Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Keinginan Zahra


__ADS_3

Adit memutuskan untuk memaafkan keluarganya karena permintaan dari buah hatinya, Adit lebih takut di benci oleh Zahra dari pada harus di kalahkan oleh keras kepalanya. Sedangkan mama Linda tak hentinya bersyukur memiliki cucu yang berhati mulia


Keesokan harinya setelah menyelesaikan sarapan mereka bertiga pun pergi ke arah perkampungan nan jauh di sana. Sebelumnya menyambangi kediaman mama Liana mereka menyempatkan diri untuk berziarah ke makam Cindy


Kini mereka bertiga pun sudah berada tepat di depan makam Cindy, Adit langsung berjongkok menghadap makam Cindy dapat terlihat dengan jelas guratan kesedihan di wajahnya


" Sayang aku datang, sekali ini aku datang untuk kasih tau kamu. Aku udah ikutin semua keinginan kamu sayang "


" Cin kamu yang tenang ya di sana, mbak akan jaga Zahra dan Adit dengan baik sesuai keinginan kamu "


Mereka berdua pun larut dalam pikirannya masing-masing, setelah selesai melepaskan semua perasaan mereka. Mereka pun mulai meninggalkan area pemakaman itu dan kembali ke kediaman mamanya Liana


Adit meminta izin untuk menikahi Liana, mama Liana sangat bahagia mendengar kabar tersebut. Ibu mana pun pasti akan bahagia bila anaknya sudah bisa mulai bangkit dari keterpurukannya


Kini kedua insan itu mulai berani untuk melanjutkan perjalanan hidupnya, semua karena kehadiran seorang gadis kecil yang di lahirkan oleh Cindy. Gadis kecil yang dapat melunakkan hati Adit yang sekeras batu, gadis kecil yang dapat memberikan keyakinan pada hati seorang Liana


Mereka pun kembali ke perkotaan untuk mulai mengurus semua keperluan pernikahan mereka, dan sudah saatnya memperkenalkan pada dunia seorang Zahra Pratama seorang pewaris tunggal Surya Abadi


Adit akan mempersiapkan acara pernikahannya dengan Liana secara matang, dia tak ingin melakukan semua secara terburu-buru. Adit belajar dari sebuah pengalaman, dia ingin bila ini adalah pernikahan terakhir dalam hidupnya


Adit pun mulai memperkenalkan Zahra kepada siapapun yang dia kenal. Adit sangat bahagia mengenalkan Zahra kepada semua orang, tetapi ternyata berbeda dengan hati kecil Zahra, sang malaikat kecil ternyata tak suka dengan semua rasa hormat berlebihan yang di tunjukkan orang-orang kepadanya


Zahra merasa bahkan sekarang dia tidak mempunyai seorang teman yang tulus kepadanya, tidak seperti saat dia berada di perkampungan saat teman-temannya bahkan bisa bermain dengan bebas


Adit dan Liana akan mempersiapkan acara ulang tahun yang meriah bagi Zahra, baru mereka akan fokus pada acara pernikahan mereka


Hari yang di nanti pun tiba ulang tahun ke tujuh Zahra sudah di depan mata, kediaman Adit sudah di sulap menjadi bak istana seorang putri, Zahra kini sudah di dandani bak seorang putri kerajaan negeri dongeng


Semua para undangan sudah hadir di sana seluruh keluarga besar Pratama pun hadir di sana, acara berlangsung dengan sangat meriah. Setelah acara pemotongan kue Zahra mencari sela untuk meninggalkan ruangan tersebut, dia memilih untuk duduk di taman belakang


" Ngapain di sini ? " pria kecil itu pun duduk di samping Zahra


" Aku ga suka di dalam "

__ADS_1


" Bukannya biasanya anak perempuan suka dengan acara ga penting gini ya "


Dia adalah Alvian Pratama anak tunggal dari seorang Bastian dan Siska, walaupun mereka baru bertemu beberapa kali tetapi Alvian sudah mengetahui semua tentang Zahra. Dia di minta oleh ibunya untuk selalu baik terhadap Zahra


" Kenapa ? " mengerutkan keningnya


" Mereka ga anggap aku teman "


" Maksudnya ? "


" Aku kangen teman-teman di kampung, mereka bisa main dengan bebas sama aku. Kalo mereka cuma dekat aku karena takut sama ayah aja "


" Ya harus dong, kita kan keluarga Pratama jadi mereka harus takut sama kita " dengan sombongnya


" Apa bener aku masih saudara sama orang ini ? "


" Tapi di mata Tuhan kita sama kok "


Itu bukan pertemuan pertama bagi mereka berdua, tetapi itu adalah janji pertama yang di ucapkan Alvian Pratama kepada Zahra Pratama di dalam hatinya


" Terus kamu maunya gimana ? " menatap ke arah Zahra


" Aku pengen jadi orang biasa, dan punya teman yang biasa. Apalagi sebentar lagi mau sekolah aku ga mau disana mereka nanti semua kayak sekarang ini "


" Aneh "


Sifat Alvian benar-benar tak jauh beda dari Bastian, dia akan menjadi teman setia dari saudaranya tersebut. Walaupun berbeda dengan dengan apa yang dia inginkan


" Ya udah ini kan ulang tahun kamu, kan tinggal minta aja sama om Adit "


" Tapi kalo nanti ayah marah " lirih


" Dasar perempuan bikin ribet, lagian om Adit itu ga akan pernah marah sama kamu " melirik ke arah Zahra

__ADS_1


" Makasih ya " Zahra tersenyum dengan sangat manis


Pletak... sebuah sentilan mendarat di kening Zahra


" Aduh... " Zahra menggosok keningnya


" Inget kamu itu perempuan jangan suka senyum kaya gitu depan laki-laki lain apalagi kalo kamu nanti udah besar, aku ga mau nanti harus jadi bodyguard kamu " tegas


Zahra langsung bangkit dari duduknya


" Walaupun mulut kamu pait ga enak di denger kalo ngomong, tapi makasih ya. Dasar anak sombong " Zahra menjulurkan lidahnya dan langsung berlari ke dalam rumah


" Kenapa mama minta aku harus jagain dia sih, kayanya bakal bikin ribet ke depannya kalo dia punya sifat begitu "


Zahra pun kembali mendekati ayah dan bundanya, suasana kembali seperti semula suasana yang gadis kecil itu tidak sukai. Kembali seribu pujian datang kepadanya, dan gadis kecil itu tak bisa menutupi lagi perasaannya sehingga Adit dan Liana menyadarinya


Setelah semua acara selesai dan para tamu sudah kembali Liana dan Adit mencoba membicarakan hal tersebut kepada Zahra, mereka hanya ingin tau apa yang di inginkan oleh Zahra


Zahra pun mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengungkapkan keinginannya tersebut, walaupun dengan berat hati dan bujukan dari seorang Liana akhirnya Adit menyetujui keinginan Zahra


Adit berjanji tidak akan memperkenalkan Zahra lagi kepada seluruh dunia sebagai pewaris tunggal Surya Abadi, agar Zahra dapat memiliki teman seperti yang dia inginkan


Hari demi hari pun berlalu setelah semua persiapan pernikahan Adit dan Liana sudah rampung semua, mereka menyelenggarakan pesta pernikahan mereka dengan sangat mewah.


Walaupun Liana awalnya menolak tetapi Adit ingin seluruh dunia tau siapa istri dari seorang Aditya Pratama agar tak ada lagi tangan usil yang berani mengganggunya, Adit belajar dari sebuah pengalaman yang sangat pahit


Acara tersebut berlangsung dengan lancar, para undangan terus saja berdatangan tanpa henti di sebuah gedung mewah tersebut, seluruh anggota empat sekawan yang lainnya pun hadir disitu. Sedangkan mama Linda dan Imelda sangat antusias membantu semua susunan acara tersebut, mereka hanya berpikir semoga hal tersebut bisa mengurangi sedikit perasaan bersalah mereka di masa lampau


Tolong bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih


Maaf ya kalo masih banyak typo maklum masih belajar 😉

__ADS_1


__ADS_2