
Angel pun turun lagi ke bawah dan berbincang dengan seseorang, karena hanya orang itu yang dia kenal di antara para undangan, anak dari salah satu karyawan papanya yang di berikan biaya untuk kuliah di tempat yang sama dengan Angel dan bertugas menjaga Angel selama di luar negeri
malam itu acara berjalan dengan lancar malam itu Rangga dan Mita kembali ke kediaman papa Bram untuk istirahat, karena besok mereka akan langsung pergi untuk bulan madu
pagi harinya semua berkumpul untuk sarapan, setelah selesai sarapan Rangga dan Mita pun berangkat ke pergi ke bandara di antar oleh supir, untuk melaksanakan bulan madunya yang sudah di siapkan oleh papa Bram
tersisa lah Angel dan papanya yang sedang duduk di depan televisi, Angel menyenderkan kepalanya di lengan papanya
Angel tidak pernah menganggap papa Bram adalah papa tiri baginya papa Bram adalah papanya, bahkan dengan papa kandung nya pun Angel jarang untuk berkomunikasi
" kakak kamu sudah nikah kamu kapan mau menyusul ? " tanya papa Bram membuka obrolan
" pah... kan pernikahan aku sudah batal, jangan suruh aku nikah lagi dong sama pilihan papa " jawab angel sambil duduk dengan benar dan menghadapkan wajahnya yang sedang cemberut ke papanya
" apa ada cowok yang kamu suka ? " tanya papa Bram dan Angel pun hanya terdiam menundukkan kepalanya dan papa Bram pun mengerti
" kenapa kemarin kamu terima waktu papa mau jodohin kamu ke Rangga ? " tanya papa Bram heran
" Angel ga mau bikin papa kecewa " jawab Angel lirih
" ya ampun Angel untung aja kejadiannya kaya sekarang, papa jodohin kamu ke Rangga karena papa pikir Rangga itu pria yang baik untuk jaga kamu " jawab papa Bram Angel pun terdiam lagi
" trus mana cowok yang kamu suka bawa dong, kenalin sama papa, masa ga mau dikenalin ke papa " lanjut papa Bram
" gimana mau di kenalin ke papa, aku aja di tolak sama dia " jawab Angel lesu, papa Bram pun tertawa mendengar ucapan Angel
" masa anak papa yang cantik ini bisa di tolak cintanya " ledek papa Bram masih sambil tertawa
" ya karena aku anak papa, makanya aku di tolak " ucap Angel papa Bram pun hanya diam dia mulai mengerti arah omongan Angel
" akh... udah akh... malas aku ngomong sama papa, di ledekin terus, aku mau ke kamar dulu pah " ucap Angel dan mulai berdiri
" bilang sama dia asal dia bisa buat kamu bahagia papa akan restui hubungan kalian " ucap papa Bram dengan yakin sambil menatap wajah Angel
cup... sebuah ciuman di berikan Angel kepada papanya
" makasih pah, aku sayang papa " ucap Angel lalu berlari ke arah kamarnya
__ADS_1
Angel yang sudah berada di kamarnya mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang mengajak orang itu bertemu, Angel pun bergegas bersiap untuk pergi ke tempat yang sudah ditentukan
sesampainya disana Angel langsung menghampiri seorang pria yang sedang duduk di sebuah bangku di taman itu
" udah lama belum Wan ? " tanya Angel, orang itu adalah Irwan anak dari karyawan papanya
" belum kok " jawab Irwan
Angel langsung duduk di samping pria itu, mereka berdua pun saling diam cukup lama, hingga akhirnya Irwan membuka suara
" kenapa kamu suruh aku kesini ? " tanya Irwan
" ya ampun gitu amat, ga ada apa-apa si kangen aja sama kamu " jawab Angel dengan santai dan tersenyum
" kalau ga ada keperluan apa-apa ya sudah aku pergi dulu " ucap Irwan dan sudah mulai berdiri
" papa udah kasih izin " ucap Angel dengan cepat
" maksud kamu apa si ? " tanya Irwan dan kembali duduk
" kamu bilang dulu kamu ga mau terima perasaan aku karena papa kan, papa sudah kasih izin asal kamu bisa bikin aku bahagia papa kasih restunya " jawab Angel
" tapi kan minimal kita harus perjuangkan perasaan kita " ucap Angel lirih
" aku ga bisa sama kamu !! masa kamu ga bisa ngerti !! " ucap Irwan berteriak
" jadi maksud kamu, waktu kamu nolak aku alasannya papa itu bohong, sebenarnya kamu memang ga mau terima perasaan aku kan ? " ucap Angel dengan mata yang sudah merah menahan tangisnya
" maaf " ucap Irwan
" ok.. aku ngerti, mulai sekarang aku janji aku ga akan pernah ganggu kamu lagi " ucap Angel dan pergi dari tempat itu meninggalkan Irwan sendirian
" aku ga pantas buat kamu Angel kamu terlalu tinggi, tapi aku akan selalu ada buat jagain kamu " ucap Irwan dalam hatinya melihat kepergian Angel
Angel yang sedih kembali ke rumah papa Bram, sesampainya di rumah angel langsung berlari ke kamarnya, papa Bram sudah berusaha memanggil tapi tak dihiraukan oleh Angel
" dasar anak muda " ucap papa Bram dalam hatinya
__ADS_1
berbeda dengan Angel yang sedang bersedih, Mita dan Rangga sedang berbahagia, mereka baru saja tiba di luar negeri setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh dan lama, akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat saja hari ini di hotel
hari sudah menjelang malam, Rangga pun bangun dari tidur nya dan meraba kasur disebelahnya mencari keberadaan istrinya dan tidak ada siapapun, Rangga membuka matanya melihat istrinya sudah berada di balkon luar kamar, dia pun menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang dan menaruh wajahnya di samping wajah istrinya
" mikirin apa sayang ? " tanya Rangga
" ga ada sayang, aku cuma benar-benar ga pernah menyangka kalau aku akan ada disini sama kamu " jawab Mita sambil mengelus pipi suaminya
" aku juga sayang, makasih ya kamu ga pernah menyerah dengan hubungan kita " ucap Rangga di telinga Mita lalu mengecup pipi Mita
Mita pun membalikkan badannya dan membalas pelukan Rangga
" aku benar-benar bahagia bisa miliki kamu seutuhnya " ucap Mita di balas kecupan di ujung kepala Mita
esoknya setelah sarapan Angel sudah bersiap untuk kembali ke luar negeri mempersiapkan semua keperluan untuk kelulusannya, dia hanya pulang untuk menghadiri pernikahan kakaknya
papa Bram pun mengantar Angel ke bandara, sesampainya di bandara Irwan sudah berada di sana menunggu kedatangan Angel, Angel hanya diam saat melihat Irwan tidak seperti biasanya
" aku masuk dulu pah " kata Angel lalu memberikan ciuman di pipi papanya dan langsung meninggalkan papanya dan Irwan begitu saja
" kalau gitu saya masuk dulu pak " ucap Irwan sopan
" kalau kamu memang suka kamu perjuangkan, kalau kamu ga suka saya bisa jamin dia akan dapat pengganti kamu " jawab papa Bram
Irwan hanya terdiam dia bingung harus menjawab apa, Irwan tidak bisa pungkiri dia sangat mencintai Angel tapi dia tidak punya keberanian untuk berharap
" saat ini saya sudah tidak membutuhkan apa-apa lagi, saya hanya membutuhkan orang yang bisa menjaga dan membahagiakan anak saya " lanjut papa Bram
" saya mengerti pak, terima kasih pak " ucap Irwan dengan senyuman di bibirnya, karena dia sudah melihat lampu hijau dari orang yang selama ini menjadi panutan baginya
" sudah sana susul nanti keburu dia memilih orang lain " jawab papa Bram
" kalau gitu saya permisi pak " jawab Irwan dan dia mulai masuk untuk menyusul Angel
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😊
__ADS_1
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar....