
Adit terus saja mengamuk dan berteriak tanpa henti, bahkan Mita yang sangat membenci Adit sekali pun menjadi iba melihat keadaan Adit saat itu, akhirnya dia mengerti mengapa selama ini para sahabat Adit memilih untuk berdiam diri, Adit pun mulai memukul-mukul kepalanya sendiri
" Gw bodoh... Bodoh... Kenapa gw ga percaya sama dia, kenapa gw terlalu keras kepala ? " lirih
" Mungkin kalo aku bersujud memohon maaf sekali pun, ga akan pantas ya sayang buat terima maaf dari kamu "
" Ga ada gunanya lagi aku ada di sini, tunggu aku ya sayang "
Adit mulai melirik sebuah kaca bekas pecahan gelas, yang ada dipikiran Adit saat itu adalah, dia benar-benar harus mengakhiri hidupnya untuk menebus semua kesalahannya dan segera menemui wanita yang selalu tersimpan di dalam hatinya
Tak satu pun orang yang berada di dalam ruangan itu yang menyadarinya, hanya Mita yang tiba-tiba melangkahkan kakinya mendekat ke arah Adit
Plak..... Sebuah tamparan yang sangat keras mendarat mulus di pipi seorang Aditya Pratama, walaupun jauh di dalam hatinya Mita pun merasakan takut untuk melakukan hal itu, tetapi hanya itu yang terpikir olehnya pada saat itu untuk menyadarkan Adit
" Kalo lo mau melakukan hal bodoh, lo harus ingat sekarang lo udah punya seorang anak yang harus lo jaga " ucap Mita dengan dingin
" Apa lo mau Cindy akhirnya benar-benar kecewa sama lo ? "
" Akh...!! "
Adit hanya bisa berteriak menumpahkan segala rasa yang ada di dalam hatinya, dia tak tau lagi harus berbuat apa, dia hanya ingin berada di sisi Cindy saat itu juga
" Gw ga sanggup lagi.. Gw cuma mau nyusul dia sekarang juga " lirih
Adit pun mulai menangis dengan hebat penyesalan di dalam hatinya sungguh sudah tak dapat di ukur lagi pada saat itu, tetapi ucapan terakhir dari Mita membuat dia tak berani untuk melakukan hal bodoh yang dia inginkan. Adit sungguh tak ingin mengecewakan Cindy untuk yang kesekian kalinya
Semua yang berada di dalam ruangan itu pun akhirnya tersadar, mereka langsung mendekati Adit mencoba memberikan kekuatan kepada sahabatnya itu, mencoba mengingatkan Adit bahwa ada seorang gadis kecil yang sedang menunggunya
Mita mengeluarkan sebuah surat yang dahulu pernah di titipkan oleh Cindy kepadanya, lalu dia memberikan surat yang mulai terlihat usang itu kepada Adit
" Cindy titip ini buat lo "
Adit langsung menatap ke arah Mita begitu Mita menyebutkan nama Cindy, Adit mulai menggambil surat itu dari tangan Mita dengan air mata yang terus saja menetes
" Cin aku udah lakuin tugas aku, kamu yang tenang ya di sana "
Bastian membantu Adit agar berdiri dan membantu mendudukkan tubuh Adit kembali ke sofa
" Maaf ya Dit tapi saat ini anak lo butuh lo, bahkan sudah sampe selama ini lo masih juga ga sanggup untuk menerima kenyataannya "
__ADS_1
Cukup lama juga mereka semua yang berada di dalam ruangan itu hanya bisa terdiam, mereka menunggu Adit agar bisa mengembalikan kesadaran dirinya dengan sendiri, bahkan Mita pun tetap setia berada di dalam ruangan itu
" Erik kirim semua buktinya sekarang juga ke apartemen "
" Baik pak "
Mereka pun memutuskan untuk membubarkan diri untuk kembali ke kediamannya masing-masing, karena acara itu sudah berantakan, acara yang tadinya untuk melepaskan rindu kini sudah berubah menjadi acara pengungkapan sebuah rahasia besar
" Sumpah kamu keren Mit, kamu perempuan pertama, ekh.. Salah kamu orang pertama yang berani tampar Adit " bisik Bastian
" Makasih ya Bas semua juga karena bantuan kalian "
" Zahra juga anggota keluarga Pratama jadi dia berhak mendapatkan pengakuan " Bastian pun tersenyum
Adit melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, dia benar-benar sedang tidak bisa berpikir dengan baik, sambil sesekali air matanya meluncur dengan sendirinya
" Jadi ini ya sayang maksud kamu cuma datang ke mimpi aku, karena kamu udah pergi untuk selamanya "
" Maaf sayang.. Tolong maafin aku "
Adit sudah berada di dalam apartemennya tak selang berapa lama Erik pun tiba di sana, mereka berdua kini sudah duduk di ruang tamu Erik memberikan sebuah amplop berwarna coklat kepada Adit
" Maaf Dit saya ga bisa jaga kamu dengan baik, saya cuma bisa berharap semoga gadis kecil itu bisa membuat kamu bertahan "
Adit mulai membuka isi dari amplop coklat itu dan ternyata terdapat sebuah flash disk di dalamnya, dan catatan dari pihak rumah sakit saat tragedi tersebut terjadi, di dalam surat itu juga menyatakan bila saat itu Cindy sedang berbadan dua
" Apa ini isinya ? "
" Ada rekaman CCTV dari hotel pak dan rekaman percakapan ibu Linda di telpon " dalam seketika Adit langsung menunjukkan wajah marahnya
" Rik lo ikut gw udah lama kenapa lo tutupin semua ini dari gw ? "
" Bagi saya perasaan bapak lebih penting "
Erik memberikan jawabannya dengan penuh keyakinan, sehingga Adit pun tak dapat berbuat apapun lagi
" Ga mungkin juga gw harus limpahkan kesalahannya ke dia, sedangkan selama ini gw selalu ga pernah mau mendengarkan penjelasan dari siapapun "
" Ya udah lo boleh pulang "
__ADS_1
" Kalo gitu saya permisi dulu pak " Adit hanya menganggukkan kepalanya
Dengan berat hati Erik mulai bangkit dari duduknya dan keluar dari apartemen Adit, walaupun sesungguhnya hati kecil Erik ingin sekali berada di samping Adit saat itu
Adit mulai memeriksa dari rekaman CCTV hotel, dan dia dapat melihat dengan jelas Cindy di papah oleh dua orang pria, salah satunya adalah pria yang berada di dalam foto yang dia terima, dan rekaman yang satu lagi berisi tentang saat mama Linda berkomunikasi dengan seseorang melalui ponselnya masalah sisa pembayaran
Adit tak dapat lagi membendung rasa kekecewaannya terhadap keluarganya, saat itu Adit hanya berpikir pasti kakaknya ikut terlibat, dengan perasaan yang sudah hancur lebur Adit pun mulai membuka surat dari Cindy
Untuk : Aditya Pratama
Sayang..
Maaf kalo aku masih panggil kamu sayang, seperti janji aku ke kamu dulu kalo selama aku masih bernafas hanya kamu yang ada di hati aku, sama seperti saat aku menulis surat ini hanya kamu yang berada di dalam hati aku
Kalo kamu sampe membaca surat ini berarti aku udah ga bisa temui kamu secara langsung sayang, aku minta maaf ya aku udah bikin kamu kecewa, aku ga bisa jaga diri aku sampe aku bisa di sentuh laki-laki lain
Aku tulis surat ini ke kamu karena aku ingin minta tolong ke kamu sayang, kamu boleh benci ke aku tapi tolong jangan benci ke anak kita dia ga tau apapun tentang semua yang terjadi
Aku titipkan anak kita kepada seorang perempuan yang sangat baik, tolong jaga dan rawat dia dengan baik ya sayang, sebesar apapun salah aku ke kamu dia tetap darah daging kamu sayang
Aku sudah tulis semua cerita tentang hidup aku di sebuah diary sayang, kalo kamu udah bisa memaafkan aku tolong kabulkan permintaan terakhir aku ya, aku sudah tulis di diary itu juga
Oh ya sayang aku kasih nama anak kita Zahra Pratama, dan kamu harus yakin sayang selama aku bernyawa aku hanya pernah mencintai kamu seorang..
Dari : Cindy
" Akh...!! " Adit berteriak dengan sekuat-kuatnya
" Aku benar-benar ga sanggup lagi sayang , tolong izinkan aku buat ke sisi kamu sayang "
Adit benar-benar sudah putus asa pada saat itu, seperti tak ada lagi satupun alasan untuk melanjutkan kehidupannya, tetapi tak selang berapa lama kemudian Adit kembali teringat akan isi surat dari Cindy
" Aku janji sayang aku akan jaga anak kita dengan baik, aku mohon kamu mau memaafkan orang bodoh ini.. Aku cinta kamu Cindy "
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😊
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar
__ADS_1