
Wulan kembali ke kost sahabatnya, dia mulai mempersiapkan surat lamaran untuk mencari pekerjaan baru, bagaimana pun sekarang dia sudah di pecat dari cafe resto itu
Bagas pun memutuskan untuk kembali ke kantornya setelah Wulan benar-benar menghilang dari pandangan nya
ada perasaan yang aneh di dalam hati Bagas, sekali ini bukan perasaan suka seperti biasa dia dekat dengan gadis-gadis lainnya, tapi perasaan ingin melindungi gadis ini dia tidak ingin melihat gadis ini terluka apalagi sampai menangis
sesampainya di kantor Bagas langsung menuju ke ruangannya, lalu Bagas langsung mendudukkan dirinya di bangku kebesarannya
" gw tau gw bukan orang baik, selama ini udah ga kehitung lagi perempuan yang ada di samping gw, lo orang pertama yang percaya gw bisa berubah dan gw janji gw akan berubah buat lo dan gw akan buat lo bahagia " ucap Bagas dalam hatinya
hari pun sudah menjelang sore Bagas masih sibuk dengan semua urusan pekerjaan nya
" kenapa pah ? " tanya Bagas saat melihat papanya masuk ke ruangannya dia yakin pasti ada lagi yang di rencanakan papanya itu
" kamu mau papa jodohin lagi sama anak nya pak Hartawan yang satu nya " ucap papanya Bagas saat sudah duduk di kursi depan meja Bagas
" aku ga mau pah " jawab Bagas dengan tegas
" kamu mau melawan papa ? " tanya papanya sambil menunjukkan ekspresi tidak suka di bantah
" aku ga mau ngelawan papa, aku cuma ga mau kalau papa jodohin aku sama dia, aku cuma mau sama gadis yang kabur itu " jawab Bagas sambil tersenyum
" maksud kamu apa ? " teriak papanya Bagas
Bagas pun membuang napasnya dengan kasar
" papa cuma mau melihat aku menikah atau papa mau lihat aku bisa berubah ? aku udah ketemu pah sama gadis itu, aku cuma mau dia " tanya Bagas dengan yakin sambil menatap papanya
" ternyata ini anak sudah mulai mengerti tentang hidup, semoga gadis itu bisa merubahnya " ucap papanya Bagas dalam hatinya sambil tersenyum
" ok kalau gitu papa akan tunggu " jawab papanya Bagas dan dia pun keluar dari ruangan Bagas
Bagas pun tiba-tiba teringat pada Wulan saat Wulan menangis dan tersenyum dengan manis, ada rasa rindu terselip dalam hatinya yang belum pernah di rasakan oleh Bagas sebelumnya, Bagas pun memutuskan untuk menghubungi Wulan
" halo " ucap orang di seberang sana, Bagas hanya terdiam karena dia merasa suara itu berbeda dengan suara Wulan
" maaf Wulan nya ga ada " lanjut orang itu karena sang penelepon diam saja
" oh.. Wulan nya kemana ? " tanya Bagas
__ADS_1
" barusan keluarganya jemput paksa dia ini handphone nya ga kebawa " ucap orang itu
" apa mereka berbuat kasar ke Wulan ? " tanya Bagas karena mengingat ucapan Wulan tadi
" ehm... ya gitu dech " jawab orang itu ragu-ragu
" papanya pikir dia kabur untuk laki-laki lain " lanjut orang itu
" kurang ajar..!! " teriak Bagas
" apa kamu tau alamat nya Wulan aku mau lihat keadaannya ? " tanya orang di seberang sana
orang di seberang sana yang menjawab panggilan dari Bagas adalah Susan sahabat baik Wulan, selama kuliah mereka bersahabat dan Wulan selalu menceritakan tentang kehidupannya, tapi Wulan tidak pernah membawa Susan kerumahnya
" ga perlu, gw yang akan kesana gw akan bawa dia keluar dari rumah itu " jawab Bagas dan mematikan sambungan teleponnya
Bagas langsung bergegas untuk keluar dari ruangannya, dan berpapasan dengan papanya saat keluar dari ruangannya
" mau kemana kamu ? " tanya papanya
" aku mau pergi ke rumah pak Hartawan pah " jawab Bagas
" perlu bantuan dari papa ga ? " tanya papanya Bagas
" ga pah.. Bagas bisa sendiri " jawab Bagas dengan yakin dan papanya pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum
Bagas melajukan mobilnya dengan sangat cepat, dia tidak ingin sesuatu terjadi kepada Wulan. pertama kalinya sejarah dalam hidup Bagas dia merasa ingin sekali melindungi seorang wanita, selama ini dia hanya akan memberikan materi dengan wanita manapun
Bagas pun telah sampai di kediaman pak Hartawan, sang istri pun langsung memanggil Rania untuk menemani Bagas, lalu menghubungi suaminya untuk segera pulang dari kantor karena setelah membawa Wulan pulang ke kediamannya pak Hartawan kembali ke kantornya
" ya sudah lah, gimana juga cowok ini lumayan tampan, apalagi dia anak tunggal dari keluarga tajir. gw akan buat dia bertekuk lutut mencintai gw " ucap Rania dengan sombong nya dalam hatinya
Rania terus menebarkan pesonanya, Bagas hanya menunggu pak Hartawan datang sambil menahan diri, tak selang berapa lama pun pak Hartawan kembali ke kediamannya
" ekh... nak Bagas " ucap Hartawan saat sampai menyalami tangan Bagas
semua keluarga pak Hartawan sangat bahagia melihat kedatangan Bagas, mereka pikir mungkin saja Bagas menyukai Rania di pertemuan yang lalu
" kenapa datang ga beri kabar dulu ? loch kok sendiri ? " tanya pak Hartawan
__ADS_1
karena papanya Bagas dan pak Hartawan sudah setuju untuk membuat janji pertemuan lagi, untuk menjodohkan Bagas dan Rania, hal itu di sebabkan oleh pak Hartawan yang memohon-mohon kepada papanya Bagas
" ya om saya datang sendiri kesini, saya mau izin sama om ketemu Wulan " jawab Bagas sambil tersenyum jahat
DUAR.... seperti ada petir di siang hari yang mengangetkan semua orang yang ada di ruangan itu
" Wulan ? tapi bukankah kamu mau dijodohkan oleh Rania ? " tanya pak Hartawan bingung
" apa-apaan ni cowok cari perempuan s*alan itu, apa coba yang dia lihat dari perempuan itu " ucap Rania dalam hatinya, dia benar-benar merasa kesal
" oh masalah itu aku sudah sampaikan ke papa om, kalau aku cuma mau sama Wulan " jawab Bagas dengan entengnya
" Wulan nya mana ya om ? " tanya Bagas
" ehm.... Wulan dia itu.. ehm.... " jawab pak Hartawan bingung
" Bagas tau kok Wulan sudah pulang, apa Bagas boleh ketemu sama Wulan nya om sekarang ? " tanya Bagas
" dari mana anak ini bisa tau Wulan sudah disini, aduh saya harus gimana sekarang " ucap pak Hartawan dalam hatinya
pak Hartawan benar-benar bingung apa yang harus dia lakukan saat ini, di satu sisi dia harus menyelamatkan perusahaan nya tapi di sisi lain bagaimana dia bisa mengeluarkan Wulan dengan keadaannya yang sekarang
" om.. " panggil Bagas membuyarkan semua yang sedang dipikirkan oleh pak Hartawan
" oh ya " jawab pak Hartawan ketakutan
" Bagas minta tolong sama om panggilin Wulan nya sekarang om " jawab Bagas dengan suara tegas
semua yang ada di ruangan itu menjadi bingung dan ketakutan, mereka benar-benar tidak menyangka bila kedatangan Bagas kali ini adalah mencari Wulan, suami istri itu pun seketika menjadi pucat bagaimana nasib keluarga mereka berdua kedepannya, hanya Rania yang memasang wajah kesal
" oh ya sebentar, mah tolong bawa Wulan kesini " ucap pak Hartawan dan di balas anggukkan kepala oleh istrinya
istri dari pak Hartawan pun menuju ke gudang tempat mereka mengurung Wulan, Wulan di dalam sana sudah tertidur karena kelelahan menangis, keadaannya sudah sedikit menyedihkan dengan banyak lebam di tangannya dan juga luka di ujung bibirnya, karena seluruh keluarga pak Hartawan melampiaskan semua kekesalan nya kepada Wulan yang hampir saja membuat perusahaan mereka bangkrut
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😊
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar....
__ADS_1