
Rangga yang sudah di kuasai oleh amarah melajukan mobilnya dengan sangat cepat, perasaan marah menguasai dirinya tapi juga terselip perasaan takut Mita akan meninggalkan dirinya, sesampainya di apartemen Rangga langsung berlari masuk ke dalam
" Mita..!! " ucap Rangga berteriak saat membuka pintu apartemennya dan langsung menutup lagi pintu itu
Mita yang merasa tidak punya salah apapun keluar dari kamar karena kaget mendengar teriakan dari suaminya, Rangga pun langsung menghampiri Mita dan sudah mengangkat tangannya
" ingat janji kamu, kalau kamu sampai pukul aku, aku akan pergi dari sini " ucap Mita menatap tajam ke arah Rangga
Rangga yg mendengar itu pun langsung menurunkan tangannya, ancaman Mita adalah hal yang paling menakutkan bagi Rangga
" kamu kenapa tega banget si Mit " ucap Rangga
" aku kenapa ? " tanya Mita bingung
" kamu ngapain tadi ada di sana ? " tanya Rangga
" aku minta bantuan buat cari Cindy " jawab Mita
" terus kamu kasih imbalan apa ? " tanya Rangga lirih dan Mita pun terdiam dia masih tidak mengerti arah omongan Rangga
" aku tau aku memang ga akan bisa buat kamu jadi sempurna sebagai perempuan, tapi aku sudah bilang berkali-kali ke kamu aku ga bisa hidup tanpa kamu Mit " ucap Rangga sambil menahan kesedihannya
" kamu kenapa si ? baru datang sudah teriak-teriak ga jelas, sekarang kamu malah bahas hal itu, kamu kenapa ? " tanya Mita semakin bingung
Rangga langsung memeluk Mita dengan erat dia benar-benar takut kehilangan wanita itu
" aku maafin kamu kok Mit, tapi aku mohon jangan kamu ulang lagi yang kaya tadi " ucap Rangga dengan suara yang sudah mulai bergetar seperti akan menangis
" maksud kamu apa ? " tanya Mita sambil melepaskan pelukan Rangga
" aku ngerti kok mungkin kamu kecewa sama aku, aku ga tau apa aja yang udah kamu lakukan sama om Brahma tapi aku mohon jangan di ulang Mit " ucap Rangga lalu dia mulai duduk di ruang tamu sambil memijat pelipis matanya
" kalau memang uang yang aku kasih ke kamu kurang kamu tinggal bilang ke aku Mit, kamu jangan serahin diri kamu ke pelukan lelaki lain " lanjut Rangga menatap Mita sayu
plak... sebuah tamparan mendarat mulus di pipi Rangga, Mita pun masuk ke dalam kamar dan mengambil cek tadi yang di berikan papanya, Rangga pun hanya bisa terdiam sambil merasakan pipinya yang sedikit berdenyut
" maksud kamu ini " ucap Mita sambil melempar cek itu ke atas meja
" udah Mit aku ga mau bahas itu lagi, aku ngerti kok " jawab Rangga sambil menundukkan kepalanya
" apa salah nya memang kalau aku terima itu ? " tanya Mita, Rangga hanya bisa terdiam memikirkan apakah Mita benar-benar akan meninggalkan dia
" kamu pikir aku serendah itu apa sampai lakuin itu sama dia, lagi pula apa salahnya kalau aku terima uang dari papa aku sendiri..!! " teriak Mita
Rangga yang mendengar ucapan Mita pun langsung menatap ke arah Mita
__ADS_1
" kamu bilang apa ? " tanya Rangga
" apa..!! " teriak Mita yang masih kesal mendengar tuduhan dari suaminya
" tadi kamu bilang om Brahma itu papa kamu " ucap Rangga menatap Mita dengan serius
" ya.. kenapa ? " tanya Mita bingung
Rangga langsung menghampiri Mita dan memeluknya
" akh... kenapa kamu ga bilang kalau dia itu papa kamu ? " ucap Rangga lalu mencium pipi istrinya
" gimana mau bilang kamu ngomong ga jelas terus dari awal " jawab Mita
" sayang buku nikah kita mana ? " tanya Rangga
" kamu mau apa ? " tanya Mita bingung
" ya udah mana.. cepat sayang kasih ke aku " ucap Rangga
Mita pun masuk ke dalam kamar dan mengambil buku nikah mereka lalu menyerahkan buku itu ke tangan Rangga, Rangga pun bergegas melangkahkan kakinya hendak keluar dari apartemen
" kamu mau kemana bawa buku itu ? " tanya Mita semakin bingung
" aku mau perjuangkan kamu untuk jadi istri aku yang seutuhnya, aku akan wujudkan impian kamu " ucap Rangga lembut menatap kedua mata Mita, Mita pun hanya bisa terdiam mendengar ucapan Rangga
Rangga langsung keluar dari apartemennya mulai melajukan mobilnya kembali menuju ke kantor om Bram
" ya betul dulu saat ijab qobul kan nama papanya Mita Brahma Sanjaya, tapi gw mana kepikiran kalau ini orang yang sama " ucap Rangga saat di dalam mobilnya
begitu sampai di kantor om Brahma, Rangga langsung menuju ke meja resepsionis
" maaf mbak saya Rangga, apa pak Brahma nya ada ? " tanya Rangga ke resepsionis
" pak Brahma nya sedang keluar pak, belum kembali lagi " jawab resepsionis itu
" oh... kenapa gw bisa lupa om Bram kan makan siang sama papa terus katanya mau antar papa dulu " ucap Rangga dalam hatinya
" oh.. kalau gitu saya tunggu aja mbak " ucap Rangga
" silahkan kan pak, bapak bisa menunggu di situ " jawab resepsionis itu menunjuk bangku untuk menunggu
" makasih " ucap Rangga dan dia pun langsung menuju ke arah bangku itu
tekad Rangga sudah bulat untuk memperjuangkan Mita, karena ga mungkin juga dia akan menikahi dua perempuan yang ternyata kakak beradik pikirnya
__ADS_1
sekitar satu jam menunggu om Bram pun kembali ke kantornya, dan resepsionis itu langsung berdiri
" maaf pak, ada pak Rangga ingin ketemu bapak " ucap resepsionis itu
" dimana dia ? " tanya om Bram
" itu pak " jawab resepsionis itu sambil menunjuk. ke arah Rangga dan hanya di balas anggukkan kepala oleh om Bram, om Bram pun langsung menghampiri Rangga
" Rangga " sapa om Bram
Rangga pun langsung berdiri duduknya begitu melihat orang yang di tunggu sudah ada di hadapannya
" ada apa ? " tanya om Bram
" maaf om ada yang harus Rangga omongin ke om " jawab Rangga dengan yakin
" ya udah ikut ke ruangan om " ucap om Bima
" iya om " jawab Rangga, dan mereka berdua pun menuju ke ruangan om Bima
" ada apa Rangga ? " tanya om Bima saat mereka sudah duduk di ruangan om Bima
Rangga langsung mengeluarkan buku nikahnya dan meletakkannya di atas meja dan om Bima pun terlihat bingung
" maaf om Rangga ga bisa nikahin Angel om, Rangga sudah nikah " ucap Rangga sontak saja langsung membuat wajah om Bima menjadi merah padam menahan amarahnya
" maksud kamu apa Rangga ? " tanya om Bima sambil memberikan tatapan yang mematikan
" maaf om Rangga tau Rangga salah selama ini sudah bohong sama om dan papa, Rangga ga bisa melawan kemauan papa tapi Rangga mencintai Mita om, jadi Rangga nikah siri dengan Mita om " ucap Rangga dan membuat wajah om Bram yang tadinya marah menjadi bingung
" maaf om Rangga baru tau kalau Mita itu anak om, jadi Rangga ga mungkin bisa nikah sama Angel om " lanjut Rangga
om Bram langsung membuka buku nikah itu dan terlihat dengan jelas foto dan nama dari anaknya, lalu om Bram pun teringat ucapan Mita kalau sudah ada orang baik yang menjaganya
" om kecewa sama kamu Rangga " ucap om Bram
tiba-tiba saja om Bram langsung berdiri Rangga pun ikut berdiri, dan om Bram mengangkat tangannya, Rangga hanya bisa pasrah dengan apapun yang akan terjadi sambil menutup kedua matanya
" m*mpus gw bakal kena tampol dah " ucap Rangga dalam hatinya
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😊
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar...
__ADS_1