
Suasana mencekam masih meliputi keadaan di tempat pemakaman tersebut, semuanya sudah bersiaga tetapi tak berani mengambil tindakan apapun karena pasti akan membahayakan keselamatan Zahra. Pria tersebut tersebut tersenyum puas melihat keadaan orang-orang yang sudah panik dan para wanitanya sudah mulai menangis
Pria tersebut memantapkan hati dan mulai menarik pelatuk dari senjata yang kini berada di tangannya, dan secara tiba-tiba David langsung memeluk tubuh mungil Zahra dengan erat
" Maaf sayang, maaf kalo kamu harus sedih seandainya sesuatu yang buruk terjadi sama aku. Tapi hanya ini yang bisa aku berikan untuk menunjukkan cinta aku yang terlalu besar, aku ga akan sanggup melihat sesuatu yang buruk menimpa kamu. Aku mencintai kamu dengan segenap jiwa aku wahai Zahra Pratama "
Door.... Sebuah letusan terdengar dari senjata pria tersebut, dan hampir semua yang berada di tempat itu memejamkan matanya. Hanya Zahra yang menatap wajah David dengan air mata yang mengalir dengan deras
" Kamu ngapain ? " bergetar, David hanya membalas dengan senyuman
Para pengawal meringkus pria tersebut dengan cepat, pria tersebut sudah terbaring di atas tanah dan mengeluarkan air mata yang tak bisa lagi dia tahan. Melihat apa yang terjadi di hadapannya
" Tiara...!! " pria tersebut meronta dengan sekuat tenaga dan hasilnya hanya sia-sia karena para pengawal sudah membekuk dirinya dengan kuat
Semua yang berada di tempat itu mulai tersadar dan beralih pandangan melihat tubuh seorang wanita yang sedang berbaring di tanah dengan darah segar yang terus mengalir tak jauh dari tubuh pria itu
" Sudah kak.. " tersenyum getir
" Kamu ngapain.?!! "
" Aku ga apa kok kak " meringis
Zahra langsung melepaskan tubuhnya dari pelukan suaminya dan berlari ke arah Tiara, dan mengangkat kepala Tiara meletakkan kepalanya di pahanya
" Mungkin cuma dengan cara ini aku bisa membalas semua kesalahan aku kak, udah ya kak semua kesalahan aku. Jangan cari-cari alasan untuk menyalakan orang lain lagi " kembali tersenyum getir
" Akh...!! " meronta-ronta yang hasilnya tetap sia-sia, sedangkan Tiara mulai memalingkan wajahnya ke arah Zahra
" Aku minta maaf.. " lirih
" Udah.. Jangan banyak bicara lagi.. Kita akan bawa kamu ke rumah sakit.. Kamu pasti selamat.. " terbata-bata karena tertahan tangisan yang hebat, Tiara menggelengkan kepalanya dengan sisa kekuatan yang tersisa
" Aku minta maaf untuk semua perbuatan aku di masa lalu, maaf cuma ini yang bisa aku lakukan untuk menebusnya " tersenyum, sedangkan Zahra menggelengkan kepalanya sambil menangis dengan hebat " Terima kasih sudah mengajarkan aku tentang kebaikan " Tiara pun terbatuk dan mengeluarkan darah segar, secara perlahan-lahan kesadaran dirinya mulai menghilang
__ADS_1
" Tolong cepat tolong...!! " berteriak sambil menangis dengan hebatnya dan mendekap wajah Tiara dengan erat
Tiara menghembuskan nafas terakhirnya di dalam dekapan Zahra, hari itu menjadi peringatan hari kepergian Cindy untuk selamanya dan sekaligus akan menjadi hari di mana ada seorang wanita yang mengorbankan dirinya bagi keselamatan Zahra
Sang pria tersebut di jebloskan ke dalam penjara dan mendapatkan tuntutan yang berat dari pihak korban, sedangkan sang ibu yang berada di kota lain begitu mendengar apa yang di lakukan anak laki-lakinya dia pun mulai kehilangan kesadaran dan mulai menjadi tak waras
Dengan segala pertimbangan akhirnya Tiara pun di makamkan tak jauh dari tempat di mana Cindy di makamkan, Tiara akan selalu di kenang sebagai sesosok wanita yang sangat berjasa bagi keluarga besar Pratama walaupun di masa lampau dia pernah melakukan sebuah kesalahan
Setelah melewati semua kejadian yang melelahkan tersebut semua kembali ke kota dengan perasaan yang bercampur aduk, ada perasaan takut yang masih menghantui mengingat kejadian tadi. Dan ada perasaan bersyukur karena kebaikan hati Zahra bisa merubah hati siapapun
Zahra terlihat masih terpukul dengan semua kejadian yang baru saja terjadi, sepanjang perjalanan Zahra hanya terdiam dan sesekali meneteskan air matanya. David terus memeluk tubuh Zahra mencoba mengingat bahwa dirinya akan selalu ada untuk Zahra
Sesampainya di kediamannya Zahra dan David mulai membersihkan diri secara bergantian, David mulai merebahkan tubuhnya di samping Zahra dan memeluk tubuh mungil istrinya tersebut
" Kamu tau sayang, hari ini aku tau sebesar apa cinta kamu sama aku " memandang wajah David
" Tapi mulai sekarang kamu harus janji ke aku kalo ada kejadian kayak gitu lagi kamu ga boleh lakukan hal itu, karena aku ga tau apa aku akan sanggup kalo seandainya hal buruk menimpa kamu "
Zahra dapat merasakan tubuh David yang bergetar seperti sedang menangis, setelah sekian lama akhirnya David dapat menunjukkan sisi lemahnya di hadapan Zahra. Zahra yang merasakan itu hanya bisa memeluk tubuh David dengan erat
" Aku takut sayang.. Aku tadi benar-benar takut, aku ga tau apa yang bisa aku lakukan seandainya kamu ga ada "
" Maaf.. Aku benar-benar minta maaf karena aku selama ini ga sadar perasaan cinta kamu yang sebesar ini ke aku "
Mereka pun saling larut dalam perasaan mereka masing-masing, dan kejadian itu semakin menambah kadar cinta mereka berdua
Hari demi hari terus berlalu dengan baik, hari berganti hari dan bulan pun berganti dengan bulan yang lainnya. Hingga tahun pun telah berganti, kini hari itu pun kembali lagi. Hari di mana kediaman Adit akan di liputi suasana mendung
Semuanya kembali bersiap untuk mengunjungi kampung halaman Liana, untuk melakukan ritual tersebut. Tetapi di tahun ini akan menjadi hal yang berbeda untuk pertama kalinya, karena mereka tak hanya datang untuk berziarah ke makam Cindy mereka juga akan berziarah ke makam Tiara
Sekarang para pengawal yang menjaga pun semakin banyak dari tahun sebelumnya, bahkan pemakaman tersebut di kosongkan terlebih dahulu sebelum mereka memasuki area pemakaman tersebut untuk menghindari hal yang tak di inginkan
Setelah mereka puas berada di tempat peristirahatan terakhir Cindy mereka pun mulai beralih ke tempat peristirahatan terakhir Tiara, semua yang ada di situ ikut merasakan haru dengan apa yang telah Tiara lakukan
__ADS_1
" Tiara aku datang jenguk kamu, aku mau minta maaf ke kamu karena dulu aku sering bilang kamu cabe busuk, ternyata kamu adalah perempuan baik bahkan sangat baik. Kamu rela mengorbankan nyawa kamu demi aku, aku juga mau ucapin terima kasih " bangkit dan berlabuh di dalam pelukan David
Walaupun tak terucap dari bibir mereka, tetapi jauh di dasar hati semua yang hadir di tempat itu mengucapkan terima kasih untuk pengorbanan Tiara
Sebelum meninggalkan tempat itu Zahra sempat kembali menengok ke arah ke dua makam wanita yang sangat berjasa di dalam hidupnya, David yang mengerti dengan perasaan Zahra pun memeluk tubuh mungil istrinya
" Di kehidupan ini akan selalu ada rasa sakit, tetapi aku percaya bila kita jalani dengan sabar dan selalu berbuat baik. Akan ada kebaikan di akhir kisah hidup ini "
SEASON 2 ZAHRA ANAK YANG TAK BERDOSA
" TAMAT "
Terima kasih aku ucapkan untuk teman-teman yang selama ini mendukung cerita aku ini, maafin bila ada cerita yang kurang berkenan atau penulisan yang kurang rapi karena baru belajar ðŸ¤
Dukungan dari kalian selama ini sangat berarti bagi aku, ngebuat aku semakin semangat buat menulis
Sekali lagi aku ucapkan terima kasih 🤗
Mampir ke cerita baru aku ya kak berjudul Perjuangan Cinta Beda Kasta
Mengisahkan tentang Alexander Wijaya yang biasa di sapa Alex jatuh cinta kepada Adinda Salsabila yang biasa di sapa Dinda
Mereka memiliki status sosial yang jauh berbeda karena Dinda hanya anak seorang supir yang bekerja di kediaman keluarga Alex, tapi cinta hadir di antara mereka berdua
Status sosial yang mereka terlalu jauh membuat sang pemimpin keluarga Wijaya berusaha memisahkan mereka berdua, di antara semua yang rencana yang pemimpin keluarga tersebut lakukan. Dinda pun melakukan sebuah kesalahan besar
Hingga mereka kembali bertemu hanya untuk saling menyakiti, tapi apakah cinta bisa mengalahkan rasa dendam yang berada di dalam hati mereka berdua?
Lalu bagaimana bila semua rahasia di masa lalu mereka harus terungkap? apakah cinta yang mereka miliki bisa membuat mereka tetap bersatu?
Silahkan mampir kak dan semoga terhibur dengan cerita yang aku buat
Terima kasih
__ADS_1