
Malam itu kediaman Bastian menjadi sedikit ramai, hampir seluruh anggota keluarga Pratama yang berada di kota itu hadir di kediamannya. Bastian berniat mengenalkan Nadin kepada keluarga besar Pratama
Sesuai dengan permintaan Siska Nadin akan di perkenalkan kepada keluarga besar Pratama terlebih dahulu, baru mereka akan menyusun acara untuk memperkenalkan Nadin secara resmi kepada seluruh dunia
Di tengah jamuan makan malam tersebut Bastian memberikan pengumuman kepada semua tentang Nadin, hampir semua yang berada di situ hanya bisa tersenyum mendengar hal tersebut termasuk Adit dia pun tersenyum meledek
Karena hampir semua keluarga besar Pratama mengetahui tentang masa muda Bastian, Bastian juga mengumumkan bila resepsi pernikahan Alvian akan di undur hingga keadaan Alvian lebih membaik. Tetapi acara ijab qobul tetap akan di adakan secepatnya
Setelah acara makan malam selesai Nadin memutuskan untuk sedikit menjauh dari kerumunan, bagaimana pun juga dia merasa asing di tengah keluarga besar tersebut. Dia memilih untuk duduk menyendiri dan duduk lah Zahra di sana menemani Nadin
" Kenapa duduk di sini sendirian kak ? " Nadin hanya melirik ke arah Zahra
" Kumpul yuk kak ke sana " menunjuk ke arah Alvian dan yang lain berada
" Ga usah aku di sini aja, sebentar lagi aku mau balik ke kamar "
" Apa kakak benci dengan keluarga kami ? "
" Ya saya benci saat liat anak itu tertawa lepas walaupun keadaan dia lagi begitu, saya benci liat kebahagiaan di keluarga ini " dengan sinis
" Kenapa kakak ga coba untuk jadi bagian di dalamnya ? "
" Kalian anak-anak orang kaya yang sudah di takdirkan dari lahir hanya tau kemewahan, apa kalian bisa ngerti yang namanya sakit hati karena kehilangan sesuatu ? "
" Jangan cuma tau menyalahkan seseorang, apa pernah coba berpikir netral dan melihat pandangan dari kedua belah pihak ? " Zahra dan Nadin langsung menoleh ke arah suara tersebut
" Dia orang yang ada di gudang waktu itu "
" Kalian ngerti apa ? " sinis
" Ga semua yang kamu liat kenyataan seperti itu, ga semua dari kami yang kamu bilang anak orang kaya hanya tau hidup penuh kemewahan dari kami kecil. Dan satu lagi kalo terjadi kesalahan itu terjadi karena kedua belah pihak, jadi ga pantes kalo kamu cuma salahin satu pihak aja " Nadin menatap tajam ke arah David
" Sayang " Zahra langsung berdiri dan memberikan tatapan membunuhnya kepada David tanda protes, David hanya bisa memberikan senyuman terpaksa
" Kamu ga punya hak menilai saya, karena kamu ga tau keadaan saya yang sebenarnya "
" Kamu aja yang ga tau tentang saya, nasib kita sama. Hanya bedanya saya menemukan seseorang yang bisa mengeluarkan saya dari rasa benci saya "
" Kalian semua sama aja, karena kalian sama-sama orang kaya jadi kamu bantu anak itu kemarin ? "
__ADS_1
" Kamu salah saya ga pernah perduli dengan dengan anak tengil itu, buat apa saya bantu ? "
" Tapi kamu kan yang ada di tempat itu, dan kamu juga kan yang.. " Ucapan Nadin langsung terpotong
" Ya saya yang bongkar semuanya, saya cuma ga mau liat orang yang penting di dalam hidup saya jadi sedih gara-gara kamu " memeluk tubuh Zahra
" Dasar kurang aj*r, jadi kamu yang bikin hancur semua rencana saya. Kalian semua sama aja, kalian hanya tau bagaimana cara merusak hidup kami " Nadin langsung meninggalkan Zahra dan David begitu saja, dia lebih memilih kembali ke dalam kamarnya
Zahra hanya bisa membuang kasar nafasnya melihat Nadin yang pergi begitu saja karena semua ucapan dari suaminya
" Kenapa kamu bilang gitu sayang ? kan kasian kak Nadin "
" Kamu terlalu baik jadi orang sayang, dia tipe orang yang semakin kamu berbuat baik dia akan semakin menginjak kamu. Aku ga perduli apapun yang akan dia lakukan, tapi aku ga akan ijinkan dia bikin kamu sedih. Semoga dia menemukan cara menghapus bencinya sebelum dia melakukan hal yang aneh-aneh lagi " David tersenyum dan mencium ujung kepala Zahra
" Abis geregetan liat orang yang keras kepala begitu " kembali mencium ujung kepala Zahra
" Tapi kan kasian kak Nadin " lirih
" Apa kamu ga kasian sama tante Siska, coba kamu bayangin gimana sakitnya perasaan tante Siska sekarang ? jadi dia harus belajar buat terima keluarga kita. Dia ga bisa terus-terusan keras hati gitu sayang " Zahra hanya bisa terdiam
" Ya udah aku minta maaf ya sayang, aku cuma mau dia belajar buat terima kenyataan. Dia ga boleh terus-menerus salahin orang lain dengan keadaan yang dia miliki "
" Udah ayo pulang udah malam, Vian aja udah mau nikah "
" Terus kenapa ? " dengan polosnya
" Ya kita juga harus cepet dong sayang " memberikan senyuman menggoda
" Maksudnya ? " David tersenyum dan kembali mencium ujung kepala Zahra
" Jangan sampe mereka dapat baby duluan sayang " bisik David dan membuat wajah Zahra seketika menjadi merona
Acara makan malam itu pun berlalu semua yang ada di situ mulai membubarkan diri satu persatu, mereka tak kembali memanggil Nadin mereka memikirkan perasaan Nadin yang mungkin masih canggung berada di antara mereka
Setelah semua bubar Siska mencoba masuk ke dalam kamar Nadin dan mencoba mengecek keadaan Nadin di sana, Siska melihat Nadin yang sudah berbaring dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Siska berpikir bila dia sudah tertidur Siska mendekati Nadin dan menatap wajah Nadin cukup lama. Siska mulai mendekati wajah Nadin dan mencium ujung kepala Nadin dengan sangat lembut
" Selamat istirahat sayang, maaf ya kalo kami banyak menorehkan luka di hati kamu. Tapi saya janji mulai detik ini saya akan menjadi ibu yang baik untuk kamu " Siska meninggalkan kamar Nadin dan kembali ke dalam kamarnya
Nadin membuka kedua bola matanya dan tanpa dia sadari tiba-tiba saja air matanya mengalir dengan sendirinya, dia sendiri tidak mengerti apakah gerangan yang membuat air matanya menetes ?
__ADS_1
Pagi pun menyapa seluruh kehidupan di muka bumi ini, Siska seperti biasa akan mengawasi segala keperluan untuk sarapan di rumah tersebut. Siska memanggil yang lain untuk sarapan termasuk Nadin
Nadin datang ke ruang makan dengan pakaian rapi yang telah di sediakan oleh Siska sebelumnya, Nadin memilih memakai pakaian yang sedikit formal dan hal tersebut sontak saja membuat semua yang berada di ruang makan langsung menoleh ke arah Nadin
" Wah bajunya pas ya sayang ? kamu cantik pake itu " Siska tersenyum tulus sedangkan Nadin hanya diam dan mulai mendudukkan dirinya
" Kamu mau pergi ya sayang ? "
" Saya mau mulai masuk kerja "
" Kamu kerja di mana sayang ? "
" Saya kerja di salah satu store "
" Sayang kenapa kamu ga ajak Nadin kerja di kantor kamu aja ? kan dia mulai harus belajar juga dari sekarang ? "
" Apa maksudnya perempuan ini bilang gitu ? apa mereka mau jadiin aku pembantu pekerjaan anak tengil ini ? "
" Terserah kalian aja maunya gimana ? " Bastian memasang wajah datar, baginya apapun keinginan Siska akan dia turuti walaupun sesungguhnya dia sedikit keberatan dengan hal tersebut
" Gimana Nadin ? lebih baik kamu kerja di kantor papa kamu ya, gimana juga suatu saat nanti kamu dan Vian akan pegang kantor itu " Nadin langsung tersedak makanannya mendengar ucapan dari Siska
" Ga mungkin.. Ga mungkin dia mau posisi aku dan anak kandung dia sama, pasti dia mau bikin aku jadi bawahan anaknya "
" Pelan-pelan dong sayang makannya "
Alvian yang duduk tepat di samping Nadin memberikan gelas berisi minuman tanpa mengeluarkan ekspresi apapun
" Pokoknya Nadin kamu harus cepat masuk kantor papa kamu ya kamu harus mulai belajar. Karena kalian berdua yang akan pegang itu nanti, Vian kalo kamu udah mulai ke kantor lagi ajarin nanti kakak kamu " dengan yakin
" Hmm.... " Seperti biasa Alvian hanya mengeluarkan ekspresi datar dan jawaban sombongnya, membuat Nadin menjadi salah sangka
" Anak ini pasti ga terima karena posisi dia harus di bagi sama aku, dasar orang kaya semua hanya di ukur oleh uang dan kekuasaan "
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
Kalo bisa berikan vote ðŸ¤
__ADS_1
Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗