang Cindy akhirnya kelebihan makanan di dalam kamarnya hasil dari para tetangga yang selalu mengirimkan makanan padanya


Cindy berpikir untuk mulai mencari pekerjaan, bagaimana pun juga uang tabungannya tidak terlalu banyak, dan dia harus mulai menyiapkan semua keperluan untuk calon bayinya, Cindy mulai bertanya kepada para tetangganya dan meminta bantuan mereka untuk memberitahukan kepadanya bila mengetahui ada sebuah lowongan pekerjaan


Tidak terasa Cindy pun sudah dua bulan berada di perkampungan itu dan tanpa dia tau di kota besar sana, ada seorang Bastian yang sudah hampir g*la mencari informasi tentang dirinya


Tok.. Tok.. Tok...


" Assalamualaikum neng Cindy " ucap orang dari luar kamarnya


" Wa Alaikum Salam "


Cindy mulai terbiasa dengan keadaan perkampungan yang tenang, walaupun terkadang di malam hari dia masih sesekali menangis di dalam kamarnya karena merindukan suaminya


" Eh teh Maya, masuk teh " saat membuka pintu


" Akh.. Ga usah neng di sini aja, itu teteh tadi dari rumah saudara teteh lihat di luar kampung ada toko roti baru mau buka, di depannya ada tulisan lowongan pekerjaan "


Teh Maya adalah salah satu warga yang selalu baik terhadap Cindy dari pertama dia menginjakkan kakinya di perkampungan itu


" Makanya ini teteh langsung ke sini kasih tau kamu, kamu mau coba ga ? "


" Iya mau teh " dengan yakin


" Ya udah ayo teteh anterin tapi agak jauh, nanti dari depan kita naik angkot, ga apa kan neng ? "


" Ga apa teh, sebentar ya aku ganti baju dulu teh " di balas anggukkan kepala oleh teh Maya


Cindy mengganti pakaiannya dengan cepat lalu Cindy dan teh Maya pun pergi ke tempat yang di maksud untuk menemui pemiliknya, Cindy dan teh Maya naik angkutan umum mereka turun tepat di depan toko roti itu, toko roti itu berada di sebuah jalan raya besar


" Nah ini tempatnya, itu tulisan lowongan pekerjaannya masih ada " teh Maya menunjuk ke arah kertas yang di tempel di dinding


" Ya teh, ya udah ayo kita coba masuk teh " Cindy tersenyum

__ADS_1


" Kamu sendiri aja bisa ga ? tadi teteh lihat ini langsung kasih tau kamu belum sempat pulang ke rumah, takut si kang Asep ( suami teh Maya ) udah pulang " teh Maya tidak enak hati


" Oh... Maaf ya teh, ga apa aku masuk sendiri aja teh " Cindy kembali tersenyum


" Tapi nanti pulangnya kamu bisa ga ? " teh Maya agak ragu meninggalkan cindy


" Bisa teh.. Makasih ya udah anterin ke sini "


" Ya udah teteh duluan ya, kamu nanti hati-hati pulangnya " di jawab anggukkan kepala oleh Cindy, Cindy pun langsung masuk ke dalam toko itu


" Maaf pak saya mau mau melamar pekerjaan yang tertulis di depan itu, saya temui siapa ya ? " Cindy mendekati seseorang tukang yang sedang bekerja


" Oh... Ke mbak Ana aja neng "


" Bu Ana nya di mana ya pak ? "


" Ke rumahnya aja langsung neng, itu komplek samping ini nanti rumah ke tiga dari portal, yang cat pagarnya warna putih "


" Oh ya terima kasih pak " si bapak tersebut membalas dengan senyuman


Cindy pun mulai melangkahkan kakinya meninggalkan toko roti itu, lalu mencari rumah yang di maksud bapak tadi, tak butuh waktu lama Cindy pun sudah sampai di sana


" Permisi " ucap Cindy dari luar pagar


Dan keluar lah dari dalam rumah seorang perempuan yang sangat cantik, bahkan Cindy yang perempuan pun akan mengakui bahwa perempuan yang ada di hadapannya itu cantik


" Maaf mau cari siapa mbak ? "


" Saya mau cari ibu Ana "


" Oh... Saya sendiri, maaf ada perlu apa ya mbak ? "


" Maaf bu, saya mau melamar pekerjaan di toko roti yang mau buka di depan itu "


" Oh... Ya udah kalo begitu masuk dulu " Ana membuka gerbang rumahnya, mereka berdua pun menuju ke ruang tamu


" Duduk dulu " ucap Ana dan Cindy tersenyum lalu mendudukkan dirinya di bangku


" Kamu lihat kertas yang di depan toko ya ? "


" Ya bu "

__ADS_1


" Panggil Ana aja, saya sama kamu paling hanya beda sedikit umurnya " Ana tersenyum


" Mbak aja kali ya kalo nama kurang sopan " jawab Cindy di balas anggukkan kepala oleh Ana


" Kamu lulusan apa ? "


" Saya pernah kuliah mbak tapi maaf saya ga bawa ijasah apapun kesini "


" Kamu lagi hamil ya ? " Ana melihat ke arah perut Cindy


" Iya mbak " Cindy menundukkan kepalanya


Saat itu Cindy sedang cemas dia berpikir apakah kehamilannya akan membuat dia tidak di terima bekerja


" Apa suami kamu ijinkan kamu kerja ? "


" Saya pergi mbak dari suami saya, suami saya mau menikah lagi " Cindy masih menundukkan kepalanya dan mulai sedih mengingat Adit


" Aduh... Maaf ya " Ana tidak enak hati


" Ga apa mbak memang ini pilihan saya " mulai kembali menatap Liana


" Kamu jangan sedih setidaknya sebentar lagi akan ada anak yang jadi penghibur buat kamu, di luar sana banyak perempuan yang ga di kasih kepercayaan untuk bisa hamil " Ana mulai menampakkan wajah yang sedih


" Ya mbak dia yang buat saya harus kuat " ucap Cindy sambil mengelus perutnya, Ana pun tersenyum melihat itu


" Itu toko nya masih tahap finishing sekitar dua Minggu lagi baru selesai, tapi kalo kamu mau mulai besok datang aja ke sini bantu masak buat makan yang kerja di toko, saya udah mulai hitung kamu kerja, gimana ? "


" Ya mbak saya mau " bersemangat


" Ya udah besok jam sembilan pagi udah sampe sini ya, nanti buat di toko kamu saya tempatkan di kasir "


" Makasih banyak mbak, kalo gitu saya permisi mbak "


Cindy pun mulai meninggalkan kediaman Liana kembali menuju ke kamar sewaannya


" Saya ga tau kamu sama saya mana yang lebih menyedihkan kisah hidupnya " melihat kepergian Cindy


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 😊

__ADS_1


Maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar...


__ADS_2