
Seluruh keluarga besar Rangga dan Bagas sedang sibuk untuk mempersiapkan acara pernikahan anak mereka, satu per satu semua keperluan sudah di penuhi tinggal menunggu hari di mana dua keluarga besar tersebut akan menjadi satu
Malam itu keluarga besar Rangga ada semua di kediamannya termasuk anak pertama mereka yang sampai detik ini belum memiliki pasangan, jangankan seorang istri bahkan seorang kekasih pun dia tidak punya membuat hati Rangga sedikit cemas
" Rey malam ini kamu nginep di sini aja ya, besok kan adek kamu mau nikah "
" Ga bisa pah, aku ada kerjaan pagi. Tapi aku janji pasti datang ke acara adek kesayangan aku ini " tersenyum meledek Andin
" Apa sih kak ? " merona
" Kalo kakak kamu ini ga datang nanti dia bisa kurang aj*r sama kamu, inget ya kalo dia ada buat macam-macam setelah kalian menikah, kamu ga boleh diam aja kamu harus lapor sama kakak ya "
" Udah jangan ledekin adiknya terus " Mita berusaha menjadi penengah
" Oh ya udah sehabis ini papa perlu bicara dulu sama kamu sebentar "
Mereka melanjutkan makan malam mereka seperti biasanya Reyhan akan selalu mengganggu adik kecilnya yang sebentar lagi akan melepaskan diri dari statusnya sebagai seorang gadis, hingga kini hanya bersisa Rangga dan Reyhan anak tertua mereka yang terpaut umur tak beda jauh dari Zahra mau pun Alvian
" Kamu mau sampe kapan begini Rey ? " menatap serius
" Aku juga ga mau pah begini, tapi aku beneran ga bisa "
" Ini udah terlalu lama Rey, udah saatnya kamu bangkit melupakan masa lalu kamu "
" Andai aja aku bisa pah, tapi kenyataannya ga semudah ucapan pah "
" Papa ngerti perasaan kamu, kamu masih belum bisa lupain perasaan bersalah kamu kan ? tapi adik kamu aja sebentar lagi udah mau nikah "
__ADS_1
" Ya aku tau pah, tapi maaf aku belum bisa " Rangga yang seorang dokter sudah berusaha sebisa mungkin yang dia bisa untuk membantu anaknya, tetapi tetap saja ternyata tak mudah membuat anaknya melupakan masa lalunya
" Papa kasih kamu waktu untuk cari pendamping hidup kamu sendiri, tapi kalo kamu ga bisa juga papa yang akan pilihkan pendamping untuk kamu. Dan sekali ini kamu ga bisa nolak lagi karena adik kecil kamu aja udah nikah besok Rey " dengan tegas
" Terserah papa aja "
" Maaf pah selamanya mungkin ga akan ada yang bisa untuk gantiin posisi dia di hati aku "
Reyhan pun kembali ke apartemennya setelah menyelesaikan perbincangan dengan papanya, terselip sedikit kesedihan di dalam hatinya karena kini dia tak memiliki alasan lagi untuk menolak sebuah hubungan dengan seorang wanita karena desakan dari papanya
Malam itu Reyhan tidur dengan gelisah, setelah sekian lama mimpi buruk itu kembali hadir di alam mimpi Reyhan. Reyhan berencana untuk menikah muda dan sebelum hari bahagia itu datang, Reyhan membawa calon istrinya ke sebuah mall terbesar untuk membeli cincin pernikahan mereka, hari itu mereka lalui dengan ceria dan tertawa riang
Saat kembali dari mall tersebut Reyhan mengendarai sebuah mobil mewah yang dia miliki, dia mengendarai mobil tersebut dengan cukup cepat, calon istrinya melepaskan sabuk pengaman untuk mengambil barang yang ada di bangku belakang. Saat itu Reyhan sudah berusaha menghentikan perbuatan gadis tersebut
Tiba-tiba saja ada seorang anak kecil yang berlari menyebrangi jalan, dan untuk menghindari menabrak anak tersebut Reyhan memutar kemudi mobilnya dan menabrak bahu jalan dengan sangat keras. Sehingga kecelakaan yang cukup mengerikan pun terjadi mobilnya dalam keadaan terbalik
Dalam keadaan yang sudah makin melemah Reyhan masih sempat melihat ke sisi lain di mana calon istrinya berada, calon istrinya sudah tak sadarkan diri dengan darah segar yang mengalir lebih banyak dari dirinya
Reyhan pun terbangun dari mimpi buruknya dengan keringat yang sudah bercucuran hingga membasahi pakaian yang dia pakai pada saat itu, dan akhirnya Reyhan berteriak dengan sangat kencang meluapkan segala beban yang bersarang di dalam hatinya
" Akh.....!! " Aku kangen kamu sayang, seharusnya kita yang sudah menikah sebelum mereka semua. Bahkan besok Andin sudah akan menikah "
Malam yang masih panjang Reyhan habiskan dengan terjaga karena rasa kantuknya sudah lenyap, Reyhan mengenang kembali segala peristiwa pahit tersebut karena kehadiran mimpi buruk itu. Reyhan mengingatkan kembali akan kelalaian dirinya menjaga wanita pujaan hatinya, penyesalan terbesar dalam hatinya adalah saat gadis tersebut pergi untuk selamanya Reyhan tak ada di sisinya, karena Reyhan terbaring koma hampir satu bulan lamanya
Hingga pagi menyapa Reyhan masih tetap terjaga dia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri, lalu dia pergi ke suatu tempat di mana calon istrinya kini beristirahat dengan tenang untuk selamanya. Reyhan berbohong saat dia mengatakan bahwa dia ada sebuah pekerjaan
" Sayang aku datang, aku mau kasih tau kamu hari ini Andin mau menikah sayang. Aku juga ke sini untuk minta maaf ke kamu, maaf aku ga bisa pegang janji aku untuk setia selamanya ke kamu "
__ADS_1
" Kamu tau sayang hari ini hari adalah bahagia bagi aku karena adik kesayangan kita akan membina rumah tangga, tapi hari ini juga hari tersedih bagi aku karena jujur aku teringat kembali semua kenangan manis dan pahit yang ada di antara kita "
Setelah puas mencurahkan segala isi hatinya Reyhan meninggalkan area pemakaman tersebut dan menuju ke kediaman papanya, di mana semua orang sudah mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatunya
" Kamu udah datang Rey ? "
" Ya maaf pah, tadi ada urusan sedikit "
" Papa tau kamu abis dari mana Rey, yang papa takutkan selamanya kamu ga akan bisa bangkit dari rasa bersalah kamu "
" Ya udah kamu siap-siap dulu aja "
" Ya pah " Reyhan mulai mengganti pakaiannya dengan seragam keluarga yang telah di siapkan
Acara berlangsung dengan sangat lancar dan di lanjutkan dengan acara resepsi pernikahan di sebuah gedung ternama, gedung tersebut di penuhi oleh para undangan dari kalangan elit
Seakan tak ada habisnya para tamu undangan yang hadir ke acara tersebut membuat hati Reyhan sedikit merasakan sakit yang tak dapat dia ungkapkan, Reyhan terus menyapa para undangan yang dia kenal dengan sopan
Seluruh anggota empat sekawan yang lainnya sudah pasti berada di sana bersama keluarga besar mereka, jarak hadir antara keluarga Adit dan Bastian tak berselang lama. Begitu pula David dan Zahra
David berusaha keras mencari keberadaan sosok seseorang di antara banyaknya para undangan yang telah hadir di sana, hingga sebuah senyuman tersimpul di bibirnya
" Ketemu juga akhirnya, sekarang saatnya gw harus membuat pertemuan antara mereka berdua, supaya gw tau tindakan terbaik apa yang harus gw ambil ? Semoga masalah mereka bisa di selesaikan dengan cara baik, gw ga mau Ara jadi kepikiran karena masalah mereka "
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
__ADS_1
Kalo bisa berikan vote ðŸ¤
Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗