
Alvian kini sudah berada di dalam kamar rawat dengan berbagai macam alat menempel di tubuhnya, satu persatu yang berkumpul di sana masuk untuk menjenguk Alvian. Dan mereka pun mulai membubarkan diri satu persatu
Zahra masuk ke dalam kamar rawat Alvian, dia mulai berjalan mendekati tubuh Alvian yang sedang terbaring lemah dan masih dalam pengaruh obat bius. Zahra memegang tangan kanan Alvian seolah mencoba memberikan dia kekuatan
" Bocah tengil bangun, kamu ga pantas diam begini " lirih meneteskan air matanya
" Kamu harus cepet bangun Vian, papa sama om Bastian akan cari Lena. Kamu harus lindungi Lena, mereka pasti akan sakitin Lena " menempelkan telapak tangan Alvian ke keningnya sambil menangis hebat
Setelah puas mencurahkan isi hatinya si gadis yang berhati mulia itu keluar dari dalam ruangan tersebut, dan kembali ke kediamannya bersama suaminya. Di sepanjang perjalanan Zahra hanya diam membisu membuat David semakin yakin ada hal lain yang sedang di pikirkan oleh Zahra
Mereka membersihkan diri dan mulai kembali merebahkan tubuh mereka, seperti biasanya David akan tidur dengan memeluk tubuh istrinya. Dan entah mengapa saat itu Zahra membelakangi tubuh David tidak seperti biasanya
" Kamu kenapa sayang ? " Zahra hanya terdiam
" Cerita sama aku, apa yang lagi kamu pikirin ? " Zahra mulai membalikkan tubuhnya dan membenamkan wajahnya ke dada suaminya, David mengelus rambut Zahra dengan lembut
" Ayo cerita ke aku " Zahra mendongakkan wajahnya menghadap ke wajah suaminya
" Aku tadi denger papa ngobrol sama om Bastian sayang "
" Apa kamu tau kalo Lena putusin hubungan mereka ? " David menggelengkan kepalanya
" Om Bastian sama papa marah ke Lena sayang, mereka percaya kejadian yang menimpa Vian karena Lena "
" Om Bastian minta bantuan papa cari Lena, mereka mau minta penjelasan dari Lena sayang. Aku tau papa ga suka kalo ada orang yang sakiti keluarganya sayang " membenamkan wajahnya dan mulai meneteskan air matanya
" Kalo itu terjadi sama kamu, aku juga akan lakuin hal yang sama sayang "
" Apa alasan Lena tinggalin Vian ? " mulai kembali menatap wajah suaminya
" Aku ga tau sayang, aku ga bisa hubungi Lena "
" Ya udah kamu jangan sedih lagi "
" Aku tau papa sama om Bastian sayang, mereka pasti akan sakitin Lena "
" Apa kamu ga mau tau alasan Lena tinggalin Vian ? " di jawab dengan gelengan kepala
" Aku juga ga suka cara Lena pergi tinggalin Vian begini, tapi kalo papa yang temuin Lena pasti mereka akan.. " mulai menangis dengan hebat
__ADS_1
" Terus kamu maunya gimana sayang ? "
" Tolong bantu aku cari tau yang sebenarnya terjadi, tolong temuin Lena sebelum papa yang temuin Lena " terbata-bata
" Aku yakin Lena ga akan pergi tinggalin Vian gitu aja, aku yakin Lena cinta sama Vian "
" Kamu memang gadis baik sayang, aku benar-benar bersyukur memiliki kamu seutuhnya " tersenyum
" Ya udah kamu jangan nangis lagi ya, aku janji aku akan cari tau di mana keberadaan Lena "
" Makasih ya sayang " memeluk tubuh David dengan erat
Sedangkan nan jauh di sana Lena tak lagi dapat melanjutkan tidurnya, mimpi buruk yang menghampirinya terus saja menggelayuti hati kecilnya
" Aku akan selalu doakan kamu bahagia sayang, aku ga mau halangi kebahagiaan kamu "
Air mata Lena langsung mengalir dengan deras mengingat semua yang telah terjadi, Lena kembali mengingat semua pesan yang dia pikir di kirim oleh Alvian untuk dirinya
" Terserah kamu mau gimana ? sebentar lagi aku udah terpaksa jalanin sisa hidup aku sama kamu. Aku udah muak selama ini berpura-pura, kalo bukan om Adit yang minta aku ga akan bersedia nikah sama perempuan kayak kamu "
" Kehidupan seperti ini yang aku suka selama ini, dan inilah yang selalu aku jalanin di belakang kamu. Kamu mau terima kita lanjutkan pernikahan kita, kalo ga ya udah terserah kamu. Apapun keputusan kamu aku harap masalah ini hanya kita yang tau, tunjukkin sedikit rasa terima kasih kamu pada keluarga kami "
Yang ada di dalam pikirannya adalah Alvian tidak pernah mencintainya sama sekali, Alvian mendekati dan menikahi dirinya hanya karena Adit menjadikan dirinya sebagai anak angkatnya setelah orang tuanya meninggal dunia. Sofia juga sama di biayai oleh Adit untuk biaya pendidikannya tetapi tidak seperti Lena yang seluruh biaya hidupnya di tanggung oleh Adit
Alvian terbaring lemah di dalam kamar rawatnya, secara perlahan dia pun mulai membuka kedua bola matanya. Dia dapat merasakan ada seseorang yang sedang menggenggam tangannya, dia pun mulai menolehkan wajahnya ke arah orang tersebut. Ternyata ada seorang Siska yang sedang tertidur sambil menggenggam tangannya
" Aku berharap kamu yang pegang tangan aku sayang "
" Mah " panggil Alvian dengan lemah
" Kamu udah sadar sayang, sebentar ya mama panggil dokter "
" Apa Lena ga datang mah ? "
" Udah sayang kamu ga usah pikirin apa-apa dulu, yang penting kamu selamat " air mata kembali menghiasi matanya
" Maafin Vian ya mah, Vian jadi bikin Mama sedih "
Siska bergegas ke luar ruangan tersebut untuk memanggil dokter dan menghubungi suaminya, dia memberitahukan bahwa anak mereka sudah siuman. Dokter kini sudah berada di dalam ruangan itu dan melakukan beberapa pemeriksaan
__ADS_1
Alvian dapat merasakan sekujur tubuhnya yang sedang sakit, tetapi yang paling membuat dirinya terkejut adalah kakinya yang tak dapat dia gerakkan. Dan dia tak dapat merasakan apapun di kakinya
" Kaki saya kenapa dok ? "
" Untuk sementara kaki bapak tidak bisa di gunakan " Alvian langsung memasang wajah sedih
" Kamu jangan sedih sayang, dokter bilang dengan terapi kamu bisa jalan lagi kok sayang " Siska mencoba terlihat kuat di hadapan anaknya
" Aku ga boleh kelihatan sedih, nanti mama jadi makin sedih " tersenyum dengan paksaan
Selesai melakukan pemeriksaan dokter ke luar dari ruangan tersebut, Siska mulai mendekati anaknya dan menggenggam tangan anaknya. Hati seorang pasti akan sakit melihat keadaan anaknya seperti itu
" Mah jangan nangis Vian ga apa kok " Siska tersenyum walaupun air matanya tetap mengalir dengan deras
" Mah tolong hubungi Lena mah "
" Mau ngapain kamu cari perempuan kayak gitu ? " sinis masuk ke dalam ruangan tersebut
" Apa papa udah tau ? kalo liat muka papa pasti papa marah sama Lena "
" Aku pengen ketemu sama dia pah "
" Kamu tenang aja, papa janji papa pasti akan temuin dia. Papa harus minta penjelasan dari dia " dengan tegas
" Ga.. Aku ga bisa biarin papa temuin Lena, papa pasti akan sakitin Lena. Aku ga perduli apapun yang udah dia lakuin ke aku, aku ga mau papa sakitin dia "
" Tolong pah jangan.. " langsung terpotong
" Vian keluarga kita bukan keluarga yang bisa di mainin sama orang lain " menatap tajam
" Papa tau kamu akan larang papa untuk temuin dia, tapi ga bisa Vian untuk sekali ini papa ga akan turutin kemauan kamu "
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
Kalo bisa berikan vote ðŸ¤
Dukungan kalian sangat berarti bagi aku 🤗
__ADS_1