
Rangga dan Bastian kini sering hadir juga untuk menemani Adit walaupun tidak terlalu lama atau sesering Bagas, mereka menyadari bahwa Adit benar-benar sudah berubah dari Adit yang dulu, mereka selalu berusaha minimal ada satu orang yang nemenin Adit
mereka menyadari Adit yang sekarang dari sisi luar seperti sebuah gunung es yang menjulang tinggi, tapi bisa terlihat jelas kerapuhan hati Adit yang sesungguhnya Adit hanya buat sesuatu untuk menghangatkan hati nya
kini usia kehamilan Siska sudah masuk tujuh bulan dan sekarang Wulan pun sudah berbadan dua, usia kehamilan Wulan adalah dua bulan, awalnya Wulan dan Bagas tidak menyadari sama sekali, karena Wulan tidak mengalami morning sickness seperti yang dialami oleh Siska
Bagas sangat bahagia menyambut kehamilan Wulan, bagi nya saat ini itu adalah hadiah terindah yang pernah dia dapatkan
Rangga dan Mita selalu ke perkampungan itu hampir setiap weekend menjenguk Zahra, sedangkan Bastian dan Bagas hanya ikut di awal bulan saja atau bila ada waktu, bagaimana pun juga mereka harus ada yang menemani Adit dan membagi waktu untuk istrinya yang sedang hamil
hari ini Rangga dan Mita akan menjenguk Zahra seperti rutinitas biasa mereka setiap weekend, mereka mulai berangkat dari pagi hari menempuh perjalanan yang lumayan jauh itu
semua istri dari sahabat Rangga sudah hamil tapi belum ada tanda-tanda untuk kehamilan Mita, terkadang itu membuat Mita sedikit sedih itu alasan Rangga selalu membawa Mita menemui Zahra
Mita selalu bisa melupakan kesedihannya belum bisa memberikan Rangga keturunan bila sudah bermain bersama Zahra, mereka akan selalu pulang keesokan harinya menjelang sore hari
malam itu Rangga dan Mita sudah sampai di apartemen, mereka pun bergantian untuk membersihkan diri, dan mulai merebahkan dirinya di tempat tidur karena setiap weekend pasti hari yang melelahkan bagi mereka berdua
" sayang apa kamu bakal kecewa sama aku ? " tanya Mita lirih sudah berada di dalam pelukan suaminya
" masalah apa ? " tanya Rangga
" aku belum bisa hamil juga sampai sekarang, sedangkan Wulan dan Bagas yang baru menikah aja sudah hamil " jawab Mita membenamkan wajahnya ke dada suaminya
Rangga menarik dagu Mita agar wajah mereka saling bertatapan
" sayang itu semua sudah diatur sama Tuhan kita ga mungkin lawan, kalau pun memang kita ga di kasih kepercayaan aku ga akan pernah kecewa sama kamu, kita sudah punya Zahra kan " jawab Rangga, Mita yang mendengar itu pun meneteskan air matanya
" jangan sedih, aku percaya Tuhan akan kasih kita yang terbaik, kan kita juga sudah usaha " lanjut Rangga melihat istrinya meneteskan air mata
" tapi gimana kalau kamu nanti kecewa sama aku, terus kamu cari perempuan lain yang bisa kasih kamu keturunan " ucap Mita mulai membenamkan kembali wajahnya ke dada suaminya
" aku ga akan pernah lakuin itu, kamu harus percaya.. apa kamu lupa perjuangan kita " ucap Rangga sambil mencium ujung kepala Mita, dan Mita pun langsung memeluk erat suaminya
" aku janji sayang.. sampai kapanpun aku ga akan pernah melakukan hal yang akan nyakitin hati kamu " ucap Rangga dalam hatinya dan membalas pelukan istrinya
pagi itu seperti biasa Mita akan bangun lebih dulu, menyiapkan segala keperluan suaminya dan sarapan untuk mereka berdua
" sayang apa kamu belum mau ketemu sama mama kamu ? " tanya Rangga membuka obrolan saat sudah di meja makan
" ga tau sayang aku bingung " jawab Mita
" kenapa ? " tanya Rangga
__ADS_1
" aku takut kejadian terakhir nanti ke ulang lagi, aku takut jadi makin jauh sama mama " jawab Mita sudah menundukkan kepalanya
" kita harus coba sayang, gimana juga dia mama kamu yang sudah melahirkan kamu " ucap Rangga Mita pun hanya terdiam
" mungkin aja nanti setelah kita ketemu mama kamu, Tuhan akan kasih kita kepercayaan untuk punya momongan " lanjut Rangga mencoba membujuk istrinya
" tapi kamu temanin aku ke sana ya, aku takut ketemu sama papa tiri aku sayang " jawab Mita menatap Rangga
" boleh, kamu mau kesana kapan ? " tanya Rangga bersemangat
" terserah kamu bisa nya kapan sayang " jawab Mita
" ya sudah nanti siang aku jemput ya " ucap Rangga dan Mita pun mengangguk
Rangga hanya ingin istrinya bahagia, walau bagaimanapun itu tetap ibu kandungnya Mita, Rangga hanya berusaha membuat istrinya mempunyai keluarga yang utuh
siang itu Rangga sudah berada di parkiran apartemen untuk menjemput istrinya, tak lama pun Mita sudah ada disitu Mita langsung naik ke mobil Rangga
" gimana udah siap ? " tanya Rangga membuka obrolan karena melihat Mita yang sedikit gugup
" aku agak takut ni sayang " jawab Mita
" kan ada aku " jawab Rangga sambil membelai rambut istrinya
" ayo sayang " ucap Rangga mencoba meyakinkan Mita
Mita pun akhirnya turun dari mobil dan di dampingi oleh suaminya, mereka menuju ke pintu rumah itu
tok..tok..tok...
" permisi " ucap Rangga, tidak ada jawaban apapun dari dalam sama sekali
tok..tok..tok ..
" permisi " ucap Rangga lagi, masih tidak ada jawaban apapun dari dalam
cukup lama Rangga mencoba mengetuk pintu dan memanggil tapi tidak ada jawaban apapun dari dalam
" mungkin lagi pergi sayang " ucap Rangga menghadap Mita
" ya udah kita balik aja sayang " jawab Mita
mereka berdua pun mulai berjalan ke arah pagar dan ternyata sudah ada wanita berdiri membatu di hadapan mereka berdua
__ADS_1
" mah.. " sapa Mita
wanita itu hanya diam tidak membalas sapa dari Mita, wanita itu hanya berjalan ke arah Mita dan langsung memeluknya erat, Mita terkejut dan Rangga tersenyum melihat itu
" maafin mama ya Mit " ucap wanita itu yang tak lain adalah Sinta mamanya Mita
wanita menangis dan tanpa terasa air mata Mita ikut mengalir, cukup lama mereka berdua berpelukan hingga akhirnya mamanya Mita melepaskan pelukannya
" kamu masih marah sama mama Mit ? kenapa lama banget kamu baru pulang ? " tanya mamanya Mita
" maaf mah " jawab Mita, dia benar-benar tidak menyangka mamanya akan menangis di pelukannya
" udah... ayo masuk dulu " ucap mamanya Mita
mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah itu, awalnya Mita enggan untuk masuk, tapi mamanya langsung menjelaskan kalau pria itu sudah entah hilang kemana
" ini siapa ? " tanya mamanya Mita saat mereka sudah mulai duduk
" perkenalkan bu saya Rangga suaminya Mita " ucap Rangga menyalami ibu mertua nya
" kalian sudah nikah ? " tanya mamanya Mita kaget
" ya mah.. maaf ya mah " jawab Mita
" ya gpp.. mama ngerti kok, apalagi mama buat salah ke kamu " jawab mamanya Mita
cukup lama mereka saling berbincang saling meminta maaf dan memaafkan, hingga Mita dan Rangga pun akan berpamitan, Mita memberikan sebuah amplop yang memang sudah disiapkan untuk mamanya
" ga Mit mama ga bisa terima ini " ucap mamanya
" ini uang halal kok mah " ucap Mita
" bukan gitu Mit, mama cuma ga pantas terima ini dari kamu " ucap mamanya Mita lirih
Mita yang mendengar itu langsung memeluk mamanya dengan erat
" mama ga boleh gitu, Mita ini anak mama jadi sudah kewajiban Mita untuk berikan yang terbaik untuk mama " ucap Mita dan mamanya Mita membalas dengan pelukan hangat
Mita dan Rangga pun meninggalkan kediaman mama Sinta
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😊
__ADS_1
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar...