Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Terima Kasih


__ADS_3

Liana hanya bisa menundukkan kembali kepalanya, dia benar-benar tidak tau harus berbuat apa. Di satu sisi dia ingin selalu berada di samping Zahra untuk menjaganya, tetapi di sisi lain dia belum yakin untuk memulai sebuah hubungan yang bernama rumah tangga


Adit cukup lama menatap ke arah Liana, dia berusaha mengerti posisi Liana yang sedang bingung. Bagaimana pun juga Adit sudah mengetahui semua tentang kehidupan Liana


" Setidaknya kasih saya kesempatan mbak, agar bisa menjaga Zahra tanpa membuat dia bersedih jauh dari bundanya "


" Saya takut pak " lirih


" Saya paham kok arah omongan mbak, tapi kan kita udah punya Zahra mbak " sontak saja ucapan dari Adit membuat Liana langsung menatap ke arah Adit


" Sebelumnya saya minta maaf mbak, saya udah tau tentang kisah hidup mbak. Mungkin mbak juga udah tau kan semua keburukan saya, tapi kita bisa coba demi kebahagiaan Zahra mbak "


" Tolong kasih saya satu kesempatan mbak "


" Kenalkan saya Aditya Pratama, kamu bisa panggil saya Adit. Apa kamu mau jadi bunda dari anak saya ? " Adit tersenyum dengan sangat hangat


" Tapi saya ga bisa sempurna sebagai seorang istri pak "


Liana pun kembali menundukkan kepalanya, segala kepahitan dalam kehidupannya yang telah lalu kembali teringat dengan jelas olehnya


" Saya juga bukan orang yang sempurna kok Ana tapi saya janji saya ga akan pernah sia-siakan kamu, saya janji saya akan selalu menjaga kalian berdua "


" Apa mungkin ini waktunya aku melanjutkan hidup, Cin mbak ga bermaksud untuk merebut pujaan hati kamu. Mbak hanya ingin selalu berada di samping Zahra "


" Tolong kasih saya kepercayaan untuk bisa menjaga kalian berdua " Liana pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya


" Terima kasih " tanpa sadar Adit langsung memeluk tubuh Liana


" Ayah sama bunda lagi apa ? " Adit langsung melepaskan pelukannya mendengar suara dari malaikat kecilnya


Ternyata Ara sudah berada di dekat mereka, gadis kecil itu heran melihat ayahnya sedang memeluk bundanya


" Ayah cuma lagi seneng aja sayang, karena bundanya Ara udah setuju buat tinggal sama kita sayang " ucap Adit menatap lembut ke arah Zahra


" Beneran bunda ? Ara tinggal sama ayah tapi bunda juga ikut " terlihat wajah Ara sangat bahagia mendengar ucapan dari Adit, membuat seorang Liana semakin yakin dengan pilihannya


" Ya sayang, Ara mau kan jadi anak bunda ? "

__ADS_1


" Pasti dong bunda, Ara kan memang anak bunda " gadis kecil itu langsung memeluk tubuh Liana dan Liana pun mencium ujung kepala Zahra


" Ternyata pilihan kamu memang yang terbaik untuk anak kita sayang, kamu bisa lihat sendiri anak kita bahagia, kamu bisa tenang di sana. Aku udah ikutin keinginan kamu sayang "


Setelah puas bermain Adit mengajak Liana dan Zahra kembali ke kantornya terlebih dahulu karena ada urusan yang harus dia tangani. Kini mereka sudah mulai melangkahkan kakinya memasuki gedung itu. Tetapi langkah Adit terhenti sejenak karena mendapat sebuah panggilan telepon, sedangkan Liana tetap menggandeng tangan Zahra ke arah lift


" Ana tolong saya kasih kesempatan "


Dimas menarik tangan Liana, sedangkan Adit yang melihat itu langsung memutuskan sambungan teleponnya. Kini rahang Adit mulai mengeras dan tangannya mulai terkepal. Adit mulai tak bisa mengendalikan emosinya, seperti biasa Adit tidak akan suka sesuatu miliknya di ganggu oleh siapapun


" Lepasin tangan kamu dari calon istri saya "


Dimas yang terkejut mendengar ucapan dari Adit langsung melepaskan tangan Liana, sedangkan Liana yang melihat wajah Adit seperti itu hanya bisa menundukkan kepalanya


" Apa aku ga salah denger ? pak Adit bilang calon istri "


Sedangkan Zahra yang tidak tau menahu watak aslinya ayahnya malah melangkahkan kakinya ke arah Adit lalu memegang tangannya


" Ayah kenapa ? " dalam sekejap emosi Adit langsung turun begitu tangan kecil itu memegang tangannya


" Astaga kenapa gw masih ga bisa kendaliin emosi gw, gimana kalo Ara sampe takut sama gw "


Adit mulai melangkahkan kakinya ke arah Liana dengan menggenggam tangan Zahra, sedangkan Liana masih diam mematung menundukkan kepalanya, Adit menggenggam tangan Liana dengan tangan satunya agar Liana mengikuti langkahnya


Dimas hanya bisa terdiam mendengar dan melihat apa yang di lakukan Adit, tepat di depan lift pribadinya Adit menghentikan langkahnya, tanpa menoleh ke arah Dimas Adit mulai mengucapkan kata-katanya dengan tegas


" Jangan pernah ganggu keluarga saya lagi ke depannya, atau saya ga akan sungkan lagi "


" Oh ya.. Saya juga mau ucapkan terima kasih sama kamu, dengan apa yang udah kamu lakukan ke Ana dulu. Sekarang saya bisa mendapatkan bunda yang baik untuk anak saya "


Kini mereka bertiga masuk ke dalam lift pribadi Adit, meninggalkan Dimas yang masih terpukul dengan semua pemandangan tersebut. Sedangkan jauh di dalam lubuk hati Liana dia merasa sedikit bahagia, karena ada orang yang bisa membela harga dirinya di hadapan orang yang dulu telah mencampakkan dirinya


" Terima kasih pak " lirih


" Nama saya Adit, lagi pula kamu calon bunda anak saya. Jadi saya ga akan biarkan siapapun mendekati kamu Ana "


Adit terus menggenggam tangan Liana dan Zahra menuju ke arah ruang kerjanya, sesampainya di sana Adit langsung memanggil Erik untuk menyelesaikan semua urusan mereka. Adit hanya ingin menyelesaikan tugasnya dengan cepat, agar bisa membawa buah hatinya pulang untuk beristirahat

__ADS_1


Kini mereka sudah berada di parkiran kediaman Adit, yang sengaja Adit sediakan untuk menyambut Malaikat kecilnya


" Ini rumah ayah ? " Zahra benar-benar takjub melihat kediaman Adit


" Bukan sayang, ini rumah kita "


Gadis kecil itu masih terperangah melihat bangunan nan mewah yang bak sebuah istana, Adit langsung menggendong gadis kecil itu sedangkan Liana masih terdiam terpaku. Adit kembali menoleh ke arah Liana


" Apa aku pantes untuk dapat ini semua ? "


" Ayo masuk, selamat datang di rumah kita " ucap Adit dengan hangat


Liana hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan kepalanya, dia pun mulai melangkahkan kakinya mengekor di belakang Adit. Setelah selesai menyantap makanan yang sudah di sediakan, Liana membawa Zahra ke dalam kamar untuk istirahat, setelah itu Liana kembali keluar untuk membicarakan semuanya kepada Adit


" Maaf ya saya bohong waktu bilang mau ajak liburan, tapi kita bisa liburan bertiga nanti setelah kita resmikan hubungan kita " Adit berusaha membuka obrolan


" Iya saya ngerti kok "


" Besok kita istirahat dulu ya, abis itu kita ke makam Cindy. Baru kita mulai urus untuk acara pernikahan kita "


" Tapi apa bapak yakin dengan pilihan bapak ? "


" Keinginan saya dan kamu pasti sama. Kita sama-sama mau liat Zahra bahagia kan ? "


" Ya udah kamu bisa istirahat dulu, pasti kamu juga capek kan, kita bisa mulai semuanya dengan perlahan " Adit tersenyum dan Liana pun menganggukkan kepalanya


Liana kembali ke dalam kamar yang sudah di isi oleh Zahra, dan mulai merebahkan tubuhnya di samping Zahra sambil memeluk tubuh gadis kecil itu


" Terima kasih ya sayang, kamu memang pembawa kebahagiaan "


Liana pun mencium kening gadis kecil itu dan ikut terlelap di sampingnya, setelah cukup lama Adit ikut masuk ke dalam kamar itu dan memandangi mereka berdua yang sudah terlelap


" Terima kasih sayang sudah membuat Zahra Pratama hadir di dalam kehidupan aku, dan terima kasih ya Liana sudah menjaga putri kami dengan baik "


Adit kembali ke luar dari kamar itu agar tak mengganggu mereka berisitirahat


bantu like dan komentar ya teman-teman 😊

__ADS_1


terima kasih 🤗


maaf ya kalo masih banyak typo maklum masih belajar 😉


__ADS_2