
Acara tersebut berlangsung dengan sangat lancar seolah tak ada satupun kesalahan yang tercipta, keluarga besar Pratama benar-benar memperhatikan setiap detail dari acara tersebut
Selesai acara mereka kembali ke kediaman Adit, Zahra dan David kini sudah berada di dalam kamar pengantin mereka, sebuah kamar yang sudah di sulap oleh seorang Liana untuk menjadi tempat di mana putri kesayangannya akan melakukan malam pertamanya
Zahra terlebih dahulu membersihkan diri lalu di susul oleh David setelah Zahra keluar dari dalam kamar mandi, selesai David membersihkan diri David melihat Zahra yang sudah mendudukkan dirinya di tepi ranjang dengan wajah yang sudah tegang
David mulai melangkahkan kakinya ke arah Zahra lalu mencium kening Zahra dengan sangat lembut, Zahra memejamkan kedua bola matanya. Zahra dapat merasakan sebuah ketulusan dari ciuman tersebut
" Terima kasih wahai Zahra Pratama sudah bersedia menjadi istri dari aku yang dulu bahkan selalu di remehkan oleh orang lain "
Seribu kebagian bertebaran di dalam hati mereka berdua, ternyata jauh sebelum David mulai memberanikan diri untuk menggungkapkan semua perasaan terhadap Zahra. Zahra sudah terlebih dulu jatuh hati kepada laki-laki tersebut
Zahra dapat melihat sebuah ketulusan dari semua sikap yang di tunjukkan oleh David selama menjaga dirinya, David selalu mendampingi dan mengikuti semua keinginan dari Zahra. Membuat seorang Zahra merasakan yang namanya jatuh cinta untuk pertama kalinya
David mulai melepaskan ciumannya dan menatap Zahra dengan dalam, senyuman berkembang di bibirnya dan Zahra hanya tersipu malu. David memegang kedua pipi Zahra agar Zahra mau menatapnya
" Apa boleh ? " David mengucapkan kata-kata itu dengan sangat lembut, wajah Zahra semakin memerah dan dia pun menjawab dengan anggukan kepalanya
" Makasih sayang "
David mulai mencium dengan lembut bibir seorang wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya tersebut, David mulai merebahkan tubuh Zahra dia atas kasur dengan lembut. Zahra mengikuti semua arahan yang di mainkan oleh David pada saat itu
David berada tepat di atas tubuh Zahra bertumpu kakinya dan tangannya, David mulai menciumi seluruh bagian wajah Zahra. David kembali ******* bibir ranum dari Zahra sang gadis penakluk hatinya
David mulai melanjutkan serangannya ke arah bawah dan mencium leher jenjang Zahra, dia meninggalkan sebuah jejak kepemilikannya di sana. Sedangkan Zahra hanya terus menutup ke dua bola matanya sambil menikmati semua yang di lakukan oleh suaminya
David mulai melepaskan satu persatu satu pakaian Zahra dan dia pun mulai melepaskan pakaiannya, David kembali mencium bibir Zahra dengan lembut dan saat David hendak melakukan serangan utamanya. Zahra menarik tangan David, dan David pun menghentikan serangannya lalu menatap ke arah Zahra
" Aku takut sayang " David yang sudah mulai di kuasai oleh gairah hanya bisa mengerutkan keningnya
" Aku kan baru pertama kalinya sayang " ucap Zahra malu-malu
David hanya tersenyum dan mencium kening dengan sangat lembut, lalu dia mulai menatap ke arah wajah Zahra yang sudah sangat memerah
__ADS_1
" Aku juga belum pernah lakuin ini sayang, tapi aku janji aku akan lakukan dengan lembut " Zahra hanya bisa tersipu malu dan menjawab dengan anggukan kepalanya
David mulai melancarkan kembali aksinya yang sempat terhenti, dan benar adanya David melakukan hal tersebut dengan sangat lembut. Bagi David hal yang paling tak ingin dia lakukan adalah menyakiti Zahra, baik itu hatinya ataupun tubuhnya
Setelah melepaskan segala hasratnya David menjatuhkan dirinya tepat di samping Zahra, david menutupi tubuh polos wanita yang kini telah sah menjadi istrinya tersebut, lalu mencium kembali kening Zahra dengan sangat lembut
" Terima kasih sayang " bisik David di telinga Zahra, sedangkan Zahra hanya bisa tersipu malu dan membenamkan wajahnya ke dada suaminya, David tersenyum bahagia melihat sikap Zahra dan memeluk tubuh Zahra dengan sangat erat
David membiarkan pelukan hangat dari dirinya memanjakan diri Zahra, hingga Zahra dapat terlelap dalam tidurnya. Baru setelah Zahra tertidur David mulai bangkit dari tempat tidur dan mengambil pakaiannya dan mulai membersihkan dirinya
Setelah selesai membersihkan diri David mulai kembali ke atas ranjang, dia memandangi wajah wanita yang kini telah menjadi istrinya tersebut dengan sangat lembut. David juga merapikan rambut Zahra yang sedikit berantakan oleh karena ulahnya
" Kamu ga tau wahai Zahra Pratama, bagaimana bahagianya perasaan aku bisa memiliki kamu seutuhnya ? kamu seperti seorang malaikat yang di kirimkan Tuhan untuk menyelamatkan aku dari kegelapan "
David mencium kembali kening Zahra dengan lembut, lalu dia mulai merebahkan tubuhnya di samping Zahra dan memeluk tubuh mungil Zahra. Hingga mereka berdua sama-sama terlelap dalam alam mimpi mereka masing-masing
Sedangkan di sebuah club suara dentuman musik menghibur para pengunjung yang datang ke tempat itu, ada seorang gadis cantik yang sedang asik meminum minuman yang mengandung alkohol. Gadis itu terlihat sedang bersedih
Pria tersebut terus memberikan gadis itu minuman hingga gadis tersebut mulai merasakan mabuk, gadis tersebut sudah berpamitan untuk pulang karena merasakan sudah mulai pusing. Tetapi pria tersebut tetap menahan gadis itu, hingga sebuah tangan memegang tangan pria yang sedang memegang tangan gadis tersebut
" Lepasin tangan kotor lo dari dia "
" Apa urusannya sama lo ? "
" Karena kalian ga pantas untuk menyentuh kulit dia sedikit pun "
Bugh... Sebuah bogem mentah langsung mendarat di wajah pria tersebut membuat pria itu langsung tersungkur ke lantai, dan beberapa security langsung menghampiri mereka
" Ada apa pak ? "
" Bawa orang itu keluar dari sini "
" Lo siapa berani-beraninya ganggu kesenangan orang lain..!! "
__ADS_1
" Lo ga perlu tau gw siapa "
" Bawa dia keluar " memberikan tatapan membunuhnya
" Baik pak " ucap para security
Pria itu mendudukkan dirinya di samping gadis yang telah mabuk tersebut yang ternyata adalah Andin, selepas kepulangannya dari acara pernikahan Zahra Andin memutuskan untuk mencari hiburan bagi hatinya yang sedang hancur melihat Alvian yang telah berhubungan serius dengan seorang wanita
" Woi... Ngapain lo di sini ? "
" Minum lah " Andin hanya melirik ke arah pria tersebut
" Dasar perempuan cuma bisa bikin ribet, lagian gw bingung sama anak ini. Kok bisa suka sama orang sampe segitu lamanya ? dan bodohnya ga pernah mau ngomong perasaan dia yang sebenarnya "
" Apa lo begini karena tadi liat Vian ? "
" Hmm " Andin mulai memegang gelasnya dan langsung di rebut oleh pria tersebut
" Apa perlu gw telpon om Rangga buat jemput lo ke sini ? supaya lo ga minum lagi ? "
" Kenapa sih kalian itu laki-laki semuanya jahat ? " menatap tajam
" Bukan kita laki-laki yang jahat, kalian aja perempuan yang terlalu pake perasaan " sinis
" Udah ayo gw anter pulang " pria itu sudah mulai bangkit dari duduknya
" Aku ga mau pulang, kasian mama kalo liat aku begini "
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
Mampir kak ke karya terbaru aku Hati Seorang Wanita ðŸ¤
__ADS_1