
Hari ini adalah hari yang sangat di nantikan oleh Bastian dan Siska yaitu hari pernikahan mereka, mereka berdua memutuskan untuk merayakan hari pernikahan mereka di sebuah ballroom hotel ternama di kota itu, mereka berdua menggunakan jasa wedding organizer ternama dan berhasil membuat acara pernikahan mereka sangat sukses dan meriah
Mita dan Rangga datang masing-masing ke acara itu, karena mereka harus menutupi hubungan mereka yang pasti akan ada orang tua Rangga hadir di acara itu, setelah mereka mengucapkan selamat kepada kedua mempelai mereka pun membaur ke para undangan lain seakan-akan tidak saling kenal, hanya sesekali saling memperhatikan dari kejauhan satu sama lain, tanpa Mita sadari dari kejauhan ada sepasang mata yang sedang memperhatikan Mita
'' Mita '' sapa pria itu sambil memegang pundak Mita
Mita pun membalikkan tubuhnya ke arah suara tersebut, lalu secara spontan Mita memundurkan langkahnya ke belakang saat melihat wajah orang yang telah menyapanya, Mita langsung melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu dan meninggalkan acara tersebut, pria itu hanya bisa bersedih melihat sikap Mita
Adit dan Erik juga hadir di acara itu, Adit hadir tetap dengan wajah datarnya, menunjukkan dengan jelas bila pernikahan itu tidak menimbulkan masalah apapun di dalam hatinya dan kehidupannya
Rangga yang sedang asyik berbincang dengan yang lain tidak menyadari apa yang terjadi dengan Mita, saat tersadar Rangga pun melebarkan pandangannya berusaha mencari keberadaan Mita di antara para undangan, tetapi tetap tidak menemukannya dia hendak ke luar dari tempat itu untuk menghubungi Mita, langkahnya pun terhenti karena sudah di panggil oleh papanya
'' Rangga sini '' melambaikan tangannya
Dengan berat hati terpaksa Rangga pun melangkahkan kakinya menghampiri papanya, yang ternyata sedang berbincang dengan seseorang yang akan menjadi ayah mertuanya kelak
Mereka pun akhirnya berbincang-bincang sampai Rangga lupa tujuannya untuk menghubungi Mita, Mita yang sudah berada di apartemennya pun langsung naik ke atas ranjangnya dan menangis sejadi-jadinya hingga terlelap
Malam semakin larut para undangan pun sudah mulai membubarkan diri kembali ke kediamannya satu persatu, Rangga memutuskan untuk berpamitan kepada Bastian hatinya sedikit cemas karena tak dapat melihat sosok Mita cukup lama
'' Bas gw balik dulu ya, sekali lagi selamat buat kalian. Semoga pernikahan kalian langgeng hingga ajal memisahkan ''
'' Makasih ya, titip salam buat dia dari gw. Bilangin makasih dari gw udah datang '' hanya di balas anggukkan kepala oleh Rangga
Rangga pun mulai melangkahkan kakinya meninggalkan acara tersebut, dia memutuskan untuk bergegas kembali ke apartemennya, sedangkan Siska yang mendengar ucapan Bastian kepada Rangga langsung menatap Bastian dengan tajam
'' Kenapa sayang ? '' Siska hanya terdiam dan memberikan tatapan membunuh
'' Ikh... Kamu kenapa si sayang ? malu tuh di liatin sama yang lain '' lalu tersenyum melihat kelakuan wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya
'' Kamu titip salam buat siapa ? '' sinis
Bastian pun memutar kedua bola matanya lalu membisikan sesuatu kepada Siska, Bastian menceritakan tentang Mita dia tidak ingin Siska menjadi salah paham dengan ucapannya tadi
__ADS_1
'' Kamu serius sayang ? '' dengan wajah yang terkejut
'' Apa coba untungnya kalo aku bohong sama kamu ? '' dengan entengnya
'' Kan dari awal juga aku udah curiga, Rangga itu ga kayak kamu dan Bagas '' tersenyum meledek
'' Tapi kamu tetap cinta mati sama aku dan mau nikah sama aku '' membuat Siska hanya bisa terdiam karena kalah telak
Rangga yang meninggalkan tempat itu pun langsung mencoba menghubungi Mita, tetapi handphone Mita sedang dalam keadaan tidak aktif, Rangga semakin cemas dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi kembali menuju apartemennya
'' Kamu ke mana sih Mit ? kenapa handphone kamu juga ga aktif ? kamu benar-benar buat aku jadi takut sayang "
'' Akh.. Apa dia kecewa ya liat acara tadi ? karena gw ga mungkin bisa bikin begitu ke dia, harusnya gw ga ijinkan dia datang ke acara tadi '' semakin mempercepat laju mobilnya
Sesampainya di apartemennya Rangga langsung bergegas ke arah kamarnya, dan dia melihat Mita yang sudah terlelap masih dengan pakaian yang sama saat di acara tadi, dan Rangga bisa melihat dengan jelas Mita habis menangis
'' Maafin aku ya sayang aku selalu buat kamu jadi sedih '' lirih lalu mencium kening istrinya dengan lembut, padahal semua yang ada di dalam pikiran Rangga adalah sesuatu yang salah besar
Hari demi hari pun berlalu tidak terasa sekarang kehamilan Cindy sudah beranjak tujuh bulan, Mita mulai merasa cemas karena Cindy tidak pernah sekalipun menghubungi dirinya. Malam itu seperti biasanya Mita dan Rangga sudah duduk di ruang tamu, Mita selalu menjadikan kaki Rangga sebagai bantalan
'' Sayang kalo aku ga salah hitung berarti sekarang kehamilan Cindy udah mau tujuh bulan ya ? ''
'' Iya '' Rangga masih asyik matanya menuju ke televisi
'' Sebentar lagi dia lahiran loh sayang, terus kalian belum dapat info apapun juga ya sayang ? ''
'' Aku bingung sayang harus cari ke mana lagi '' mulai menatap ke arah Mita
'' Bastian juga udah menyerah, handphone Cindy ga bisa di lacak sayang '' Mita pun sudah mulai menunjukkan wajah sedihnya
'' Jangan sedih dong sayang, kan dia bilang nanti habis lahiran dia akan datang, sabar aja sebentar lagi '' Rangga berusaha menenangkan hati istrinya sambil mengelus rambut istrinya
'' Tapi kan kasian banget dia sayang kalo harus lahiran sendirian ''
__ADS_1
'' Ya aku ngerti kok sayang tapi kita juga ga bisa berbuat apa-apa, kalo seandainya Adit yang turun tangan mungkin bisa tapi kan keadaannya begini, Adit aja ga pernah izinkan kita buat sebut nama Cindy di depan dia '' Mita hanya bisa menjawab dengan anggukkan kepalanya
'' Kalo Adit bisa mungkin aja dia bisa bantu untuk cari informasi tentang Cindy ''
'' Ga apa deh gw coba aja dulu buat temuin dia, mudah-mudahan aja dia mau bantu gw buat temuin Cindy, gw ga bisa biarin Cindy di sana lahiran sendirian '' tanpa terasa Mita pun tersenyum sendiri
'' Lah... Kamu kenapa jadi senyum-senyum sendiri gitu ? '' mengerutkan keningnya
'' Ga apa kok sayang '' Mita tersenyum dengan sangat manis menghadap ke arah suaminya agar dia tidak curiga
'' Oh ya sayang besok kayaknya aku ga bisa temenin kamu makan siang ''
'' Kenapa ? ''
'' Papa ajak aku ke kantor om Bram, ada yang mau di omongin katanya, takutnya sampe siang ''
'' Mungkin calon istri kamu udah mau pulang '' jawab Mita sambil beranjak dari posisi tiduran dan mendudukkan dirinya
'' Maaf ya '' langsung memeluk tubuh mungil Mita
'' Ga apa sayang aku ngerti kok '' Mita membalas pelukan dari Rangga, dan mereka berdua pun larut di dalam pikiran mereka masing-masing
'' Maafin aku ya sayang, tapi aku ga mau kejadian Cindy menimpa kamu kalo aku jujur ke orang tua aku ''
'' Kesempatan, besok gw bisa temuin dia ''
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 😊
Kalo bisa berikan vote ðŸ¤
Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗
__ADS_1