Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
XP 9. Ultah Alvian


__ADS_3

Jam pelajaran berlangsung dengan posisi duduk yang baru, sedangkan sang titisan mak lampir hanya bisa terdiam merenungi semua kesalahan yang telah dia perbuat selama ini. Bagaimana mungkin dia bisa bersikap seangkuh itu terhadap Zahra selama ini ?


Ketika bel sudah berbunyi dengan langkah yang gontai Lidya mulai menghampiri Zahra, tekadnya sudah bulat untuk meminta maaf terhadap Zahra. Dia tak ingin apa yang sudah dia lakukan akan sampai ke telinga kedua orang tuanya


Baru saja berjalan mendekat kedua para pengawal Zahra sudah berdiri dengan keadaan siaga untuk menghalau serangan dari titisan mak lampir


" Mau apa lo ? " Alvian menatap tajam


" Aku cuma mau minta maaf kok " Lidya menundukkan kepalanya


" Apa karena sekarang lo tau siapa dia ? "


" Vian tolong dengerin dulu penjelasan aku " dengan perasaan takut Lidya mencuri pandang ke arah Alvian


" Gw udah pernah kasih peringatan ke lo buat ga ganggu dia, apa lo pikir keluarga kami keluarga sembarangan yang bisa lo kerjain seenaknya kayak kemarin ? "


" Kalo cuma untuk ngancurin keluarga lo ga perlu om Adit turun tangan, gw yakin papa gw juga akan sanggup lakuin itu " bisik Alvian di telinga Lidya


Lidya langsung terjatuh terduduk di lantai mendengar ucapan dari mantan kekasihnya tersebut, serasa seluruh tulang di tubuhnya lenyap begitu saja, dia hanya bisa terduduk dan mulai mengalirkan air mata dari pelupuk matanya. Hingga Zahra pun menjadi tak tega melihat hal tersebut


" Udah ga usah di pikirin apa yang Vian bilang ya " Zahra membantu Lidya agar mulai berdiri


" Aku minta maaf ya "


" Aku udah maafin kok, dan ayah juga udah janji ga akan perpanjang masalah kemarin "


" Terima kasih "


" Udah ayo ke kantin nanti ke buru bel kita belum makan apapun karena ngeladenin hal ga penting " Alvian langsung menarik tangan Zahra dan meninggalkan mantan kekasihnya begitu saja


Sesampainya di kantin ternyata David sudah mengekor di belakang mereka berdua, Alvian tidak bisa berkata apapun melihat kelakuan David yang langsung mendudukkan dirinya tepat di sebelah Zahra. Sedangkan Sofia dan Lena hanya duduk di kejauhan hingga Zahra memanggil mereka untuk bergabung juga


" Kenapa duduknya di sana ? "


" Ga apa kami di sana aja, ga enak kalo ganggu " Lena tersipu

__ADS_1


" Apaan sih kita kan teman ayo duduk sini "


" Oh ya... Sebentar lagi Vian ultah loh kalian di undang ga ? " mereka hanya terdiam tak berani berucap sepatah katapun, hanya David yang berani tertawa


" Ya ga mungkin lah anak sombong ini undang kita, paling juga yang dia undang anak-anak yang masuk golongan orang kaya " David kembali tertawa


Zahra memberikan tatapan membunuhnya kepada Alvian, sedangkan Alvian hanya cuek seperti tak melakukan kesalahan apapun


" Kurang aj*r lama-lama namanya gw di buat makin jelek aja depan Ara sama ni raja tidur, bisa makin puas Ara ledekin gw kalo lagi kumpul keluarga "


" Kalo aku yang ajak kalian untuk datang ke sana, kalian mau datang ga ? "


" Kalo kamu yang undang aku pasti datang " David menatap ke arah Zahra


" Aduh.. Apa-apaan sih anak ini ? lama-lama perasaan aku kok jadi aneh gini kalo dia lagi liatin aku gini ? "


" Kalo kalian berdua ? " Zahra berusaha mengalihkan pandangannya agar tak fokus kepada David


" Kalo aku kayaknya ga bisa, aku ga punya baju yang yang pantes buat ke pesta kayak gitu " Lena menundukkan kepalanya


" Itu ga penting yang penting kalian mau datang aja, nanti semuanya aku yang urus. Gimana ? " Zahra melemparkan senyuman terhangatnya


" Ga ada kata ngerepotin kalo sama teman, kalian kan teman aku "


Lena dan Sofia saling bertatapan seolah-olah mereka sedang saling berbicara, apa yang harus mereka putuskan ?


" Udah pokoknya Vian kasih undangannya ke mereka, mereka bertiga teman aku "


" Ya "


Kini mereka berlima sudah seperti sahabat yang akan selalu bersama saat berada di lingkungan sekolah, sudah tidak ada perasaan canggung antara Alvian dan ke tiga temannya tersebut. Semua karena kehadiran seorang Zahra


Hari demi hari pun berlalu hari yang di nantikan pun tiba hari ulang tahun Alvian, setelah pulang sekolah Zahra mengantarkan kedua sahabat wanitanya ke rumah mereka masing-masing agar meminta izin kepada kedua orang tua mereka


Setelah itu Zahra membawa mereka ke sebuah butik untuk memilih gaun pesta yang cocok untuk mereka berdua, dan membawa mereka berdua ke sebuah salon yang cukup ternama. Setelah melewati berbagai perawatan mereka bertiga pun kini siap untuk pergi ke pesta tersebut, sedangkan David akan langsung bertemu mereka di sana

__ADS_1


Sampai lah mereka di sebuah cafe resto yang sudah di boking oleh Bastian untuk hari jadi putra tunggalnya tersebut, selain teman-teman dari Alvian dan keluarga besar Pratama, ada beberapa undangan yang sengaja di undang oleh Bastian yang turut hadir di sana, tak lupa juga anggota empat sekawan yang lainnya pun hadir di sana


Awalnya Sofia dan Lena sempat enggan untuk masuk ke sana, dan ingin rasanya mereka segera kembali ke rumah mereka masing-masing. Hingga Zahra terus mencoba meyakinkan mereka berdua, dan tiba lah David di sana sehingga mereka pun akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam tempat tersebut


Begitu masuk ke dalam mereka mengucapkan selamat hari jadi kepada Alvian secara bergantian, suasananya sangat meriah bahkan di hibur oleh artis band yang sudah ternama. Ketika melihat Mita dan Rangga tanpa sadar Zahra menghampiri mereka dan berbincang dengan asik hingga sedikit melupakan para sahabatnya tersebut


David asik dengan kesendiriannya duduk di sebuah bangku yang berada di pojokan, Sofia asik dengan menonton band yang sedang tampil dengan sangat bahagia. Hanya Lena yang berdiri sendiri seperti tak tau apa yang harus dia lakukan di pesta seperti itu


" Loh.. Kamu ga salah datang ke sini ? sejak kapan kalangan kalian datang ke pesta Alvian ? " ucap sang titisan mak lampir dengan sombongnya


" Sejak gw mau jadiin dia pacar gw, apa ada masalah buat lo ? " Alvian merangkul pundak Lena


" Tapi Vian ? "


" Gw sekarang udah ga buta lagi, buat gw penampilan udah ga penting. Yang terpenting dia baik hatinya " Alvian menatap ke arah Lena sedangkan Lena hanya bisa tersipu malu


Dengan perasaan marah dan malu yang bercampur aduk menjadi satu Lydia meninggalkan mereka berdua


" Makasih ya "


" Buat apa ? " Alvian mulai menurunkan tangannya


" Kamu tadi udah belain aku di depan Lydia "


" Bener kata Ara kamu manis dan yang terpenting hati kamu baik, kamu tulus suka sama aku walaupun kamu udah tau aku jadi juara satu dengan berbohong "


" Aku ngomong kayak tadi bukan buat belain kamu, aku memang lagi kejar kamu buat jadi pacar aku "


" Hmm.. Itu.. Itu... " Lena menjadi gugup mendengar ucapan Alvian


" Ga usah di jawab sekarang, yang penting kamu udah tau. Ayo aku kenalin ke keluarga aku " Alvian menarik tangan Lena agar tak jauh dari dirinya


Drama antara Alvian dan Lena pun akan berakhir sampai di sini, semua karena Zahra yang sudah menceritakan tentang perasaan Lena, sejak keluarga Pratama berkumpul di rumah Adit saat Zahra sehabis menghilang di lingkungan sekolah


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊

__ADS_1


Terima kasih 🤗


Maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar 😉


__ADS_2