Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
kecurigaan Bastian


__ADS_3

hati Cindy langsung sedih melihat foto Bastian, Cindy langsung mengingat Adit dan kejadian yang membuat dia merasa kotor


" sabar ya Cin " ucap Ana sambil memeluk Cindy yang sudah mulai menangis


" itu Bastian sepupu sekaligus sahabatnya Adit mbak kalau yang perempuan aku ga kenal, mbak dapat foto mereka dari mana mbak ? " ucap Cindy saat sudah mulai tenang


" mereka pengantin baru Cin, mungkin sedang liburan ke sini, tadi mereka ada di toko " jawab Ana


" apa kamu ga mau coba temuin mereka ? " tanya Ana Cindy langsung menggelengkan kepalanya


" enggak mbak, aku ga mau ketemu siapapun yang bisa membuat aku ingat sama Adit mbak, aku sudah ga pantas buat Adit. jadi biar aja mbak aku mau lupain semuanya " jawab Cindy


" itu kan bukan kesalahan kamu Cin, apa ga sebaiknya kamu coba jelaskan dulu " bujuk Ana bagaimana bisa Cindy bilang ingin melupakan semuanya, sedangkan Ana sering mendengar Cindy menangis di malam hari


" Adit sudah nikah lagi mbak, aku ga mau ngerusak hubungan orang lain " jawab Cindy


" ya sudah mbak ga akan paksa kamu, udah akh kamu jangan sedih terus kasian nanti anak kita kalau ibunya sedih terus " ucap Ana sambil memeluk Cindy


" makasih ya mbak " jawab Cindy membalas pelukan hangat dari seorang Ana


" kalau gitu beberapa hari ini kamu jangan keluar rumah sama sekali ya " ucap Ana


" kenapa mbak " tanya Cindy


" tadi mbak dengar yang cowok sempat lihat kamu di pasar, nah katanya selama di sini mereka mau keliling-keliling sekalian cari kamu " jawab Ana dan Cindy pun menganggukkan kepalanya


" ya udah mbak balik ke toko dulu ya " lanjut Ana dan dia pun kembali ke tokonya


Cindy masuk ke dalam kamarnya dan menangis lagi di bawah selimutnya


" sayang kamu harus kuat ya, maafin ibu yang belum bisa bawa kamu ketemu ayah kamu " ucap Cindy sambil mengelus perutnya


" kamu lagi apa disana sayang ? pasti kamu lagi bahagia sama istri baru kamu kayak kita dulu, aku akan selalu doakan yang terbaik untuk kamu " ucap Cindy dalam hatinya


Cindy tidak tau sama sekali bahwa Adit yang sekarang benar-benar sudah berubah, Adit yang dulu adalah Adit yang penuh kehangatan, selalu memanjakannya, dan selalu tersenyum sedangkan Adit yang sekarang bahkan senyum adalah hal termahal baginya


malam itu Siska sudah memasak untuk suami tercintanya, mereka pun mulai makan malam mereka setelah selesai membersihkan diri masing-masing, saat makan Bastian hanya mengacak-acak makanan yang ada di piringnya

__ADS_1


" sayang kenapa ? makanannya ga enak ya ? " tanya Siska melihat Bastian seperti itu


" akh maaf sayang enak kok " Bastian mulai makan dengan benar


" trus kamu kenapa sebenarnya ? " tanya Siska lagi


" aku takut sayang " jawab Bastian


" takut apa ? " tanya Siska Siska mulai bingung


" aku takut perempuan tadi benar-benar Cindy " jawab Bastian


" terus kenapa kamu malah takut ? " tanya Siska semakin bingung


hufh.... Bastian pun membuang kasar napasnya


" kalau perempuan tadi benar-benar Cindy, berarti aku sudah dua kali melakukan kesalahan membuat Cindy lepas " jawab Bastian dan jawaban Bastian membuat Siska mengerti


" sayang dengerin aku, semua sudah di tulis kita ga bisa paksain kemauan kita " ucap Siska dan membuat Bastian menjadi tenang


" makasih ya sayang " ucap Bastian dan Siska pun membalas dengan senyuman


mereka berdua pun menyelesaikan makan malam mereka, walaupun Bastian sudah merasa tenang tapi tetap saja ada rasa yang mengganjal di hatinya, jiwa pengacaranya mengatakan ada sesuatu yang aneh dengan kasir toko roti tadi


malam pun semakin larut tidak terdengar suara mobil lalu lalang seperti di ibukota hanya ada sepi di tempat itu


" sayang ayo tidur, kita kan mau malam pertama " ucap Bastian dengan senyuman yang menggoda


" malam pertama dari mana lagi ? bukannya udah kamu ambil dari zaman dulu, waktu kuda giginya masih besi " jawab Siska sambil tertawa


" tapi kalau buat aku ga sayang, setiap malam sama kamu adalah malam pertama " bisik Bastian di telinga Siska dan berhasil membuat Siska merona


mereka pun mulai masuk ke kamar dan melakukan ritual suami istrinya, setiap malam Bastian selalu melakukan itu kepada istrinya, membuat seorang Bastian benar-benar melupakan tentang semua kehidupan malam yang selama ini dia lakukan


pagi itu setelah selesai membersihkan diri Bastian dan Siska pergi ke pasar, Bastian melepaskan pandangannya ke segala arah berharap melihat sosok perempuan yang dia lihat kemarin tapi tidak membuahkan hasil


sebelum kembali ke rumah sewaan nya mereka berdua pun berkeliling hampir ke semua tempat di perkampungan itu tetap tidak ada hasilnya, hari pun sudah menjelang siang mereka memutuskan untuk kembali ke rumah sewaan mereka, sebelum kembali Bastian menghentikan mobilnya di depan toko roti itu lagi

__ADS_1


" mau ngapain sayang ? roti yang kemarin kita beli aja masih ada " tanya Siska


" gpp kamu nanti pilih aja lagi beberapa ya, aku agak curiga sama kasir kemarin " jawab Bastian dan Siska pun mengangguk


mereka pun masuk ke toko roti itu, Siska langsung memilih beberapa roti dan Bastian langsung ke kasir yang di sana sudah ada Ana


" aduh, mau ngapain lagi ini orang ? " ucap Ana dalam hatinya


" mbak toko ini sudah lama belum bukanya ? " tanya Bastian ke Ana


" belum pak, kami baru buka beberapa bulan aja " jawab Ana


" kalau mbak asli orang sini ? " tanya Bastian lagi


" ya pak saya asli sini, ada apa ya pak ? " tanya Ana balik


" mbak pernah lihat perempuan ini ga ? " ucap Bastian sambil menunjukkan foto pernikahan Adit dan Cindy di hp nya


" ga pak saya belum pernah lihat " jawab Ana berusaha tenang dan berbicara menatap ke arah Bastian, padahal menggenggam erat kedua tangannya di bawah meja


" oh... makasih ya " jawab Bastian karena tidak bisa menemukan info apapun


" berapa mbak " ucap Siska yang sudah berada di samping suaminya


Bastian pun langsung menyelesaikan pembayaran, setelah melakukan pembayaran mereka berdua meninggalkan toko roti itu


" gimana sayang ? " tanya Siska saat sudah di dalam mobil


" ga tau sayang aku juga bingung dia bisa ngomong tenang sambil lihat aku, tapi aku kok kaya ragu ya " jawab Bastian


" ga boleh gitu sayang mungkin memang dia ga tau apa-apa " ucap Siska dan Bastian hanya tersenyum


" ga tau kenapa gw ngerasa dia bohong tapi dia terlalu pintar untuk menutupi kebohongannya " ucap Bastian dalam hatinya


sedangkan Ana tidak bisa menutupi tadi ada perasaan takut saat menghadapi aura seorang Bastian Pratama


bantu like dan komentar ya teman-teman 😊

__ADS_1


terima kasih 😊


maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar...


__ADS_2