
hari sudah menjelang tengah malam semua sudah beristirahat di tempatnya masing-masing terlelap dalam buaian mimpi indah mereka, tetapi lain hal dengan Mita dia malah terjaga dari tidurnya
" sayang bangun " Mita bermanja sambil menggoyangkan lengan Rangga
" hmm.. "
" lapar sayang "
" ya udah kamu pesan aja ya " Rangga menjawab dengan mata yang masih tertutup rapat
entah mengapa malam itu Mita terjaga dari tidurnya dan merasakan sangat lapar, tetapi dia tidak ingin bila makanannya hasil membeli dari luar, dia ingin sekali bisa memakan makanan hasil buah karya tangan suaminya
mendengar jawaban dari Rangga yang seperti acuh Mita menjadi sangat sedih dia merasa tidak di cintai lagi oleh suaminya, dia memilih meninggalkan kamar dan mendudukkan dirinya di ruang tamu lalu dia mulai menangis
" kamu jahat sayang, kamu udah ga mau perduli lagi sama aku "
Rangga yang masih dikuasai oleh rasa kantuknya tidak sadar bila istrinya sudah keluar dari dalam kamar, seperti biasa dia akan meraba mencari di mana keberadaan tubuh istrinya untuk kembali memeluk tubuh mungil istrinya tetapi tidak dia temukan
" sayang "
Rangga mencoba mengusir rasa kantuknya dan mengembalikan kesadarannya, dia pun mulai duduk dan melebarkan matanya menyapu bersih seluruh isi kamar tetapi tetap tidak menemukan sosok Mita
Rangga mulai bangkit dari atas tempat tidur dan keluar dari dalam kamarnya, dan tepat di ruang tamu Rangga dapat melihat dengan jelas istrinya sedang menangis, Rangga mulai mendekatinya dengan panik
" hei.. kamu kenapa sayang ? "
Mita hanya melirik ke arah Rangga dan melanjutkan tangisannya, sedangkan Rangga mulai mendudukkan dirinya di sebelah Mita
" sayang jangan bikin aku takut, bilang kamu kenapa ? "
" kamu jahat " lirih
" aku kenapa ? " Rangga mengerutkan keningnya
" kamu udah ga sayang lagi kan sama aku ? "
" maksud kamu apa si ? aku ga ngerti ini "
" kamu udah ga perduli kan sama aku..!! " teriak Mita dan Rangga langsung memeluk tubuh mungil istrinya
" sayang udah sayang... aku minta maaf ya kalau aku ada salah "
Rangga tidak tau apa sebenarnya kesalahannya tetapi dia benar-benar tak ingin melihat istrinya menangis, Rangga pun mulai melepaskan pelukannya saat merasa Mita sudah mulai tenang dan mulai menatap wajah Mita dengan intens
" kamu kenapa nangis ? jangan buat aku jadi khawatir gini "
" dasar jahat "
" kalau aku ada buat salah kamu bilang aja, jangan nangis sendirian begini.. ayo bilang aku salah apa ? "
__ADS_1
" tadi kamu ga perduli waktu aku bilang aku lapar "
DHUAR... mendengar jawaban dari Mita sontak saja membuat Rangga mengerutkan keningnya, bagaimana mungkin hanya karena alasan lapar Mita yang terbiasa mandiri jadi menangis seperti itu, tetapi bukan Rangga namanya bila tidak menuruti apa kemauan dari seorang Mita
" ya udah biar aku pesan makanan ya, kamu mau makan apa ? "
Rangga pun sudah mulai bangkit dari duduknya hendak menuju ke arah kamar untuk mengambil ponselnya, lalu tiba-tiba Mita memegang ujung baju Rangga
" aku ga mau kalo beli sayang "
" terus kamu maunya gimana dong ? "
" kamu yang masak ya " Mita melemparkan senyuman termanisnya
" kamu yakin sayang ? " Rangga kembali mengerutkan keningnya
Mita yang mendengar ucapan dari Rangga langsung menjawab dengan cepat dan bersemangat " ya sayang "
" aku bukannya ga mau, tapi aku belum pernah masak sayang "
" kamu jahat " Mita pun mulai menunjukkan wajah sedihnya lagi
" kamu kenapa jadi aneh gini si sayang ? "
" ya udah jangan sedih lagi aku buatin kamu masakan yang gampang aja ya sayang "
" iya.. aku mau asalkan kamu yang masak aku mau makan "
dengan berat hati Rangga pun mulai mencari video cara memasak nasi goreng di you t*be, Rangga mulai memperhatikan dengan seksama step by step apa yang di perlihatkan di video itu
memang tidak bisa di ragukan lagi rasa cinta Rangga kepada Mita akan mengalahkan apapun yang ada di dunia ini
Rangga pun mulai menuju ke arah dapur mempersiapkan semua bahan yang di perlukan dan mulai mengikuti arahan dari video tadi, dengan bersusah payah akhirnya Rangga berhasil menyelesaikan masakannya walaupun dia sendiri tidak yakin dengan rasanya
sedangkan Mita sudah setia menunggu kehadiran suaminya di meja makan, tak lama Rangga pun keluar dari dapur dengan membawa sebuah piring yang sudah berisi buah karyanya dan segelas air putih
" ini sayang, tapi aku ga tau rasanya ya "
" makasih sayang.. kamu memang suami terbaik "
senyuman bahagia terhias di wajah Mita, dia pun mulai memakan nasi goreng itu dengan sangat lahap seakan-akan itu adalah makanan terlezat yang pernah dia makan, sedangkan Rangga hanya bisa diam dan menatap heran ke arah istrinya
" apa iya masakan gw seenak itu, ini masakan pertama gw seumur hidup "
" enak ya sayang ? "
" iya sayang.. kamu bilang ga pernah masak kok enak masakannya "
" masa si sayang ? "
__ADS_1
" iya, ini cobain "
Mita pun menyodorkan sesendok penuh nasi goreng ke arah mulut Rangga, karena rasa penasaran dia pun membuka mulutnya dan membiarkan nasi goreng itu masuk ke dalam mulutnya, akhirnya Rangga pun langsung berlari ke arah dapur membuang nasi goreng yang berada di dalam mulutnya
" akh.. apaan yang enak rasanya asin banget "
Rangga pun segera kembali ke meja makan dengan perasaan cemas akan keadaan istrinya, dia langsung mengambil sisa nasi goreng yang masih berada di dalam piring dan menjauhkannya dari jangkauan Mita
" jangan di makan lagi, nasi gorengnya asin banget sayang nanti kamu sakit perut "
Mita yang sedang asik menikmati buah karya dari suaminya pun langsung marah dengan apa yang di lakukan Rangga, Mita pun menatap Rangga dengan tajam dan langsung beranjak dari duduknya
" kamu mau kemana ? " tanya Rangga yang semakin bingung dengan semua kelakuan Mita
" aku mau telpon papa " Mita menatap Rangga dengan tatapan membunuhnya
" mau apa sayang ? "
" aku mau minta papa jemput aku sekarang juga "
Mita langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar, sedangkan Rangga yang mendengar ucapan dari Mita barusan menjadi panik dan langsung berlari kecil ke arah istrinya dan memegang tangan istrinya
" mau ngapain sayang ? "
" aku mau pergi dari sini, aku ga mau lagi ada di dekat kamu "
" kamu kenapa si sayang sebenarnya ? kenapa kamu mau pergi dari sini ? " Rangga pun sudah mulai frustasi
" buat apa aku di sini kalau kamu aja udah ga sayang sama aku " Mita mulai menundukkan kepalanya
" kata siapa.. aku sayang kok sama kamu malahan sayang banget " Rangga mencoba membujuk Mita
" buktinya sekarang aku makan aja udah ga boleh sama kamu " dengan suara yang sudah mulai bergetar menahan tangis
" astaga bisa g*la gw ni lama-lama "
" ok... kamu mau nasi goreng aku pesanin aja ya sayang "
" aku ga mau makanan beli, aku mau yang itu " Mita menunjuk ke arah piring nasi goreng tadi
hufh... Rangga hanya bisa membuang kasar napasnya dia tidak ingin lagi memperpanjang masalah, hanya karena dia takut istrinya sakit perut sampai harus berhadapan dengan ayah mertuanya pikirnya
" ya udah ayo lanjutin lagi makannya "
Rangga mulai menuntun Mita kembali ke arah meja makan, dan Mita pun mulai menyantap kembali masakan hasil karya suaminya yang tidak jelas rasanya itu hingga habis ludes
" makasih sayang aku sudah kenyang " Mita pun tersenyum puas
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
__ADS_1
terima kasih 😊
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar..