
Keadaan di dalam apartemen itu sedang mencekam, ada aura membunuh dari si singa betina yang sudah lama tertidur. Mita terus menatap tajam ke arah Reno, semua sudah duduk di atas sofa dengan saling diam
Ada Wulan dan Bagas yang merasa bersalah melihat Andin memakai salah satu kemeja milik Reno. Yang ada di pikiran mereka saat itu pasti anaknya yang satu itu telah melakukan sesuatu terhadap Andin, anak dari salah seorang sahabat mereka. Wulan berpindah duduk ke samping Andin menggenggam tangan Andin
" Andin sayang coba kamu jujur sama tante Ulan sayang, apa yang udah Reno lakuin ke kamu sayang ? " Andin hanya bisa terdiam dan menunjukkan wajah bingung
" Mah.. " protes Reno dan Wulan langsung menatap tajam anaknya
" Ya ampun masa nyokap gw sendiri ga percaya sama anaknya "
" Ayo sayang jawab jujur aja sama tante, kamu tenang aja tante pasti akan hukum Reno "
" Tapi aku memang ga melakukan apapun tante sama Reno " Andin menundukkan kepalanya
" Sayang kamu ga usah bohong "
" Mah aku memang ga berbuat apapun ke dia, aku cuma temuin dia di... "
" Ga mungkin kan gw bilang yang sebenarnya kalo dia ada di tempat kayak gitu ? "
" Lo kalo ngomong yang bener..!! Saudara gw orang baik-baik..!! " Reyhan sudah dalam keadaan berdiri dengan penuh emosi
" Reyhan cukup..!! " Rangga menatap anaknya dengan tajam
" Ya udah gini aja Reno mama minta kamu bertanggung jawab sama Andin, kamu harus nikahin dia "
" Masa aku harus nikah sama laki-laki kayak dia, apa ga salah ? "
" Tante maaf aku ga bisa " ucapan dari Andin langsung membuat semua orang yang berada di situ menatap ke arah Andin
" Tapi Reno harus tanggung jawab sama kamu Andin, kamu perempuan mama ga mau masa depan kamu jadi rusak karena anak ini " Mita melepaskan tatapan membunuhnya
" Mah Reno cuma bantu aku aja " lirih dan Andin kembali menundukkan kepalanya
" Bantu apa maksud kamu ? "
" Ga mungkin kan aku harus jujur sama mama dan yang lainnya kalo aku abis mabuk. Aduh aku harus ngomong apa sekarang ? "
" Reno akan tanggung jawab sama Andin, Reno akan nikahi Andin " Reno melontarkan kalimat itu dengan yakin
__ADS_1
Semua yang berada di ruangan itu langsung tersenyum bahagia, hanya Andin yang membulatkan kedua bola matanya karena terkejut mendengar ucapan dari Reno
Sesungguhnya Reno hanya tak ingin Andin mengungkapkan kepada keluarganya apa yang baru saja dia lakukan, karena Reno dapat melihat dengan jelas bahwa Andin enggan untuk menceritakan tentang apa yang baru saja dia lakukan. Tetapi jauh di dalam lubuk hatinya dia tak dapat pungkiri bahwa itu adalah impian terbesar di dalam hidupnya
" Ini anak gila kali ya gampang amat dia bilang gitu. Aku yang ga sudi nikah sama dia, laki-laki playboy yang kerjaannya cuma bisa mainin perempuan "
" Maaf aku ga bisa " Andin memberanikan dirinya untuk menggungkapkan apa yang dia inginkan
" Andin papa yakin kamu habis mabuk, aroma alkohol masih ke cium. Dan kalian dua orang dewasa berada di satu tempat, ga mungkin ga terjadi apapun "
" Yang papa sedikit sesalin kenapa harus sama anak Bagas, gimana kalo dia tetap begitu sampe tua ga berubah ? Kasian sekali nak nasib kamu "
" Andin papa ga ga pernah ajarin kamu untuk begini, papa ga mau tau kamu harus nikah dengan Reno " Rangga mengucapkan kata-kata itu dengan tegas, seperti sesuatu yang sudah final tak boleh lagi ada bantahan
Andin hanya bisa tertunduk lemas dia pasrah dengan apa yang akan terjadi, bagaimana pun juga Rangga adalah sosok papa yang baik dan selalu tegas terhadap anak-anaknya
" Maaf ya gw cuma berpikir buat bantu lo, gw ga tau akan jadi gini. Tapi jujur seandainya lo tau gw ga akan pernah nolak rencana ini "
Dua keluarga besar itu membubarkan diri dari sana tinggal hanya Reno sendirian di dalam apartemennya, Reno mulai merebahkan tubuhnya untuk beristirahat. Tetapi matanya tak mau di ajak bersahabat, senyuman selalu berkembang di bibirnya
" Lo ga tau aja Andin gw jadi b*jingan karena lo, gw selalu ada di samping lo dari kita kecil tapi lo ga pernah sekalipun ngeliat ke arah gw. Cuma dia yang selalu ada di hati lo "
Sepanjang perjalanan seluruh orang yang berada di dalam mobil Rangga hanya diam seribu bahasa, begitu sampai di kediamannya Rangga dan Mita langsung masuk ke dalam kamar mereka. Reyhan merangkul pundak saudara perempuannya
Andin melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamarnya, dengan cepat dia langsung meraih ponselnya dan menghubungi Reno
" Hmm.. "
" Maksud kamu apa ? "
" Apa ? " ucap Reno dengan cuek
" Kenapa tadi kamu bilang gitu ? apa jadinya kalo aku nikah sama laki-laki kayak kamu ? "
" Apa segitu parahnya gw di mata lo ? "
" Terus lo mau tadi gw jawab apa ? gw jawab gw temuin lo di tempat kayak gitu ? terus gw bilang juga lo hampir di bawa sama laki-laki ga jelas. Apa itu mau lo ? " Andin hanya bisa terdiam mendengar ucapan dari Reno
" Ya udah tinggal nikah aja susah amat, nanti ya urusan nanti lah " dengan santai
__ADS_1
" Ini nikah Reno, bukan sebatas kayak hubungan kamu sama cewek-cewek ga jelas kamu selama ini "
" Ya udah besok gw temuin om Rangga buat jelasin keadaan sebenarnya. Gampang kan ? "
" Ikh.. Jangan dong " memelas
" Terus gw harus gimana ? "
" Ga tau Ren, aku bingung " lirih
" Kenapa sih kalian itu para perempuan suka bikin ribet diri sendiri ? tinggal nikah aja susah banget "
" Enak aja kamu ngomong , aku ga mau punya suami yang harus berbagi sama cewek lain..!! " Andin sedikit berteriak
" Ok "
" Ok.. Apa sih ? "
" Ok aku ga akan main perempuan lagi " Reno mengucapkan kata-kata itu dengan yakin
" Kamu kira aku cewek yang biasa di samping kamu itu apa ? ga akan mempan rayuan kamu sama aku Ren " sinis
" Ga apa Andin lo ga percaya, tapi gw akan buktiin kalo gw akan berubah saat lo udah jadi milik gw "
" Terserah kamu aja maunya gimana wahai calon istri aku " dengan lembut
" Udah lah ga guna ngomong panjang lebar sama kamu, bikin makin pusing aja " Andin langsung memutuskan sambungan teleponnya
" Kenapa aku ngerasa aneh ya ? Reno yang biasanya selalu cerita semua tentang cewek yang lagi deket sama dia. Kenapa tiba-tiba jadi aneh gitu ? "
" Pake kamu aku segala, pake bilang calon istri segala. Apa jangan-jangan dia lagi balas dendam ya aku ngancurin acara kencan dia ? "
" Akh... Ga juga ini bukan pertama kalinya dia batalin acara kencan dia, dulu juga pernah cuma buat temenin aku cari kado buat Vian. Atau jangan-jangan ? tapi ga mungkin deh kayaknya, kalo memang iya kenapa dia selalu cerita semua koleksi ceweknya sama aku ? "
Seribu pertanyaan berputar di dalam otak Andin, hingga dia pun mulai terlelap ke alam mimpinya melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
__ADS_1
Mampir kak ke karya terbaru aku ðŸ¤
" Hati Seorang Wanita "