
Pria tersebut membantu memapah tubuh Andin keluar dari tempat tersebut, sedangkan Andin yang sudah mabuk berat mengeluarkan seluruh isi perutnya ke bajunya dan baju pria tersebut
" Akh...!! Lo jadi perempuan jorok amat sih " Andin hanya bisa terdiam menahan rasa mual dan pusing
Dengan hati yang kesal pria tersebut tetap memasukkan tubuh Andin ke dalam mobil mewah miliknya, dan dia pun bersiap di belakang kemudi mobilnya
" Woi.. Lo mau gw anter ke mana ? " menepuk lengan Andin
" Kemana aja, asal jangan ke rumah "
" Dasar perempuan b*doh cuma gara-gara si tengil aja jadi begini. Lagian kenapa juga harus ketemu dia jadi bikin susah gw aja, jadi rusak rencana kencan gw malam ini. Tapi kan ga mungkin juga dia gw telantarin gitu aja tadi "
Ternyata pria tersebut adalah Reno anak dari Bagas, bagaimanapun juga mereka seluruh anak empat sekawan sudah saling kenal dan dekat dari semasih kecil
Dan rata-rata dari mereka memiliki watak yang sama dari orang tua mereka, Zahra yang terlahir memiliki sifat dari seorang Cindy, Alvian yang memiliki sikap tengil dan usil seperti seorang Bastian tetapi sifat playboy dari Bastian tidak di turunkan, ada Reno anak dari seorang Bagas yang terkenal paling playboy antara mereka berempat, dan ada Andin anak dari seorang Rangga yang terkenal paling baik hati antara anggota empat sekawan
" Apa gw bawa ke hotel aja ya " Reno mengerutkan keningnya
" Akh.. Nanti kalo dia kenapa-napa gw jadi di salahin sama papa dan om Rangga lagi "
Pletak... Sebuah sentilan yang sangat kuat mendarat di kening Andin, Andin yang sudah tak berdaya hanya bisa memberikan tatapan membunuhnya ke arah Reno
" Kenapa ? itu hukuman buat lo udah bikin gw susah malam ini "
" Makasih ya Ren " Andin tersenyum dengan tulus
" Lagian kenapa sih lo terlalu b*doh tunggu dia segitu lama ? dan ga pernah mau liat ke arah lain dari dulu "
" Ucapan terima kasih lo ga ada gunanya buat gw, lo udah hancurin acara kencan gw malam ini "
" Dasar laki-laki b*jingan "
Beberapa kali suara dering ponsel Reno berbunyi, Reno hanya melirik sesaat dan mengabaikan panggilan telepon tersebut
__ADS_1
" Maaf sayang malam ini aku bisa temani kamu, gimana juga cewe b*doh ini ga mungkin aku telantarkan gitu aja "
Reno terus melajukan mobilnya kembali ke apartemennya, dan begitu dia sampai di area parkir ternyata Andin sudah tertidur dengan pulas akibat mabuknya
Dengan memasang wajah kesal dan terpaksa Reno mengangkat tubuh mungil Andin dan membawanya masuk ke dalam apartemennya, begitu sampai di dalam apartemennya Reno merebahkan tubuh Andin di atas ranjang miliknya
" Aduh baju anak ini kena muntah semua, tapi gimana cara gw ganti baju anak ini ? "
Untuk pertama kalinya Reno membuka pakaian seorang wanita dengan gugup dan perasaan bersalah, padahal selama ini hidup Reno hanya di habiskan dengan bekerja dan bermain dengan para wanita pemuas nafsunya
Setelah selesai menggantikan pakaian Andin dengan salah satu bajunya Reno menutup tubuh Andin dengan selimut, Reno keluar dari dalam kamar dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya
Selesai membersihkan diri Reno sempat kembali ke dalam kamar dan menatap wajah Andin dengan perasaan sedikit sedih melihat keadaan gadis tersebut
" Apa suatu saat nanti akan ada wanita yang bisa tulus sama gw sampe jadi wanita b*doh kayak dia ? "
Tersimpul senyuman tipis di bibir Reno, setelah puas memandangi wajah Andin Reno pun memutuskan untuk keluar dari dalam kamar, Reno memilih untuk tidur di atas sofa ruang tamu apartemennya. Untuk pertama kalinya Reno tak menyentuh wanita yang sudah tidak berdaya di hadapannya
" Pergi jauh dari pikiran gw, gw ga butuh perempuan yang hatinya untuk orang lain "
Dan akhirnya dengan bersusah payah Reno dapat terlelap dan masuk ke dalam mimpinya, di sana dia dapat melihat dirinya sedang berjalan dengan seorang gadis. Dia menggenggam tangan dari gadis tersebut dan gadis itu menoleh ke arahnya lalu tersenyum, dan gadis tersebut adalah Andin sang pemilik hatinya sedari lama
Hingga mimpi indahnya terbuyarkan oleh suara bel yang terus saja berbunyi hingga membuat dirinya terjaga dari tidurnya, dengan perasaan yang kesal dia memaksa dirinya untuk duduk. Bagaimana tidak dia baru saja kehilangan acara kencan, dan kini dia baru saja terlelap sudah di ganggu
" Akh.. Siapa sih datang jam segini ? " Reno melirik ke arah jam dan masih menunjukkan jam empat pagi
Dengan perasaan yang sangat kesal Reno melangkahkan kakinya ke arah pintu dan membuka pintu apartemennya, bugh... Sebuah bogem mentah mendarat mulus di pipi Reno membuat dia tersungkur ke lantai
" Woi... Apa-apaan sih lo..!! "
Pria tersebut mencengkram baju yang di gunakan Reno, dan tampak kemarahan dari wajah mereka yang ada di situ
" Gw ga perduli lo mau sebajingan apapun sama perempuan lain, tapi jangan sama saudara gw " menatap tajam
__ADS_1
" Lepasin..!! " Reno menepiskan tangan tersebut
" Dasar laki-laki b*jingan..!! " Pria tersebut kembali melepaskan tinjunya ke wajah Reno
" Udah sayang, gimana juga kita harus hargain om Bagas " Rangga memegang tubuh anaknya
" Lo harusnya terima kasih sama gw, kalo ga gara-gara gw saudara lo pasti udah ga tau jadi apa..!! " Reno mulai bangkit
Mendengar ucapan dari Reno membuat Mita yang sebagai seorang ibu langsung tak dapat lagi menahan amarahnya, dan tiba-tiba saja plak.. Sebuah tamparan mendarat di pipi Reno
" Kamu jaga ucapan kamu kalo bicara, kamu fikir anak saya perempuan apaan ? "
" Akh... Kenapa gw jadi yang s*al gini sih ? niat gw cuma mau jaga dia, kenapa jadi gw yang apes ? "
Mendengar ada suara gaduh dari arah luar Andin tersadar dari tidur lelapnya, Andin keluar dari dalam kamar dengan memakai pakaian yang sudah di ganti oleh Reno
" Mah... " panggil Andin yang masih belum sadar dengan keadaan yang terjadi
Dan tiba juga di tempat itu Bagas dan Wulan, mereka semua langsung menatap ke arah Andin yang sedang tampak kucel dan memakai pakaian rumah milik Reno. Wulan melangkahkan kakinya menuju ke arah anaknya
Plak... Tamparan yang sangat keras di dapatkan lagi oleh Reno, Wulan menatap Reno dengan penuh kekecewaan
" Mama ga pernah larang apapun yang ingin kamu lakukan, mama yakin akan ada saatnya kamu seperti papa kamu berubah. Tapi mama sangat kecewa sekali ini sama kamu " kata-kata itu terlontar dengan kekecewaan
Sedangkan Andin sangat terkejut melihat itu semua, dia bingung melihat Reno yang sudah babak belur dan semua orang menatap ke arahnya dengan tatapan yang aneh
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
Mampir yuk kak ke karya terbaru aku ðŸ¤
" Hati Seorang Wanita "
__ADS_1