
Semua sedang asik di pesta tersebut, Lena yang yang selalu berada tak jauh dari sang pujaan hatinya selama ini, Sofie yang henti-hentinya memandangi penampilan band favoritnya, Zahra yang melihat David sedang duduk sendirian bermaksud untuk menghampirinya tetapi niat tersebut dia urungkan. Karena ada seorang pria yang sudah duduk di sampingnya
" Kamu ada di sini juga ? "
FLASH BACK
Brak... Suara pintu kantor di buka secara paksa
" Maaf pak saya ga bisa menahan mbak ini "
" Udah ga apa, kamu boleh keluar "
" Baik pak " Sekretaris itu meninggalkan kantor tersebut
" Kamu mau apa lagi ? "
Wanita tersebut tak menghiraukan pertanyaan pria itu, dia pun terus melangkahkan kakinya mendekati pria tersebut, dan mendudukkan dirinya tepat di hadapan pria tersebut
" Maksud kamu apa ? " melempar sebuah kartu undangan pernikahan
" Aku kan udah jelasin aku ga bisa lanjutin hubungan kita, keluarga aku minta aku untuk menikah dengan perempuan itu "
" Terus bagaimana dengan aku ? "
" Aku mohon maaf sama kamu, aku benar-benar mencintai kamu. Tapi perusahaan kami sedang di ambang kehancuran, dan hanya ini satu-satunya cara "
Pria itu membuang napasnya dengan kasar
" Aku kan udah jelasin ke kamu semuanya, maaf aku ga bisa "
" Lalu bagaimana dengan anak kita sedang tumbuh di rahim aku sekarang..!! " Wanita itu berteriak dan mulai meneteskan air matanya
" Aku akan bertanggung jawab secara finansial, dan kamu bisa menggugurkan anak itu " lirih
" Laki-laki b*jingan dan pengecut, cuma karena takut akan kemiskinan kamu minta aku gugurkan anak ini..!! "
Dengan emosinya yang sudah membara wanita itu bangkit dari duduknya, dan mulai melangkahkan kakinya ke arah pintu keluar. Tepat di depan pintu wanita itu menghentikan langkahnya
" Ingat mulai detik ini kamu ga punya hak apapun lagi dengan anak ini " wanita itu pun keluar dari ruangan tersebut
Wanita tersebut meninggalkan kota itu dan pergi cukup jauh dari tempat itu, wanita itu bekerja di sebuah panti asuhan dalam keadaan hamil muda. Pemilik panti tersebut sudah menganggap wanita tersebut sebagai adiknya sendiri, dan wanita tersebut meninggal dunia saat sang anak berusia delapan tahun dan sejak saat itu anak tersebut di rawat oleh pemilik panti tersebut
Tepat saat anak tersebut berusia sepuluh tahun anak tersebut menemukan buku diary curahan hati ibunya, anak tersebut mengetahui semua kejadian yang telah menimpa ibunya. Dan mulai timbul rasa benci terhadap sang ayah yang belum pernah dia temui
__ADS_1
Beberapa bulan kemudian sang ayah mulai mencari keberadaan mereka berdua, dan sang ayah mengetahui bahwa kekasihnya yang dulu meninggalkan dunia. Sang ayah pun menemui sang anak tetapi hanya mendapatkan sebuah penolakan keras dari sang anak
Sejak saat itu sang ayah selalu memberikan apapun yang di butuhkan sang anak, baik berupa harta benda ataupun finansial. Bila merupakan finansial sang anak akan menggunakan hal tersebut hanya untuk kebutuhan panti yang selama ini dia tinggali, tetapi bila merupakan barang-barang anak tersebut tak akan menerimanya
FLASH OFF
David sudah memasang wajah marahnya dan hendak bangkit dari duduknya, melihat siapa gerangan yang berada di sampingnya. Hingga Zahra mulai menghampiri dirinya dan memegang tangannya dengan sangat hangat
" Kamu mau ke mana ? "
" Maaf gw harus pergi sekarang "
" Boleh aku ikut ? " Zahra melemparkan senyuman termanisnya
David dan Zahra meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju ke sebuah taman yang tak jauh dari cafe tersebut, dan mereka berdua pun duduk cukup lama tanpa ada yang mengeluarkan sepatah katapun. Hingga akhirnya Zahra memecahkan keheningan antara mereka berdua
" Apa yang kamu liat dari keluarga aku ? " David hanya terdiam dan memandangi wajah Zahra
" Pasti keluarga bahagia kan ? " Zahra memberikan senyuman terhangatnya, sedangkan David masih setia dengan diamnya
" Kamu mau dengar sebuah kisah ga ? " David mulai mengerutkan keningnya
Zahra mulai menceritakan seluruh kisah tentang ayah dan ibunya, dan mulai tampak guratan seperti tak percaya terpasang di wajah David. Zahra terus menceritakan semua kisahnya hingga selesai
" Gimana menurut kamu ? " David menatap Zahra dengan lembut dan tanpa dia sadari dia memeluk Zahra dengan sangat erat
" Ga apa kok. Kamu mau tau ga cara paling ampuh buat melaluinya ? " David mulai melepaskan pelukannya dan menatap Zahra dengan lembut
" Memaafkan " Zahra memberikan senyuman terhangatnya
" Maaf tapi aku ga bisa sebaik kamu " David mulai menundukkan kepalanya
" Aku percaya kamu bisa kok, itu kenapa aku pilih kamu sebagai teman pertama aku. Karena aku yakin kamu anak yang berhati baik " Zahra menggenggam tangan David
" Kamu ga perlu laluin semua sendiri, ada aku di samping kamu "
David mulai menatap Zahra dengan lembut
" Orang tadi ayah biologis aku "
" Aku tau " David menatap Zahra sambil mengerutkan keningnya
" Maaf ya, ayah selalu lakuin itu ke semua orang yang dekat sama aku "
__ADS_1
" Tapi ayah ga pernah niat jahat kok, ayah cuma ga mau aku berteman dengan orang yang berniat jahat ke aku "
" Apa ayah kamu juga udah tau semua tentang aku ? " Zahra menganggukkan kepalanya
" Apa ayah kamu ga larang aku dekat sama kamu ? "
" Ayah aku bukan orang yang gitu kok, buktinya kita tetap dekat kan "
" Makasih ya "
" Ayo masuk lagi, nanti Vian kangen sama kita " Zahra menarik tangan David agar kembali masuk ke dalam cafe tersebut
Di dalam sana ternyata Adit sedang berbincang dengan Robert rekan bisnis yang ternyata adalah ayah kandung dari David, Robert berada di kota tersebut untuk menjalankan bisnis dan sedang memakai jasa dari Bastian sebagai pengacaranya untuk membebaskan sebuah lahan
Tetapi alasan utamanya adalah dia ingin sekali menebus semua kesalahannya terdahulu terhadap wanita pertama yang berhasil menyentuh dasar hatinya, dan memohon maaf dari buah hati mereka berdua
Melihat laki-laki itu berada di hadapannya David sempat menghentikan langkahnya, Zahra menggenggam erat tangan David seolah memberikan dia ketenangan, dan mengingatkan David bahwa dia ada di sampingnya
David kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam dan ketika tepat di hadapan Robert, David mulai melepaskan genggaman tangan Zahra lalu memeluk pria tersebut
" Maaf ya pah, aku selama ini terlalu keras kepala "
" Papah yang salah sayang, papah yang terlalu pengecut " Robert memeluk David dengan sangat erat
" Makasih ya Zahra Pratama kamu benar-benar seperti malaikat yang di kirimkan Tuhan untuk hadir di kehidupan aku. Selamanya aku akan selalu jaga kamu sebagai seorang wanita bukan sebagai seorang teman "
TAMAT
Makasih ya teman-teman semua atas dukungannya selama ini, aku harap beberapa extra part tentang Zahra besar bisa sedikit menghibur semuanya 🤗
Aku memang sengaja ga mau buat terlalu panjang biar ga terlalu muter-muter ceritanya ðŸ¤
Mampir ya kakak-kakak semua di cerita terbaru aku yang berjudul hati seorang wanita
Mengisahkan tentang seorang gadis yang terpaksa menikah dengan seorang pria yang kaya, dan sang pria terkenal memang bersikap dingin bila dengan orang lain, tetapi berbeda dengan Rania dia akan bersikap kasar
Sang pria menikah untuk mendapatkan harta warisan, sedangkan sang pria sudah memiliki pujaan hati. Tetapi karena sebuah alasan dia tak bisa kembali pada saat itu
Hanya tiga bulan gadis itu terus meyakinkan dirinya bahwa dia harus bertahan selama tiga bulan untuk biaya pengobatan ibunya
Hari demi hari berlalu entah mengapa sang pria mulai membuka hatinya tanpa dia sadari, dan sang kekasih hatinya kembali ke sisinya dan melihat perubahan dari Galang. Akhirnya sang kekasih menggunakan seribu akal untuk menjatuhkan Rania di mata Galang
Sang ibu yang menjadi penguat hati gadis itu meninggal dunia, dan Galang melakukan sesuatu yang sangat menyakitkan bagi hati Rania. Apakah yang akan gadis itu lakukan ?
__ADS_1
Sedangkan ada seorang pria yang bersedia memberikan cinta yang tulus kepada dirinya...
Lanjut yuk kak di baca... Hati Seorang Wanita