
Semenjak hari itu David tak pernah lagi kembali ke ruang rawatnya, setiap saat dan setiap waktu dia selalu setia mendampingi Zahra. David hanya tak ingin melewatkan waktu di saat nanti Zahra terbangun David tak ada sisinya, dan tak ada satu orang pun yang berhasil membujuk David untuk kembali ruang rawatnya untuk memulihkan kesehatannya
" Sayang, ga baik kamu begini. Kamu juga harus banyak istirahat biar cepat pulih kembali "
" Maaf bun aku mau di sini aja, aku ga akan pergi sebelum Ara membuka matanya " lirih
" Ara sayang kamu harus cepat bangun ya, lihat suami kamu yang begitu mencintai kamu sayang. Apa kamu juga ga kangen sama bunda Ara ? "
" Tadi dokter sudah memberikan kabar kalo keadaan anak kalian sudah mulai normal, ngomong-ngomong apa kalian sudah persiapkan sebuah nama untuk anak pertama kalian ? " David menganggukkan kepalanya
" Siapa nama anak pertama kalian ? "
" Ara yang tau bun " Liana hanya bisa terdiam dan mengerutkan keningnya
FLASH BACK
Hari itu adalah hari di mana Zahra membuat janji untuk melakukan pemeriksaan terhadap kandungannya, sesibuk apapun David dengan pekerjaannya tetapi David akan selalu meluangkan waktu untuk menemani Zahra pada saat akan melakukan pemeriksaan terhadap kandungannya
" Apa kalian ga berencana mengetahui jenis kelamin anak kalian ? " menuliskan sebuah resep
" Ga dok, baik itu perempuan ataupun laki-laki sama aja. Kami akan tetap bersyukur dengan apa yang sudah di kirimkan oleh Tuhan kepada kami, saya cuma berharap anak kami bisa lahir ke dunia dengan selamat " mengelus perutnya yang sudah mulai membesar
" Kamu benar-benar membuat aku selalu semakin mencintai kamu sayang " tersenyum bahagia
" Ya sudah kalau begitu yang penting perkembangan anaknya sehat, saya tuliskan resep vitamin untuk ibu ya "
" Terima kasih dok "
Setelah selesai David pun segera menebus resep yang di buat oleh dokter tersebut, kini David pun mulai melajukan mobilnya ke arah kediamannya untuk mengantarkan Zahra pulang, David mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang
__ADS_1
" Apa kamu ga penasaran sama jenis kelamin anak kita sayang ? " melirik sekilas
" Ga.. Bagi aku perempuan ataupun laki-laki sama aja sayang, di mata Tuhan kita ini sama aja kok. Atau kamu penasaran ya ? kalau memang kamu penasaran pemeriksaan selanjutnya kita bisa sekalian cek sayang "
" Aku ingat kata-kata itu sayang, kata-kata di mata Tuhan kita semua sama. Kamu ga tau kan kata-kata itu adalah kata-kata yang membuat aku jadi mencintai kamu dengan sepenuh hati sayang " tersenyum bahagia
Zahra menjadi sedikit bingung karena David hanya terdiam tersenyum " Gimana sayang ? "
" Ga kok sayang buat aku kamu dan bayi kita sehat aja udah cukup, tapi kalau kita tau lebih awal kita udah bisa persiapkan nama untuk anak kita sayang "
" Aku udah siapin dua nama, satu untuk anak perempuan dan satu lagi untuk anak laki-laki " dengan bangga
" Siapa nama calon anak kita sayang ? " antusias
" Rahasia.. " Tertawa terbahak-bahak, sedangkan David hanya bisa melihat sekilas sambil tersenyum
" Aku kasih tau kamu nanti kalau anak kita sudah mau lahir sayang, tapi boleh ga aku kasih nama keluarga ayah di belakang nama anak kita sayang ? " David hanya diam dan sekilas menatap Zahra yang sedang menundukkan kepalanya
" Ga masalah kok sayang, kan aku udah bilang yang terpenting kamu dan calon anak kita sehat. Itu udah cukup buat aku "
" Makasih ya kamu memang suami terbaik " David hanya membalas dengan senyuman
" Kamu salah sayang, kamu yang sebenarnya adalah wanita terbaik. Bahkan kamu bersedia menjadi istri aku yang hanya anak tanpa status, aku benar-benar bersyukur memiliki kamu sebagai pendamping hidup aku sayang "
FLASH OFF
" Aku cuma tau Ara mau pakai nama keluarga papanya di belakang nama anak kami bun, Ara bilang dia mau kasih tau nama anak kita nanti saat anak itu akan lahir " lirih, dan mata David kembali berkaca-kaca setelah mengingat kejadian itu
" Apa kamu ga mau kasih nama ke anak kamu ? "
__ADS_1
" Kita tunggu Ara bangun aja bun " lirih
" Ya udah kamu jangan sedih lagi, bunda yakin Ara anak yang kuat seperti ibunya " David menganggukkan kepalanya dan menyeka air matanya
David menghampiri buah hatinya dan Zahra lalu memandangi wajah anak mereka dengan sendu
" Maaf ya sayang untuk nama kamu kita tunggu mama kamu bangun dulu ya sayang, kita harus sabar dan yakin mama kamu pasti akan cepat bangun "
Tak butuh waktu yang lama Tiara sudah mendekam di balik jeruji besi begitu juga sang pria yang menjalankan aksi tersebut, tetapi pria tersebut mengucap banyak terima kasih baik di bibirnya maupun di dalam hatinya karena mengetahui apa yang telah di lakukan oleh Adit bagi anaknya. Bahkan kini anaknya telah menunggu untuk jadwal melakukan operasi
Sedangkan di kota seberang sana keadaan keluarga Tiara sudah benar-benar terpuruk, hanya dalam waktu yang singkat dari salah satu perusahaan yang cukup ternama bisa tumbang di buat oleh Aditya Pratama. Sedangkan papanya Tiara tidak bisa meminta bantuan dari. Robert yang juga kecewa dengan apa yang telah di lakukan oleh Tiara
Hari demi hari terus berlalu keadaan anak Zahra yang belum memiliki nama sudah sehat dan David pun sudah berangsur membaik, tetapi berbeda dengan Zahra yang masih saja setia dengan tidurnya yang pulas
David melepaskan segala pekerjaan kantornya kepada tangan kanannya, hanya sesekali tangan kanan David akan datang ke rumah sakit bila ada berkas penting yang harus di tanda tangani oleh David secara langsung, hampir di setiap harinya David dan Liana akan berada di ruang rawat Zahra menemani Zahra dengan setia
Hampir setiap harinya juga akan ada orang yang datang ke ruang rawat Zahra untuk menjenguk dirinya, baik itu dari keluarga anggota empat sekawan atau pun keluarga besar Pratama. Mereka terus membisikan kata-kata yang memberikan dorongan semangat bagi Zahra, tetapi Zahra masih saja tak terbangun dari komanya
Dan di antara semua yang datang untuk berkunjung menjenguk Zahra akan selalu ada sang nenek yang akan terlihat paling terpukul melihat keadaan Zahra saat itu, karena bagi sang nenek Zahra adalah cucu paling berharga dan tempat di mana dia harus menembus kesalahan terdahulunya terhadap Cindy
Semua orang yang berada di sekeliling Zahra terus mengajak dia berbincang dan memberikan semangat karena ucapan dari dokternya
Hari demi hari terus berlalu berganti dengan minggu yang lain bahkan sudah berganti dengan bulan yang berbeda, tetapi Zahra masih saja terus tak tersadar dari keadaan koma. Tetapi baik David, Liana mau pun Adit tetap tak ingin patah semangat. Mereka menaruh harapan besar agar Zahra segera terbangun
Kondisi tubuh Zahra sudah mulai stabil tetapi dokter tetap tak dapat memastikan kapan kiranya Zahra akan terbangun dari tidur panjangnya tersebut
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
__ADS_1
Kalau berkenan berikan vote ðŸ¤
Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗