
Saat dulu Adit di tinggalkan oleh Siska Adit hanya melarikan dirinya pada pekerjaan untuk menjadi orang nomor satu, dan Adit pun sadar ternyata perasaan dia dulu ke Siska bukan cinta, hanya perasaan sakit hati di campakkan saat sedang terjatuh, tapi Adit yang sekarang benar-benar tidak percaya oleh yang namanya cinta
Adit benar-benar berubah menjadi sosok yang dingin, Adit yang sekarang dalam hidupnya hanya berisi 2 hal siang hari untuk pekerjaan dan malam hari mabuk-mabukan, Adit pun sukses untuk lari dari semua masalahnya, hampir setiap malam sekarang Adit mengganti posisi Rangga dulu
Di sisi lain Siska sudah memutuskan meninggalkan kediaman tante Linda sesaat setelah acara pernikahannya gagal, untuk melanjutkan kariernya sebagai model dia pun membeli sebuah apartemen untuk tempat tinggalnya, walaupun dia tetap berada di kota itu tidak kembali ke luar negeri, Siska sendiri tidak terlalu bersedih karena sebenarnya yang ada di dalam hatinya bukanlah seorang Aditya Pratama
Sedangkan Bastian yang merasa sudah hampir g*la akhirnya mulai menyerah mencari tau informasi tentang keberadaan Cindy, karena Cindy menjual ponselnya sehingga Cindy tidak bisa di lacak sama sekali oleh Bastian, bahkan tak pernah sekalipun Cindy menghubungi Mita
Dan ada Bagas yang selalu uring-uringan di dalam hatinya hampir setiap malam, bila dia sedang menemani sahabatnya untuk berkumpul, tetapi dia juga tidak mungkin meninggalkan para sahabatnya itu
Hanya Rangga dan Mita yang kehidupannya baik-baik saja, walaupun sesekali Rangga keluar untuk ikut gabung bersama ketiga sahabatnya yang lain, tapi Mita tak pernah merasa khawatir karena mereka mempunyai peraturan baru, peraturan untuk minum tanpa boleh ada wanita di dekat mereka
Malam itu Rangga sedang duduk di ruang tamu dan Mita pun tiduran dengan menggunakan kaki Rangga sebagai bantal seperti kebiasaan yang sering dia lakukan
" Sayang besok kita periksa yuk " Rangga mengelus rambut Mita
" Periksa apa ? " menatap wajah Rangga
" Kita periksa ke dokter kandungan " Mita pun tertawa terbahak-bahak
" Kenapa kamu malah ketawa ? " Rangga bingung sambil mengerutkan keningnya melihat kelakuan istrinya
" Ya maaf sayang, trus mau ngapain di sana ? " Mita menghentikan tawanya
" Ya mau ikut program kehamilan lah.. Ya masa kita mau numpang makan " Rangga sudah sedikit kesal
" Ga usah lah sayang " Mita sambil mengelus pipi suaminya yang terlihat sudah kesal
" Kenapa ? " Rangga semakin bingung
" Ya karena aku ga mungkin hamil " Mita sudah mulai mendudukkan dirinya menghadap ke arah suaminya
" Jangan bilang kalo kamu pake sesuatu untuk ga hamil " Rangga dengan wajah yang sudah mulai merah menahan amarahnya
" Jawab..!! " teriak Rangga
__ADS_1
" Ya " lirih
" Ya apa maksud kamu ? ngomong yang jelas.. !! "
Rangga merasa kecewa di dalam hatinya, Rangga mengira Mita mungkin tidak mempunyai perasaan apapun terhadapnya, sehingga Mita tidak ingin mempunyai anak darinya, dan Rangga pun sudah dalam keadaan berdiri
" Aku minum pil penunda kehamilan " jawab Mita pelan tetapi tetap terdengar oleh Rangga
Plak.... Rangga melemparkan sebuah tamparan ke wajah Mita ungkapan dari rasa kekecewaannya
" Aku kurang apa Mit sama kamu ? " lirih
Saat itu Rangga tidak bisa lagi menahan rasa kecewa di dalam hatinya, sedangkan Mita yang mendapat tamparan dari Rangga membuat jiwa singa betina nya kembali bangkit
" Kamu tanya kamu kurang apa ? " Mita ikut berdiri
" Coba kamu pikirkan bagaimana nasib anak aku nantinya ? gimana perasaan anak itu kalo dia ga bisa akuin kamu sebagai ayahnya di luar sana ? sama kayak keadaan aku sekarang ga bisa akuin kamu sebagai suami bila diluar.. !! "
" Apa kamu lupa suatu saat nanti tunangan kamu akan datang ? dan kalian akan menikah, terus anak aku harus apa ? " lirih
Mita pun masuk ke dalam kamar meninggalkan Rangga sendirian di situ, dan Rangga hanya bisa terdiam memikirkan semua ucapan Mita, Mita mulai membereskan semua barang-barangnya setelah selesai dia keluar dari dalam kamar, dia hendak pergi meninggalkan tempat itu
Rangga yang melihat Mita keluar dari dalam kamar membawa beberapa tas dan koper, langsung berlari menangkap salah satu tas yang Mita bawa
" Kamu mau ke mana ? " menatap tajam
" Lepas... Aku mau pergi dari sini " dingin
" Enggak.. Sampe kapanpun kamu ga boleh pergi dari sini aku sudah bilang ini rumah kita " dengan tegas
" Aku bilang lepas aku ga suka cara kamu, ini kedua kalinya kamu tampar aku, buat apa aku bertahan kalo ga di hargai " memberikan tatapan membunuhnya
Rangga yang mendengar ucapan Mita bukannya melepaskan tas yang dia pegang tetapi menarik Mita ke dalam pelukannya
" Akh... Lepas... " Mita meronta sambil memukuli tubuh Rangga
__ADS_1
Rangga pun hanya bisa terdiam menerima semua pukulan dari Mita, dia sadar akan kesalahannya dan semua ucapan Mita benar adanya, dan yang terpenting adalah dia tidak ingin wanita itu pergi meninggalkannya
" Maafin aku sayang, kamu boleh pukul aku sampe kamu puas. Tapi tolong jangan pergi " lirih
Rangga pun mulai melepaskan pelukannya setelah merasa Mita sudah berhenti memukulinya, lalu Rangga mulai mengambil tangan Mita dan mengarahkan ke pipinya sendiri
" Ayoo kamu boleh tampar aku sampe marah kamu hilang, tapi aku mohon jangan pernah pergi dari sisi aku " Rangga menatap wajah istrinya yang masih terlihat marah
Plak...Plak... Di saat Rangga ingin mengayunkan tangan Mita untuk yang ketiga kalinya Mita menahan tangannya
" Aku ga butuh ini semua " dingin
" Kamu mau apa ? aku janji aku akan penuhin semua mau kamu "
" Aku minta kamu janji kamu ga boleh pernah main tangan lagi dan jangan pernah membahas masalah anak " Rangga pun menganggukkan kepalanya dengan cepy
" Kalo kamu berani pukul aku lagi aku bakal pergi dan kamu ga boleh larang "
" Aku janji " Rangga langsung memeluk tubuh Mita dengan erat
" Perempuan mana yang ga ingin punya anak dari laki-laki dia cintai, tapi aku ga mau anak aku nanti harus sedih kalo nasibnya sama dengan aku "
" Maafin aku, aku enggak akan pernah bisa buat kamu jadi perempuan seutuhnya "
Drama antara Rangga dan Mita pun selesai, mereka hanya dua insan yang tidak bisa saling memiliki seutuhnya karena perbedaan derajat, tetapi setidaknya mereka jauh lebih beruntung dari pada kisah Adit dan Cindy
Hari demi hari terus berlalu tidak ada yang berubah dari 4 sekawan itu hanya Mita dan Rangga yang selalu merajut kebahagiaan di dalam hidup mereka, walaupun selama ini Rangga tidak pernah membawa Mita di acara resmi atau pun acara keluarganya, tetapi Rangga selalu berada di sisi Mita dan selalu membuat Mita merasa bahagia karena merasa di cintai
Sedangkan di perkampungan sana ada seorang Cindy yang sudah mulai dekat dengan Ana, bahkan Ana sudah membawa Cindy untuk memeriksakan kandungannya, selama ini Cindy tidak pernah memeriksakan kandungannya bukan karena tidak memiliki uang tetapi dia terlalu sedih untuk pergi ke sana sendirian
Tolong bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 😊
Maaf kalau masih banyak typo maklum masih belajar...
__ADS_1