Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Perangkap


__ADS_3

Malam pun tiba Adit sudah bersiap-siap untuk berangkat ke bandara untuk berangkat ke kota Z, dan menyelesaikan segala urusannya


" Besok ada supir yang jemput kamu buat antar kamu ke acara Rangga ya sayang, soalnya besok Erik ada kerjaan " Adit memeluk cindy


" Ya sayang "


" Kamu langsung istirahat aja ya, besok aku telepon ya " Adit seperti enggan untuk melepaskan pelukannya


" Iya sayang, udah nanti kamu ketinggalan pesawat "


" Ya udah aku jalan dulu ya " Adit mencium kening Cindy dan dengan berat hati mulai melepaskan pelukannya


" Hati-hati ya sayang " Cindy tersenyum sambil melambaikan tangannya


Cindy yang telah sendiri di dalam apartemen pun berjalan menuju ke dalam kamar untuk istirahat, karena besok dia akan menghadiri acara pernikahan sahabatnya, di pagi hari Cindy terbangun oleh suara panggilan masuk dari ponselnya


Dengan rasa kantuk yang masih menggelayuti dirinya, Cindy mulai meraba-raba mencari di mana letak keberadaan ponselnya dan mengangkat panggilan telepon tersebut


" Halo "


" Kok masih tidur sayang ? "


" Ya ini aku bangun sayang "


" Ya ampun berarti kalo aku ga telepon, kamu masih tidur dong " Adit pun tertawa


" Ya ni sayang ga tau, sekarang aku rasanya pengen tidur terus "


" Kan dari kemarin aku ajak kamu periksa, ya udah nanti kalo kerjaan Erik udah selesai aku suruh dia antar kamu ke dokter ya "


" Ikh... Ga mau " jawab Cindy dengan cepat


" Kenapa ? " Adit mulai khawatir dengan keadaan istrinya yang sedang jauh dari sisinya


" Nanti aja tunggu kamu pulang " jawab Cindy malu-malu


" Hmm... Ya udah kamu mandi lah sayang, udah jam berapa ini nanti telat datangnya "


" Ya udah aku mandi dulu ya sayang, bye " mereka pun memutuskan sambungan teleponnya


Cindy pun mulai meninggalkan tempat tidurnya dan berjalan menuju dapur lalu mengambil sebuah gelas tetapi tiba-tiba prank... Gelas itu terlepas dari tangannya begitu saja, dalam sekejap perasaannya berubah menjadi tak karuan


Cindy pun berusaha mengatur napasnya sejenak, lalu mulai membersihkan pecahan gelas tadi dan mengambil gelas baru untuk minum, dia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri


Setelah selesai membersihkan diri, Cindy mengambil baju yang sudah dia siapkan untuk acara itu dan merias tipis wajahnya, tetapi hatinya tidak bisa di bohongi masih terselip perasaan cemas seperti gelas pecah tadi memberikan dia sebuah pertanda


Tut..Tut..Tut...


" Halo "


" Maaf bu saya di suruh pak Adit untuk menjemput ibu "

__ADS_1


" Oh ya, udah di mana pak ? "


" slSaya sudah di bawah bu "


" Ok.. Tunggu sebentar pak saya turun "


" Baik Bu "


Cindy pun bergegas untuk keluar dari apartemennya lalu turun ke lantai bawah, dia pun tak lupa membawa kado yang sudah dia dan suaminya siapkan


Sesampainya di pintu keluar apartemennya supir tadi sudah bersiap di sana, Cindy pun langsung menaiki mobil itu dan mereka berangkat menuju ke pernikahan Mita dan Rangga


Di acara pernikahan Mita dan Rangga terlihat lebih sepi dari pada saat acara Cindy menikah dengan Adit, karena di situ pihak keluarga kedua mempelai tidak ada yang hadir sama sekali


" Saya terima nikah dan kawin nya Mita Sanjaya binti Brahma Sanjaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai " Rangga berhasil menyelesaikan tugasnya dengan lancar


Sah.. Semua pun menjawab dengan serempak menjawab sah...


Semua yang hadir di acara tersebut pun satu persatu mengucapkan selamat kepada mereka berdua, Cindy mendekati sahabatnya itu dan memeluknya


" Selamat ya plend, aku ikut bahagia karena sekarang udah ada yang jagain kamu "


" Makasih ya Cin " Cindy pun melepaskan pelukannya


" Oh.. Ya ini dari Adit sama aku, maaf ya Adit ga bisa datang "


" Ya ga apa Rangga udah bilang kok "


" Makasih ya "


Setelah selesai acara mereka kembali kepada kesibukan mereka masing-masing, sedangkan Cindy memilih untuk kembali ke apartemennya, dengan mobil dan supir yang sama yang masih setia menunggunya


" Makasih ya pak " ucap Cindy sesaat sebelum keluar dari dalam mobil itu


Cindy pun mulai berjalan masuk ke dalam apartemen, kini dia sudah sampai di depan lift menghentikan langkahnya menunggu lift terbuka, dan tiba-tiba dia mendapat panggilan telepon dari nomor yang tidak dia ketahui


" Halo "


" Halo bu maaf kami dari rumah sakit persada, apakah ibu kenal dengan saudari Imelda Pratama ? "


" Oh.. Ya saya kenal itu kakak ipar saya, ada apa ya mbak ? "


" Begini bu saudari Imelda Pratama baru saja mengalami kecelakaan mobil, kami sudah berusaha menghubungi beberapa nomor yang ada di ponselnya dan baru ibu yang menjawab "


" Apakah ibu bisa tolong datang ke rumah sakit sekarang, karena kami membutuhkan tanda tangan dari pihak keluarga untuk penanganan selanjutnya " lanjut orang di seberang sana


" Oh baik mbak saya ke sana sekarang "


Cindy yang sedang dalam keadaan kalut pun tidak bisa berpikir dengan normal, tanpa mengabari siapapun dia berjalan ke arah jalan raya untuk mencari taksi, sudah ada sebuah taksi di depannya dia langsung naik ke dalam taksi tersebut


" Pak ke rumah sakit persada ya "

__ADS_1


" Siap bu "


Sebelum supir taksi itu menjalankan mobilnya, sudah ada orang lain yang masuk ke dalam taksi itu dan membius Cindy, sedangkan di waktu yang bersamaan di bandara ada yang seorang wanita yang cantik sedang menunggu di jemput dia adalah Siska ( mantan Adit )


" Hai sayang "


" hlHai tante, gimana kabar tante ? "


" Yah kayak yang kamu liat aja sayang "


" Ya udah ayo pulang dulu pasti kamu capek " ucap mama Linda di balas senyuman oleh Siska dan mereka berdua pun kembali ke kediamannya mama Linda


Cindy pun mulai terbangun dan memegang kepalanya yang masih terasa sakit, dia mulai melihat ke sekeliling ruangan itu nampak seperti dia sedang berada di sebuah kamar hotel, dan dia pun semakin terkejut saat melihat tubuhnya tanpa sehelai benangpun


Cindy pun langsung mengambil pakaiannya yang tercecer di lantai, dengan cepat memakainya lalu dia pun berlari keluar dari hotel itu, Cindy yang sedang bingung tak tau harus berbuat apa, hanya bisa menangis di tepi jalan tak lama Cindy pun mulai tak sadarkan diri


" Cindy... Bangun Cin " suara Bastian yang berusaha menyadarkan Cindy


Ternyata saat Cindy berlari keluar dari hotel itu, berpapasan Bastian yang baru saja hendak masuk ke dalam hotel tersebut, dia sedang berjanjian dengan seorang wanita, Bastian yang terkejut melihat Cindy berlari dan menangis ikut berlari mengikuti Cindy


Bastian pun membopong tubuh Cindy ke dalam mobilnya dan mulai melajukan mobilnya, Bastian berniat menghubungi Adit tetapi niatnya dia batalkan, melihat keadaan Cindy yang seperti itu pasti sedang terjadi sesuatu, dan dia paham betul watak Adit akhirnya dia menghubungi Rangga


" Apaan si ? jangan ganggu..!! Gw pengantin baru..!! " Teriak Rangga dari seberang sana karena merasa kesal


" Bro lo sama Mita ke rumah sakit ya sekarang " dengan suara panik


" Lo kenapa ? kenapa suara lo gitu ? "


" Ceritanya di sana aja, yang jelas gw nemuin Cindy di pinggir jalan lagi pingsan "


" Lo ga lagi ngerjain gw kan ? "


" G*la lo ya masa keadaan begini buat becanda, pokoknya lo sama bini lo gw tunggu di rumah sakit ga pake lama..!! " Bastian kembali berteriak


" Ke rumah sakit mana lo bawa ? "


" Gw bawa ke rumah sakit di jalan xx "


" Ok.. Kami otw sekarang " Rangga langsung memutuskan sambungan teleponnya


Rangga langsung menghampiri Mita yang sedang berada di dalam kamar


" Sayang kita harus ke rumah sakit sekarang Bastian temuin Cindy pingsan di pinggir jalan "


Tanpa menunda-nunda waktu mereka berdua pun langsung bergegas menuju ke rumah sakit


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 😊


Maaf ya kalo masih banyak typo maklum masih belajar....

__ADS_1


__ADS_2