
Alvian sudah tiba di tempat itu terlebih dahulu setelah menghabiskan beberapa gelas minuman yang dia pesan baru Reno tiba di tempat itu, ternyata orang di hubungi oleh Alvian untuk menemaninya adalah Reno
" Woi.. " Menepuk pundak Alvian
" Udah datang " menoleh ke arah Reno, sedangkan Reno langsung mendudukkan dirinya tepat di samping Alvian
Reno memesan sebuah minuman dan terus mengamati Alvian yang sudah mulai mabuk
" Kenapa anak ini ? kayak lagi ada masalah "
" Lo kenapa ? " hanya di balas senyuman getir oleh Alvian
Reno tak ingin memaksa Alvian untuk bercerita, Reno mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya karena dia merasakan getaran dari ponselnya. Ternyata sebuah pesan masuk dari Andin
" Kamu di mana ? "
" Di bar xx " Andin langsung merubah ekspresi wajahnya begitu membaca balasan dari Reno, Andin pun langsung menghubungi Reno
Tut.. Tut.. Tut..
" Bentar ya Vian gw mau angkat telepon dulu " Alvian hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan Reno langsung bergegas mencari tempat yang tidak terlalu bising
" Ya "
" Katanya kamu ga akan main perempuan lagi "
" Ya "
" Terus ngapain di situ ? " ketus
" Kenapa kamu cemburu ya ? " menggoda
" Ikh.. Apaan sih ? aku serius kamu ngapain di situ ? "
" Nemenin Alvian sayang "
" Kenapa hati aku seneng banget ya denger Reno panggil sayang ? " dalam sekejap wajah Andin menjadi merona
" Aku ga percaya, kak Vian kan ga kayak kamu. Dia anak baik " Reno mengerutkan keningnya
" Nih cewek apaan sih ? masa dia muji cowok lain sama calon suaminya sendiri "
" Ya udah kamu ke sini aja kalo ga percaya "
" Ya aku mau ke situ, tapi kalo kamu bohong gimana ? "
" Ya udah kalo aku bohong aku rela deh kamu cium "
" Itu sih mau kamu " Reno pun tertawa
" Ya udah ke sini aja, nanti pulangnya aku anterin "
" Ok.. Aku siap-siap ke situ, aku ga percaya kalo kak Vian ke tempat kayak gitu "
" Ya udah aku tunggu ya "
__ADS_1
" Hem.. " Andin langsung memutuskan sambungan teleponnya
Andin bergegas merapikan dirinya dan meminta izin untuk bertemu dengan Reno, walaupun dengan berat hati akhirnya Rangga dan Mita mengizinkan anaknya untuk pergi, Andin pergi ke tempat itu di antar oleh supir. Dan sesampainya di sana Andin sudah di tunggu oleh Reno di pintu masuk
" Ayo " Andin hanya memasang wajah sebal karena pria yang sudah melamar dirinya masih saja bermain di tempat seperti itu
" Aku udah bilang aku udah ga pernah keluar malam lagi, karena Vian aja yang ajak " menarik tangan Andin untuk masuk ke dalam dan menuju ke tempat di mana Alvian berada
" Kak " Alvian menoleh ke arah Andin
" Hai "
" Kenapa kak Vian jadi begini ? bukannya sebentar lagi udah mau nikah "
" Kamu mau pesen apa ? " Reno memberikan posisi duduk Andin di tengah antara dirinya dan Alvian untuk menghargai Alvian
" Aku mau soft drink aja kak "
" Ga minum yang kayak kemarin ? " Tersenyum meledek, sedangkan Andin langsung merona
Cukup lama mereka bertiga di tempat itu hanya Reno yang saling berbincang dan bercanda dengan Andin, sedangkan Alvian hanya terdiam dan terus meminum minuman yang sudah dia pesan. Hingga semakin lama Alvian sudah semakin mabuk
" Aku ke toilet sebentar ya " Reno menepuk pelan kepala Andin, sedangkan Andin hanya bisa kembali tersipu
" Andin kamu sebagai perempuan ngeliat kak Vian gimana ? " Andin mengerutkan keningnya
" Apa kak Vian jelek ? "
" Ga kok kak Vian tampan " dengan polosnya
" Ya kalo keluarga Pratama di bilang begitu, jadi yang kayak gimana dong yang bisa di bilang mapan ? "
" Terus kenapa Lena tinggalin kak Vian dong ya ? "
" Oh... Jadi kak Vian lagi di tinggalin calon istrinya. Tapi kenapa ? bukannya undangan pernikahan aja udah di sebar "
" Maaf kak kalo itu aku ga tau "
" Boleh ga kakak peluk kamu sebentar aja " lirih, Andin hanya bisa menjawab dengan anggukan kepalanya
Alvian langsung memeluk tubuh Andin tanpa ada maksud apapun, dia hanya benar-benar sedang membutuhkan sebuah pelukan hangat untuk memberikan dirinya kekuatan. Reno yang baru saja kembali dari toilet melihat Alvian sedang memeluk tubuh calon istrinya langsung merasakan cemburu, karena bagaimanapun dia tau bila Andin cukup lama memendam perasaan suka terhadap Alvian
" Apa perjuangan aku ga ada artinya sama sekali buat kamu ? "
Tanpa kembali ke tempat duduk mereka terlebih dahulu Reno langsung melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu, dan meninggalkan bar tersebut. Reno melajukan mobilnya dengan pelan tanpa arah tujuan
" Makasih ya Andin, ya udah kak Vian udah mulai mabuk kak Vian pulang dulu ya "
" Apa ga sebaiknya kak Vian di antar juga sama Reno ? "
" Ga usah kak Vian masih bisa bawa mobil kok, biar Reno antar kamu aja "
" Ya udah kak kalo gitu "
" Kak Vian duluan ya, titip salam buat Reno bilangin kakak cabut duluan " Andin hanya menganggukkan kepalanya
__ADS_1
Alvian pun mulai melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu dan berencana kembali ke kediaman keluarganya, bagaimanapun juga dia harus mengatakan hal pahit tersebut kepada keluarganya
Andin yang tak mengetahui apa yang di lihat Reno masih setia menunggu sendirian di tempat itu, setelah cukup lama menunggu Andin mulai mengirimkan beberapa pesan kepada Reno
" Kamu di mana ? "
" Kok lama banget sih ? "
" Reno kamu di mana ? aku harus tunggu kamu sampe kapan di sini ? "
Merasa pesan darinya di abaikan Andin langsung menghubungi Reno, setelah beberapa kali panggilan akhirnya Reno mengangkat telpon dari Andin
" Kamu di mana sih ? " sewot
" Jalan "
" Maksud kamu apa ? "
" Biar kalian bisa berduaan ? " Andin mengerutkan keningnya
" Berdua sama siapa ? "
" Ya biar kalian bisa pelukan dengan puas, aku ga akan ganggu kalian lagi " sinis
" Apa Reno cemburu liat aku di peluk kak Vian ? "
" Terus aku pulang sama siapa sekarang ? "
" Ya kan ada Vian di situ, kamu bisa minta anterin dia pulang sekalian "
" Kamu cemburu ya ? "
" Buat apa ? " acuh
" Ok " Andin langsung memutuskan sambungan teleponnya
Ting... Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Reno
" Oh jadi kayak gini ya kelakuan calon suami aku ? suruh calon istrinya datang ke tempat kayak begini, terus di tinggalin gitu aja "
" Aku cuma mau bilang kak Vian udah pulang, tadi dia peluk aku karena dia lagi sedih aja, tapi ga apa sekarang juga aku akan masuk lagi ke dalam dan cari calon suami baru "
Membaca pesan dari Andin Reno langsung terkejut minta ampun tanpa menunda waktu lagi Reno langsung putar balik, dan melajukan mobilnya dengan sangat cepat kembali ke bar tersebut
" Jadi kamu udah bisa terima aku sebagai calon suami kamu ya ? enak aja kamu bilang mau cari calon suami baru. Sampai kapanpun aku ga akan pernah lepasin kamu Andin "
Tak butuh waktu lama Reno sudah kembali ke bar tersebut dan berlari kecil ke arah tempat mereka duduk tadi, Reno dapat melihat Andin yang masih setia duduk di tempat yang sama. Reno langsung menghampirinya dan memeluk tubuh Andin dari belakang
" Terima kasih, terima kasih karena udah terima aku sebagai calon suami kamu " bisik Reno
Entah mengapa perasaan Andin saat itu menjadi tak menentu, detak jantungnya berdetak dengan sangat cepat. Perasaan yang pernah dia rasakan waktu dahulu bila sedang berada di dekat seorang Alvian Pratama
" Kenapa aku jadi begini ya ? ini perasaan yang sama kalo dulu aku lagi deket sama kak Vian. Tapi tadi pas kak Vian peluk aku kok aku ngerasain apapun ? masa perasaan aku bisa berpindah secepat ini ? "
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
__ADS_1
Terima kasih dukungan dari kalian sangat penting untuk aku 🤗