
Bagas melajukan mobilnya ke arah kediaman papa dan mamanya dengan kecepatan sedang mereka berdua hanya terdiam sedari tadi, sesekali Bagas melirik ke arah Wulan dan Wulan hanya terus menundukkan kepalanya
Bagas merasakan ada perasaan sakit dalam hatinya melihat keadaan Wulan
" apa masih sakit ? " tanya Bagas Wulan hanya menggelengkan kepalanya
" gw udah pernah bilang sama lo, lo harus ngelawan kalau sudah keterlaluan. kenapa lo diam aja sampai kaya gini ? " tanya Bagas
" apa yang harus di lawan, mereka keluarga aku " jawab Wulan lirih
" keluarga yang ga memperlakukan lo seperti keluarga, maksud lo kan " jawab Bagas sinis
" tetap aja mereka keluarga aku satu-satunya yang aku punya " jawab Wulan menatap Bagas
" cih.. " Bagas berdecak kesal
"apa berarti gw juga ga bisa sentuh mereka, nanti kalau gw berbuat sesuatu dia bisa marah sama gw " ucap Bagas dalam hatinya
" kamu dari awal berarti udah tau siapa aku ? " tanya Wulan dan Bagas pun menganggukkan kepalanya
" terus tujuan kamu kemarin itu apa ? " tanya Wulan
" awalnya gw memang ga suka perjodohan ini, lalu gw penasaran aja mau tau alasannya kenapa lo sampai kabur dari acara itu " jawab Bagas
" ya aku ngerti tapi makasih ya, oh ya.. bisa tolong antar aku ke tempat kemarin ? " ucap Wulan dan Bagas pun menggelengkan kepalanya
" gw mau bawa lo ke rumah orang tua gw " jawab Bagas dengan entengnya
" mau apa ? " tanya Wulan yang terkejut mendengar jawaban Bagas
" ya lo kan calon istri gw, terserah lo mau tinggal disana untuk sementara atau di apartemen sama gw ? " jawab Bagas tersenyum nakal seketika membuat Wulan menjadi malu
" tolong jangan selalu bilang calon istri itu bukan buat mainan " ucap Wulan sambil menundukkan kepalanya dengan wajah yang masih merona
" gw serius, gw yakin lo bisa buat gw jadi lebih baik " jawab Bagas dengan yakin menatap Wulan
" secepatnya gw akan nikahin lo " lanjut Bagas, Wulan hanya bisa merasakan jantungnya berdetak jauh lebih cepat dari biasanya
mereka berdua pun tiba di kediaman keluarga Ardiansyah papanya Bagas, Bagas langsung membawa Wulan menuju ke dalam tapi Wulan menghentikan langkahnya
" kenapa ? " tanya Bagas
" aku malu " jawab Wulan
" kenapa harus malu, ayo mereka pasti senang lihat lo " ucap Bagas dan menarik tangan Wulan
__ADS_1
Bagas pun membawa Wulan menuju ke ruang tamu mereka, lalu Bagas meninggalkan Wulan dan masuk ke dalam kamar orang tuanya
" ya ampun ini rumah jauh lebih besar dari rumah papa, bahkan rumah papa ga ada apa-apa nya " ucap Wulan dalam hatinya terkagum-kagum melihat rumah keluarga Bagas
" mah.. " panggil Bagas saat membuka pintu kamar
ternyata disana juga ada papanya, begitu melihat reaksi Bagas tadi di kantor papanya memutuskan untuk langsung pulang ke rumah dan menceritakan kepada istrinya
" tumben amat anak mama bisa pulang ke rumah tanpa di paksa dulu " ejek mamanya Bagas dan papanya pun tertawa
" ya.. ya... pasti selalu gitu kompak banget kalau ngeledek anaknya " jawab Bagas lalu duduk di samping kedua orang tuanya
" pah.. mah.. Bagas bawa Wulan kesini, Bagas mau titip Wulan di sini sementara, boleh ya ? " tanya Bagas
kedua orang tua Bagas sangat bahagia mendengarnya, untuk pertama kalinya anaknya membawa seorang gadis ke rumah mereka, berarti Bagas saat ini sudah mulai serius menjalani hidup
" boleh aja asal kamu serius " jawab mamanya
" aku serius mah, secepatnya aku akan urus pernikahan kami " jawab Bagas dengan yakin menatap mamanya
" bagus kalau begitu, ya udah ayo mama mau ketemu sama calon menantu mama " ucap mamanya Bagas sudah mulai berdiri
" tapi mah, kalau nanti mama ketemu sama dia jangan kaget ya " ucap Bagas lirih
" maksud kamu gimana ? " tanya mamanya Bagas
" udah kami ngerti ayo.. kasian dia nunggu sendirian di luar " ucap papanya Bagas mengajak istri dan anaknya keluar dari kamar
sesampainya di ruang tamu suami istri itu terkejut melihat keadaan Wulan, bagaimana mungkin ada orang tua yang bisa berbuat seperti itu kepada darah dagingnya sendiri apalagi ini seorang anak perempuan
" ya ampun sayang kamu kenapa ? " tanya mamanya Bagas langsung memeluk Wulan
Wulan hanya bisa diam di dalam pelukan wanita itu, pelukan hangat dari seorang ibu yang tidak pernah dia rasakan dari dia lahir di dunia ini, dan tanpa dia sadari air matanya mengalir begitu saja
" sudah sayang jangan nangis ya, kamu sekarang anak mama jadi ga akan ada bisa berbuat seperti ini lagi ke kamu " ucap mamanya Bagas saat melepaskan pelukannya
" maaf tante " jawab Wulan
" kok tante mulai sekarang kamu harus mulai panggil mama, kan kamu calon istrinya Bagas " jawab mamanya Bagas dan tanpa disadari Wulan langsung memeluk wanita itu lagi
" makasih ya mah " ucap Wulan
" papa kamu benar-benar keterlaluan, saya akan buat perhitungan dengan dia " ucap papanya Bagas dengan tegas saat semua sudah mulai duduk
" tolong om jangan berbuat apapun ke papa Ulan, Ulan ga apa kok om " jawab Wulan
__ADS_1
" Bagas ga salah pilih dia anak baik, semoga anak ini bisa bikin Bagas benar-benar akan berubah " ucap papanya Bagas dalam hatinya
" lho kok mamanya Bagas di panggil mama tapi masa papanya dipanggil om si " ledek papanya Bagas sambil tersenyum
" ya maaf om.. ekh pah maksud nya " jawab Wulan dan semua pun jadi tertawa
" ya sudah kapan kalian mau menikah ? " tanya mamanya Bagas bersemangat
" secepatnya mah " jawab Bagas dengan yakin, Wulan pun hanya terdiam bingung dengan semua keadaan yang ada di depannya
" ya sudah nanti mama yang atur semua nya, kamu mending bawa Wulan ke kamar biar bisa istirahat sekalian kamu obati dulu lukanya " ucap mamanya Bagas
" iya mah " jawab Bagas
Bagas pun membawa Wulan ke kamarnya dulu saat masih tinggal di rumah itu, dan dia meminta salah satu ART untuk membawakan air untuk kompres dan kotak p3k ke dalam kamar itu
" ga usah nanti aku sendiri aja " ucap Wulan
" ya udah kalau gitu gw taruh di sini ya " ucap Bagas menaruh kotak p3k di atas meja Wulan pun menganggukkan kepalanya
" ya udah lo obati luka lo, habis itu istirahat. sementara lo bisa pakai baju gw dulu aja yang ada di lemari, nanti gw suruh orang siapin keperluan lo selama disini " ucap Bagas
" makasih ya " ucap Wulan dan Bagas pun mengangguk
" tunggu " panggil Wulan saat Bagas hendak keluar dari kamar
" kenapa kamu bilang kita akan menikah secepatnya ? " tanya Wulan
" ya karena gw mau jaga lo selamanya, kalau gw ga nikahin lo apa lo akan izinkan gw di samping lo ? " jawab Bagas dengan yakin
seketika wajah Wulan menjadi merah merona Bagas pun berjalan mendekati Wulan
" tapi sejujurnya gw agak kecewa " ucap Bagas saat sudah dekat
" maaf, kalau kamu memang ga nyaman kita bisa bilang ke orang tua kamu kalau kita ga jadi menikah " jawab Wulan sambil menundukkan kepalanya
" mulai sekarang jangan pernah ngomong sembarangan, gw ga suka dengar nya " jawab Bagas dengan tegas
" kamu bilang tadi kamu kecewa, aku ga mau kamu jadi merasa terbebani " ucap Wulan lirih masih menundukkan kepalanya
" gw kecewa karena lo panggil gw cuma buat tanya itu doang, padahal gw berharap lo mau minta gw temani lo disini " ucap Bagas lalu mencium ujung kepala Wulan
" ya udah lo istirahat aja gw keluar dulu " ucap Bagas dan keluar dari kamar itu meninggalkan Wulan yang sudah seperti kepiting rebus wajahnya
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
__ADS_1
terima kasih 😊
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar...