
Adit sudah duduk dengan mantap menghadap ke arah sang penghulu, dan Siska berada di sampingnya dengan riasan yang sangat cantik
" Sudah siap ? "
Adit pun menganggukkan kepalanya lalu si penghulu menyodorkan tangannya ke arah Adit, tetapi Adit bukan menerima tangan sang penghulu dia hanya terdiam
" Sayang ayo " bisik mama Linda
Mama Linda bisa melihat dengan jelas ada keraguan di wajah Adit, Adit pun menatap mamanya dengan perasaan sedikit bersalah
" Gimana sudah siap ? " tanya si penghulu lagi
" Enggak..!! Gw memang ga akan maafin Cindy, tapi bukan berarti gw harus nikah sama perempuan yang ga ada di hati gw "
Adit bukannya memberikan tangannya kepada penghulu itu Adit malah berdiri, melihat Adit yang tiba-tiba berdiri serempak semua mata yang ada di tempat itu langsung tertuju ke arah adit
" Maaf saya ga bisa " dengan yakin
Adit langsung meninggalkan tempat itu dan Siska begitu saja, Adit pun memilih kembali ke dalam kamarnya, semua yang ada di situ menjadi diam karena terkejut tidak ada satupun orang yang berbicara, hanya Siska yang tertunduk menahan malu dan sudah mulai mengeluarkan air mata
" Maaf ya pak tunggu sebentar " ucap mama Linda kepada penghulu itu, dan penghulu itu hanya bisa menganggukkan kepalanya
Mama Linda langsung bergegas menyusul Adit ke dalam kamarnya dan Imel mengekor di belakang mamanya, dengan perasaan malu dan kesal mama Linda langsung menerobos masuk ke dalam kamar Adit
" Kamu apa-apa si Dit..!! " mama Linda berteriak, Adit hanya diam duduk di tepi ranjangnya
" Ayo kita balik lagi ya sayang " mama Linda menarik lengan Adit
" Maaf aku ga bisa mah " dingin dan melepaskan tangan mama Linda dari lengannya
" Apa kamu mau bikin malu mama ? "
" Apa mama mau korbankan kebahagiaan aku ? cuma buat nutupin rasa malu mama "
" Terus maksud kamu apa ? kamu mau balik sama istri kamu itu..!! " Mama Linda kembali berteriak
" Enggak Adit ga bisa maafin Cindy tapi Adit juga ga bisa nikahin Siska " dingin
" Kamu ga bisa gitu sayang kamu harus tanggung jawab sama Siska " bujuk mama Linda
Mama Linda masih terus berusaha untuk membujuk Adit, tetapi bukan seorang Aditya Pratama namanya bila dia sudah berkata tidak bisa di rubah dengan oleh orang lain
" Adit akan tanggung jawab "
" Ya udah ayo kita balik sayang "
" Adit udah bilang enggak mah, jangan paksa Adit lagi " melepaskan tatapan membunuhnya
" Kamu bilang tadi mau tanggung jawab "
__ADS_1
" Ya Adit akan tanggung jawab, Adit akan berikan berapa pun yang dia minta, tapi kalo untuk nikahin dia maaf Adit ga mau " dengan tegas, seperti ingin menunjukkan bila itu adalah keputusan final yang tidak bisa di ganggu lagi
" Mah udah mah, Adit udah besar biar dia tentukan jalan dia sendiri "
" Tapi kan kita jadi malu Mel " mama Linda mulai meneteskan air matanya
" Yang Adit bilang benar mah yang tau dia bahagia atau ga ya dia sendiri, kita ga bisa paksain Adit nikah cuma buat nutupin rasa malu "
Imel mulai melangkahkan kakinya berjalan mendekati Adit lalu duduk di samping adiknya
" Maaf ya kak "
" Kamu ga salah Dit, mama sama kakak yang salah " Imel memeluk tubuh Adit dengan erat, sedangkan Adit hanya bisa terdiam
Adit berpikir itu adalah permintaan maaf masalah pernikahan ini, tapi lain di dalam hati Imel dia benar-benar menyesal melihat keadaan adiknya sekarang
" Kakak udah bilang tadi mulai sekarang keputusan apapun yang kamu ambil kakak akan selalu dukung kamu, ya udah kamu istirahat dulu ya. kakak mau selesaikan di depan dulu " Imel mulai melepaskan pelukannya dan Adit pun menganggukkan kepalanya
Sedangkan di luar kediaman mamanya Adit sudah ada Cindy, dia datang bukan untuk mengacaukan acara tersebut, dia hanya ingin memastikan untuk memantapkan hatinya, karena melihat keadaan rumah yang sudah ramai tamu dan di depan rumah sudah di hiasi oleh janur kuning Cindy pun memutuskan untuk pergi
" Cindy " panggil seseorang
Cindy pun membalikkan tubuhnya karena ada suara yang memanggil namanya, Bastian yang melihat itu benar-benar Cindy pun berlari dengan cepat lalu memeluk tubuh Cindy
" Ngapain kesini ? "
" Ga apa nangis aja keluarin semuanya " dengan lembut
Bastian masih terus setia memeluk Cindy dan mengusap lembut kepala Cindy, setelah merasa Cindy sudah mulai tenang Bastian pun melepaskan pelukannya
" Kamu mau kemana ? biar aku antar "
" Ga usah kak nanti ga enak kakak harus datang ke acara Adit, aku mau pulang ke apartemen Mita "tersenyum getir
" Ya udah ga apa aku antar aja ya "
" Ga usah kak aku bisa sendiri, aku duluan ya kak "
Entah mengapa Bastian merasakan ada sesuatu yang aneh dengan Cindy seperti Cindy sedang berbohong pada saat itu, tetapi dia juga ingin menghargai apapun yang menjadi pilihan Cindy
" Oh ya udah kamu hati-hati ya "
Bastian terus memandangi punggung Cindy sampai Cindy benar-benar menghilang, lalu dia melangkahkan kakinya kembali ke arah kediaman tantenya
Begitu Bastian masuk ke dalam rumah itu dia melihat Siska sedang berlari ke arah kamarnya, Bastian pun menjadi bingung melihat para tamu yang mulai keluar satu persatu, Bastian langsung mendekati Bagas
" Kenapa ini ? "
" Adit batalin pernikahannya " bisik Bagas
__ADS_1
" G*la memang si Adit ini otaknya kemana ya ? "
" Udah lo jangan emosi terus sama dia, mungkin aja dia sadar kalo yang namanya nikah itu bukan main-main "
" Kayak lo udah nikah aja " tersenyum meledek
" Udah ayo kita temui Adit dulu aja "
Bagas merangkul pundak sahabatnya itu, mereka berdua berjalan menuju ke arah kamar Adit, saat mereka masuk ke dalam kamar Adit sudah mengganti pakaiannya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang
" Woi... Ngapain lo ? dasar sepupu gw yang paling aneh "
" Rangga ga datang ? " dingin
Adit sedikit heran melihat hanya ada Bastian dan Bagas di situ tanpa ada Rangga, bagaimanapun juga Adit merasa Rangga adalah sahabat terdekatnya, dan biasanya masalah sebesar apapun di antara mereka berempat, mereka akan langsung saling melupakannya keesokan harinya
" Mungkin masih ga enakan kali masalah semalam " Bagas berbohong
" Kok jadi gini bro ? " Bastian menepuk pundak Adit
" Ya mau gimana lagi gw ga bisa nikah sama orang yang ga ada di hati gw " dingin
" Apa lo mau balikan sama istri lo ? "
" Enggak.. Gw ga akan bisa maafin dia "
Mereka bertiga berbincang cukup lama di dalam kamar Adit, walaupun Adit menjawab dengan nada dingin terus, akhirnya Bastian dan Bagas berpamitan pulang
Bastian memilih untuk langsung ke apartemen Rangga, dia ingin memberitahukan kepada Cindy masalah pernikahan Adit yang batal, sesampainya di sana ternyata yang membuka pintu adalah Rangga, hari itu Rangga memutuskan untuk berdiam diri di apartemennya saja
" Ngapain lo kesini ? " ucap Rangga saat membuka pintu
" Gw punya cerita asik tapi panggil Cindy dulu "
Tanpa di persilahkan masuk terlebih dahulu Bastian langsung nyelonong ke dalam dan duduk di ruang tamu, dan Rangga langsung menuju ke dalam kamarnya untuk meminta Mita memanggil Cindy
" Sayang panggilin Cindy dulu ya, bilang Bastian mau ketemu "
" Bukannya hari ini Adit nikah ya, ngapain dia kesini ? "
" Aku ga tau sayang "
" Ya udah kamu panggil Cindy dulu, dia juga ga ada keluar kamar dari tadi tuh " Mita menjawab dengan menganggukkan kepalanya
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 😊
Maaf masih banyak typo maklum masih belajar....
__ADS_1