
Mendengar Alvian sudah siuman semua kembali menjenguk dirinya dan yang tiba pertama di sana adalah Zahra di temani oleh David, Zahra yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat Alvian langsung meneteskan air matanya
" Hai " menatap sendu
" Ara " Alvian Tersenyum dan Zahra mendekatkan dirinya
" Mah ada Ara, mamah bisa pulang dulu istirahat. Nanti mama sakit "
" Tapi Vian " ragu-ragu
" Ga apa tante Ara tunggu di sini sampe tante balik ke sini "
" Ya udah kalo gitu tante titip Vian ya, tante pulang dulu sebentar ambil baju ganti "
" Ya tante " Siska mulai meninggalkan ruangan itu dan kembali ke kediamannya, Ara mulai mendudukkan dirinya di samping Alvian
" Ara boleh aku minta tolong sesuatu "
" Kamu mau apa Vian ? "
" Tolong cari Lena " lirih David mulai mendekatkan dirinya berdiri di samping istrinya
" Mana handphone lo ? " David menyodorkan tangannya, Alvian menunjukan laci di mana ponselnya berada
David mulai membuka ponsel Alvian dan membaca pesan terakhir yang di kirimkan oleh Lena sambil mengerutkan keningnya
" Kenapa sayang ? "
" Ga apa, aku ngerasa aneh aja sama pesan Lena. Hari itu lo lagi ngapain ? kenapa tiba-tiba Lena kirim pesan gini ? " Alvian menceritakan semua yang terjadi pada hari itu
" Aneh banget pasti ada yang kelewat " David memasang wajah serius
" Boleh ga gw bawa handphone lo ? " Alvian menganggukkan kepalanya
" Vit tolong cari dia jangan sampe papa temuin dia duluan " lirih dan Zahra mulai menatap wajah suaminya seperti sedang berharap
" Kompak amat kalian, ga sangka gw ternyata si anak tengil ini bisa juga baik " Tersenyum
" Lo tenang aja ya, gw akan cari informasi tentang semuanya "
" Makasih ya "
Tak selang berapa lama beberapa yang lain ikut hadir di ruangan tersebut termasuk Reno dan Andin yang datang secara bersamaan, dan Reno kini sudah mulai berani mengumbar kemesraan mereka di hadapan orang lain. Sedangkan Andin tetap tersipu malu
Hingga Siska kembali ke rumah sakit baru Zahra dan David memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit, David tak kembali ke kantornya dan memilih untuk kembali ke kediamannya menemani istrinya. Saat mereka masih berada dalam perjalanan David langsung menghubungi seseorang dan meminta orang tersebut ke kediamannya
" Selamat sore pak "
" Sore, cari orang terbaik untuk kembalikan semua data yang ada di dalam ponsel ini semuanya " menyerahkan ponsel Alvian
__ADS_1
" Baik pak, apa ada lagi pak ? "
" Untuk sementara itu aja dulu, gimana perkembangan perintah saya kemarin ? "
" Kami sudah menyebarkan banyak orang untuk mencari keberadaan ibu Lena pak, kami juga mengikuti gerak-gerik pak Adit dan pak Bastian "
" Kerahkan lebih banyak orang, karena kita berlomba dengan seseorang yang hebat untuk cari dia " dengan tegas
" Baik pak saya mengerti, kalo tidak ada yang lain saya permisi dulu pak " David menganggukkan kepalanya, dan orang tersebut pergi meninggalkan kediaman David
" Gw harus bisa temuin Lena secepatnya, maaf ya anak tengil gw lakuin bukan buat lo gw ga bisa biarin Ara sedih kalo terjadi sesuatu sama dia "
David seperti sedang berlomba dengan Adit dan Bastian untuk menemukan di mana keberadaan Lena, hanya bedanya David mencari tau akar permasalahannya sedangkan Adit dan Bastian hanya mencari Lena karena menyakiti seorang Alvian Pratama
David menemani Zahra seharian di rumah karena dia yakin saat ini istrinya sedang bersedih, Alvian adalah saudara yang paling dekat dengan dirinya sedang terpuruk dan salah satu sahabatnya sedang menjadi incaran keluarganya sendiri
Menjelang malam tiba orang yang di minta David mencari informasi tentang Lena menghubungi David, orang tersebut adalah tangan kanan David yang sangat bisa di andalkan, orang tersebut di kirimkan papanya untuk mendampingi David
" Selamat malam pak "
" Malam "
" Kami udah berhasil kembalikan semua data yang ada di handphone itu pak "
" Apa ada yang menarik ? "
" Ya pak "
" Ada beberapa pesan yang di hapus pak, dan ada beberapa foto "
" Foto apa ? "
" Pak Alvian dan seorang wanita berada di dalam kamar, saya sudah mencari tau itu adalah sebuah kamar hotel pak "
" Sesuai dugaan gw, ga mungkin Lena tinggalin si tengil begitu aja "
" Segera cari tau siapa perempuan itu ? dan kirim orang buat awasin perempuan itu "
" Baik pak " David langsung memutuskan sambungan teleponnya
David kembali ke dalam kamar dan mulai merebahkan tubuhnya di samping Zahra sambil memeluk tubuhnya
" Apa udah ada info tentang Lena sayang ? "
" Sebaiknya aku ga usah cerita dulu masalah foto itu sebelum semuanya jelas "
" Sabar ya sayang " Zahra memeluk tubuh suaminya dengan erat
" Tolong temuin dia secepatnya "
__ADS_1
" Aku janji sayang " mencium ujung kepala Zahra
Mereka pun mulai terlelap ke alam mimpinya, hari demi hari berlalu seperti itu David akan pergi ke kantor setelah mengantarkan istrinya ke rumah sakit dan menemani Alvian seharian di sana, setelah pulang kerja David akan kembali menjemput Zahra
Setelah beberapa hari berlalu ada sebuah pesan masuk ke dalam ponsel David, ke dua bola matanya langsung membulat seperti tak percaya apa yang sedang dia baca
" Apa iya ? aku harus buktiin ini dulu "
" Sayang di handphone Vian ada sesuatu yang aku rasa dia sendiri ga tau " Zahra menghentikan sarapannya dan menatap serius
" Tapi kamu harus janji jangan sedih lagi " Zahra menjawab dengan anggukan kepalanya
" Di situ ada beberapa pesan yang di hapus, dan beberapa foto Vian lagi sama perempuan di dalam kamar hotel "
" Ga mungkin " terperangah
" Makanya aku bilang kayaknya Vian juga tau, berarti ada yang merencanakan ini semua " dengan serius
" Tapi siapa ? "
" Aku lagi pastiin dulu sayang, apa aku bisa minta tolong sesuatu sama kamu ? " menganggukkan kepalanya
" Apa kamu bisa dapetin rambut om Bastian ? "
" Buat apa ? " mengerutkan keningnya
" Buat pastiin sesuatu "
" Tapi gimana caranya ya ? " wajah bingung
" Aku rasa rambut Vian juga bisa "
" Ok nanti aku coba ya, tapi buat apa ? "
" Kemungkinan besar orang yang merencanakan ini semua berhubungan sama mereka "
" Makasih ya sayang "
" Ya udah yang penting kamu jangan sedih lagi ya, aku akan berusaha cari keberadaan Lena secepatnya " Zahra menganggukkan kepalanya
" Semoga ini sesuai dugaan gw, ini akan jadi kartu as untuk selamatkan Lena dari mereka "
Seperti biasa David akan pergi ke kantor setelah mengantarkan istrinya ke rumah sakit, dengan sebuah alasan yang konyol yaitu mencabut sebuah rambut uban Zahra mengambil rambut Alvian pada hari itu. Sesuai dengan arahan dari suaminya
" Maaf ya Vian aku bohong, tapi David yakin kalo ini terbukti benar bisa menyelamatkan Lena dari papa dan om Bastian. Dan aku harus bisa selamatkan Lena dengan cara apapun karena dia ga salah "
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
__ADS_1
Kalo bisa berikan vote ðŸ¤
Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗