Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Siapa Yang Salah


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Zahra lebih banyak berdiam diri, Zahra terus memikirkan perkataan demi perkataan wanita yang tadi dia jumpai. Zahra yang kini telah menjadi seorang ibu pun membayangkan seandainya kejadian itu menimpa anaknya, mungkinkah dia akan melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan nyawa anaknya


" Kamu kenapa ? " menggenggam tangan Zahra


" Maaf aku melamun, aku cuma kepikiran sama keluarga tadi aja " tersenyum tipis


" Kamu mikirin apa sayang ? "


" Aku cuma ga sangka aja ternyata di luar sana masih banyak orang yang benar-benar dalam keadaan susah, sedangkan kita bisa bermewah-mewahan "


" Kita bisa bantu sebisa kita kok " Zahra hanya membalas dengan senyuman


" Kalo seandainya aku minta itu ke ayah di kasih ga ya ? tapi aku takut ayah marah, sedangkan minta ketemu aja harus di kawal orang sebanyak ini " membuang napasnya dengan kasar


" Hal apa yang lagi kamu rencanakan sayang ? " menatap Zahra dengan seksama


Perjalanan pun terus berlanjut hingga mereka tiba di sebuah penjara di mana sang supir kini sedang menjalani hukuman atas apa yang telah dia lakukan, setelah para pengawal mengatur beberapa persyaratan kini mereka pun berada di dalam suatu ruangan yang di sediakan untuk Zahra bertemu secara langsung kepada pria tersebut


Begitu pria tersebut masuk ke dalam ruangan tersebut matanya menyapu bersih ke arah seluruh ruangan tersebut, hanya ada Zahra bersama David dan seorang pengawal yang berdiri tegap di pojokan ruangan. Sedangkan para pengawal yang lain berjaga di luar ruangan


" Orang ini.. Orang yang ada di foto itu, mau apa dia ? atau jangan-jangan dia mau balas perbuatan aku " pria tersebut terpaku di depan pintu tak berani mendekat ke arah Zahra dan David


" Silahkan pak, saya ke sini cuma mau berbincang aja sama bapak " tersenyum tulus sambil mengulurkan tangannya menunjuk sebuah kursi


" Ya Tuhan apa dia benar-benar berhati malaikat, bahkan dia masih bisa tersenyum sama aku yang udah melakukan hal itu ke keluarganya " dengan langkah yang di rasakan sangat sulit pria tersebut berjalan menghampiri Zahra dan David, lalu mendudukkan dirinya tepat di mana Zahra meminta dirinya untuk duduk


" Saya Zahra pak " mengulurkan tangannya


" Saya.. Saya.. " terbata-bata karena perasaan takut melihat tatapan dari David


" Ga apa pak, santai aja. Sebelumnya saya minta maaf kalo saya sudah menggangu bapak, saya ke sini cuma mau minta penjelasan dari bapak. Supaya saya bisa memaafkan bapak dengan setulus hati " tersenyum


Tiba-tiba saja pria tersebut bangkit membuat David dan sang pengawal langsung bersiap, tetapi yang terjadi pria tersebut berlutut di hadapan Zahra sambil menguraikan air mata

__ADS_1


" Saya mohon maaf sama ibu dan keluarga, ini semua karena kebodohan saya. Saya benar-benar menyesal bu "


Melihat hal tersebut Zahra langsung bangkit dan berusaha mengangkat tubuh pria tersebut dengan sekuat tenaga


" Bapak bangun dulu pak, kita bisa bicarakan semuanya baik-baik. Jangan begini pak " panik


" Saya benar-benar menyesal bu, saya bersedia ibu hukum saya seberat apapun. Saya mohon maaf bu "


" Saya sudah memaafkan bapak kok " tersenyum dengan tulus, pria tersebut hanya bisa terdiam sambil memandangi Zahra dengan perasaan takjub


" Sekarang bapak bangun dulu ya " dan mereka pun mulai kembali duduk di posisi semula


" Saya ke sini cuma mau tanya sesuatu sama bapak " pria tersebut mengangguk


" Apa bapak benar-benar menyesal ? "


" Seandainya saya lakukan hal tersebut kepada orang jahat sekalipun, saya akan tetap menyesal bu. Apalagi setelah melihat ibu, saya benar-benar sangat menyesal menyakiti orang sebaik ibu " menganggukkan kepalanya, Zahra pun tersenyum


" Saya sangat menyesal bu, dan sekali lagi saya benar-benar memohon maaf kepada ibu dan keluarga "


" Kami akan memaafkan dengan syarat, apapun yang di kemudian hari jangan pernah lakukan hal seperti ini lagi ya pak "


" Saya janji bu, saya ga akan pernah melakukan hal seperti ini lagi "


Setelah puas berbincang Zahra pun pergi meninggalkan tempat itu, Zahra benar-benar merasa puas seakan sebagian beban hatinya. berkurang, sedangkan pria tersebut merasa bahagia karena sudah menerima maaf dari Zahra


Kini David dan Zahra kembali melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan terakhir pada rencana mereka, David sudah sedari awal berusaha agar Zahra mengurungkan niatnya menemui Tiara. Tetapi Zahra benar-benar ingin melepaskan segala beban di dalam hatinya, dia tak ingin tetap ada perasaan yang mengganjal di dalam hatinya


Dengan terpaksa David harus mengikuti keinginan Zahra, dan akhirnya mereka pun tiba di mana Tiara kini mempertanggung jawabkan perbuatannya. Entah mengapa ada perasaan yang aneh yang di rasakan oleh Zahra saat akan bertemu Tiara, berbeda dengan saat dia ingin bertemu pria tadi


Tiara memasuki ruangan yang telah di sediakan dengan sombongnya dan duduk di hadapan Zahra dan David, Tiara memandangi Zahra dan David dengan penuh kebencian


" Hai Tiara " Tiara hanya membalas dengan senyuman sinis

__ADS_1


" Apa kabar ? " tersenyum kaku


" Mau apa kamu temuin saya ? " melipat kedua tangannya di dada


" Kenapa jadi begini ya perempuan ini ? "


" Saya cuma mau lihat keadaan kamu aja "


" Buat apa ? mau tertawa melihat keadaan saya ? atau mau memamerkan kalo keluarga kamu sudah berhasil menghancurkan keluarga saya " Zahra hanya bisa terdiam sambil mengerutkan keningnya, dia sama sekali tidak tau dengan apa yang di katakan oleh Tiara


" Ga usah pura-pura polos, kamu pasti sekarang bahagia kan ? keluarga saya hancur dan saya berakhir di sini. Dan yang paling menyedihkan papa saya sampai bunuh diri karena tidak kuat menghadapi semua itu..!! " berkaca-kaca


Hati Zahra ikut merasakan kesedihan yang di rasakan oleh Tiara Zahra bangkit dari duduknya, David pun langsung menahan tangan Zahra tetapi Zahra tersenyum dan melepaskan tangan David. Zahra melangkahkan kakinya mendekati Tiara lalu memeluk tubuh Tiara dengan erat


" Maaf... Aku benar-benar minta maaf.. Aku ga tau apapun yang sudah menimpa keluarga kamu "


" Ga usah berpura-pura baik " mencoba melepaskan pelukan Zahra, tetapi Zahra memeluk tubuh Tiara dengan semakin erat


" Aku benar-benar ga tau apapun yang sudah menimpa keluarga kamu, aku ke sini bukan untuk tertawa melihat keadaan kamu. Aku ke sini tulus untuk bilang aku sudah memaafkan segala perbuatan kamu "


Mendengar ucapan dari Zahra tiba-tiba saja Tiara menangis dengan hebatnya di dalam pelukan Zahra, hatinya sangat sakit mendengar hal tersebut. Bagaimana mungkin ada seseorang yang bisa melakukan hal tersebut, dia benar-benar malu terhadap dirinya sendiri


Setelah Tiara menjadi tenang Zahra pun mulai melepaskan pelukannya dan kembali ke posisinya semula, di dalam ruangan tersebut mereka hanya saling diam hanya saling memandang seakan-akan saling mengetahui isi hati mereka yang terdalam


Zahra dan David pun kembali ke kediamannya Adit perasaan mengganjal terus menghantui hati Zahra, jauh di dalam lubuk hatinya dia bertanya-tanya siapakah yang salah di antara semua kejadian tersebut. Sedangkan di dalam kamar tahanan Tiara terus memikirkan Zahra, bagaimana mungkin ada orang sebaik Zahra. Tiara pun menyadari apa alasan David tidak tergoda oleh dirinya


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗


Kalo bisa berikan vote 🤭


Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗

__ADS_1


__ADS_2