
Pembukaan toko roti pun sudah di lakukan kini Cindy mulai aktif bekerja di sana menjadi seorang kasir, itu adalah hal yang cukup mudah bagi Cindy bagaimana pun juga dia mempunyai latar pendidikan yang tidak terlalu rendah
Hubungan antara Cindy dan Ana pun semakin dekat, Ana meminta Cindy untuk tidak terlalu lelah dalam bekerja dan Cindy pun bersyukur mempunyai atasan yang sangat baik menurutnya
Siang itu Cindy sudah duduk di depan sebuah komputer tempatnya bekerja dan Ana pun menghampirinya berdiri di sampingnya
"Cin boleh mbak minta sesuatu dari kamu ? "
" Apa mbak ? " Cindy menolehkan wajahnya menghadap Ana
" Boleh ga kalo nanti anak kamu lahir mbak jadi ibu angkatnya ? " Cindy mengerutkan keningnya
" Mbak bukan bermaksud untuk ambil anak kamu, bukan gitu. maksud mbak izinkan mbak ikut merawat dan membantu keperluannya " Cindy hanya bisa terdiam, Ana pun menaruh kursi di sebelah Cindy
" Mbak ingin merasakan merawat seorang anak " Ana mulai menunjukkan wajah sedih
" Makasih ya mbak aku senang dengarnya jadi anak aku nanti akan punya 2 ibu " Cindy tersenyum tulus menatap Ana
" Makasih ya Cin, kamu mau kasih mbak kesempatan merasakan menjadi seorang ibu "
Cindy menatap ke arah Ana dengan tatapan yang semakin bingung, Cindy tidak mengerti apa maksud Ana bagaimana bisa seorang wanita mengatakan seperti itu, bukankah sudah menjadi kodrat seorang wanita akan memiliki seorang anak seolah-olah itu lah arti tatapan dari Cindy
" Ikh... Jangan gitu dong ngeliatinya " canda Ana
" Ekh.. Maaf mbak.. Hehe " jawab Cindy tidak enak hati
" Ga apa.. Mbak ngerti kok maksud kamu " Ana tersenyum dan Cindy pun hanya bisa tersenyum malu
" Mbak sebenarnya sudah menikah Cin "
" Masa mbak ? "
Cindy merasa bingung karena selama dua Minggu dia membantu memasak di rumah Ana dia hanya melihat ada Ana dan ibunya disana, tidak pernah ada sosok seorang pria di rumah itu
Hufh... Ana pun membuang napasnya dengan kasar
__ADS_1
" Jalan hidup kita sama kok Cin sama-sama di tinggalkan suami, hanya bedanya suami kamu menikah lagi saat kamu sedang hamil, tapi mbak di tinggalkan oleh suami karena mbak ga bisa memberikan dia keturunan "
" Maaf ya mbak " Cindy menundukkan kepalanya merasa tidak enak hati
" Ga apa kok.. Mungkin Tuhan memang belum kasih kepercayaan sama mbak aja " tersenyum
" Apa udah pernah di periksa mbak ? "
" Ya, kandungan mbak yang bermasalah jadi ga memungkinkan untuk hamil, dan karena itu keluarga suami mbak minta suami mbak buat ceraikan mbak " lirih
" Sabar ya mbak, tapi mbak itu orang baik kok, aku yakin suatu saat mbak pasti temuin kebahagiaan mbak "
" Makasih ya, tapi yang tadi kita omongin benar ya ? "
" Yang mana ya mbak ? " bingung
" Mbak boleh anggap anak kamu seperti anak mbak sendiri " Ana menatap Cindy dan di balas anggukkan kepala oleh Cindy
" Kalo mbak punya anak maunya di panggil apa ? "
" Mbak pengen di panggil bunda " tersenyum
" Ya udah kalo gitu, nanti saat anak Cindy lahir dia panggil ibu ke Cindy dan bunda ke mbak, gimana mbak ? " tanya Cindy dengan polosnya membuat hati seorang Ana menjadi haru
" Makasih ya Cin " ucap Ana sambil memeluk Cindy
" Sama-sama bunda " ledek Cindy dan mereka berdua pun tertawa
Hari demi hari terus berlalu bahkan Cindy sekarang sudah di ajak oleh Liana untuk tinggal di kediamannya, agar Cindy tidak terlalu lelah dalam perjalanannya ke toko roti, mamanya Liana hanya senang melihat Liana yang bersemangat kembali, Liana seperti menemukan sebuah harapan di dalam hidupnya.
Liana adalah anak tunggal di keluarga itu, dia mulai kenal dengan suaminya saat sama-sama masih di bangku SMA dan akhirnya mereka berpacaran, selain Liana adalah anak tunggal Liana juga berasal dari keluarga yang mampu, keluarga Liana memiliki kebun yang tak terhitung luasnya, Liana bahkan memenuhi semua kebutuhan dari pacarnya itu sampai mereka sama-sama lulus kuliah
Mereka berdua menikah saat masih kuliah saat itu ayah Liana yang sedang sakit keras meminta mereka menikah, mereka berdua pun menikah tetapi mereka memutuskan untuk menunda kehamilan sampai mereka lulus kuliah, setelah lulus kuliah suami Liana di terima sebagai manager di perusahaan nomor satu di kota, Liana pun mengikuti suami bersama keluarga suaminya ke kota
Suami Liana meminta Liana untuk tidak bekerja dan menjadi seorang istri yang baik di rumah, Liana pun menuruti keinginan dari suaminya, dan mereka memutuskan untuk melepas pengaman yang selama ini digunakan tapi setelah berjalan hampir dua tahun Liana tetap tak kunjung hamil, suami Liana akhirnya membawa Liana untuk periksa dan ternyata Liana di vonis tidak bisa memberikan keturunan
__ADS_1
Keluarga dari suami Liana yang mendengar itu meminta mereka untuk bercerai, mereka beralasan tidak ingin garis keturunan mereka terputus, tanpa mereka mengingat apa saja yang sudah di lakukan oleh seorang Liana dari awal hubungan mereka
Suami Liana pun menceraikan Liana dengan berat hati, dia terlalu pengecut untuk melawan keluarganya yang terus mendesaknya, Liana yang sudah bercerai pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kediamannya mamanya
Hampir setahun lebih Liana hanya mengurung diri di dalam kamar dan tak pernah keluar rumah, sang mama yang melihat anaknya seperti itu pun sangat sedih, akhirnya mengajak Liana untuk bicara mamanya menangis di hadapan Liana, meminta anaknya itu untuk kuat jangan terlarut dalam kesedihannya, akhirnya Liana memutuskan membuka toko roti untuk usaha dan mencari kesibukan
Dan keputusan Liana itu yang membuat dia bertemu dengan Cindy, Liana sekarang sudah memenuhi seluruh kebutuhan Cindy dan membelikan semua keperluan dari anak yang ada di kandungan Cindy yang sudah di prediksi akan lahir seorang perempuan
Tok... Tok... Tok...
" Cindy mbak masuk ya "
" Ya mbak "
Liana pun masuk ke dalam kamar Cindy dengan membawa segelas susu khusus untuk ibu hamil
" Ini mbak bawain susu, lagi apa ? " melihat Cindy sedang menulis sesuatu di sebuah buku
" Aduh mbak jadi ngerepotin, nanti aku bisa kok mbak buat sendiri, oh.. Aku tulis diary mbak " tersenyum
" Ga ngerepotin kok, mbak senang melakukan semua keperluan buat calon anak angkat mbak itu " jawab Liana sambil menunjuk perut Cindy yang sudah mulai membesar
" Kayaknya kamu ga usah pergi ke toko lagi deh Cin, mbak ga mau nanti kamu kecapean "
" Yah jangan dong mbak, nanti aku malah bingung kalo ga ada kegiatan "
" Aku senang kok di toko lagi pula kan aku kerjanya di sana cuma duduk aja, hehe.... "
" Ya udah terserah kamu aja yang penting kamu jangan sampe kecapean ya, jangan sampe terjadi sesuatu sama kandungan kamu "
" Ya mbak, makasih ya mbak, mbak udah baik banget sama aku selama ini " tersenyum manis
" Sama-sama, ya udah kamu istirahat ya udah malam ini " di jawab anggukkan kepala oleh Cindy, Liana pun keluar dari kamar itu
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
__ADS_1
Terima kasih 😊
Maaf masih banyak typo maklum masih belajar...