Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Selamat Datang Di Rumah


__ADS_3

Bastian menghentikan mobilnya tepat sebelum tiba di depan gerbang kediaman keluarga besarnya, Bastian menatap wanita yang telah menyakiti anaknya dan ternyata adalah darah dagingnya sendiri tersebut


" Saya tau kamu pasti benci dengan saya, tapi saya mohon segala rasa kekecewaan yang kamu rasakan cukup lampiaskan ke saya, jangan libatkan keluarga saya " Nadin hanya melirik sekilas dan tak menjawab apapun


" Bagiamana pun juga sekarang kamu sudah menjadi bagian dari keluarga Pratama, dan kamu menyandang nama itu sebagai nama belakang kamu. Jadi sekarang mereka keluarga kamu juga "


" Keluarga aku satu-satunya hanya ibu, dan ibu pergi dengan cepat setelah bersusah payah membesarkan aku. Kalian semua hanya tau kemewahan, kalian ga pernah tau apa aja yang udah lakuin untuk bertahan hidup selama ini "


Bastian menatap Nadin dengan perasaan ragu membawanya ke tengah-tengah keluarganya, tetapi dia tetap harus melakukan hal tersebut karena itu adalah permintaan dari Siska


" Gw ngerasa anak ini masih menyimpan dendam yang besar ke gw, sebaiknya gw berhati-hati. Jangan sampe dia melakukan hal yang melewati batas dan menyakiti orang-orang di sekitar gw "


Bastian kembali melajukan mobilnya masuk ke dalam kediamannya, sedangkan Nadin terus mengikuti langkah kaki Bastian sambil memandangi mewahnya rumah tersebut


" Kamu dan keluarga kamu bisa hidup senyaman ini, sedangkan ibu dan aku ? " menggelengkan kepalanya


Kehadiran mereka berdua sudah di nanti oleh Siska dan yang lainnya di ruang tamu, begitu mereka mengarah ke situ Siska langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri mereka sedangkan Alvian dan Lena hanya memandangi mereka dari kejauhan


" Selamat datang di rumah ya " Nadin hanya melepaskan senyuman sinis, Siska mencoba memahami apa yang di rasakan oleh Nadin dia pun mendekati Nadin lalu memeluknya


" Saya tau kamu pasti kecewa dengan kehidupan yang ga adil ini, tapi bagaimanapun juga kita cuma manusia setiap manusia pasti pernah bikin salah " mulai melepaskan pelukannya dan menatap Nadin


" Selamat datang di rumah ya " tersenyum hangat


" Rumah kalian bilang, saya akan buat rumah ini berantakan dari dalam " tersenyum jahat


" Ayo sayang " menarik tangan Nadin menuju ke ruang tamu


Mereka bertiga pun mulai mengarah ke arah tuang tamu di mana sudah ada Alvian dan Lena di sana, Lena terus menundukkan kepalanya begitu melihat Bastian berada di sana. Perasaan takut masih menggelayuti hatinya mengingat semua yang telah terjadi


" Jangan takut sayang ada aku di sini " bisik Alvian dan menggenggam tangan Lena


Mereka sudah pada posisi duduk masing-masing, Lena terus menundukkan kepalanya sedangkan Bastian menatap Lena dengan perasaan bersalah


" Mungkin dia masih takut karena kejadian tadi "


" Om minta maaf ya Lena " Lena memberanikan diri mencuri pandang ke arah Bastian

__ADS_1


" Om harap kamu ga marah sama om "


" Iya om ga apa " masih menundukkan kepalanya


" Udah.. Sekarang kita semua keluarga, kita harus saling memaafkan " Siska mencoba mencairkan suasana


" Iya tante "


" Terus ngomong-ngomong gimana dengan rencana pernikahan kalian ? "


" Sementara di batalkan aja mah " Alvian menjawab dengan cepat membuat semua yang berada di dalam ruangan tersebut menatap dirinya


" Maksudnya gimana sayang ? "


" Ya kan keadaan aku lagi begini, rencana resepsinya kita undur dulu. Tapi aku mau pernikahan kami di percepat mah, aku mau Lena selamanya di samping aku " sambil menatap Lena membuat wajah Lena menjadi merona


" Kalo menurut kamu gimana sayang ? "


" Aku ikut aja apa mau Vian tante "


" Ya udah nanti mama atur secepatnya ya, mulai sekarang sebaiknya kamu tinggal di sini aja Lena. Vian sedih tuh waktu kamu ga ada " tertawa kecil


" Ga ada tapi-tapian, sebentar lagi kamu juga akan jadi bagian dari keluarga ini. Tante ga mungkin biarin kalian tinggal berdua di apartemen sebelum menikah "


" Iya tante " Lena pun semakin merona


" Kamu juga tinggal di sini ya sayang mulai sekarang, kamu juga bagian dari keluarga ini " Nadin hanya menjawab dengan senyuman terpaksa


" Bagian dari keluarga kalian bilang, kemana kalian saat aku kesusahan di luar sana ? "


" Sayang sebaiknya biarin mereka istirahat aja dulu, tunjukkin kamar mereka ya " Siska hanya menjawab dengan senyuman


" Ayo istirahat dulu " Siska bangkit dari duduknya dan Lena serta Nadin mengikuti


Lena sudah berada di dalam kamarnya dan Siska melanjutkan langkahnya menunjukkan kamar untuk Nadin, Siska membuka pintu kamar tersebut dan membukanya lebar


" Maaf ya kami sediakan kamar seadanya, mulai sekarang kalo kamu butuh apapun kamu bisa bilang sama saya " Nadin hanya menatap sinis, Siska tersenyum dan memeluk tubuh Nadin

__ADS_1


" Aku tau papa kamu salah, tapi tolong belajar untuk memaafkan. Kamu bisa anggap saya pengganti mama kamu " melepaskan pelukannya


Nadin mendekatkan wajahnya ke telinga Siska dan membisikkan sesuatu dengan nada penuh penekanan


" Sampai kapan pun kamu ga akan pernah menjadi mama saya, mama saya orang yang sudah setengah mati membesar kan saya. Kalian hanya orang kaya yang tidak mengerti arti kata hidup susah "


" Maaf ya kami terlambat mengetahui tentang keberadaan kamu " Siska kembali memeluk tubuh Nadin


" Saya tau ga akan mudah untuk memaafkan kami, tapi memiliki keluarga akan lebih baik dari pada harus berjalan sendirian menjalankan hidup yang panjang ini " dengan lembut


Bibir Nadin serasa membeku tak dapat mengucapkan kata-kata sama sekali, ada perasaan yang tak dapat dia bohongi bila segala ucapan dari Siska adalah benar adanya. Tetapi perasaan sakit di dalam hatinya tetap memberontak dan menolak untuk menerima segalanya dengan begitu saja


Siska mulai melepaskan pelukannya dan menatap hangat ke arah Nadin, lalu dia melepaskan senyuman terbaik yang dia miliki


" Ya udah kamu istirahat dulu ya " Nadin tetap diam seribu bahasa, dan Siska pun memutuskan untuk meninggalkan Nadin


Siska kembali ke ruang tamu di sana masih ada Alvian dan Bastian yang menunggu Siska kembali, begitu melihat Siska kembali Alvian mulai mengambil inisiatif untuk meninggalkan ke dua orang tuanya agar dapat menyelesaikan segala permasalahan di antara mereka berdua


" Aku ke kamar dulu ya pah, mah " mereka berdua membalas dengan anggukan kepalanya


" Aku minta maaf sayang " lirih


" Kita omongin di kamar aja, ga enak kalo anak-anak nanti sampe dengar semua yang kita bahas " dengan tegas


Siska pun mulai bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar, sedangkan Bastian hanya bisa pasrah mengekor dari belakang, dan kini mereka sudah duduk di sofa di dalam kamar mereka dengan saling menjaga jarak


" Aku minta maaf sayang " air mata Siska mulai menetes dengan sendirinya


" Aku salah sayang, tolong jangan keluarin air mata kamu. Kamu boleh pukul aku sepuas hati kamu, sampe amarah kamu mereda "


" Kamu yakin ? " Bastian hanya bisa menjawab dengan menganggukkan kepalanya


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗


Kalo bisa berikan vote 🤭

__ADS_1


Dukungan dari kalian sangat berarti untuk aku 🤗


__ADS_2