
Mita membantu Cindy untuk duduk di ruang tamu lalu dia memberikan segelas air putih agar membantu sahabatnya itu menjadi lebih tenang, sedangkan Rangga mencoba menghubungi Bastian
Tut...Tut...Tut...
" Halo "
" Bro Adit baru dari sini "
" Serius lo ? tapi dia ga ketemu kan sama Cindy ? " tanya Bastian mulai panik
" Gw udah suruh mereka berdua diam di kamar, tapi mereka keluar waktu dengar Adit pukul gw "
" Trus apa Adit lost control ? "
" Ya lo tau lah gimana Adit "
" Gw juga tadi kelepasan bro akhirnya "
" Udah ga usah di pikirin gw paham, untung lo yang di sana kalo seandainya gw yang di sana pasti makin panjang urusannya "
" Gw tadi mau kasih tau Adit kalo Cindy lagi hamil, tapi Cindy larang gw "
" Ya pasti dia punya alasannya sendiri, gw kesitu ya gw mau liat keadaan Cindy "
Entah mengapa saat itu Bastian merasa benar-benar ingin berada di samping Cindy, dia ingin memberikan Cindy kekuatan dan agar Cindy tahu bahwa dia tidak sendirian
" Ga usah bro biar dia tenang dulu, gw telpon lo supaya lo ajak Bagas cari tuh anak gw takut nanti dia lakuin hal bodoh "
" Ok " jawab Bastian dengan sedikit perasaan kecewa, mereka pun memutuskan sambungan teleponnya
Rangga pun keluar dari dalam kamarnya, ikut bergabung bersama istrinya dan istri dari sahabatnya itu
" Kenapa lo ga izinin Rangga buat kasih tau Adit tadi Cin ? " tanya Mita sambil terus menggenggam tangan sahabatnya, Cindy pun hanya menjawab dengan gelengan kepalanya
" Kenapa ? "
" Pasti dia akan bilang anak ini bukan anak dia " jawab Cindy tertunduk, Mita yang merasa iba dengan sahabatnya itu memeluk nya dengan erat
" Gw ga pernah sangka nasib lo akan begini Cin, kalo gw tau Adit akan berbuat begini. Apapun alasannya gw akan berusaha halangi kalian berdua menikah "
" Ingat omongan gw di rumah sakit ya " Mita sambil mengelus punggung Cindy
" Ya udah Cin mending kamu istirahat ya, gimana juga kamu harus pikirkan keadaan bayi yang ada di kandungan kamu " Rangga menatap ke arah Cindy dan di jawab anggukkan oleh Cindy
Mita pun mengantar Cindy ke dalam kamarnya, setelah Cindy berbaring Mita menggenggam tangan sahabatnya itu
__ADS_1
" Lo harus kuat ya, apapun yang terjadi gw akan tetap ada di samping lo " Cindy pun membalas dengan tersenyum
Mita meninggalkan Cindy dan kembali ke dalam kamarnya, ikut merebahkan tubuhnya di samping tubuh suaminya lalu memeluk erat tubuh suaminya, Rangga yang mengerti perasaan istrinya itu membalas pelukannya dan mencium ujung kepala Mita
" Udah kamu juga jangan terlalu sedih, nanti malah kamu jadi sakit " Rangga mencoba membuat tenang istrinya yang sedang menangis hebat di pelukannya
Akhirnya Mita bisa meluapkan semua kesedihannya di dalam hatinya, sedari awal dia berusaha untuk terlihat tegar agar sahabatnya itu bisa kuat, mereka berdua pun tertidur lelap tanpa ada yang ingat bahwa ini adalah malam pertama mereka
Sedangkan Bastian dan Bagas meluncur ke suatu bar tempat tongkrongan mereka dulu sebelum pindah ke karaoke xx, di sana sudah duduk seorang pria tampan dan kaya raya dengan keadaan yang sudah mabuk berat siapa lagi kalau bukan Adit
" Woi balik " Bastian sambil menendang kaki Adit
" Sabar bro " ucap Bagas melihat apa yang di lakukan Bastian
" Emosi gw liat ni orang, kalo aja bukan teman baik gw. Udah gw kerjain ni orang " ucap Bastian dengan menggebu
" Udah akh bro, kita ke sini mau bawa dia balik "
Ya karena Bagas yakin dengan ucapan Bastian, bila masalah kekayaan mungkin Bastian akan kalah jika di bandingkan dengan Adit, tapi bila masalah untuk menjatuhkan Adit seorang Bastian akan punya seribu cara
Mereka berdua pun membawa Adit keluar dari bar itu, tanpa mereka sadari ternyata ada sepasang mata yang memperhatikan mereka terutama ke arah Adit
" Kita bawa kemana ni orang ? " tanya Bastian di belakang kemudi mobilnya
" Enggak..!! Gw ga mau ke situ " ucap Adit dalam keadaan mabuk
" Gw ga mau liat dia " lirih dan tiba-tiba saja air mata seorang Adit jatuh mengalir
" Lo ke apartemen gw aja ya "
" Anterin gw ke rumah nyokap aja " jawab Adit sambil melambaikan tangannya khas orang mabuk
" Gimana ni ? " menoleh ke arah Bastian
" Kenapa ? biar aja tante Linda liat keadaan anaknya " dengan santai
Selama perjalanan di dalam mobil tersebut Adit terus-menerus berteriak tidak jelas memanggil nama Cindy, sesampainya di sana walaupun sudah melewati tengah malam dengan mudah penjaga membuka gerbang saat melihat mobil Bastian, bagaimana pun juga dia adalah salah satu keluarga besar Pratama
Bastian dan Bagas memapah Adit menuju ke kamarnya, Adit masih saja terus berteriak memanggil nama Cindy, karena mendengar suara keributan tante Linda dan Siska pun keluar dari dalam kamarnya
" Bastian kenapa Adit ? " panik
" Ga tau aku temuin dia udah gini, nanti tante tanya aja sendiri sebenarnya dia lagi punya masalah apa ? sampai jadi bodoh gini " jawab Bastian menyindir perempuan yang ada di hadapannya itu
Entah mengapa Bastian yakin ini pasti perbuatan tantenya, dan tante Linda pun hanya bisa terdiam, Bastian dan Bagas terus memapah Adit masuk ke dalam kamarnya dan melemparnya ke atas kasur
__ADS_1
" Udah ayo cabut, malas gw lama-lama di sini " Bagas menjawab dengan anggukan kepalanya dan mereka berdua pun berjalan keluar dari dalam kamar Adit
Tante Linda pun bergegas masuk ke dalam kamar Adit dan membawa segelas air putih hangat, sedangkan Siska hanya berdiri diam mematung di depan pintu kamar Adit
" Gw ingetin lo jangan melewati batas.. !! " ucap Bastian penuh penekanan sambil melirik ke arah Siska
Bastian memandang Siska dengan penuh kekesalan, seakan lupa bahwa gadis itu adalah gadis yang dulu menyerahkan harta paling berharganya kepada seorang Bastian, mereka berdua pun meninggalkan rumah tersebut
" Sadis lo bro ? "
" Apanya ? " jawab Bastian dengan santai seolah-olah tidak melakukan kesalahan apapun
" Omongan lo ke tante Linda sama Siska tadi, sok polos banget lo k*mpret "
" Biarin aja gw sengaja tadi ngomong gitu ke tante Linda, lo liat sendiri kan ekspresinya "
" Iya gw juga liat "
" Kalo masalah Siska ya udah fix, pasti mereka yang merencanakan ini semua "
" Ya gw juga jadi ngerasa yakin mereka ada andil di kejadian Cindy, masa tiba-tiba sekarang tuh cewek ada di situ "
" Akh.. Udah biarin aja siapa suruh teman kita itu otaknya cuma pintar buat cari duit tapi hatinya buta kalo udah emosi " jawab Bastian kesal membayangkan keadaan Cindy
" Tapi jujur gw juga heran liat lo "
" Kenapa sama gw ? " tanya Bastian sambil melirik ke arah Bagas
" Jangan bilang kalo lo ada perasaan sama Cindy "
Hufh.. Bastian membuang napasnya dengan kasar
" Serius lo bro ? "
" Gw ga tau, awalnya memang gw suka sama dia cuma kalo sekarang kayak ada perasaan bersalah juga gw bro, gw ngerasa semua yang dia alami sekarang karena gw lepas dia buat Adit "
" Ya gw ngerti kok bro "
Sampailah mereka di apartemen Bagas, setelah Bagas turun lalu Bastian memilih untuk kembali ke apartemennya sendiri
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 😊
Maaf ya kalo masih banyak typo maklum masih belajar...
__ADS_1