
Alvian terbangun di dalam sebuah kamar hotel merasakan kepalanya yang sangat pusing
" Gw di mana ? kenapa bisa di sini ? "
Alvian memaksa untuk duduk sambil terus memegang kepalanya, dia sedikit terkejut karena mendapatkan dirinya tak menggunakan pakaian yang lengkap. Dengan bersusah payah Alvian mencoba untuk mengingat kembali apa yang telah terjadi ? tetapi semua tetap sia-sia
Alvian memaksa tubuhnya untuk bangkit dan menuju ke arah kamar mandi, dia ingin membuat dirinya sedikit membaik. Selepas dari itu dia mulai mencari di mana letak ponselnya dan memeriksa, ada sebuah pesan yang masuk dari kekasihnya
" Terima kasih untuk kebaikan kamu dan keluarga Pratama selama ini, hubungan kita berakhir sampai di sini "
Alvian langsung membulatkan kedua bola matanya membaca pesan tersebut, dengan cepat dia langsung menghubungi Lena. Dan semua sia-sia ponsel Lena sudah tak dapat di hubungi, berulang kali Alvian mencoba dan tetap tak membuahkan hasil sama sekali
" Apa maksud kamu sayang ? aku salah apa ? aku benar-benar ga tau apa yang terjadi "
Alvian yang kalut langsung mencari pakaiannya dan memakai dengan cepat, Alvian langsung meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke rumah sakit di mana calon istrinya bekerja hasilnya tetap sia-sia
" Sofia.. Ya mungkin dia ada sama Sofi.. "
Tut..Tut..Tut..
" Ngapain b*jingan ini telpon gw ? "
" Halo " ketus
" Sofi apa Lena lagi sama lo ? "
" Lah lo yang calon suaminya, kenapa tanya gw ? "
" Kenapa jawaban dia kayaknya ketus banget sih ? "
" Tolong lo kasih tau gw dia ada di mana ? "
FLASH BACK
Lena berada di dalam kamarnya, malam itu dia tak bisa memejamkan matanya sama sekali. Entah mengapa ada perasaan yang sangat mengganjal, dia benar-benar menunggu kabar dari Alvian
Malam semakin larut tiba-tiba saja. Ting... Sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya dan tertera itu dari Alvian, dengan cepat dia langsung membuka pesan tersebut. Bak tersambar petir di siang hari saat Lena melihat foto Alvian sedang berbaring tanpa busana dan di dalam pelukan seorang wanita yang tidak dia kenal
Lena langsung menghubungi Alvian tetapi tak di hiraukan, dan sebuah pesan kembali masuk ke dalam ponselnya
" Maaf sayang aku lagi asik nih. Nanti kita lanjut lagi ngobrolnya " Lena sudah mulai meneteskan air matanya, dia pun kembali mencoba menghubungi Alvian dan setelah beberapa kali akhirnya telponnya di angkat
" Halo " suara seorang wanita
" Kamu siapa ? "
" Aku kekasih calon suami kamu "
" Mana Alvian ? aku mau bicara " air matanya sudah mengalir dengan deras
__ADS_1
" Dia lagi mandi sayang, tunggu aja. Lagi pula kan sebentar lagi kamu udah jadi istrinya, jadi ya kamu harus mulai belajar untuk terima aku ya " Lena yang merasa kecewa langsung memutuskan sambungan teleponnya
" Kamu ga bisa buat gini ke aku Vian, aku ga bisa terima " setelah cukup lama pesan dari Lena pun di balas
" Kamu harus terima inilah aku apa adanya, kamu harus tau sebelum kita menikah "
" Maaf Vian aku ga bisa dengan cara kamu "
" Terserah kamu aja "
" Terima kasih untuk kebaikan kamu dan keluarga Pratama selama ini, hubungan kita berakhir sampai di sini " itu adalah pesan terakhir yang di kirimkan Lena
" Bagus sesuai rencana " gadis itu tersenyum puas, gadis itu menghapus semua percakapan mereka sebelumnya. Lalu mulai memakai pakaiannya dan meninggalkan Adrian di dalam kamar hotel tersebut
Lena yang hatinya telah hancur langsung pergi menemui Sofia dan menceritakan semua kejadiannya, Lena juga memperlihatkan foto yang dia dapat
" Dasar b*jingan, apa karena dia orang kaya ? dia bisa berbuat semaunya sama orang kecil kayak kita "
" Gw mau pergi Sof, pergi yang jauh buat lupain semuanya " langsung memeluk tubuh Sofia, Sofia pun membalas pelukan sahabatnya itu
" Gw mohon jangan cerita apapun ke Ara, bagaimanapun juga kita bisa jadi seperti ini karena Ara dan papanya. Jangan pernah bahas ini sama Alvian, kita harus berterima kasih kepada keluarga Pratama "
" Gw ngerti, tapi lo harus janji kabarin gw ya " Lena hanya membalas dengan anggukan kepalanya
FLASH OFF
" Gw ga tau, dia sms gw minta pisah dan sekarang gw ga bisa hubungi dia " lirih
" Dasar laki-laki b*jingan bahkan lo ga berani akuin kesalahan lo "
" Ya udah coba aja telpon lagi nanti, gw ga tau dia ada mana sekarang "
" Lo beneran ga tau dia ada di mana ? "
" Sumpah demi Tuhan gw ga tau dia ada di mana ? "
" Maaf ya Tuhan aku menggunakan nama Mu, tapi kan aku ga bohong aku memang ga tau dia ada di mana sekarang "
" Ok, makasih ya " Alvian langsung mematikan sambungan teleponnya
Alvian menuju ke mobilnya dia tak tau harus melajukan mobilnya ke mana ? Alvian benar-benar tak tau harus berbuat apa lagi ? Seribu pertanyaan terlintas di benaknya, bagaimana dengan acara pernikahan mereka yang akan di laksanakan beberapa hari lagi ? apa yang harus dia katakan kepada orang tuanya ?
" Sofia udah bersumpah atas nama Tuhan ga mungkin dia bohong, aku harus cari kamu ke mana lagi sayang ? "
Alvian yang sedang merana mencoba menghubungi Zahra sepupu yang paling dia sayangi, di dalam hati kecilnya dia berharap Zahra mengetahui di mana keberadaan Lena ? setidaknya dia ingin sebuah penjelasan dari Lena
Tut.. Tut..Tut..
" Ya Vian "
__ADS_1
" Ara kamu di mana ? "
" Di rumah, kenapa Vian ? "
" Apa Lena ada sama kamu ? " lirih
" Tumben amat anak ini sopan pake kamu segala ? dan kalo di perhatiin dari tadi suaranya agak aneh "
" Ga kok, Lena ga lagi sama aku Vian. Apa kalian lagi bertengkar ? "
" Aku sayang dia dengan sepenuh hati, tapi kenapa dia tega tinggalin aku. Acara pernikahan kita juga udah di depan mata, kenapa dia tega ya sama aku ? "
" Kamu ga lagi ngerjain aku kan Vian ? " dengan serius
" Aku serius, aku ga bisa hubungi atau temuin dia. Aku ga tau lagi Ara sekarang aku harus gimana ? "
" Kamu tenang dulu ya, coba aku cari info ya. Kita pasti bisa temuin dia "
" Makasih ya " Alvian langsung memutuskan sambungan teleponnya
" Kamu jahat sayang, tinggal beberapa hari lagi acara pernikahan kita kamu pergi gitu aja. Apa aku ga berarti buat kamu ? " Alvian meneteskan air matanya
Alvian yang sedang patah semangat melajukan mobilnya tanpa arah berkeliling ibukota berharap bisa berjumpa dengan Lena, hingga langit pun mulai menjadi gelap. Alvian segera menghubungi seseorang
Tut.. Tut.. Tut..
" Ya "
" Lagi di mana ? "
" Baru sampe apartemen "
" Apa lo mau temenin gw minum ? "
" Buset tumben amat lo mau bandel, biasanya gw ajakin ga pernah mau "
" Gw butuh hiburan sekarang juga " lirih
" Tumben amat nih bocah tengil, biasanya ga pernah mau kalo di ajak ke tempat begituan. Kayaknya lagi ada masalah dia"
" Ok.. Gw mandi sebentar ya "
" Ok.. Gw tunggu di bar xx ya "
" Ok " Alvian langsung memutuskan sambungan teleponnya
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih dukungan kalian sangat berarti bagi aku 🤗
__ADS_1