Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Siang Pertama


__ADS_3

Detik demi detik terus berlalu sesaat lagi adalah waktu yang paling di nantikan oleh Adit dan Cindy, jauh di dalam lubuk hati Adit dia sangat takut kehilangan Cindy, itu adalah alasan utama dia ingin Cindy menjadi miliknya seutuhnya, dia tidak ingin berbagi Cindy dengan siapapun


Sedangkan di sisi lain mama Linda dan kak Imel sudah sepakat untuk membiarkan pernikahan Adit dan Cindy karena toh juga tidak akan di sebarkan, mereka akan mencari waktu yang tepat untuk memisahkan Adit dan Cindy


Pernikahan Adit dan Cindy pun hanya di hadiri oleh beberapa orang saja para sahabat Adit, Mita, dan keluarga Adit, tapi acara itu berjalan lancar dan khidmat acara yang mempersatukan dua insan dalam satu ikatan yaitu pernikahan


Cindy memang sudah tidak mempunyai orang tua lagi, dan ayah Cindy tidak mempunyai saudara laki-laki untuk jadi walinya, untuk kerabat yang lain Cindy memang tidak memberitahukan kabar tentang pernikahannya, karena selama ini mereka pun tidak pernah perduli dengan keadaan Cindy


Saat ijab qobul berlangsung Mita yang duduk persis di samping Rangga, tanpa terasa air matanya keluar dengan sendirinya dari pelupuk matanya, ada perasaan sedih yang tak bisa di ungkapkan terbesit di hatinya


" Apa suatu saat nanti gw juga akan seperti itu ya ? apa di dunia ini akan ada laki-laki yang bisa terima gw apa adanya ? "


" Kenapa ? " Mita hanya diam dan menggelengkan kepalanya


" Maaf ya " lirih sambil menatap ke arah Mita dan Mita pun hanya membalas dengan senyuman


Rangga paham betul apa yang di rasakan oleh Mita pada saat itu hingga air matanya terjatuh, tetapi dia sendiri juga tidak mempunyai kuasa apapun


" Maaf ya aku bisa kasih apapun ke kamu, tapi ga mungkin untuk yang satu ini "


Pernikahan Adit dan Cindy pun berjalan lancar, lalu semua yang berada di situ mulai memberikan ucapan selamat dan kado yang sudah mereka persiapkan kepada kedua pasangan pengantin baru itu, termasuk mama Linda dan kak Imel mereka harus memainkan peran mereka dengan baik di hadapan Adit


Setelah semua urusan selesai mereka mulai membubarkan diri masing-masing untuk melanjutkan aktivitas mereka pada hari itu


Adit pun membawa Cindy kembali ke apartemennya yang pasti apartemen Adit adalah salah satu apartemen termewah di kota itu, bahkan untuk pintunya pun tidak lagi menggunakan kunci hanya menggunakan nomer pin


" Sadis banget dulu aku pikir apartemen Mita itu udah mewah banget kalo di banding tempat kost aku, tapi kalo di bandingkan sama ini, maaf Mita aku akan bilang apartemen kamu biasa aja "


Adit pun memutuskan untuk langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu


" Kamu ga mandi sayang ? " tanya Adit setelah keluar dari dalam kamar mandi

__ADS_1


" Aku mau pake apa ? " Cindy mengerutkan keningnya


Karena Cindy datang kesitu tanpa membawa apapun, Adit pun menarik tangan Cindy berjalan ke arah lemari yang berada di dalam kamar dan membuka pintunya, disitu sudah terdapat banyak sekali pakaian wanita dan keperluan yang lainnya yang memang sengaja dia siapkan untuk Cindy, lalu tersenyum ke arah Cindy


Cindy pun tersenyum dan memeluk Adit, ada perasaan haru dan bahagia melihat perhatian Adit kepadanya


" Terima kasih ya sayang " Adit membalas pelukan dari gadis yang kini telah menjadi istrinya


" Ya udah sana mandi dulu sayang biar ga gerah, aku mau pesan makanan dulu "


" Kamu mau makan apa sayang ? " tanya Adit saat melepaskan pelukannya


" Apa aja sayang " tersenyum dengan sangat manis


Cindy pun masuk ke dalam kamar mandi setelah memilih pakaian ganti yang akan dia pakai, setelah Cindy selesai mandi ternyata makanan yang dipesan Adit sudah datang, lalu mereka berdua makan bersama, selesai makan Cindy menuju dapur dan hendak mencuci piring yang kotor tiba-tiba Adit memeluknya dari belakang


" Terima kasih udah beri aku kesempatan untuk jadi pendamping kamu " dengan lembut


" Sayang ke kamar yuk "


Cindy yang mendengar itu pun langsung membulatkan kedua bola matanya seakan tak percaya mendengar ucapan dari Adit


" Ini masih siang sayang "


" Ya udah kita ga usah pake malam pertama tapi siang pertama aja " Adit memasang senyuman menggoda di wajahnya


" Aku mau memiliki kamu seutuhnya " bisik Adit di telinga Cindy, lalu Adit menarik tangan Cindy untuk menuju ke arah kamar


Sesampainya di dalam kamar Adit menuntun Cindy ke atas ranjang dan merebahkan tubuh Cindy, Adit mulai mencium kening, kedua mata, pipinya dan berakhir di bibir Cindy, Cindy pun hanya bisa menutup kedua matanya menikmati semua yang dilakukan Adit


Adit mulai turun ke leher Cindy dan meninggalkan jejak kepemilikannya di leher Cindy, Cindy pun menggigit bibir bawahnya menahan antara sakit dan perasaan yang sedikit aneh

__ADS_1


Adit mulai membuka kaos yang di pakainya dan hendak membuka pakaian Cindy lalu di tahan oleh Cindy, Adit pun terhenti menatap heran


" Sayang aku takut " ucap Cindy malu


" Takut ? " dengan suara yang sudah parau ddan Cindy pun menganggukkan kepalanya


" Kamu pelan sedikit ya, aku belum pernah sayang "


Adit pun tersenyum dan mencium lembut kening Cindy


" Ini juga juga pertama kali buat aku sayang, tapi aku janji akan melakukannya dengan perlahan sayang " ucap Adit dengan suara yang semakin serak terbakar hasratnya Cindy pun mengangguk kepalanya


Adit mulai mencium setiap jengkal tubuh istrinya tanpa ada yang terlewatkan, Adit benar-benar melakukan nya dengan perlahan walaupun pun itu adalah pengalaman pertama baginya tapi dia tidak ingin wanita yang sangat di cintanya merasakan sakit yang berlebihan


Mereka pun akhirnya berhasil melakukan hubungan suami istri untuk pertama kalinya, setelah semua terselesaikan Adit menjatuhkan dirinya di samping Cindy, Adit menutup tubuh polos mereka dengan selimut lalu memeluk istrinya dan mencium ujung kepalanya


" Terima kasih ya sayang " bisik Adit dengan lembut sambil memandang wanita yang kini sudah menjadi istrinya itu


Adit dan Cindy benar-benar merasa bahagia mereka telah melakukan itu untuk yang pertama kalinya kepada orang yang sangat mereka cintai


" Aku benar-benar bahagia sayang, karena aku menjadi orang pertama yang menyentuh kamu "


" Aku harap aku juga akan jadi orang yang selamanya selalu di hati kamu " lalu Adit mencium ujung kepala Cindy


Cindy pun membenamkan wajahnya di dada suaminya karena merasa malu, Adit pun memeluk erat tubuh istrinya hingga mereka berdua pun tertidur lelap


Maaf aku ga bikin adegan siang pertamanya dengan berlebihan..


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 😊

__ADS_1


Maaf ya kalo masih banyak typo masih belajar...


__ADS_2