Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Surat Dari Cindy


__ADS_3

Mita dan Rangga keluar dari dalam kamarnya, Mita langsung menuju ke kamar Cindy dan Rangga langsung duduk di samping Bastian


" oh ya tadi lo di tanyain sama Adit " Bastian tersenyum meledek


Cih.. Rangga hanya berdecih dan di balas tawa lepas dari Bastian


Tok.. Tok... Tok...


" Cin... Cindy... Ada Bastian mau ketemu sama kamu "


Cukup lama Mita mengetuk pintu kamar Cindy tetapi tak ada jawaban apa pun dari arah dalam, Mita pun menoleh ke arah suaminya dan hanya di balas anggukkan kepala


Tok... Tok... Tok..


" Cindy gw masuk ya "


Mita mencoba membuka pintu yang ternyata tidak terkunci, Mita mulai melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar Cindy dan ternyata kamar itu kosong, Mita pun langsung berlari ke ruang tamu


" Sayang Cindy ga ada di kamarnya " panik


Rangga dan Bastian yang mendengar itu pun langsung berlari masuk ke dalam kamar Cindy di ikuti oleh Mita dari belakang, Rangga menemukan secarik kertas yang di letakkan di atas bantal lalu membacanya


Untuk : Mita sahabat terbaik aku


Kalo kamu sampai temukan surat ini berarti aku sudah yakin untuk pergi


Maaf semalam aku mendengar obrolan kamu dan kak Rangga kalo hari ini Adit akan menikah, jadi aku putuskan untuk melihat dengan mata dan kepalaku sendiri ke sana


Kalo Adit benar-benar sudah memutuskan untuk menikah lagi jadi sudah ga ada gunanya aku tunggu dia disini, aku putuskan untuk pergi aku butuh waktu untuk menenangkan diri aku


Maaf ya kalo selama ini aku sudah banyak merepotkan kamu dan kak Rangga


Maaf juga aku ga bilang dulu ke kamu aku yakin kamu pasti akan tahan aku, aku tau kok kamu lakukan itu buat kebaikan aku. Tapi maaf untuk saat ini aku benar-benar butuh waktu untuk sendiri


Tolong titipkan salam aku ke kak Rangga, tolong sampaikan ke kak Rangga untuk tetap berada di samping Adit


Sampaikan juga salam aku ke kak Bastian, aku akan cari dia saat nanti bayi dalam kandungan aku sudah lahir, aku akan cari dia untuk tanda tangan surat perceraian aku dan Adit

__ADS_1


Kamu ga usah khawatir ya sahabat terbaik aku, aku janji akan kuat dan hidup dengan baik untuk bayi yang ada di kandungan aku saat ini


Dan terima kasih kalian sudah baik sama aku selama ini..


Dari : sahabat pertama kamu Cindy


Setelah selesai membacanya Rangga pun memberikan surat itu kepada Mita, Mita pun hanya bisa terdiam dan mulai mengeluarkan air matanya dengan hebat, lalu surat itu dirampas oleh Bastian


" Akh... S*al.. !! Bodoh banget gw " teriak Bastian frustasi, sontak saja membuat Mita dan Rangga langsung menatapnya


" Gw tadi ketemu dia di sana "


" Dia ngapain ke sana ? " mengerutkan keningnya


Rangga kini sudah mulai memeluk tubuh mungil Mita yang sudah menangis dengan hebat


" Ya kan lo baca suratnya dia mau pastiin pernikahan Adit, tadi gw udah tawarin mau antar dia ke sini tapi dia ga mau "


" Kenapa juga dia harus pergi Adit juga ga jadi nikah kok, coba tadi gw tetap paksa buat antar dia ke sini ga akan gini jadinya " lirih


" Tunggu dulu apa maksud lo tadi ? Adit ga jadi nikah ? " tanya Rangga dan di balas anggukkan kepala oleh Bastian


" tadi waktu kita ngobrol sempat tanya itu, Adit bilang dia ga bisa maafin Cindy "


" Ya udah lah mau gimana lagi ? kita juga harus hargain keputusan Cindy, mungkin dia memang butuh waktu sendiri dulu " di balas anggukkan kepala oleh Bastian


" Tapi coba lo cari info dia ada di mana ? "


" Ya lo tenang aja, gw pasti cari dia " dengan yakin


" Gw janji gw akan selalu berusaha cari lo ada di mana ? "


" Ya udah lah kalo gitu gw cabut dulu "


Bastian pun pergi meninggalkan apartemen Rangga, kini hanya tersisa Rangga dan Mita yang sudah menangis hebat, Rangga pun membawa istrinya keluar dari kamar itu dan duduk di ruang tamu


" Udah dong sayang jangan nangis terus nanti kamu bisa sakit " masih setia memeluk istrinya

__ADS_1


" Tapi kan sayang kasihan dia lagi hamil "


" Aku ngerti sayang perasaan kamu, tapi coba kamu bayangkan perasaannya dia kalo seandainya dia tetap ada di sini " Rangga berusaha mencoba memberikan istrinya pengertian dan mulai melepaskan pelukannya


" Maksud kamu sayang ? aku akan jaga dia dengan baik kok walaupun enggak ada Adit " Mita bingung dengan maksud suaminya


Rangga pun mencium kening Mita sambil tersenyum, dia benar-benar bahagia ternyata dia tidak salah memilih Mita, wanita yang ada di hadapannya saat ini adalah wanita yang berhati baik


" Aku percaya kok.. Tapi ini bukan masalah kebutuhan aja sayang ini juga menyangkut perasaan, coba kamu bayangin kalo seandainya kamu itu Cindy, gimana perasaan kamu kalo kamu liat aku setiap hari ? " dengan lembut


Mita hanya bisa mengerutkan keningnya tanda tak mengerti ke mana arah omongan Rangga


" Bagaimana pun juga aku ini sahabatnya Adit, jadi kalo dia liat aku pasti dia akan ingat Adit " Rangga menatap istrinya dengan intens


" Ya sayang aku ga terpikir sampai ke situ " akhirnya Rangga pun memberikan hadiah pelukan kembali ke Mita


" Sekarang ini dia lagi butuh waktu sendiri untuk menata hati dia, kita di sini doain aja semoga dia di luar sana baik-baik aja "


" Tapi kamu harus janji sama aku kamu harus tetap cari dia sayang " lirih


" Aku janji aku akan tetap berusaha cari dia, bagaimana pun juga aku udah anggap Cindy kayak adik aku sendiri "


Mendengar itu Mita pun membalas pelukan dari Rangga, sedangkan pada saat malam tiba di tempat lain seperti biasa Adit, Bastian, dan Bagas sudah berada di situ menikmati minuman beralkohol tanpa ada satu pun wanita yang menemani mereka bertiga


Mereka bertiga larut dalam pikirannya masing-masing, Adit memikirkan bagaimana hidupnya ke depannya nanti ? apa yang harus dia lakukan ? untuk bisa lari dari semua yang dia hadapi sekarang


Bastian memikirkan kebodohan dirinya yang tidak cepat menangkap keanehan sikap Cindy hingga Cindy pun pergi entah kemana, dia berjanji di dalam hatinya bila dia menemukan Cindy dia akan memeluk Cindy dengan erat. Walaupun harus berhadapan dengan seorang Aditya Pratama


Sedangkan Bagas hanya memikirkan kesialan hidupnya, akibat kedua temannya yang berada di sampingnya saat ini dia tidak bisa lagi melakukan hal-hal yang biasa dia lakukan di tempat itu dengan para gadis


" S*al amat nasib gw.. !! Adit aja udah bikin susah bergerak buat cari cewek, lah si k*mpret juga sekarang sama, lalu bagaimana nasib ketampanan gw yang hakiki ini dong ? "


Ya mau bagaimana lagi melawan keinginan Adit saja sudah susah untuk Bagas, apalagi harus melawan keinginan dua orang keluarga Pratama


Bantu like dan komentar nya teman-teman 😊


Terima kasih 😊

__ADS_1


Maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar...


__ADS_2