Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
XP 4. Rahasia Alvian


__ADS_3

Pagi pun mulai menyapa kehidupan di muka bumi, Zahra sudah bersiap-siap akan berangkat dengan ala khas dia saat ini. Adit dan Liana hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan penerang dalam hidup mereka


Zahra mulai keluar dari kediaman orang tuanya dan menggunakan angkutan umum menuju ke sekolah barunya itu, di dampingi oleh dua orang pengawal yang bersikap seperti orang lain dan tak saling kenal. Mereka mengantarkan Zahra sampai masuk ke dalam gerbang sekolah


Zahra menuju ke arah kelasnya dan hari itu pun semua tetap menatap ke arah Zahra dengan tatapan penuh cemoohan, Zahra hanya tersenyum geli melihat semua itu


" Kenapa sih hampir semua orang menilai sesuatu cuma dari luar dan materi aja, kalo sampe mereka tau siapa aku. Boro-boro mereka berani liat aku dengan cara begini, pasti aku jelek gini aja di bilang cantik "


Zahra Mulai masuk ke dalam kelas dan mendudukkan dirinya di tempat kemarin dia duduk. Lena dan Sofie langsung menyapanya, tak selang berapa lama David sudah sampai di situ dan mendudukkan dirinya di samping Zahra


David duduk dengan tegap tidak seperti hal yang biasa dia lakukan, sedangkan mereka bertiga menatap David dengan sedikit heran


" Kenapa ? " David menolehkan wajahnya ke arah Zahra


" Ga kok, cuma tumben aja. Ga ada rencana tidur apa hari ini ? " Zahra tertawa sedangkan Sofie dan Lena hanya bisa tersenyum menahan tawa mereka


Alvian yang baru saja tiba di dalam kelas menjadi sedikit kesal, karena dia melihat Zahra sedang tertawa dan menghadap ke arah David


" Ngapain sih tuh anak deketin saudara gw ? "


Alvian sudah hendak melangkahkan kakinya ke arah mereka lalu terhenti karena suara bel yang sudah berbunyi, Alvian langsung memutar tujuannya ke arah bangkunya. Sedangkan sang mak lampir yang sudah tiba terlebih dahulu di situ menjadi semakin kesal terhadap Zahra, melihat kelakuan dari kekasihnya itu


Selama pelajaran berlangsung tak sekalipun David tertidur seperti biasanya, walaupun dia tak terlalu memperhatikan apa yang sedang guru jelaskan. Dia asik sendiri bahkan sesekali dia menjelaskan kepada Zahra apa yang Zahra tak mengerti, dan itu berhasil membuat Alvian semakin kesal


Bel istirahat pun berbunyi, Alvian langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri David dengan wajah yang sudah di penuhi emosi


" Gw mau ngomong sama lo "


David hanya menolehkan sebentar wajahnya ke arah Alvian " Ya ngomong aja "


" Ayo ikut gw " Alvian langsung melangkahkan kakinya dan David mengikuti dari belakang


Sedangkan yang lain hanya bisa terdiam tanpa ada yang berani menghalangi Alvian, dan bodohnya Zahra juga ikut terdiam karena terkejut melihat wajah marah Alvian untuk pertama kalinya. Hingga dia tersadarkan oleh suara mejanya yang di pukul oleh sang mak Lampir


" Apa sih hebatnya lo ? " Zahra hanya mengerutkan keningnya


" Lo harus sadar diri lo cuma anak asuk keluarga Pratama, gimana kalo sampe keluarga Pratama dengar Alvian berkelahi sama orang lain gara-gara lo ? "

__ADS_1


Sontak saja perkataan dari Lidya membuat Zahra tersadar apa yang sedang terjadi, Zahra langsung bangkit dari duduknya dan berlari kecil ke arah luar tanpa menghiraukan semua ucapan Lidya


" Woi.. Ga sopan banget si lo.. !! " teriak Lidya yang merasa di acuhkan


Alvian membawa David ke aula sekolah tersebut, sesampainya di sana Alvian langsung mencengkram kerah baju David


" Gw udah bilang jangan pernah lo deketin dia " David hanya membalas dengan senyuman ejekan


" Lo ga pantes buat berdekatan sama dia. Paham lo ? "


" Kenapa? lo suka sama dia atau lo cuma takut kalo dia tau ? "


Bugh... Sebuah bogem mentah mendarat mulus di pipi kanan David dia langsung tersungkur jatuh ke lantai dan darah segar sempat mengalir dari ujung bibir David


" Lo mau main-main sama gw..!! " Teriak Alvian


David langsung bangkit dan mulai berdiri


" Kalo lo pikir selama ini gw takut sama lo, lo salah salah besar " Alvian sudah mulai melangkahkan kakinya ke arah David hendak melayangkan kembali sebuah bogem mentah


" Vian.. !! " Zahra pun berteriak, Alvian langsung menghentikan semua tindakannya


" Kamu apa-apaan sih ? " memandang Alvian dengan tajam


" Ya karena dia berani main-main dengan keluarga kita..!! "


" Terus apa harus kamu sampe pukul orang lain kalo ada yang berteman sama aku ? "


" Ya karena anak kayak dia ga pantas jadi teman dari keluarga kita. Dia ini cuma anak miskin yang di buang di panti sama keluarganya, mana pantes bergaul dengan kita anak dari keluarga Pratama "


" Vian cukup.. !! Kita..!! " Teriakan Zahra terputus oleh David yang sudah membalas bogem mentah ke Alvian dan langsung membuatnya tersungkur


" Apa salahnya kalo cuma anak yang di besarkan di panti ? apa hebatnya jadi lo yang cuma mengandalkan uang untuk menang..!! "


" Tapi buktinya lo terima juga uang gw tiap bulannya " menatap sinis ke arah David, Alvian sudah mulai bangkit dan hendak memukul David kembali


" Kalian berdua cukup.. !! Atau sekarang juga aku akan telpon ayah dan om Bastian "

__ADS_1


Mendengar ancaman dari Zahra membuat Alvian langsung berhenti dan menghampiri Zahra


" Jangan dong Ara, aduh kalo om Adit sama papa tau bisa kacau, apa lo tega sepupu lo ini di hukum ? "


" Kalo gitu balik ke kelas sekarang " Zahra menatap tajam ke arah Alvian


" Cih.. Ribet kalo berurusan sama cewek " Alvian langsung meninggalkan aula tersebut, sedangkan Zahra langsung menghampiri David


" Jadi dia beneran anak pak Adit "


" Kamu ga apa ? "


" Apa pedulinya anak kaya seperti lo ? " Zahra tersenyum dengan sangat manis


" Yang kaya itu orang tua kami, lagi pula di mata Tuhan kita sama kok "


" Ga usah pura-pura baik dengan anak-anak kayak gw, apa ini hobi baru kalian setelah menghina kami ? " David sudah mulai melangkahkan kakinya hendak keluar dari aula tersebut


" Maaf ya dengan apa yang udah di lakuin sama Alvian, tapi aku bukan dia. Ini juga bukan hobi baru, aku lakuin ini cuma untuk cari teman yang bisa terima aku tanpa membawa nama keluarga " tersimpul senyuman tipis di bibir David mendengar ucapan dari Zahra


" Ayo ke UKS obati luka kamu " Zahra sudah berdiri di samping David


" Ga perlu cuma kayak gini aja " dan suara bel pun berbunyi


" Ya udah ayo balik ke kelas aja, udah bel juga " Zahra tersenyum dengan sangat ramah seperti ciri khas dari Zahra


" Bener-bener cantik luar dalam "


" Ayo kok bengong " Zahra menarik tangan David agar ikut kembali ke dalam kelas


Begitu keluar dari aula David mulai menarik tangannya, dan berjalan mengikuti Zahra dari belakang. Sesampainya di dalam kelas Alvian menatap ke arah mereka, David tersenyum mengejek ke arah Alvian sedangkan Zahra memberikan tatapan membunuhnya


" S*alan tuh anak makin berani aja, mana sekarang ada Ara lagi di samping dia bisa makin besar kepala aja itu anak "


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗

__ADS_1


Maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar 😉


__ADS_2