Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Penguntit


__ADS_3

Reyhan keluar dari tempat itu dengan perasaan yang dia sendiri tak mengerti, sebuah perasaan kecewa melihat Nadin bersama pria lain atau hanya sebatas perasaan bersalah saja yang kini bersarang di dalam hatinya. Reyhan masuk ke dalam mobilnya dan membenamkan wajahnya ke kemudi stir mobilnya


" Boleh ga kalo aku minta kesempatan dekat sama kamu ? "


" Aku menyesal dulu pernah kehilangan kamu Nadin perempuan yang tulus sama aku, aku ga bisa bayangin gimana perasaan kamu dulu saat ada di antara kami berdua "


" Maaf kak " menundukkan kepalanya


" Ga usah di jawab sekarang, aku tau sekarang mungkin terlalu cepat. Tapi aku harap kamu bisa pikirin "


" Aduh mulut ayo dong bilang kalo kamu ga bisa, jangan kasih orang sebuah harapan yang palsu "


" Ekh.. Udah waktunya aku balik ke kantor nih, kamu mau aku anterin ga ? "


" Ga usah kak, aku sendiri aja " tersenyum


" Ya udah aku duluan ya " Dimas memanggil pelayan dan membayar makanan mereka berdua


Dimas pun berpamitan untuk kembali ke kantornya, sedangkan Nadin masih terpaku duduk di tempat yang sama


" Apa yang harus aku lakuin sekarang ? apa aku harus coba jalanin sama kak Dimas ? tapi aku ga bisa bohong di dalam hati aku sekarang sudah ga ada nama kak Dimas "


Cukup lama Nadin tetap berada di tempat itu dan akhirnya dia pun memutuskan untuk keluar dari tempat itu, Nadin membulatkan kedua bola matanya melihat mobil yang sedari tadi sudah mengikuti dirinya masih terparkir di tempat yang sama


Tok.. Tok.. Tok..


Reyhan mengangkat wajahnya dan menoleh ternyata Nadin yang mengetuk pintu mobilnya, dengan cepat Reyhan segera keluar dari mobilnya


" Mau sampe kapan kamu jadi penguntit ? "


" Maaf saya cuma.. "


" Cuma apa ? " menatap tajam


" Saya cuma mau minta maaf ke kamu, ya udah saya pergi dulu. Saya janji saya ga akan pernah muncul lagi di hadapan kamu "


Reyhan sudah membalikkan tubuhnya untuk masuk ke dalam mobilnya dan tindakannya terhenti karena mendengar ucapan dari Nadin


" Terus kamu ga anterin saya ? "


" Kamu mau saya anterin ? " membalikkan tubuhnya


" Bener kata Vian, dia cuma pria b*doh. Jadi ga mungkin gw terus salahin dia untuk kejadian itu "


" Ya kalo kamu ga mau anter juga ga masalah, saya bisa naik taksi "


" Ayo.. Saya antar kamu ke mana ? " tersenyum tipis


" Balik ke butik " Reyhan menjawab dengan anggukan kecil

__ADS_1


Mobil tersebut melaju dengan pelan ke arah butik yang kini di kelola oleh Nadin, sepanjang perjalanan hanya ada kebisuan antara mereka berdua. Mereka hanya larut dalam pikirannya masing-masing, Reyhan yang seakan-akan tak percaya dengan sikap Nadin, Nadin yang semakin mengerti dengan kepolosan dari Reyhan


Beberapa kali Nadin sempat melirik ke arah Reyhan, Nadin dapat melihat dengan jelas kegugupan Reyhan. Tersimpul senyuman dari Nadin melihat semua itu


FLASH BACK


Tut... Tut... Tut..


" Ya kak "


" Vian aku takut nih "


" Kak Nadin kenapa ? kakak di mana sekarang ? "


" Aku ada di butik sekarang "


" Terus kakak takut apa ? ada masalah apa ? "


" Beberapa hari ini ada mobil yang terus ngikutin aku, terus selalu ada di depan butik Vian "


" Jangan-jangan dia kali ya "


" Kakak tenang dulu ya, coba kakak bilang ke aku berapa plat mobilnya ? " Nadin pun menyebutkan plat nomor mobil tersebut


" Ya udah tunggu ya kak, aku cari tau dulu "


" Makasih ya Vian "


Alvian langsung memerintahkan seseorang untuk mencari tau siapa pemilik mobil tersebut, dan ternyata semua sesuai dengan dugaannya. Alvian langsung menghubungi Nadin untuk bertemu, setidaknya Nadin harus mengetahui semua tentang Reyhan sebelum Nadin mengambil sebuah keputusan


" Kak " membuka pintu ruangan Nadin


" Masuk Vian " Alvian pun mendudukkan dirinya tepat di hadapan Nadin


" Apa kamu udah tau sesuatu ? "


" Sesuai dugaan aku kak, itu mobil Reyhan "


" Reyhan ? "


" Anaknya om Rangga, orang yang melakukan itu kak "


" Apa yang mau dia lakuin ke aku ? " wajah Nadin berubah menjadi cemas


" Dia ga akan berbuat jahat kok ke kak Nadin, aku udah kenal dia lama kak. Dia sebenarnya orang baik "


Alvian mulai menceritakan semua kejadian yang telah terjadi di rumah sakit dan yang lainnya, Alvian juga menceritakan tentang masa lalu Reyhan yang kehilangan calon istrinya. Dan semenjak kejadian itu dia tak pernah dekat dengan wanita manapun


" Dia udah ketemu papa minta maaf dan dia bilang mau tanggung jawab katanya kak, aku juga udah kasih dia hadiah waktu di rumah sakit " tersenyum bangga sambil mengayunkan kepalan tangannya

__ADS_1


" Tapi kenapa dia buat kayak gitu ? aku jadi malah takut "


" Mungkin dia takut kak Nadin belum siap ketemu dia, kak dia cuma laki-laki baik sekaligus sedikit b*doh " tersenyum meledek


" Apa iya ada laki-laki sebaik itu ? "


" Kak apapun keputusan yang mau kak Nadin ambil, aku sama papa pasti dukung keputusan kakak "


" Makasih ya " terharu


" Ya udah aku balik dulu ya kak, kalo aku ngilang kelamaan papa suka nyanyi " sambil cengengesan, sedangkan Nadin hanya membalas dengan senyuman


FLASH OFF


" Masa ada cowok yang segitunya kalo lagi sama cewek, tapi gw ga sangka dia benar-benar cuma ikutin ke mana pun gw pergi tanpa mau keliatan sama gw. Apa bener dia cuma ga mau ketemu aku kalo aku belum siap ? "


Tanpa Nadin sadari Nadin mulai sedikit tertarik dengan sikap Reyhan, hingga mereka tiba di depan butik Nadin


" Makasih ya " Nadin tersenyum dengan tulus


" Aku minta maaf ya, saat itu aku benar-benar sudah ga bisa tahan diri aku " menundukkan kepalanya


" Lupain aja, seharusnya kan aku yang bilang terima kasih. Kalo seandainya kamu ga tolong aku waktu itu, aku ga tau gimana keadaan aku saat ini ? "


Reyhan akhirnya berani menatap wajah Nadin untuk pertama kalinya


" Kamu memang cantik, astaga apa yang baru aja aku pikirin ? "


" Ya udah aku turun dulu ya " Reyhan menjawab dengan anggukan kepalanya


Nadin sudah membuka pintu mobil Reyhan sesaat sebelum turun dari mobil tersebut, Nadin kembali duduk dengan benar dan menghadap ke arah Reyhan


" Lain kali jangan suka ikutin aku ke mana-mana dengan diam-diam lagi, satu lagi jangan suka parkir di depan butik aku kalo kamu ga niat untuk ketemu aku " tersenyum dengan tulus


" Jadi dia tau selama ini ? "


Nadin sudah menurunkan satu kakinya dan dengan cepat Reyhan memegang tangan kanan Nadin, membuat Nadin kembali menoleh ke arah Reyhan


" Apa aku boleh ketemu kamu lagi ? " Nadin tersenyum dan menganggukkan kepalanya


" Ya udah lepasin tangan aku, kalo kamu pegangin terus gimana aku mau turun ? "


" Maaf.. " Reyhan langsung melepaskan tangan Nadin


" Masa di ledekin gitu aja bisa malu begitu, ya ampun ga nyangka gw ternyata cowok ini lucu banget. Gw yakin dia orang baik "


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗

__ADS_1


Kalo bisa berikan vote 🤭


Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗


__ADS_2