
Semua mulai kembali ke kediamannya masing-masing tanpa melihat anak Bastian yang baru saja bergabung dengan keluarga besar Pratama, semua di kediaman itu sudah masuk ke dalam kamar mereka masing-masing tetapi berbeda dengan Siska dia memilih masuk ke dalam kamar Nadin terlebih dahulu
Siska mulai mendekati Nadin yang sudah tertidur dengan lelap, cukup lama Siska memandangi wajah Nadin. Siska dapat melihat dengan jelas mata Nadin yang sedikit membengkak akibat tangisan gadis tersebut
Siska membetulkan posisi selimut yang mulai berantakan dan memakaikan kembali ke tubuh Nadin, lalu dia mencium ujung kepala Nadin dengan sangat lembut
" Tolong kasih saya kesempatan untuk bisa menjadi pengganti ibu kamu, tolong kasih saya kesempatan menjadi pelindung kamu "
Siska kembali ke dalam kamarnya dan di sana Bastian sudah menunggu kehadirannya, jiwa pengacara Bastian dapat mengetahui bila Siska sedang memikirkan suatu masalah
" Dari mana sayang ? "
" Liat Nadin sayang " Siska mencoba menghindari tatapan mata suaminya dan berlalu ke ruang ganti
" Pasti ada masalah yang lagi tutupin ya sayang, aku cuma berharap masalah itu ga akan bikin kamu sedih " Bastian memutuskan untuk menyusul istrinya ke ruang ganti dan langsung memeluk tubuh Siska dari belakang
" Kamu sebenarnya kenapa ? apa anak itu bikin masalah lagi sama kamu ? " Siska hanya menggelengkan kepalanya
" Aku minta maaf ya sayang aku yang salah, secepatnya aku akan cari rumah untuk dia " secara spontan Siska langsung membalikkan tubuhnya mendengar ucapan dari Bastian
" Sampai kapanpun kamu ga boleh jauhin dia dari aku " Bastian hanya bisa mengerutkan keningnya
" Udah cukup sakit yang dia rasain walaupun aku belum tau itu apa ? aku sudah berjanji akan jadi pengganti ibunya "
" Tapi sayang... " Langsung terhenti karena melihat tatapan membunuh dari Siska
" Mulai besok kamu harus bawa dia ke kantor, dan kamu harus kenalin dia sebagai anak kamu di hadapan siapapun " penuh penekanan
" Sebenarnya ada apa sayang ? ga mungkin kamu sampai seperti ini kalo ga ada masalah apapun "
" Ya udah terserah kamu aja "
" Maaf sayang untuk sementara aku ga bisa cerita apapun ke kamu sebelum aku tau semuanya "
Sedangkan di dalam kamar lain ada sepasang pengantin baru yang sedang melakukan malam pertama mereka. Selama mereka berpacaran tak pernah sekalipun Alvian mengajak Lena untuk berhubungan badan
Alvian mencium bibir Lena dengan sangat lembut hingga ciuman tersebut menjadi ciuman yang panas, Alvian melakukan tugasnya dengan sangat baik walaupun itu adalah pertama kalinya dia melakukan hal tersebut
Alvian ingin menjadikan Lena wanita satu-satunya di dalam kehidupannya, Alvian menghargai Lena apa adanya. Mereka menghabiskan malam panjang tersebut dengan sangat panas untuk pertama kalinya
Setelah saling melepaskan segala hasrat mereka berdua, Alvian mencium ujung kepala Lena dengan sangat lembut, sedangkan Lena membenamkan wajahnya ke dada bidang Alvian
__ADS_1
" Makasih ya sayang kamu udah bersedia menjadi istri aku, sampai kapanpun kamu jangan pernah tinggalin aku lagi ya " Lena menganggukkan kepalanya di dada Alvian
Lain hal di kediaman mewah lainnya, ada Zahra yang terbangun pada tengah malam karena merasakan perutnya sangat lapar. Untuk pertama kalinya Zahra terbangun di tengah malam hanya karena lapar
" Sayang " menggoyangkan tangan David dengan manja
" Hmm... " Masih dengan mata yang terpejam
" Sayang aku ga bisa tidur " David langsung menarik tangan Zahra agar jatuh ke dalam pelukannya
" Udah malam ayo tidur lagi "
" Tapi aku ga bisa tidur sayang " dengan manja, dengan sedikit memaksa David membuka kedua bola matanya
" Kamu kenapa ? " Zahra mendongakkan wajahnya agar dapat bertatap mata dengan suaminya
" Laper " tersenyum menampakkan barisan gigi putihnya, sedangkan David hanya bisa mengerutkan keningnya
" Ya udah minta si mbak aja, kamu mau makan apa ? " Zahra menggelengkan kepalanya
" Terus ? "
" Pengen makan nasi goreng sayang tapi yang abang jualan pake gerobak "
" Ya udah deh kalo ga boleh " lirih lalu mulai menunjukkan wajah sedih dan menurunkan wajahnya
David meraba meja untuk mengambil gagang telepon yang tersambung ke dekat kamar para pelayan di rumah mewah tersebut, belum sampai berhasil Zahra langsung menarik tangan David
" Kenapa lagi sayang ? "
" Kamu mau ngapain ? "
" Mau suruh orang beliin nasi goreng untuk istri aku yang tercinta ini " mencium ujung kepala Zahra
" Ga mau kalo di beliin " David kembali mengerutkan keningnya
" Kita aja yuk jalan, kalo makan di sana masih panas pasti enak rasanya " David di buat semakin bingung oleh sikap Zahra, dia pun melirik ke arah jam dan menunjukkan pukul dua belas malam
" Kamu yakin ? ini udah tengah malam sayang " dengan cepat Zahra menganggukkan kepalanya dan tersenyum dengan sangat manis
" Aneh banget sih kamu sayang, tapi aku ga akan pernah bisa menolak permintaan dari kamu " David kembali mencium ujung kepala Zahra
__ADS_1
" Ya udah ayo kita cari "
" Makasih sayang " Zahra mencium pipi David dan langsung bangkit dari tempat tidur
Setelah memakai sebuah jaket mereka berdua pun keluar dari kediamannya untuk memenuhi keinginan seorang Zahra Pratama
" Apa ga sebaiknya kita cari rumah makan seafood aja sayang ? pasti kan lebih terjamin kebersihannya "
" Tapi aku pengen yang abang-abang gerobak sayang "
Setelah berjalan cukup jauh mereka menemukan tukang nasi goreng yang berjualan di pinggir jalan, David sempat sedikit ragu untuk membawa Zahra makan di tempat itu
" Kamu yakin sayang mau makan di situ ? " dengan bersemangat Zahra menganggukkan kepalanya, dengan berat hati akhirnya David mengikuti keinginan Zahra
Zahra memesan seporsi nasi goreng sedangkan David memilih untuk menemani istrinya makan saja tanpa memesan apapun, dengan lahap Zahra mulai menyantap nasi goreng tersebut
" Enak sayang ? "
" Iya.. Kamu mau coba ? " David menggelengkan kepalanya
" Ya udah pelan-pelan makannya " Zahra tersenyum
" Seumur-umur baru ini gw liat dia makan tengah malam gini, lagi juga kenapa minta makan di tempat begini sih ? kalo papa Adit atau mama Liana tau gw bakal di marahin ga ya ? "
Tak butuh waktu lama Zahra sudah menghabiskan seporsi nasi goreng tersebut, sedangkan David hanya bisa mengerutkan keningnya melihat hal tersebut. Untuk pertama kalinya dia melihat Zahra memakan sesuatu dengan porsi yang lumayan banyak
" Apa enak banget sayang ? "
" Iya sayang, apa aku bilang kalo makan lagi panas pasti enak " tersenyum puas
" Apapun yang bisa bikin kamu tersenyum bahagia pasti akan aku lakuin sayang "
" Udah kenyang nih sayang pulang yuk " David pun membayar nasi goreng tersebut dan membawa Zahra kembali ke kediamannya
Setelah sampai di dalam kamar tanpa perasaan bersalah sedikitpun telah membangunkan suaminya di tengah malam, Zahra kembali naik ke tempat tidur dan meminta David memeluk dirinya seperti biasanya. Dan tak butuh waktu lama dia pun terlelap, tersisa David yang sulit untuk kembali memejamkan kedua bola matanya
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
Kalau bisa berikan vote ðŸ¤
__ADS_1
Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗