Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Hati Siska Yang Sebenarnya


__ADS_3

" Maaf " lirih Bastian mulai melepaskan pelukannya


Siska hanya bisa terdiam kaku tak pernah terbesit sedikit pun di dalam pikirannya bila Bastian akan berada di hadapannya dan memeluknya apalagi mengucapkan kata-kata yang tak ingin dia dengar tersebut


" Aku udah pergi sebelum kamu ucapkan kata-kata itu lagi Bas, kenapa kamu malah datang cari aku kalo cuma buat bilang itu ? "


Siska berpikir bila kata maaf dari Bastian adalah kata maaf yang sama seperti dulu, ucapan yang di lontarkan oleh Bastian setelah mereka berhubungan intim lalu Bastian meninggalkan Siska begitu saja


Mereka pun masuk ke dalam apartemen Siska, Siska mempersilakan Bastian ke ruang tamu dan dia pun mengambil minuman lalu ikut duduk di ruang tamu, Bastian menatap heran ada beberapa tas dan koper yang sudah terisi dan tersusun rapi


" Kamu mau pergi ? " Siska hanya menjawab dengan anggukan kepalanya


" Mau kemana ? "


" Aku udah putusin mau balik ke sana lagi nanti malam "


Entah mengapa ada perasaan sakit yang di rasakan oleh Bastian di dalam hatinya walaupun dia sendiri belum tau perasaan apa itu


" Kenapa ? " menatap serius


" Ga apa kok, aku cuma ga bisa ada di sini lagi " melepaskan senyuman yang di paksakan


" Apa ga ada satu pun alasan yang bisa buat kamu tetap bertahan di sini ? "


" Udah ga ada lagi yang bisa aku perjuangkan di sini Bas " lirih sambil menundukkan kepalanya


Mendengarkan jawaban dari Siska Bastian langsung menggenggam erat kedua tangan Siska, dia berharap kata-kata itu akan di rubah oleh sang pemilik


" Apa aku juga ga bisa kamu jadikan alasan supaya kamu tetap ada di sini ? "


Mendengar ucapan dari Bastian Siska hanya bisa terdiam dan menatap kedua mata Bastian, Siska berusaha mencari kebenaran dari apa yang di ucapkan oleh Bastian, sedangkan Bastian yang melihat Siska hanya diam langsung memeluknya


" Tolong jangan pergi, aku tau aku banyak berbuat salah sama kamu, aku harus jujur sama kamu aku belum mencintai kamu sepenuhnya, tapi tolong kasih aku kesempatan aku akan belajar untuk mencintai kamu seutuhnya " Siska hanya bisa diam seribu bahasa seolah otaknya tak dapat mempercayai apa yang sudah dia dengar


" Aku akan berusaha bikin kamu bahagia "


Siska yang mendengar ucapan Bastian tiba-tiba saja hatinya menjadi haru dan akhirnya Siska pun menangis dengan hebat di dalam pelukan Bastian, dia dapat meluapkan semua perasaan yang dia simpan rapat-rapat selama ini

__ADS_1


" Kamu jahat Bas "


" Ya aku tau aku jahat Sis, jadi aku mohon kamu tetap di sini kasih aku kesempatan untuk menebus semua kesalahan aku selama ini " Bastian semakin mengeratkan pelukannya


Siska dapat merasakan kehangatan dari pelukan seorang Bastian pada saat itu, perlahan Bastian mulai melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Siska dari pipinya


" Kita mulai semuanya dari awal ya " dengan yakin


Mendengar itu Siska pun menganggukkan kepalanya tanda setuju, dalam sekejap Siska melupakan semua rasa sakit di dalam hatinya karena perbuatan seorang Bastian, Bastian pun tersenyum dan mencium kening Siska dengan lembut seolah memperlakukan Siska adalah barang berharganya


" Apa sekarang kamu udah punya alasan untuk tetap tinggal ? "


Bastian hanya ingin memastikan dia tidak akan kehilangan gadis yang ada di hadapannya saat ini, Siska pun membalas dengan anggukan kepalanya, Bastian kembali memeluk Siska dengan erat dan sekali ini Siska pun membalas pelukan dari Bastian


" Terima kasih sayang, tolong sabar tunggu aku " Bastian mencium ujung kepala Siska


Siska tak bisa mengucapkan apapun dia seperti kehabisan kata-kata dari bibirnya karena serangan Bastian yang bertubi-tubi, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya di dalam pelukan Bastian, dan inilah pertama kali Bastian memanggil seorang wanita dengan kata sayang


Bastian mulai mengisi hari-harinya dengan kehadiran Siska, hampir di semua acara dan pertemuan Siska akan selalu setia berada di samping Bastian


Bastian pun mulai membawa Siska berkumpul dengan teman-temannya, walaupun Bastian dan Siska tidak akan lama berada di situ bila ada Adit, bagaimanapun juga si gunung es tetap mempunyai peraturannya sendiri


Hanya Adit yang terlihat cuek dan tidak perduli dengan apa yang dia lihat, seorang wanita yang hampir saja menjadi istrinya dan kita tengah menjalin hubungan dengan sepupunya


Bastian mulai mengenalkan Siska kepada kedua orang tuanya dan tidak mendapat kendala apapun, walaupun pada awalnya Bastian mendapatkan banyak pertanyaan dari kedua orang tuanya, bagaimanapun juga perempuan yang di bawa oleh Bastian adalah perempuan yang hampir menikah dengan keponakan mereka sendiri


Satu persatu masalah pun sudah mereka berdua selesaikan, Bastian dan Siska pun akhirnya memutuskan untuk cepat menikah karena mereka adalah dua orang insan yang sudah cukup dewasa, jadi mereka tidak ingin melakukan hal itu terus tanpa sebuah ikatan yang resmi, kini mereka berdua sedang duduk di ruang tamu apartemen Bastian


" Sayang kapan kamu pertama kali suka sama aku ? " dengan wajah menggoda


" Kapan ya aku juga bingung " jawab Siska dengan memasang wajah polos membuat Bastian melotot dan mulai mengelitik Siska


" Udah.. Udah... Sayang " sambil tertawa kegelian, Bastian pun menghentikan ulahnya


" Makanya jawab yang benar dong sayang "


" Kamu mau aku jawab jujur ? " Bastian pun menganggukkan kepalanya

__ADS_1


" Waktu kamu kasih aku bunga "


" Bunga ? " Bastian menunjukkan ekspresi bingung


" Waktu dulu kamu janjian sama salah satu pacar kamu dan ga jadi, itu pertama kali aku suka sama kamu "


" Oh.. Ya aku ingat, tapi kan waktu itu kamu udah pacaran sama Adit "


" Ya, kan kalian juga pasti tau gimana perjuangan aku untuk memenangkan hati Adit ? tapi beda saat kami udah pacaran perasaan aku ke dia malah hilang "


" Kok bisa ? "


" Mungkin karena Adit ga pernah perhatian ke aku jadi perasaan aku ke Adit benar-benar hilang "


" Kamu tau ga sebelum papanya Adit meninggal dan perusahaan Adit goyang ? aku memang udah memutuskan untuk pergi, karena saat itu hati aku udah bukan punya Adit tapi punya lelaki yang kasih bunga bekas ke aku "


" Apa itu juga alasan kamu mau melakukan itu sama aku dulu ? " di jawab anggukkan kepala oleh Siska


Bastian pun langsung memeluk tubuh Siska dengan erat sekarang dia sudah benar-benar yakin dengan perasaannya, dia tidak akan pernah melepaskan wanita yang ada di dalam pelukannya saat ini


" Makasih sayang, aku janji mulai detik ini aku akan buat kamu bahagia dan ga akan pernah kecewain kamu " Bastian mencium ujung kepala Siska


Mereka berdua pun memutuskan untuk saling jujur tentang masa lalu mereka masing-masing, terungkap lah alasan Siska kembali ke kota itu adalah tante Linda yang memintanya, tetapi tante Linda hanya mengatakan Adit sedang depresi di tinggalkan oleh istrinya yang berselingkuh


Bastian pun menjelaskan semua permasalahannya dari awal, dan alasan Bastian menatap benci terhadap Siska saat bertemu di rumah tante Linda, Bastian berpikir awalnya Siska ikut terlibat di rencana penjebakan Cindy


Bastian juga menceritakan kehadiran Cindy di depan rumah tante Linda saat hari pernikahan Siska dan Adit, yang membuat Cindy yakin untuk pergi dan tidak ada kabar sama sekali sampai saat itu


Siska yang mendengar semua kejadian itu benar-benar menyesal ikut terlibat, dan dia berharap suatu saat nanti bisa bertemu Cindy untuk meminta maaf


Tak lupa Bastian pun menceritakan semua keburukannya di masa lalu karena Bastian ingin memulai semuanya dengan kejujuran, Siska pun terkejut awalnya tapi entah karena Siska itu memang bodoh atau dia terlalu mencintai lelaki yang akan menjadi suaminya itu Siska menerima semua keburukan masa lalu Bastian


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 😊


Kalo bisa berikan vote 🤭

__ADS_1


Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗


__ADS_2