
hari demi hari berlalu orang tua Bagas sudah mulai mempersiapkan acara pernikahan anak mereka satu-satunya itu, walaupun keluarga pak Hartawan ikut membantu tapi hampir semua di handle oleh keluarga Bagas
Bagas mulai meninggalkan tradisi lamanya keluar setiap malam, dia hanya sesekali keluar untuk tujuan menemani Adit bukan untuk mencari wanita penghibur lagi
sedangkan pasangan yang sedang berbulan madu pun sudah kembali walaupun mereka belum dapat kabar bahagia dari kehamilan Mita bagi mereka tidak masalah, karena sekarang mereka sudah bisa saling memiliki seutuhnya
Mita memang masih terus menjalankan program kehamilan, mengikuti semua yang di anjuran oleh dokter, bagaimana pun juga Mita dulu terlalu lama mengkonsumsi pil penunda kehamilan
Bastian pagi ini dibuat khawatir oleh Siska yang terus saja muntah, Bastian bahkan memutuskan untuk tidak bekerja hari ini, dia sangat cemas melihat keadaan istrinya bahkan wajah Siska sudah sangat pucat, Bastian pun membawa Siska periksa dan Bastian mendapatkan berita yang sangat membuat nya bahagia
ternyata Siska sudah mengandung buah cinta mereka berdua dan kini usia kandungannya sudah 6 Minggu, Bastian tak henti-hentinya mencium ujung kepala Siska dan mengucapkan kata terima kasih berkali-kali
Bastian dan Siska kini sudah kembali ke apartemennya, mereka duduk di ruang tamu.
" kamu kenapa sayang ? " tanya Siska yang melihat Bastian melamun
" ga apa kok sayang " jawab Bastian lalu mencium ujung kepala Siska
" hmm... jangan bohong.. " jawab Siska menatap penuh curiga
" ya aku tadi pagi lihat kamu kaya gitu, kaya nya sakit banget ya sayang " jawab Bastian
" ini kan sudah kodrat kami sebagai wanita sayang, ini merupakan hal yang paling membuat wanita sangat bahagia " jawab Siska dan berhasil membuat Bastian kembali melamun
" kamu sebenarnya lagi mikirin apa si sayang ? " tanya Siska sedikit kesal
" aku lagi kepikiran Cindy sayang, aku ga bisa bayangin dia disana harus sendirian nahan semuanya sedangkan Adit ga pernah mau perduli " jawab Bastian lirih
" apa kamu mau coba omongin lagi ke Adit ? " tanya Siska yang mengerti perasaan suaminya
" aku ga mau ribut sama Adit lagi sayang, aku takut nanti aku ga bisa nahan diri, Adit pikir uang aja cukup untuk Cindy " jawab Bastian
" maksud nya sayang ? " tanya Siska
__ADS_1
" ya Adit masih selalu mengirimkan Cindy uang setiap bulannya " jawab Bastian
" ya sudah kita doain aja sayang semoga Cindy di sana baik-baik saja, dan Adit cepat bisa membuka hatinya " ucap Siska dan Bastian pun mengangguk lalu kembali mencium ujung kepala Siska
hari demi hari terus berlalu, hari ini adalah hari pernikahan dari Bagas dan Wulan acara mereka di adakan dengan sangat meriah bagaimana pun juga Bagas adalah anak mereka satu-satunya, sedangkan mama Bagas sangat bahagia akhirnya dia bisa mendapatkan seorang anak perempuan
sesat sebelum Wulan turun pak Hartawan menemui Wulan, dia meminta maaf atas perlakuannya selama ini dia bahkan sampai meneteskan air matanya, Wulan pun memeluk erat papanya dia tidak pernah sedikitpun membenci papanya dengan apa yang sudah dia lakukan selama ini
acara pun berjalan dengan lancar disebuah hotel ternama, hampir semua undangan yang datang adalah orang-orang penting dan hanya sahabat Wulan yang dari kalangan orang biasa, tapi dia di jamu dengan hangat oleh papanya Wulan dan keluarga Bagas
tak lupa anggota empat sekawan yang lain hadir semua disana di dampingi oleh istrinya masing-masing kecuali Adit yang selalu setia di dampingi oleh Erik
malam pun semakin larut satu per satu para undangan sudah kembali, Wulan pun memutuskan untuk kembali ke kamar hotel yang sudah mereka pesan terlebih dahulu, dia ingin istirahat sejenak setelah melewati hari yang sangat melelahkan ini, sedangkan Bagas masih berbincang dengan orang tuanya
Wulan pun ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, setelah semua ritual di lakukan dia merebahkan dirinya sejenak sambil menunggu suaminya datang, mungkin karena terlalu lelah Wulan pun tertidur
" sudah sana jangan di sini terus " ledek mamanya Bagas dan Bagas pun mengangguk lalu kembali ke kamarnya
" terima kasih sudah bersedia menjadi istri dari laki-laki b*jingan seperti aku " ucap Bagas pelan
Bagas pun meninggalkan istrinya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu dia merebahkan dirinya di samping Wulan, untuk pertama kalinya lagi seorang playboy sejati seperti Bagas menjadi gugup berada di samping seorang perempuan
setelah cukup lama Bagas mulai memberanikan diri memeluk Wulan dari samping, dan mulai mencium pipi Wulan, Wulan pun mulai terbangun karena terganggu dan menghadapkan wajahnya ke arah laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya itu
" maaf aku ketiduran " ucap Wulan Bagas pun hanya tersenyum
Bagas pun mulai mencium bibir Wulan dengan lembut lalu ciuman itu mulai berubah menjadi panas, Wulan yang belum pernah melakukan itu sebelumnya sampai gelagapan kehabisan napas, akhirnya Bagas melepaskan ciumannya
" apa boleh ? " tanya Bagas menatap wajah Wulan dengan intens dan Wulan pun mengangguk
Bagas kini sudah berada di atas tubuh Wulan, mulai mencium setiap jengkal dari wajah Wulan, dan berakhir lama di bibir Wulan. Bagas dapat mengerti bila Wulan belum terbiasa berciuman
lalu Bagas mulai turun untuk mencium leher Wulan, Wulan hanya bisa menggigit bibir bawahnya untuk menahan suara yang akan keluar dari mulutnya atas semua yang di lakukan Bagas
__ADS_1
Bagas pun mulai membuka semua pakaian Wulan tanpa tersisa sehelai benang pun, dia mulai kembali mencium setiap jengkal tubuh mulus istrinya dan meninggalkan tanpa kepemilikan di leher Wulan
Wulan tidak bisa menahan lagi akhirnya dia mulai mulai mengeluarkan suara desahan, Bagas pun dapat tersenyum puas, bukan hal yang sulit bagi seorang Bagas untuk meruntuhkan pendirian Wulan
Bagas hanya ingin membuat perempuan yang sudah menjadi istrinya itu bahagia di saat malam pertama mereka
Bagas mulai melepaskan pakaiannya dan mulai melakukan tugas utama nya sebagai seorang suami, sebagai seorang pemain handal Bagas merasa kesulitan bagaimana pun juga istrinya belum pernah di jamah laki-laki lain
saat Bagas sudah tak tahan dia sedikit memaksa, terlihat air mata jatuh di ujung mata Wulan menahan rasa sakit, Bagas pun menghentikan semua aktivitas nya dia tidak tega melihat istrinya mengeluarkan air mata
" maaf " ucap Bagas yang sudah berbaring di samping Wulan, menutupi tubuhnya dengan selimut
" aku yang ga bisa tahan, pasti sakit ya " ucap Bagas lirih dan membalikkan tubuhnya membelakangi Wulan
Wulan pun menjadi merasa bersalah kepada suaminya, tapi itu bukan air mata kesedihan itu air mata yang mengalir begitu saja merasakan sakit
Wulan memeluk tubuh suaminya yang masih dalam keadaan sama-sama polos
" tapi aku sudah siap kok " ucap Wulan sambil membenamkan wajahnya ke punggung suaminya
Bagas pun membalikkan tubuhnya memeluk istrinya dan mencoba memulai nya lagi, setelah menyelesaikan semua tugas nya Bagas menjatuhkan tubuhnya di samping istrinya, dia menutup tubuh polos istrinya
" terima kasih " ucap Bagas sambil mencium ujung kepala istrinya Wulan pun tersenyum
tak lama dari itu mungkin karena terlalu lelah Wulan sudah tertidur di pelukan suaminya, Bagas pun hanya tersenyum melihat istrinya sudah terlelap
" makasih sayang, aku ga pernah sangka bisa jatuh ke dalam yang namanya cinta " ucap Bagas dalam hatinya sambil mencium ujung kepala istrinya dan mereka berdua pun sama-sama terlelap
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😊
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar...
__ADS_1