
Tok.. Tok.. Tok..
Nadin membuka pintu kamarnya dan di sana sudah berdiri Siska melepaskan senyuman terbaiknya
" Boleh mama masuk sayang ? "
Nadin membuka lebar pintu kamarnya dan mempersilahkan Siska masuk ke dalam kamarnya, dan kini mereka berdua sudah duduk di tepi ranjang
" Tadi kalian dari mana sayang ? "
" Dari makam tunangan Reyhan mah, terus ke makam mama aku mah " menundukkan kepalanya
Nadin merasa tak enak hati mengatakan hal tersebut, bagaimana pun juga Nadin menyadari akan kesalahan dirinya di masa lalu dan mamanya, tetapi hal yang berbeda di tunjukkan oleh Siska dia langsung memeluk tubuh mungil Nadin dengan erat
" Mama senang dengarnya itu sayang, berarti benar kalo Reyhan akan serius ke kamu " melepaskan pelukannya dan menatap wajah Nadin dengan lembut
" Makasih ya mah "
" Kamu tau ga sayang ? " Nadin menggelengkan kepalanya
" Papa kamu sebenarnya tadi itu cemas akan jawaban dari Reyhan, makanya dia ucapkan semua kata-kata yang cukup keras. Papa kamu cuma ga mau kalo Reyhan akan menikahi kamu tanpa ada perasaan yang istimewa di dalam hatinya " Nadin seakan-akan tak percaya dengan apa yang dia dengar
" Mungkin kamu ga akan percaya kalo mama bilang papa kamu sayang sama kamu, dia cuma belum tau cara untuk menunjukkan ke kamu aja sayang " Nadin hanya bisa terdiam
" Aku tau kok mah kalo papa sayang sama aku, walaupun keliatan papa masih canggung kalo ketemu aku. Tapi papa selalu perhatikan hal-hal kecil yang aku butuhkan " tersenyum
" Tapi kamu juga harus tau mama juga sayang sama kamu, karena mama akhirnya bisa memiliki seorang anak perempuan " mengelus rambut Nadin, sedangkan Nadin menunjukkan wajah penasaran
" Mama sebenarnya ingin sekali memiliki seorang anak perempuan, tapi papa kamu melarang mama untuk hamil lagi. Papa kamu ga mau melihat mama merasakan sakit melahirkan, makanya mama sangat bersyukur Tuhan mengirimkan kamu untuk kami sayang "
__ADS_1
Mendengar ucapan itu tanpa sadar Nadin langsung memeluk tubuh Siska dan meneteskan air matanya, dia benar-benar menyesal dengan segala perbuatan di masa lalunya kepada keluarga ini
" Maafin semua kesalahan Nadin dulu ya mah "
" Kamu ga perlu minta maaf sayang, setiap orang pasti punya kesalahan. Kamu harus yakin kamu adalah sebuah anugerah bagi kami semua " membalas pelukan Nadin
" Aku benar-benar ga sangka keluarga yang ingin aku hancurkan sekarang menjadikan aku salah satu dari mereka, mama bisa tenang di sana mah. Aku sekarang punya keluarga yang utuh yang akan melindungi aku "
" Boleh mama minta sesuatu dari kamu sayang ? " melepaskan pelukannya
" Apa mah ? kalo Nadin bisa kasih pasti Nadin akan kasih apapun yang mama minta "
Siska menggenggam tangan Nadin " Boleh ga kalo mama yang urus semua untuk acara pernikahan kamu nanti ? "
Nadin tak dapat berkata-kata lagi hanya air mata yang mengalir dari pelupuk matanya dan membasahi pipinya untuk mengungkapkan perasaan bahagianya pada saat itu, dan Nadin pun menganggukkan kepalanya
Hingga tiba-tiba suara ponsel Nadin berdering dan ternyata itu adalah sebuah panggilan dari Reyhan
" Ya udah mama ke kamar dulu ya sayang " Siska sudah beranjak berdiri lalu Nadin dengan cepat ikut bangkit dan memeluk kembali tubuh Siska
" Makasih ya mah, terima kasih udah sayang sama Nadin, terima kasih karena mama ga membenci Nadin, dan terima kasih mama mencintai Nadin seperti anak mama sendiri "
" Karena kamu memang anak mama sayang " bisik Siska
" Aku ga tau harus bilang apa lagi mah ? aku cuma bisa bilang terima kasih mama sudah terima aku " Siska membelai rambut Nadin dengan lembut
" Ya udah angkat dulu telpon nya, mama balik ke kamar dulu ya sayang " melangkahkan kakinya meninggalkan kamar Nadin dan kembali ke dalam kamarnya, di sana Bastian sudah duduk menunggu kehadiran Siska
" Pasti dari kamar anak kesayangan kamu ya ? " Siska hanya tersenyum dan menghampiri suaminya
__ADS_1
" Apa dia marah ? "
" Apa kamu melakukan sesuatu yang salah ? " tersenyum meledek
" Tadi aku sedikit keras sama Reyhan, dan kayaknya Nadin sudah mulai suka sama anak itu " menundukkan kepalanya
" Aku ngerti kok perasaan kamu sayang, kamu cuma mau memastikan perasaan Reyhan ke Nadin kan ? " Bastian hanya terdiam dan menatap langit-langit dengan tatapan kosong
" Aku udah banyak salah sama anak itu sayang, aku cuma mau dia dapat seseorang yang benar-benar mencintai dia. Seseorang yang bisa menggantikan posisi aku menjaga dia ke depannya, apa salah sayang ? " menatap sendu ke arah Siska
" Kamu ga salah kok sayang, aku rasa Nadin juga bisa mengerti maksud kamu baik "
" Aku tau Reyhan sayang, bahkan Rangga dan Mita sudah menyerah untuk mengenalkan Reyhan ke beberapa wanita cantik. Tapi aku benar-benar bersyukur dia mau menjadi pendamping Nadin sayang " Siska menggenggam tangan Bastian
" Segala sesuatu sudah ada yang atur sayang, siapa yang sangka kalo aku akan menikah dengan buaya darat seperti kamu ? " tersenyum
" Ya buaya tampan yang berhasil menaklukkan hati seorang wanita cantik dan baik hati seperti kamu " mencium ujung kepala Siska
Sedangkan di tempat lain Nadin sedang berbincang dengan Reyhan, ada perasaan yang sangat aneh di antara mereka berdua. Reyhan merasakan sebuah perasaan yang telah lama hilang dari dalam hidupnya, sedangkan Nadin benar-benar bahagia memiliki seseorang yang kini memang sudah menempati sebuah ruang di dalam hatinya
Sedangkan David sudah mendapatkan kabar dari papanya bila Tiara tak akan lagi mengganggu dirinya dan Zahra, karena orang tua Tiara sudah berjanji untuk membawa Tiara kembali ke kota asalnya. Membuat David menghentikan niatnya untuk menghancurkan perusahaan yang tengah di pimpin oleh Tiara
Tiara seakan tak percaya dengan apa yang dia dengar dari orang tuanya dia merasa masih harus memastikan hal tersebut sekali lagi, di pagi hari Tiara langsung mendatangi kantor David. David menolak keras untuk menemui Tiara, bahkan Tiara di minta untuk keluar dari kantor David dengan sedikit tegas
Dengan sikap David yang seperti itu membuat Tiara merasa harga dirinya terinjak-injak karena penolakan dari David, Tiara kembali ke kota asalnya dan membawa sebuah dendam di dalam hatinya
Hari demi hari pun berlalu, segala permasalahan yang di hadapi oleh anak-anak para anggota empat sekawan telah berlalu satu persatu. Seakan-akan hari indah sudah menunggu mereka di esok hari
Keluarga besar Rangga dan Bastian sudah mulai bertemu untuk merencanakan acara pernikahan anak mereka, segala sesuatunya di urus oleh ke dua keluarga besar tersebut. Ke dua keluarga itu sangat antusias untuk acara tersebut
__ADS_1
Bantu like dan komentar ya teman-teman 🤗
Terima kasih