Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Ingin Bertemu


__ADS_3

Zahra sempat beberapa kali melirik ke arah para pengawal yang bahkan mengikuti mereka hingga ke kediamannya Adit, dan setibanya di rumah Zahra langsung di bawa ke dalam kamar agar bisa beristirahat. Setelah puas melihat sang bayi mungil Adit dan Liana memutuskan untuk keluar dari dalam kamar agar Zahra dapat beristirahat


David ikut merebahkan tubuhnya di atas kasur tepat di samping Zahra sambil terus menatap wajah wanita yang sangat dia cintai tersebut


" Sayang aku kok ngerasa agak aneh ya ? "


" Kenapa ? " mengerutkan keningnya


" Tadi waktu kita pulang aku liat di luar banyak banget pengawal yang ngikutin, aku tau ayah memang selalu bawa pengawal tapi biasanya ga sebanyak itu " David tersenyum tipis


" Kok malah senyum sih " memasang wajah kesal


" Semua buat jaga kamu sayang " mencubit hidung Zahra


" Tapi kan sekarang aku udah ga apa " David membuang napasnya dengan kasar, lalu merebahkan tubuhnya dan menatap ke arah langit-langit


" Kamu bisa bilang ga apa sekarang sayang, seandainya kamu tau apa yang aku dan ayah kamu rasakan saat kamu belum sadarkan diri "


" Sayang " David menolehkan kepalanya


" Apa ada hal yang aku ga tau ? "


" Ga ada kok sayang, ya udah kamu istirahat ya " David sudah hendak beranjak untuk menghindari menceritakan tentang semua kejadian itu


" Sayang.. Jangan coba berani bangun atau aku ga akan ijinkan kamu tidur lagi di situ "


" Aku yakin ada yang kalian tutupin dari aku " menatap tajam


" Oke.. Kamu mau tau tentang apa ? "


" Aku mau tau sebenarnya ada apa ? "


" Ayah kamu cuma mau jaga kita aja sayang "


" Dari apa ? namanya musibah ga akan ada yang tau "


" Tapi kecelakaan kita karena ulah seseorang, bukan karena musibah "


" Kenapa ada orang yang bisa sejahat itu ke kita ? aku ga masalah kalo dia mau bikin aku sesakit apapun. Tapi dia hampir mencelakakan suami dan anak aku " berkaca-kaca

__ADS_1


" Kamu salah, aku ga akan terima ada orang yang menyakiti kamu. Seandainya aja ayah kamu ga bertindak, mungkin aku akan lakukan hal yang lebih menyakitkan lagi bagi mereka "


" Sayang.. " Menatap tajam


" Bahkan kamu tetap ga akan ijinkan kami membalas mereka, kamu benar-benar berhati mulia sayang " mencium ujung kepala Zahra


" Siapa ? "


" Siapa orang yang udah ngelakuin ini kita ? apa salah kita ? "


" Kita ga buat salah apapun kok, orang itu cuma orang suruhan dari Tiara "


" Astaga " cukup lama Zahra terdiam dengan seribu pertanyaan yang berputar di dalam benaknya, hingga tiba-tiba dia pun menjadi tersenyum


" Kenapa ? " mengerutkan keningnya


" Aku cuma lagi bingung aja suami aku setampan apa sih ? sampe ada cabe busuk yang ga ikhlas sesudah kalah "


" Astaga apa kamu selama ini ga sadar kalo aku tampan ? " Zahra menolehkan kepalanya


" Aku tau kamu tampan kamu kan suami aku, tapi aku pilih kamu bukan karena wajah kamu " David tersenyum bahagia dan mencium ujung kepala Zahra dengan sangat lembut


" Apa cuma karena uang dia lakuin itu ? " tersenyum getir " Apa cuma karena uang seseorang bisa tega untuk menyakiti orang lain ? " berkaca-kaca


" Udah sayang, sekarang yang terpenting kita sudah bisa kumpul lagi " memeluk dengan erat


Semenjak kejadian itu Adit menyewa pengawal pribadi semakin banyak bahkan saat mereka berada di dalam rumah sekali pun, bahkan Zahra merasa sedikit risih ketika harus check up ke rumah sakit akan di kawal oleh banyak orang


Tetapi bagaimana pun juga dia tidak ingin membuat Adit menjadi cemas sehingga dengan berat hati Zahra hanya bisa mengikuti keinginan Adit, keadaan Zahra semakin lama pun semakin membaik tetapi Adit tetap tak mengizinkan Zahra kembali ke kediamannya dengan alasan tak ingin jauh dari cucu pertamanya


Malam hari pun sudah menyapa dan pada hari itu David pulang sedikit terlambat karena pekerjaan yang sedang menumpuk, Liana memutuskan untuk menemani Zahra di dalam kamarnya sambil terus memandangi si mungil buah hati Zahra


" Bun... "


" Ya sayang "


" Apa perempuan yang jatuh cinta bisa melakukan apapun ? "


" Maksud kamu Tiara kan " Zahra mengangguk pelan

__ADS_1


" Seharusnya kalau kita mencintai seseorang kita ga perlu memaksakan untuk memiliki, dengan melihat orang yang kita cintai bahagia itu baru namanya cinta sejati "


" Selama ini aku ga pernah mau berbuat jahat sama orang bun, tapi kenapa cuma karena cinta dan uang orang bisa menyakiti orang lain ya bun "


" Kalau untuk Tiara bunda juga merasa dia sudah keterlaluan sayang, tapi kalau untuk si supir itu bunda ga tau harus bilang apa sayang "


" Seandainya kejadian itu ada di bunda, bunda sendiri ga tau apa bunda akan sanggup menahan untuk ga melakukan itu " Zahra mengerutkan keningnya menunggu sebuah penjelasan dari ucapan Liana


" Sekarang kamu sudah menjadi orang tua, bunda mau tanya sama kamu. Seandainya anak kamu sakit apa kamu akan lakukan apapun supaya bisa menyelamatkan anak kamu ? " Zahra menganggukkan kepalanya


" Anak supir itu sakit keras sayang, dan Tiara menawarkan imbalan untuk biaya pengobatan anaknya " ke dua bola mata Zahra membulat sempurna


" Astaga perempuan itu jahat banget ya, dia tega memanfaatkan orang lain yang lagi kesusahan "


" Sekarang gimana keadaan supir itu bun ? ayah pasti melakukan sesuatu. Aku tau ayah ga akan ijinkan ada orang yang menyakiti keluarganya "


" Kamu tenang ya, ayah kamu cuma mengirim dia dan Tiara ke penjara "


" Walaupun bunda harus bersusah payah dulu sayang, bahkan bunda juga harus jual nama kamu "


" Nasib anaknya bagaimana dong bun ? aku jadi kasihan sama mereka bun " berkaca-kaca


" Cindy mbak yakin kamu bangga dengan anak kita kan, dia ga menyimpan dendam terhadap orang yang menyakiti dirinya bahkan dia tetap merasa iba kepada mereka " tersenyum tipis


" Ayah kamu sudah membantu semua biaya pengobatan anak supir itu kok sayang, jadi kamu jangan sedih atau kepikiran apapun lagi ya "


" Bunda ga bohong kan ? "


" Masa bunda bohong sama kamu sih sayang " mengelus rambut Zahra dengan lembut


" Aku pengen banget ketemu mereka, aku ga mau kami saling menyimpan dendam. Semoga aja ayah bisa kasih ijin aku ketemu sama mereka "


" Bun kalo aku ijin sama ayah mau ketemu mereka kira-kira ayah marah ga ya ? "


" Bunda ga tau sayang, tapi kalau kamu yang ngomong bunda rasa ayah kamu akan setuju "


" Bunda tau perasaan kamu sayang, tapi maaf untuk urusan ini sebaiknya kamu ngomong sama ayah kamu langsung. Mungkin ayah kamu bisa kasih ijin kamu ketemu mereka "


Terlintas dalam benak Liana semua kejadian saat di rumah sakit saat Adit memutuskan untuk membalas perbuatan orang-orang tersebut, sekuat tenaga Liana mencoba melarang tetapi tak ada hasilnya. Dan saat Liana mengucap nama Zahra dalam sekejap Adit dapat mengalahkan segala bisikan setan yang sedang merasuki dirinya

__ADS_1


__ADS_2