Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Siska Dan Bastian


__ADS_3

Malam itu Adit tidak bergabung di bar karena dia sedang berada di luar kota hanya ada Bastian dan Bagas


" Gw mau panggil cewe ya " tersenyum


" Terserah " jawab Bastian dengan cuek


" Lo sendiri gimana ? mau gw panggilin cewe ga ? "


" Enggak akh "


" Jadi aneh lo sekarang, kebanyakan main sama Adit jadi gesrek otak lo " hanya di balas lirikan mata oleh Bastian


Malam pun semakin larut Bagas sangat bahagia karena malam ini sang gunung es tidak hadir di tempat itu, jadi untuk malam itu dia bisa melakukan semua hal yang dia suka, Bastian tetap setia minum hanya seorang diri, walaupun Bastian sekarang sudah tidak terobsesi mencari Cindy tetapi dia sudah berubah menjadi sosok pria yang tidak murahan lagi seperti dulu


" Gw mau ke toilet dulu ya " Bastian mulai bangkit dari duduknya dan hanya di balas anggukkan kepala oleh Bagas karena sedang asik dengan wanita yang berada di sampingnya


Bastian melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi setelah selesai dia pun hendak kembali ke mejanya, Bastian melihat seorang gadis yang sudah mabuk berat duduk di meja bartender sedang di ganggu oleh seorang pria


" Gw bilang pergi " gadis tersebut mendorong pria itu


" Galak amat sih, dari pada kamu duduk di sini sendirian ayo gabung aja ke meja kami " pria tersebut sudah mulai menarik tangan gadis itu


" Lepasin.. Kan dia sudah bilang ga mau " ucap Bastian sambil menepuk pundak pria tersebut


" Lah apa urusannya sama lo ? "


" Dia cewe gw, jadi mending lepasin tangan lo dari dia sebelum urusannya jadi panjang "


Mendengar ucapan Bastian pria itu langsung melepaskan tangannya, lalu pergi meninggalkan Bastian dan gadis itu, Bastian menarik tangan gadis itu menuju keluar dan dan langsung ke parkiran mobil


" Lepas..!! " gadis itu menarik tangannya


" Ayo aku anterin pulang, kamu udah mabuk "


" Enggak.. Aku ga mau dekat-dekat sama cowok b*jingan kayak kamu " dengan langkah yang sudah gontai gadis itu berjalan mengarah pintu masuk


Bastian pun membuang napasnya dengan kasar dan mencengkram dengan kuat tangan gadis tersebut dan langsung menariknya menuju ke mobilnya

__ADS_1


" Apa-apaan si ? aku bilang lepas, aku masih mau minum "


Ucapan dari gadis itu sama sekali tidak di gubris oleh Bastian, dia tetap menarik tangan perempuan itu masuk ke dalam mobilnya, lalu Bastian langsung melajukan mobilnya setelah cukup lama baru Bastian mulai membuka suara


" Kamu tinggal di mana sekarang ? "


Tetapi tidak ada jawaban sama sekali ternyata gadis itu sudah tertidur di dalam mobil Bastian, akhirnya dia membawa gadis itu ke apartemennya, Bastian mengangkat tubuh gadis itu dari mobil dan membawa masuk ke apartemennya lalu dia letakkan di kasur, saat Bastian hendak pergi perempuan itu memegang tangan Bastian


" Jangan pergi " lirih


" Lepas Sis kamu udah mabuk "


Ya gadis tersebut adalah Siska perempuan yang batal menikah dengan Adit, dan perempuan bodoh yang memberikan kehormatannya sebagai seorang wanita untuk pertama kalinya kepada seorang Bastian Pratama


" Kamu kenapa jahat banget sama aku Bas ? " Siska mulai meneteskan air matanya


" Kenapa dari dulu kamu cuma bisa nyakitin aku ? aku udah kasih semuanya ke kamu.. Tapi kenapa aku masih tetap ga pantas menurut kamu ? "


Entah itu terdorong perasaan suka atau hanya perasaan bersalah Bastian akhirnya memeluk Siska dengan lembut, mereka pun saling bertatapan mata lalu Siska mulai mencium bibir Bastian, dan anehnya Bastian yang biasanya tidak mempunyai nafsu melihat wanita semenjak Cindy menghilang, berbeda dengan saat itu Bastian membalas ciuman Siska


Mereka saling berciuman dan sambil berpelukan seperti sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu, dan akhirnya mereka pun melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri


Masih pagi buta Siska sudah terjaga dari tidurnya dia merasakan sakit di kepalanya efek minuman semalam, dia pun melihat Bastian yang masih setia memeluknya, dia menurunkan tangan Bastian secara perlahan dan mulai turun dari tempat tidur secara perlahan


Siska langsung mengambil pakaiannya yang tercecer di lantai dan memakainya dengan cepat, kini dia sudah berada di dekat pintu kamar lalu memutar kepalanya menatap Bastian yang masih terlelap


" Seandainya kamu tau perasaan aku yg sebenarnya, bahkan saat aku lakukan itu dengan Adit hanya melampiaskan kekecewaan aku sama sikap kamu, sebelum kamu minta maaf dan tinggalin aku lagi kayak dulu, aku yang akan pergi duluan, setidaknya dengan begini kamu ga akan injak habis harg diri aku "


Siska pun langsung bergegas keluar dari apartemen Bastian dan kembali ke apartemennya, sesampainya di sana Siska mulai merapikan semua barang-barangnya, lalu menghubungi managernya untuk mengurus semua keperluan untuk kepergiannya


Setelah merasa semua urusannya telah selesai, Siska berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri sambil menangis di dalam dalam sana


" Akh... Gw benci sama lo Bas..!! "


" Tapi gw lebih benci lagi sama hati gw sendiri yang selalu ngehianati gw " lirih


Cukup lama Siska berada di dalam sana meluapkan semua yang menyiksanya, akhirnya dia memutuskan untuk merebahkan tubuhnya dan beristirahat, karena malam ini dia akan kembali ke luar negeri dia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama lagi

__ADS_1


Tepat pada pukul tujuh pagi seperti biasa alarm handphone Bastian akan berbunyi, dia pun meraba meja di sebelah tempat tidur untuk mematikan alarm itu, lalu dia mulai meraba kasur mencari di mana keberadaan Siska, dan Bastian hanya mendapatkan kasur yang tidak terisi oleh siapapun kecuali dirinya sendiri


" Sis " Bastian mulai membuka penuh matanya


Bastian mulai mengedarkan pandangannya menyapu bersih seluruh ruangan mencari keberadaan Siska hasilnya nihil, dia pun mulai beranjak dari tempat tidur dan mencari keluar kamar tetap tak dapat menemukan di mana keberadaan Siska


Bastian pun memutuskan untuk bergegas ke kamar mandi dan membersihkan diri, sambil memikirkan apa yang harus bisa lakukan, terbesit perasaan bersalah di dalam hati kecil seorang Bastian


" Enggak.. Gw ga boleh lari dari tanggung jawab "


Bastian dengan cepat menyelesaikan semua keperluannya lalu memutuskan langsung menghubungi Adit


Tut.. Tut.. Tut..


" Kenapa ? "


" Lo tau ga Siska tinggal di mana ? "


" Ya enggak lah "


" Kalo nomor teleponnya ? "


" Ada "


" Gw minta dong "


" Ok, gw kirim ke lo sekarang " Adit langsung memutuskan sambungan teleponnya


Tak selang berapa lama masuk sebuah pesan ke ponsel Bastian yang berisikan nomor telepon Siska, Bastian langsung menuju ke mobilnya dan berusaha menghubungi Siska, tetapi sayangnya Siska sudah terlelap dalam mimpinya dan Siska selalu mematikan nada dering ponselnya saat dia akan tidur


Bastian pun meminta seseorang melacak keberadaan nomor tersebut, dan tak butuh waktu lama Bastian sudah berada di depan pintu apartemen Siska, Siska pun terbangun karena suara bel yang terus berbunyi, Siska membuka pintu tanpa melihat dahulu siapakah gerangan yang berada di luar, saat pintu terbuka Bastian langsung memeluk tubuh Siska dengan erat


Bantu like dan komentar ya teman-teman 🤗


Terima kasih 😊


Kalo bisa berikan vote 🤭

__ADS_1


Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗


__ADS_2