Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
XP 2. Si Tukang Tidur


__ADS_3

Pembelajaran di kelas itu pun berlanjut, tetapi entah mengapa anak yang duduk persis di sebelah Zahra tak sama sekali terbangun dari tidurnya. Sedangkan Alvian sesekali melirik ke arah Zahra memperhatikan saudaranya tersebut, sehingga membuat kekasihnya menjadi sedikit cemburu


" Masa cewe kayak gitu mau saingan sama gw, apalagi dia cuma anak asuh doang. Ga akan sebanding sama gw "


" Apa-apaan sih sayang, kamu ngeliat ke cewe jelek itu terus " Alvian langsung menoleh ke arah Lidya


" Jaga omongan kamu, ga ada satu pun orang boleh menghina dia "


" Tapi sayang " Alvian memberikan tatapan membunuhnya dan membuat Lidya tak dapat berkata apapun lagi


" Ga ada di dunia ini boleh menghina kami keluarga Pratama "


Jam pelajaran terus berlanjut hingga bel istirahat berbunyi, semua mulai ke luar dari dalam kelas untuk kegiatan mereka masing-masing. Sedangkan anak si tukang tidur di sebelah Zahra langsung bangun dari tidurnya tanpa perasaan bersalah sama sekali dan melewati Zahra begitu saja


Zahra dan kedua teman barunya pun ikut keluar dari dalam kelas untuk pergi ke kantin, mereka berbincang seperti teman yang sudah kenal lama. Mereka memesan makanan dan duduk di bangku paling pojok kantin


" Oh ya.. Siapa yang duduk di samping aku tadi ? kok dia tidur aja tapi ga di marahin ya " Lena dan Sofie tertawa mendengar itu


" Oh si David.. Ya gimana mau di marahin, dia mah ga usah belajar semua juga udah ada di otaknya "


" Kalo dia memang jenius ngapain lagi dia sekolah ? " sinis


" Ya kalo kayak kita-kita yang anak dapat bea siswa harus masuk lah, kalo ga bisa di cabut dong bea siswa kita " Lena kembali tertawa


" Oh ya.. Kalo dia lagi tidur kamu jangan ganggu ya " sambung Sofie


" Kenapa ? " mengerutkan keningnya


" Dia bisa ngamuk, tapi dia pintar banget dia selalu dapat juara dua bahkan di lomba olimpiade fisika "


" Oh berarti dia anak pintar ya, sayang banget kelakuannya begitu "


" Kalo gitu juara pertamanya siapa ? "


" Ya siapa lagi kalo bukan si tampan Alvian " Lena tersenyum


" Akh.. Itu sih karena lo suka aja sama dia " celetuk Sofie


" Kamu suka sama Vian ? " Zahra menatap ke arah Lena, Lena hanya membalas dengan senyuman


" Ya ampun Tuhan kenapa harus cowok kayak gitu yang kamu suka, aku kalo bukan saudara aja ga akan mau sama anak sombong itu "


" Dia sih emang suka si Vian udah dari pertama masuk sini " Sofie dan Zahra menjadi tertawa, hanya Lena yang tersipu

__ADS_1


" Kamu kan anak angkat pak Adit kan pemilik sekolah ini, berarti kamu sering ketemu Alvian dong ya ? kenalin dong " Lena tersipu


" Hush... Awas di denger Lidya bisa abis kamu "


" Kenapa ? " Zahra kembali mengerutkan keningnya sedangkan Lena langsung tertunduk


" Lidya itu pacar Alvian, aduh galak banget orangnya. Itu yang duduk di samping dia " Zahra hanya menjawab dengan anggukan kepalanya


" Ya elah dasar bocah sombong, masih kecil aja udah pacaran. Lumayan ada bahan buat ngejek dia kalo lagi kumpul "


Mereka bertiga pun melanjutkan makan siang mereka hingga ada seseorang yang berdiri tepat di samping meja mereka


" Gw mau duduk di sini kalian pindah aja dari sini "


" Tapi kami duduk duluan di sini " jawab Zahra dengan santai


Brak... Lydia memukul meja tersebut


" Lo baru anak asuh aja sombong banget, lo ga tau gw anak siapa ? " Zahra hanya memberikan wajah acuh


" Udah kita pindah aja yuk " ajak Lena dan sudah hendak berdiri


" Ga usah, kita duluan di sini. Dan makan kita pun belum selesai kalo dia mau berdiri aja di situ tunggu kita selesai makan "


" Lo ga sopan ya..!! Gw ini anak dari teman bisnisnya pak Aditya "


" Terserah " Zahra hanya melirik ke arah Lidya dan kembali menyantap makanannya


Lydia yang mulai terbakar oleh emosi sudah hendak mengangkat gelas minuman Zahra, dia hendak menyiramkan minuman itu ke arah Zahra. Hingga tiba-tiba tangannya di tangkap oleh David


" Katanya anak orang kaya kelakuannya kok kaya preman "


" Lo anak ga jelas ga usah ikut campur urusan gw "


" Pergi dari sini, sebelum gw kasar sama lo " David memberikan tatapan membunuhnya dan melepaskan pegangan tangannya


Lydia yang malu dan terbakar amarah pergi meninggalkan kantin dan mencari di mana keberadaan Alvian, sedangkan gerombolannya mengikuti langkahnya. Dia hendak mengadukan apa yang baru saja terjadi kepada kekasihnya tersebut. Sedangkan David langsung duduk di samping Zahra dan menatap dia tajam


" Ngapain di hari pertama udah harus cari ribut dengan mereka ? "


" Ya karena mereka keterlaluan "


" Terserah, tapi mungkin besok-besok belum tentu akan ada yang bantu lagi " David kembali melipat tangannya seolah-olah tertidur

__ADS_1


" Baik juga ternyata anak ini "


Lydia kembali memutuskan kembali ke dalam kelas dengan perasaan jengkel, saat dia mengadu kepada Alvian bukannya mendapat pembelaan seperti biasanya, dia malah mendapatkan semprotan dari Alvian karena telah mengganggu Zahra. Sebenernya Alvian merasa sedikit marah karena Zahra malah di bela oleh orang yang paling dia tidak suka di sekolah tersebut


" Kurang aj*r berani banget anak asuh aja ngelawan gw, apa-apaan lagi Vian ikut bela anak asuh itu. Liatin aja gw akan balas lo nanti "


Sedangkan Alvian yang mendengar dari kekasihnya bahwa saudaranya sampai di lindungi oleh orang lain menyusul Zahra ke kantin, sesampainya di meja mereka Alvian langsung menarik tangan Zahra melewati David agar mengikutinya, Alvian terus menarik tangan Zahra masuk ke dalam lab sekolah tersebut dan baru melepaskan tangan Zahra


" Apa-apaan sih ? masih belum puas juga mainnya sampe sekarang ? "


" Kenapa ? pacar kamu ngadu ? " Zahra tertawa terbahak-bahak


" Gw ga perduli.. Tapi gw ga mau ada orang yang berani ganggu keluarga besar kita "


" Ya udah kalo gitu kamu bilangin lah pacar kamu yang galak dan sombong itu "


" Oke.. Sekarang juga gw bakal bilang sama dia kalo lo sebenarnya anak om Adit " Zahra yang panik langsung mendekap mulut Alvian


" Kalo kamu sampe berani bilang, aku juga bakal aduin sama om Bastian kelakuan kamu di sekolah ini "


" Apa dia udah tau ya ? "


Alvian langsung menepiskan tangan Zahra


" Ampun gw liat kelakuan lo dari dulu yang aneh ini, liat penampilan culun lo ini " memberikan wajah mengejek


" Iya ini terakhir setelah lulus ayah bakal umumkan semuanya "


" Bagus deh kalo gitu, tapi ingat ya jangan dekat-dekat sama anak tukang tidur itu "


" Kenapa ? apa karena dia saingan kamu ? " Zahra mengerutkan keningnya


" Bukan urusan lo " ucap Alvian dengan tegas dan mulai melangkahkan kakinya keluar dari ruang lab


" Ayo.. Mau sampe kapan di sini ? " dan Zahra pun mengekor dari belakang


Mereka berdua pun kembali ke dalam kelas secara berbarengan, sontak saja membuat semua yang berada di dalam kelas menatap ke arah mereka dengan pikirannya masing-masing, sebagian ada yang berpikir aneh melihat Alvian perduli dengan anak lain selain kekasihnya


Sedangkan Lidya menatap ke arah Zahra semakin penuh kebencian, dan David menatap ke arah mereka berdua lalu mulai melipat kembali ke dua tangannya seperti posisi hendak tidur


" Semoga aja lo ga jadi mangsa Lidya, lagian juga anak sombong itu ngapain harus bawa masalah ke anak itu "


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya 🤗


Maaf ya kalo masih banyak typo maklum masih belajar 😉


__ADS_2