
'' Kalo kamu kenapa jadi mau nikah sama aku ? ''
'' Aku mau kamu jadi milik aku seutuhnya, aku ga mau kehilangan kamu '' jawab Bastian dengan entengnya
'' Kapan kamu mulai ngerasa ga mau kehilangan aku ? '' entah mengapa semua ucapan Bastian membuat dia bahagia mendengarnya
'' Waktu aku bawa kamu lagi mabuk, waktu aku bangun dan kamu udah ga ada di samping aku, itu pertama kalinya aku ngerasa takut kehilangan kamu '' jawab Bastian sambil menatap Siska, dan berhasil membuat Siska menjadi merona
'' Terus kapan kamu mau mulai mencintai aku ? '' Siska tertunduk dan mulai merasa sedih dia takut dengan jawaban yang akan dia dengar
'' Sudah barusan, waktu kamu cerita tentang perasaan kamu ke aku '' jawab Bastian dengan yakin dan Siska pun langsung menoleh ke arah Bastian lalu langsung memeluk erat tubuh lelaki yang ada di hadapannya itu
'' Makasih ya sayang '' membalas pelukan dari Siska
'' Aku yang seharusnya bilang itu, makasih sayang udah jaga hati kamu buat aku selama ini '' bisik Bastian
Mereka berdua pun saling melepaskan pelukannya dan saling bertatap mata tak lama kemudian Bastian mulai mencium bibir Siska dengan lembut, sekali ini Siska merasakan ciuman yang berbeda dari biasanya, ciuman yang penuh kehangatan dan kasih sayang
Bastian dan Siska pun sudah mulai menyebarkan surat undangan pernikahan mereka, hanya satu orang yang tidak suka menerima undangan itu dia adalah tante Linda, tante Linda merasa Siska mengkhianati Adit untuk kedua kalinya
Tante Linda yang kesal setelah menerima surat undangan pernikahan mereka langsung pergi menuju kantor Adit untuk meminta penjelasan dengan semua ini
'' Adit nya ada di dalam ? ''
'' Ada bu, mari saya antar '' sekretaris Adit sudah dalam keadaan berdiri
'' Ga usah saya sendiri aja ''
" Baik bu, silahkan "
Tante Linda pun langsung masuk ke dalam ruangan Adit sambil memasang wajah yang marah, Adit yang sedang sibuk depan laptopnya dan di dampingi oleh Erik langsung menghentikan semua aktivitasnya
'' Kalo gitu saya permisi dulu pak '' ucap Erik sambil menundukkan sedikit kepalanya dan keluar dari ruangan itu
'' Maksudnya apa ini Adit ? '' mamanya mengeluarkan surat undangan pernikahan Bastian dan Siska dari dalam tasnya
Adit pun hanya diam dan memasang wajah datar
'' Kenapa bisa Siska menikah dengan bocah kurang aj*r ini ? ''
'' Ya biarin aja mah, mungkin mereka saling suka '' dingin
'' Ya ga bisa gitu dong Dit, Siska itu calon istri kamu ''
__ADS_1
'' Kan udah batal mah itu juga Adit yang batalkan pernikahannya, jadi mereka ga salah ''
'' Ya ga bisa gitu dong Dit, masa kamu menyerah gitu aja ''
'' Cukup mah.. !! Aku memang yang udah melepas Siska, jadi ga ada masalah dengan pernikahan mereka..!! '' Adit sudah mulai berteriak
" Saya yang udah membujuk Siska datang ke sini untuk menggantikan perempuan itu, kenapa kamu jadi begini sih Dit "
Tante Linda yang kesal mendengar jawaban dari anaknya langsung keluar meninggalkan ruangan Adit tanpa bicara apapun, sudah pupus harapannya untuk menyatukan Adit dan Siska, saat sedang berjalan keluar tante Linda berpapasan dengan Erik, Erik pun menundukkan sedikit kepalanya tanda memberi hormat
'' Seharusnya anda sekarang sedang menyesal nyonya bukan seperti ini, anda sudah menjadikan anak anda sendiri menjadi sosok yang dingin dan tidak memiliki perasaan ''
Ya walaupun Erik sekarang tidak pernah menemani Adit yang keluar hampir setiap malam, tetapi Erik adalah orang yang paling paham apa yang sedang Adit rasakan
Siang itu Siska dan Bastian sedang pergi ke sebuah mall terbesar di kota itu untuk mencari cincin pernikahan mereka, setelah selesai mendapatkan cincin yang mereka inginkan mereka berdua memutuskan untuk makan siang, mereka pun memasuki salah satu rumah makan ternama, saat mereka masuk Bastian melihat ada Rangga dan Mita sudah ada tempat itu terlebih dahulu
'' Lah bro ada di sini '' menepuk pundak Rangga
'' Ekh lo Bas, mau makan siang juga ya ? gabung aja ''
Bastian dan Siska pun langsung mengambil posisi duduk mereka masing-masing
'' Abis ngapain nih calon pengantin ? '' tersenyum meledek
'' Oh ya sayang kenalin ini Mita '' Bastian menunjuk ke arah Mita yang sedari tadi hanya terdiam
'' Mita '' mengulurkan tangannya
'' Siska '' mereka saling berjabat tangan
'' Pacarnya Rangga ya ? ''
'' Bukan kok, kami cuma teman '' dengan santai
" Masa sih ? Rangga kan dari dulu orangnya beda dengan Bastian atau Bagas "
Jawaban Mita hanya bisa membuat Rangga dan Bastian terdiam mereka mengerti akan posisi Mita
'' Oh... Maaf soalnya kamu cantik, dan aku juga dari dulu ga pernah liat Rangga ajak makan siang perempuan, jadi aku kira pacar Rangga '' Siska tersenyum tulus walaupun ada perasaan sedikit penasaran tetapi dia memutuskan untuk tidak membahasnya lagi
" Oh.. Jadi kamu ga pernah makan siang sama perempuan lain ya sayang " tersenyum
Ada sedikit perasaan sedih dan bahagia terselip di dalam hati Mita pada saat itu, sedih karena harus mengakui Rangga adalah temannya dan bahagia mendengar Rangga yang tidak pernah mengajak perempuan lain makan siang
__ADS_1
'' Oh ya sebentar lagi aku sama Bastian mau nikah kamu datang ya '' Siska mengeluarkan surat undangan pernikahan dari dalam tasnya
'' Ya.. Makasih aku pasti datang '' Mita tetap tersenyum berusaha menutupi perasaan yang ada di dalam hatinya
Mereka pun makan siang sambil terkadang bercanda ringan, selesai makan Bastian mengantar Siska kembali ke apartemennya dulu baru Bastian kembali ke kantornya, sedangkan Rangga dan Mita pulang masing-masing seperti biasa, Rangga kembali ke rumah sakit dan Mita kembali ke apartemennya, selama jalan ke luar dari mall itu menuju parkiran Mita hanya diam dan Rangga berusaha mengerti perasaan Mita
Rangga yang baru sampai di ruangannya langsung mengirimkan Mita sebuah pesan, sedangkan Mita sesampainya di apartemen dia langsung memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sehingga dia belum sempat membaca pesan dari Rangga
'' Aku benar-benar minta maaf ya sayang, karena kamu ga bisa akuin aku sebagai suami kamu di depan orang lain kalo kita lagi di luar '' pesan pertama
'' Aku mohon apapun yang terjadi jangan pernah sekalipun kamu punya pikiran untuk pergi dari aku, aku ga tau harus berbuat apa kalo kamu ga ada di samping aku '' pesan kedua
'' Sayang jangan marah '' pesan ke tiga
'' Sayang balas '' pesan ke empat
Rangga pun mulai sedikit cemas karena Mita tidak membalas pesannya dan saat dia mencoba menghubungi Mita pun tak ada jawaban sama sekali, Rangga yang sudah panik mulai berdiri untuk kembali ke apartemennya
Setelah selesai mandi Mita mulai merebahkan tubuhnya dan memeriksa handphonenya yang sudah masuk beberapa pesan dan panggilan yang tak terjawab dari Rangga
'' Akuu ngerti kok sayang, dan ini memang udah jadi pilihan aku '' Rangga tersenyum bahagia dan kembali mendudukkan dirinya, Rangga pun langsung menghubungi Mita
" Aku lagi mandi tadi "
'' Makasih ya, kamu harus yakin aku cinta kamu dengan sepenuh hati aku ''
'' Aku juga cinta kamu dengan segenap hati aku ''
" Ya udah kamu istirahat ya "
" Ya " Rangga langsung memutuskan sambungan teleponnya
" Aku sadar akan posisi aku sayang, aku udah putusin untuk menerima apapun konsekuensinya. Termasuk seperti hal tadi "
" Makasih sayang, aku tau aku salah aku ga akan pernah bisa bikin kamu jadi bahagia seutuhnya. Tapi aku janji selamanya hanya kamu perempuan yang ada di dalam hati aku "
Mereka berdua pun larut dalam pikirannya masing-masing, mereka berdua hanya dua insan yang saling mencintai dengan tulus dan tak bisa menyatukan hubungan yang di jalani secara utuh karena keadaan
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
Kalo bisa berikan vote ðŸ¤
__ADS_1
Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗