Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Sesuai Dugaan


__ADS_3

Lena mengasingkan diri ke tempat yang jauh dan terpencil tak ada satupun yang mengenalinya di sana, dia menanggalkan nama asli dan pekerjaan yang sesungguhnya. Untuk sementara baginya bangkit dari masa lalu jauh lebih penting


Lena berusaha sekuat tenaga melupakan segala kenangan manis dan pahitnya kepada Alvian, lain hal dengan orang-orang di perkotaan besar semua sedang berlomba mencari di mana keberadaan dirinya. Sebagian mencari untuk membuat perhitungan dan sebagian lagi mencari untuk melindungi dirinya


Prang... Sebuah cangkir melayang tepat di samping seseorang yang tetap berdiri tegap di dalam ruangan tersebut


" Kalian mencari seorang wanita aja ga becus " dingin dan tatapan membunuh


" Maaf pak kami akan berusaha lebih keras "


" Saya hanya mau mendengarkan kabar baik, secepatnya temukan wanita itu "


" Baik pak, saya permisi dulu pak " pria tersebut meninggalkan ruangan itu


" Sekarang gimana Dit ? "


" Lo tenang aja, gw akan suruh kerahin lebih banyak orang buat cari dia "


" Makasih ya Dit, gw cabut dulu hari ini Alvian pulang dari rumah sakit "


" Secepatnya gw kasih kabar ke lo " Bastian meninggalkan ruang kerja Adit


Bastian melajukan mobilnya ke arah rumah sakit, di sana sudah ada Zahra dan Siska yang sedang merapikan segala barang dan keperluan Alvian untuk pulang


Mereka kembali ke kediaman Bastian bersama, satu hal yang mereka tak sadari adalah sepasang mata terus memperhatikan mereka dari kejauhan


" Bagaimana rasanya di tinggalkan orang yang kita sayang ? aku akan buat keluarga kalian lebih menderita lagi " tersenyum jahat


" Halo "


" Kami lagi ikutin perempuan itu pak, sekarang dia lagi dia rumah sakit "


" Selama dia ga bertindak sesuatu yang membahayakan biarin aja, awasin terus semua kegiatan dia "


" Baik pak " memutuskan sambungan teleponnya


Ternyata itu adalah salah satu orang suruhan David yang sedang mengikuti wanita yang ada di dalam foto bersama Alvian


" Biar aku aja tante yang anter Vian ke kamar, tante istirahat aja dulu "


" Makasih ya sayang " tersenyum


Zahra mengantarkan Alvian ke dalam kamarnya, sesampainya di dalam kamar Alvian meminta Zahra untuk menutup pintu kamarnya


" Apa ada kabar ? "


" Maaf belum ada " mendudukkan dirinya di tepi ranjang


" Kita harus cepet temuin dia Ra "


" Aku ngerti kok Vian " menatap bingung


" Kenapa Ara ? " memalingkan wajahnya

__ADS_1


" Tolong ceritain semuanya ke aku yang kalian tau "


" Apa kamu ga inget apapun kejadian malam itu ? " ragu-ragu


" Aku malem itu jalan sama temen kantor, dia juga tau kok "


" Terus apa yang kamu lakuin setelah itu ? "


" Aku beneran ga inget, waktu bangun aku udah di kamar hotel "


" Apa sebaiknya aku bilang aja sama Vian ya ? tentang semua yang ada di handphone dia "


" Zahra Pratama kalo kamu masih anggap aku sebagai keluarga kamu, ceritain semuanya sekarang " dengan tegas Zahra hanya bisa membuang nafas dengan kasar


" Dasar anak tengil, lagi begini aja masih bisa sombong gitu gaya ngomong nya "


" Jadi David minta orang buat balikin data di handphone kamu " Alvian mendengarkan dengan seksama


" Dia temuin sesuatu di handphone kamu " Zahra tampak ragu untuk melanjutkan ceritanya


" Apa yang dia temuin ? "


" Ada beberapa pesan kamu yang kurang baik sama Lena, dan beberapa foto yang.. "


" Ra tolong jangan setengah-setengah kalo cerita " menatap tajam


" Ada foto kamu sama perempuan di dalam kamar hotel "


" Enggak..!! Ga mungkin aku lakuin itu Ra, aku cuma jalan sama teman laki-laki semua "


" Ara " menatap tajam


" Ya maaf.. Kamu tenang dulu ya, David lagi cari info tentang perempuan itu "


" Apa kata-kata di pesan itu nyakitin perasaan Lena ? " lirih


" Kalo David lakuin hal itu, mungkin aku juga akan lakukan hal sama dengan Lena " memegang pundak Alvian


" Kurang aj*r, siapa orang berani merencanakan hal kayak gini " rahangnya mengeras


" Kamu tenang dulu Vian, David lagi cari semua info tentang perempuan itu "


" Tolong aku ya, cepet temuin dia sebelum papa dan om Adit temuin dia duluan "


" Kamu tenang aja ya, kita akan lindungi Lena " David hanya bisa menundukkan kepalanya


" Aku minta maaf ya sayang, aku udah sakiti perasaan kamu. Aku janji akan berusaha untuk cari kami, aku akan lindungi kamu "


" Makasih ya " Zahra hanya membalas dengan senyuman


Lena di tempat nan jauh di sana membuka sebuah usaha kecil-kecilan, baginya dia harus menutupi jati dirinya yang sesungguhnya. Dia membuka sebuah warung kecil untuk menyambung hidup


Dia jalani hari demi hari dengan seperti itu, ada beberapa pria di tempat itu yang berusaha untuk mendekati dirinya. Tetapi sayang hati Lena sudah di miliki sepenuhnya oleh seorang Alvian Pratama

__ADS_1


Alvian mulai melakukan terapi untuk bisa berjalan kembali, dia hanya berharap agar dapat segera menggunakan kakinya untuk bisa kembali berjalan karena dia harus segera menemukan Lena sebelum keluarga Pratama


Zahra kembali ke kediamannya setelah David pulang kerja dan menjemput dirinya, mereka kembali ke kediamannya. Mereka secara bergantian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan makan malam bersama


Seperti biasa setelah makan malam David akan berbincang menghabiskan waktu bersama dengan istri tercintanya, seorang wanita yang mengubah kehidupannya


" Gimana sayang, apa udah kabar keberadaan Lena ? "


" Sabar dong sayang " mencubit hidung Zahra


" Jangan papa dan om Bastian yang berhasil temuin Lena duluan sayang " lirih


" Kamu tenang aja, siapapun yang temuin Lena duluan kita pasti tau " Zahra mengerutkan keningnya


" Udah kamu tenang aja ya " mencium ujung kepala Zahra


" Masalah perempuan itu, gimana sayang ? "


" Besok hasilnya keluar nanti aku langsung kasih tau kamu ya " memeluk tubuh David dengan erat


" Makasih ya sayang " membalas pelukan Zahra dan kembali mencium ujung kepalanya


" Ga perlu ucapin itu sayang, aku yang harus selalu ucapin itu ke kamu. Kamu yang udah berhasil membuat aku berani untuk melangkah "


Pagi pun menyapa hari itu Zahra bersikeras mengikuti suaminya pergi ke kantor agar tak melewatkan waktu sedikit pun saat hasil tes tersebut keluar


Tok.. Tok.. Tok..


" Masuk "


" Permisi pak saya mau menyerahkan ini pak, hasilnya sudah keluar " menyerahkan sebuah amplop


" Ok.. Kamu bisa keluar " orang tersebut keluar dari ruangan David, Zahra langsung mendekati suaminya


" Buka sayang " David hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku Zahra


Mereka pun membuka amplop tersebut dan Zahra langsung terkejut membaca hasilnya, sedangkan David hanya biasa saja sambil tersenyum tipis


" Sesuai dugaan gw "


" Kok kamu kayak biasa aja sih ? " David berdiri dan mencium pipi Zahra


David mulai menceritakan semua hal yang telah dia lakukan di belakang Zahra, setelah David memerintahkan untuk mencari tau tentang wanita tersebut. David mendapatkan sebuah berita bahwa wanita tersebut adalah seorang anak yang lahir tanpa seorang ayah sama seperti dirinya


David kembali memutuskan untuk menggali lebih dalam tentang wanita tersebut, dia di lahirkan oleh seorang wanita yang bekerja di tempat hiburan malam. Dan pernah menjalin hubungan dengan seorang Bastian Pratama


Hal tersebut yang membuat David memerintahkan kepada anak buahnya untuk melakukan tes DNA kepada wanita tersebut dan Alvian, apakah mereka dari ayah yang sama ? walaupun dengan cara mencuri di kediaman wanita tersebut


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗


Kalo bisa bantu vote 🤭

__ADS_1


Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗


__ADS_2