Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Kecelakaan Alvian


__ADS_3

Tut... Tut... Tut..


" Sayang bangun dari tadi handphone kamu bunyi terus "


" Hem.. " Bastian masih enggan untuk membuka ke dua bola matanya, rasa kantuk masih menguasai dirinya


" Sayang bangun dulu, siapa tau penting " masih dengan mata yang terpejam Bastian melepaskan pelukannya dari tubuh istrinya dan mencari di mana letak ponselnya


" Halo " dengan suara serak


" Om ini Reno, Alvian kecelakaan om " panik


" Terus di mana dia sekarang ? " Bastian langsung membulatkan kedua bola matanya


" Kami di rumah sakit xx om "


" Ok.. Om ke sana sekarang " Bastian langsung memutuskan sambungan teleponnya


" Kenapa sayang ? " Siska menjadi cemas melihat Bastian yang menjadi panik


" Vian kecelakaan sayang, dia di rumah sakit xx sekarang "


Bastian dan Siska langsung bergegas mengganti pakaian, bagaimanapun juga Alvian adalah anak mereka satu-satunya. Air mata sudah mengalir dengan deras dari mata indah Siska


Mereka segera meninggalkan kediamannya dan menuju ke rumah sakit di mana anaknya sedang di rawat, Bastian melajukan mobilnya dengan cukup cepat


" Vian baik-baik aja kan sayang ? "


" Kamu tenang dulu sayang, di sana udah ada Reno " Bastian sendiri yang sedang cemas pun masih harus menenangkan hati istrinya yang sangat terguncang


Tak butuh waktu lama pasangan suami istri itu sudah tiba di rumah sakit, mereka langsung menuju ke arah tempat yang di beritahukan


" Di mana Vian ? "


" Masih di tangani dokter om "


" Vian sayang kamu kenapa ? " memeluk erat tubuh Bastian


" Gimana kejadiannya ? "


FLASH BACK


Alvian yang sedang mabuk melajukan mobilnya dengan sangat cepat ke arah kediaman orang tuanya


" Kamu jahat Len, aku salah apa sampe kamu tega tinggalin aku " lirih


" Sebentar lagi hari pernikahan kita Lena.. Aku benci kamu..!! " Alvian berteriak dengan sangat kuat dan memukuli kemudi stir mobilnya


Hingga tiba-tiba Alvian kehilangan kendali kemudi dan membanting stir mobil ke arah kiri... Brak... Hal yang naas tersebut pun terjadi, mobil Alvian menabrak bahu jalan dan terbalik


" Aku ga akan benci kamu Lena, aku cinta kamu. Tolong kembali ke sisi aku sayang " mulai kehilangan kesadaran


Sedangkan di tempat nan jauh di sana Lena yang sedang terlelap dalam tidurnya, bermimpi melihat Alvian berada tepat di hadapannya. Keadaannya sangat mengenaskan dengan pakaian yang compang camping dan berlumuran banyak sekali darah


" Kamu jahat sayang " Lena seakan terkunci mulutnya melihat keadaan Alvian

__ADS_1


" Kamu yang buat aku begini sayang, aku cinta kamu sepenuh hati. Tapi kamu tega tinggalin aku di sini sendirian "


" Kamu jahat " lirih


Alvian lalu pergi meninggalkan Lena begitu saja, Lena berusaha mengejar Alvian dengan sekuat tenaga tetapi semuanya sia-sia. Dengan sisa tenaga yang dia punya dia pun berteriak sekuat tenaga


" Aku juga cinta kamu Vian..!! "


Dan Lena pun tersadar dari mimpi buruknya tersebut, Lena berusaha mengatur nafasnya yang masih memburu


" Astaga ternyata cuma mimpi, aku yakin sekarang dia lagi bahagia dengan kekasihnya itu "


Orang-orang di sekitar lokasi kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan, dan segera menghubungi rumah sakit dan pihak kepolisian. Alvian segera di bawa ke rumah sakit, dan pihak kepolisian mencoba menghubungi nomer telepon terakhir yang di hubungi yang tercatat di ponsel Alvian. Dan itu adalah nomor telepon Reno


FLASH OFF


" Maaf om tadi kami minum bareng, tapi Vian pulang duluan "


" Sejak kapan Alvian suka minum bareng Reno ? bukannya dia selalu cerita dia ga suka dengan gaya hidup Reno "


" Kalian minum bareng ? " mengerutkan keningnya


" Iya om, tadi Vian hubungi aku minta temenin minum "


" Apa dia lagi ada masalah ? "


" Aduh gw harus jawab apa ? apa Vian belum cerita ke orang tuanya ? ya gw juga kan baru tau tadi dari Andin "


" Maaf om tapi kak Vian ga cerita apapun tadi ke kami "


" Saya tau kalian lagi bohong sama saya " Bastian mencoba menahan emosi karena melihat keadaan istrinya yang masih terpukul


Tak selang berapa lama dokter keluar dari dalam ruangan penanganan


" Bagaimana dok keadaan anak saya ? "


" Pendarahannya cukup parah pak, kami sudah melakukan penanganan pertama. Dan sebaiknya kita langsung melakukan operasi untuk tindakan selanjutnya "


" Ok.. Lakukan yang terbaik untuk anak saya, ga usah pikirkan masalah biaya "


" Baik pak, kami akan berusaha melakukan yang terbaik "


" Terima kasih dok "


Alvian langsung di bawa ke ruang operasi, dan tak selang berapa lama sudah berkumpul di sana semua anggota empat sekawan yang lainnya, dan juga anggota keluarga Pratama yang lainnya


Liana, Mita dan juga Wulan mencoba terus memberikan kekuatan kepada Siska yang sedang terpukul melihat keadaan anaknya, dan Bastian menarik Adit sedikit menjauh dari kerumunan


" Dia anak gw satu-satunya Dit " Adit hanya menatap Bastian dengan sejuta pertanyaan


" Dan dia juga masih keluarga Pratama kan ? " Adit menganggukkan kepalanya


" Apa lo tega keluarga lo di buat gitu sama orang ? "


" Apa maksud lo Bas ? " Adit mulai memasang wajah marahnya

__ADS_1


" Dia begitu karena perempuan itu Dit " Adit memincingkan matanya menunjukkan dia berharap sebuah nama


" Lena "


" Maksud lo ? "


" Gw udah suruh orang periksa handphone Vian, dan di situ ada pesan dari Lena kalo dia akhiri hubungan mereka "


" Apa iya ? Lena anak baik. Dia juga keliatan banget cinta sama Vian "


" Gw tau lo ga yakin ? dan lo juga udah anggap dia sebagai anak angkat lo kan ? " Adit hanya bisa terdiam, karena semua yang dikatakan Bastian benar adanya


" Tapi apa lo akan biarin anak angkat lo itu ancurin kehidupan anggota keluarga lo sendiri ? "


" Gw ngerti Bas, gw akan cari dia dan minta penjelasan buat ini semua "


" Gw mau dia ngerasain sakit yang anak gw rasain " Adit menganggukkan kepalanya


Yang mereka berdua tak sadari adalah ada seseorang yang bernama Zahra Pratama mendengarkan semua percakapan mereka


" Ga Lena ga akan tega lakuin itu ke Vian, dan aku ga mungkin biarin papa dan om Bastian temuin dia. Atau mereka akan sakitin Lena " Zahra kembali ke kerumunan orang yang yang sedang menunggu di depan ruang operasi dengan wajah cemas


" Kamu kenapa sayang ? " Zahra hanya menjawab dengan gelengan kepala, David langsung merengkuh tubuh istrinya, dan Zahra pun mulai menangis di dalam pelukan suaminya


" Aku yakin pasti ada sesuatu, kamu kenapa Ara ? aku ga akan ijinkan ada orang yang sakiti kamu baik badan ataupun hati kamu sayang "


Setelah menunggu cukup lama akhirnya para dokter dan perawat keluar dari dalam ruang operasi, dan semuanya langsung berjalan mendekat ke arah dokter tersebut


" Gimana keadaan anak saya dok ? "


" Operasinya berhasil pak, pendarahan di bagian otaknya sudah berhasil di atasi. Kita tinggal tunggu pasien sadar aja "


" Terima kasih dok "


" Tapi maaf pak ada yang harus kami sampaikan " dalam sekejap semua orang yang berada di situ langsung memasang wajah cemas


" Kaki pasien untuk sementara tidak bisa di gunakan "


Siska langsung menenggelamkan wajahnya ke dada suaminya mendengar kabar anaknya untuk sementara waktu tidak bisa berjalan, Bastian memeluk tubuh Siska dengan erat


" Tapi apa bisa di sembuhkan dok ? "


" Dengan terapi yang teratur, saya yakin kaki pasien akan bisa di gunakan kembali "


" Makasih dok "


" Kalo gitu saya permisi dulu "


Hampir semua para wanita yang berada di tempat itu meneteskan air matanya mendengar hal tersebut, walaupun sudah pasti Siska yang paling terpukul. Lain hal dengan Bastian dan Adit yang semakin geram mendengar hal tersebut


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Kalo bisa berikan vote 🤭


Terima kasih dukungan kalian sangat penting buat aku 🤗

__ADS_1


__ADS_2