Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Nadin Pratama


__ADS_3

Siska berdiri dan mendekati Bastian dia mengangkat tangan kanannya cukup tinggi dan memberikan sebuah tamparan di pipi Bastian dengan cukup kuat


" Itu hukuman untuk kamu karena kamu cuma kasih dia penderitaan selama ini, dan kamu tadi juga udah tampar dia dengan kuat kan " dengan tegas


" Aku tau kamu pasti kecewa sama aku, untuk pertama kalinya kamu pukul aku sayang. Aku terima semua apapun hukuman dari kamu " menatap sendu


Siska kembali mengangkat tangan kanannya, Bastian hanya bisa diam dan pasrah dengan apapun yang akan di lakukan oleh Siska. Dan pada kenyataannya Siska hanya mengelus pipi Bastian yang tadi telah menerima tamparan dari dirinya


" Apa sakit sayang ? maaf tapi kamu memang pantas terima itu " kembali meneteskan air mata, Bastian langsung bangkit dari duduknya dan memeluk tubuh Siska dengan erat


" Maaf sayang, aku benar-benar minta maaf " dengan lembut


Siska menangis dengan hebat di dalam pelukan seorang Bastian Pratama, dia merasakan perasaan kecewa di dalam hatinya akan kehadiran Nadin di antara mereka, karena hal tersebut mengingatkan Siska akan masa muda suaminya yang telah menyentuh banyak wanita lain selain dirinya


Tetapi ada perasaan yang lebih menyakitkan lagi itu adalah perasaan bersalah terlambat mengetahui tentang Nadin, sehingga membuat Nadin menjadi sosok gadis muda yang penuh dengan dendam. Siska membayangkan apa saja yang telah dia lalui selama ini


Siska menangis dengan hebat cukup lama di dalam pelukan seorang pria pencuri hatinya yang kini telah menjadi suaminya, seorang pria b*jingan yang telah meninggalkan semua masa lalunya dan berubah menjadi pria baik bagi keluarga kecil mereka


" Aku salah sayang, aku benar-benar menyesal dulu udah kayak gitu. Jangan nangis lagi sayang, kamu boleh pukul aku lagi sampe kamu puas " semakin mengeratkan pelukannya


Bastian mulai melepaskan pelukannya setelah merasa Siska semakin tenang, Bastian pun memberikan segelas air putih kepada istrinya


" Kamu sekarang mau aku gimana ? aku pasti lakuin " dengan yakin


" Kamu harus kasih dia hak yang sama dengan Vian "


" Ga bisa gitu dong sayang, Vian itu anak laki-laki "


" Tapi Vian udah dari awal menerima semua yang terbaik dari kamu, apa kamu bisa bayangin apa aja yang udah dia lalui selama ini ? apa kamu ga ngerasa besarnya dendam yang dia bawa ke kita ? " menatap tajam


" Terserah kamu aja, secepatnya aku cariin dia rumah untuk tempat tinggal "


" Biarin aja dia di sini, jangan buat dia semakin membenci kita "


" Aku ga bisa ikutin kemauan kamu yang satu ini sayang, jujur aku ngerasa dia terlalu dendam sama aku. Aku ga tau aku bisa lakuin apa ke dia kalo sampe dia nyakitin kalian " Siska membuang kasar napasnya

__ADS_1


" Kita tunjukkan ke dia kalo kita menerima dia sebagai keluarga, cuma itu cara untuk hapus rasa benci di dalam hatinya "


" Aku ga tau sayang, tapi feeling aku dia akan tetap lakukan sesuatu yang ga baik. Dan apa yang harus aku lakuin nanti kalo dia berbuat sesuatu yang aneh-aneh lagi ? "


" Ya udah gimana baiknya menurut kamu aja "


Sedangkan di dalam kamarnya Nadin terus melamun memikirkan semua ucapan dan pelukan hangat dari seorang Siska, hati dan logikanya sedang memiliki pendapatnya masing-masing. Hati kecil Nadin mengatakan bila ucapan dan pelukan dari Siska penuh ketulusan tetapi logika mengatakan itu hanya sebuah tipuan belaka


Hari itu di dalam kamar Nadin sama sekali tak dapat memejamkan kedua bola matanya untuk beristirahat, hingga suara ketukan pintu memecah lamunannya


Tok.. Tok.. Tok..


Nadin membuka pintu kamarnya dan memincingkan matanya menatap seorang wanita yang tidak dia kenal sedang tersenyum kepadanya


" Hai "


" Kamu siapa ? " sinis


" Kenalin kak, aku Zahra. Kakak bisa panggil aku Ara " menyodorkan tangannya


" Boleh aku masuk kak " Nadin membuka lebar pintu kamarnya, Zahra pun masuk ke dalam kamar tersebut. Zahra mendudukkan dirinya di tepi ranjang sedangkan Nadin tetap memandang sinis dengan posisi berdiri


" Ada perlu apa ? "


" Ikh... Cocok banget jadi kakaknya Vian, sama banget sombongnya "


" Cuma mau kenalan aja sama saudara kak " tersenyum


" Jangan sok kenal, saya bukan saudara kamu " melipat kedua tangannya


Zahra menjadi tertawa geli melihat sikap dan semua ucapan dari Nadin di mata Zahra benar-benar mengingatkan dia akan tingkah laku Alvian, sedangkan Nadin menjadi bingung dan mengerutkan keningnya melihat Zahra yang sedang tertawa


" Maaf kak, abis kakak sama persis sama Vian " menahan tawanya


Zahra mulai bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya mendekati Nadin lalu memeluknya dengan erat

__ADS_1


" Selamat datang ya kak di keluarga Pratama, maaf ya kalo keluarga kami pernah buat salah sama kakak " mulai melepaskan pelukannya


" Aku tau kak, pasti susah untuk lupain semua rasa sakit yang kakak rasain. Tapi aku yakin dengan kami berbuat setulus hati, pasti kakak akan bisa melupakan segala dendam kakak "


" Aku keluar dulu ya kak selamat istirahat " melepaskan senyuman terbaiknya


Zahra keluar dari dalam kamar tersebut dan meninggalkan Nadin yang semakin larut dengan perasaan yang tak menentu, Zahra menemui Lena dan berbincang dengan sahabatnya tersebut untuk melepaskan segala perasaan rindunya


Nadin membaringkan tubuhnya ke ranjang yang dia rasa sangat nyaman tapi menyiksa batinnya tersebut, segala tingkah orang di sekelilingnya membuat dia benar-benar tak habis pikir


" Mah aku udah ketemu laki-laki itu, sekarang aku ada di tengah keluarga mereka mah. Mau sebaik apapun sikap mereka, aku akan tetap balaskan sakit hati yang kita rasakan selama ini mah "


" Aku yakin kalo mama masih ada pasti mama akan larang aku lagi, tapi maaf mah aku harus buat hidup mereka menjadi tidak nyaman "


" Seandainya aja mereka berbuat baik seperti ini dari dulu, aku ga akan kehilangan mama. Hidup aku ga akan kotor seperti sekarang mah " meneteskan air matanya


Nadin Pratama seorang gadis muda yang lahir karena hubungan gelap dari Bastian dan seorang wanita malam saat Bastian belum bertemu Cindy, saat Bastian hendak meninggalkan segalanya ternyata wanita tersebut menghubungi dan mengatakan sedang berbadan dua


Bastian yang sudah berniat untuk melepaskan segala hubungan dengan seluruh gadis-gadis yang selama ini dia pelihara, meminta wanita tersebut menggugurkan kandungan dan memberikan sejumlah uang yang cukup besar


Wanita tersebut memilih untuk pergi menghilang dan tidak menggugurkan kandungannya, wanita tersebut hidup dengan uang yang di berikan oleh Bastian. Wanita tersebut membuka sebuah usaha dan membesarkan anak tersebut sendirian


Hingga anak itu tumbuh besar dan menjadi seorang gadis yang cantik, tetapi sayangnya wanita tersebut mengalami sakit yang cukup parah hingga seluruh harta yang mereka miliki habis tak bersisa


Dan yang membuat Nadin menjadi membenci Bastian adalah dia mengetahui tentang Bastian yang meminta ibunya untuk menggugurkan kandungannya, tetapi dia coba tepis segala sakit yang dia rasa dan mencoba menemui Bastian ke kota untuk meminta bantuan biaya pengobatan ibunya, Nadin mencoba datang ke kantor Bastian dan tak berhasil menemui karena tak membuat janji


Seorang gadis yang masih polos dan menganggap bila semua orang adalah orang baik, sungguh malang nasib Nadin dia di tipu oleh seseorang yang bertemu dengannya, dan dia pun mendapatkan sebuah pelecehan dari seseorang yang dia tidak kenal


Ketika Nadin memutuskan untuk kembali ibunya meninggalkan dirinya untuk selamanya, semua hal tersebut membuat Nadin membulatkan tekad untuk menyakiti Bastian dan keluarga. Baginya takkan ada orang kaya yang berhati baik


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗


Kalo bisa berikan vote 🤭

__ADS_1


Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗


__ADS_2