
Mereka mulai berkeliling mall tersebut untuk memilih apa yang akan di berikan kepada Alvian, hingga mereka berdua memasuki sebuah toko jam tangan ternama, dan pilihan pun jatuh kepada sebuah jam tangan yang sangat mewah
" Buat apa kamu kasih dia hadiah ? "
" Sebentar lagi dia ulang tahun" menolehkan wajahnya ke arah David
" Kalo ulang tahun kamu kapan ? "
" Aku udah lewat, aku lahir beberapa bulan sebelum dia " David hanya menganggukkan kepalanya
" Habis ini kita makan dulu ya "
" Ok "
Zahra langsung menyelesaikan pembayaran jam tersebut dengan salah satu kartu yang dia miliki, tentu saja pemberian dari seorang Aditya Pratama
" Tapi aku mau ke toilet sebentar ya "
" Ok.. Aku tunggu sini aja "
" Ok.. Sebentar ya "
Zahra mulai melangkahkan kakinya keluar dari toko tersebut untuk pergi ke toilet, sedangkan David tetap setia di toko tersebut dan ingin memilih sebuah jam tangan wanita. Dan dia pun melihat sebuah jam tangan yang sangat mewah di rak pajangan, lalu meminta pelayanan untuk mengambil jam tersebut dari rak pajangan
" Ga salah lo mau liat itu, apa lo sanggup bayar ? "
" Hmm.. Kayaknya ini hari apes gw tadi di temuin sama anak buah yang takut sama mak lampir, sekarang gw ketemu sama titisannya mak lampir "
" Bisa tolong bungkus yang ini untuk jadi kado mbak "
" Baik kak " jawab si pelayan dengan sopan
" Wess gw jadi penasaran.. Apa ya anak yang di besarin di panti bisa bayar jam itu ? " dengan memasang wajah sombongnya
David mengeluarkan sebuah kartu dari dalam dompetnya dan memberikannya kartu itu kepada pelayan, untuk menyelesaikan pembayaran tersebut tanpa menghiraukan semua ucapan dari Lidya
" Ini pak kartunya, tunggu sebentar ya kami rapikan dulu jamnya "
" Oh.. Terima kasih "
" Heh.. Anak ga jelas..!! Kamu mencuri dari mana bisa bayar jam itu ? "
__ADS_1
" Kalo ngomong sama orang yang sopan ya " David dan Lydia langsung menoleh ke arah suara tersebut dan ternyata itu adalah Zahra yang sudah kembali
" Siapa anak ini ya ? kalo gw liat semua barang yang dia pake barang branded, tapi kenapa mukanya kayak ga asing ya ? "
Zahra melangkahkan kakinya mendekati mereka berdua
" Apa kamu pikir di dunia ini cuma kamu aja yang punya uang, jadi kamu bisa hina siapapun yang kamu mau "
" Ya jelas lah kalo kita punya uang bisa menunjukkan status sosial kita di hadapan orang lain " memasang wajah sombongnya
" Akan selalu ada langit di atas langit, jadi ga ada yang perlu kita sombongin "
" Gw ini Lydia Purnomo anak dari CEO perusahaan besar "
" Saya anak tunggal dari Aditya Pratama " bisik Zahra di telinga Lidya
" Kamu sudah menggangu teman saya " ucap Zahra dengan tegas dan menatap tajam ke arah Lidya
Ucapan dari Zahra membuat nyali dari titisan mak lampir langsung menciut, karena ga akan ada yang berani untuk mengganggu keluarga Pratama apalagi keluarga Aditya Pratama. Semenjak kehadiran Liana dan Zahra Adit menjadi semakin bersemangat dalam hidupnya, benar-benar membuat posisinya menjadi orang nomor satu yang sulit untuk di geser
" Udah yuk gerah di sini " David hanya membalas dengan senyuman dan langsung membawa dua paper bag dari toko tersebut, dan mulai mengikuti langkah kaki Zahra
" Apa bener dia anak tunggal pak Aditya yang selama ini di sembunyikan dari media ? aduh kalo papa sampe tau gimana nasib aku ? "
" Kenapa diam aja tadi ? sedangkan sama Alvian aja kamu berani "
" Malas ngeladenin cewe "
" Ribet ya ? " Zahra pun menjadi tertawa dan hanya di balas senyuman oleh David
" Gw akan cerita semua tentang kehidupan gw sama lo, apapun keputusan lo gw akan terima. Sekali pun lo memilih untuk ga mau berteman lagi sama gw "
Setelah menyelesaikan makan siang mereka, David memberikan paper bag yang sudah berisikan jam tangan wanita yang tadi dia beli
" Ini buat lo ? "
" Wah apa ini ? " Zahra antusias
" Mungkin harganya ga seberapa, tapi buat kado ulang tahun lo yang udah lewat "
" Makasih ya teman " Zahra tersenyum dengan sangat tulus
__ADS_1
" Kalo seandainya gw cuma anak haram, apa lo masih mau berteman sama gw ? "
Pertanyaan dari David membuat Zahra menjadi diam seribu bahasa, yang ada di pikiran Zahra saat itu adalah, akhirnya dia mengerti dengan semua sikap anak pintar yang ada di hadapannya saat itu, tetapi berbeda dengan David dia merasakan mendapatkan sebuah penolakan dari Zahra
" Ok.. Ga apa gw ngerti kok, ya udah gw cabut duluan ya " David sudah mulai bangkit dari duduknya
" Ekh... Tunggu dulu kita belum bayar " Zahra kembali tersenyum dengan tulus, membuat David mendudukkan kembali dirinya ke kursi
" Maaf ya tadi aku cuma kaget aja karena akhirnya aku tau yang ngebuat sikap kamu kayak gitu, aku juga ga perduli dengan semua yang kamu bilang tadi. Yang aku tau sekarang kamu teman aku " Zahra kembali melemparkan senyuman tulusnya
" Mah aku sekarang sudah punya teman mah, teman yang ga menjauh saat tau aku cuma anak haram dari laki-laki pengecut itu mah "
" Apa kamu ga malu punya teman kayak aku ? "
" Tuhan menciptakan kita semua sama kok, lagian kenapa harus malu punya teman pintar kayak kamu. Aku bisa minta ajarin terus " Zahra cengengesan
" Makasih ya " Zahra hanya menjawab dengan senyuman
Mereka pun menyelesaikan pembayaran makanan mereka dan mulai meninggalkan rumah makan tersebut
" Apa kamu tau orang tua kandung kamu ? " David hanya terdiam
" Maaf kalo ga mau cerita ga apa kok, aku cuma mau tau aja cerita hidup dari teman aku "
" Suatu saat nanti gw pasti cerita ke lo "
" Ya udah yang pentin kamu harus selalu ingat sekarang kamu udah punya teman. Jadi kalo kamu ada masalah apapun kamu bisa cerita ke aku ya " David hanya membalas dengan senyuman
" Kamu pulang naik apa ? "
" Tadi aku ke sini di antar supir, kamu mau aku antar sekalian ga ? "
" Ga usah aku pulang sendiri aja "
" Ok.. Makasih ya udah di bantuin pilih kado plus dapat kado " David tersenyum dengan sangat hangat
Mereka pun mulai kembali ke tempat mereka masing-masing, sesampainya di kediaman orang tuanya Zahra membuka kado yang di berikan oleh David. Zahra sempat membulatkan kedua matanya melihat jam tersebut, Zahra yakin jam tersebut memiliki harga yang cukup fantastis
" Katanya cuma anak panti, katanya di bayar sama Vian buat kalah tapi kok bisa beli ini ? ga mungkin lah Vian bayar dia sampe segini juga "
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
__ADS_1
Terima kasih 🤗
Maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar 😉